BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.2 Pembelajaran Menggambar di SLB Negeri Semarang
SLB Negeri Semarang dalam pengelolaan pembelajarannya tidak hanya membekali siswa dengan pendidikan semata. Namun, sekolah juga membekali siswa dengan keterampilan sebagai pengembangan kepribadian dan pola pikir, serta sebagai sarana pengembangan bakat dan minat siswa. Salah satu pembelajaran keterampilan yang ada di SLB Negeri Semarang adalah pembelajaran keterampilan menggambar. Menggambar merupakan salah satu media ekspresi pada anak. Melalui menggambar anak dapat mengekspresikan seluruh gagasan, imajinasi, ide, dan perasaan yang ada dalam dirinya. Pembelajaran menggambar di SLB Negeri Semarang bukan merupakan pembelajaran yang wajib diikuti oleh siswa, tetapi merupakan pelajaran ekstrakurikuler.
Pembelajaran menggambar di SLB Negeri Semarang dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Pembelajaran dimulai pada pukul 07.30-12.00 WIB yang dibagi menjadi 3 session dengan durasi waktu pelajaran satu setengah jam tiap session. Pembelajaran dilaksanakan di ruang perpustakaan karena belum tersedianya ruang khusus pembelajaran menggambar. Jadwal pembelajaran menggambar di SLB Negeri Semarang terlampir.
Terdapat dua guru pembelajaran menggambar ada yakni Bapak Cahyo, S.Pd dan Ibu Choirun Nisa S.Pd yang secara bersama-sama memberikan pembelajaran menggambar pada anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Semarang. Anak berkebutuhan khusus yang mengikuti pelajaran menggambar terdiri dari anak tunagrahita, autis, dan tunarungu-wicara, dari play group, TK, SD, SMP, SMA, maupun bengkel kerja.
4.2.1 Tujuan Pembelajaran Menggambar
Tujuan pembelajaran merupakan komponen utama dalam pembelajaran, yakni ke arah mana siswa akan dibawa. Tujuan pembelajaran menggambar di SLB Negeri Semarang adalah sebagai sarana ekspresi, menyalurkan bakat dan minat, menghilangkan kejenuhan, serta sebagai sarana terapi bagi siswa. Dari beberapa tujuan pembelajaran, tujuan yang paling dominan adalah sebagai sarana ekspresi dan terapi. Melalui gambar anak dapat mengekspresikan emosi dan perasaannya dengan bebas, serta dapat menjadi sarana terapi. Anak yang sulit berkonsentrasi, tidak mau diam, dan cenderung meluap-luap emosinya akan lebih mudah berkonsentrasi dan tenang emosinya jika sedang menggambar. Berdasarkan tujuan tersebut maka dapat diketahui bahwa pembelajaran menggambar di SLB Negeri Semarang lebih menekankan pada proses pembelajaran dibandingkan pada hasil gambarnya.
4.2.2 Materi Pembelajaran Menggambar
Materi pembelajaran menggambar yang biasanya diberikan di SLB Negeri Semarang merupakan materi-materi yang dikembangkan oleh guru sendiri. Tema pembelajaran menggambar antara lain diri sendiri, keluarga, bermain, hobi, cita- cita, lingkungan, alat transportasi, dan pemandangan. Selain tema-tema tersebut, tema juga biasanya diambil dari situasi dan kondisi lingkungan yang ada, misalnya tema ramadhan, idul fitri, natal, tahun baru, HUT RI, hari pendidikan, hari kartini, hari ibu, dan lain-lain.
4.2.3 Media Pembelajaran Menggambar
Proses pembelajaran menggambar memerlukan media agar pembelajaran menggambar dapat terlaksana dengan maksimal. Media yang digunakan dalam
pembelajaran menggambar digolongkan menjadi dua, yakni media pembelajaran dan media berkarya. Untuk menunjang proses pembelajaran, media pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah papan tulis. Media ini digunakan untuk memberikan contoh pada siswa di depan kelas dengan metode demonstrasi. Media berkarya seni gambar yang digunakan oleh siswa bervariasi, ada yang menggunakan pensil warna dan ada yang menggunakan krayon. Hal ini disesuaikan dengan kondisi dan keinginan anak. Sekolah tidak mewajibkan satu media berkarya gambar. Dengan demikian, anak dapat berekspresi dengan bebas. 4.2.4 Metode Pembelajaran Menggambar
Metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran menggambar di SLB Negeri Semarang ada beberapa macam. Metode tersebut antara lain metode ekspresi bebas, pemodelan atau demontrasi, metode tanya jawab atau bercakap- cakap, dan metode bercerita.
(1) Metode Ekspresi Bebas
Metode ekspresi bebas merupakan metode yang memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk mengembangkan ide, imajinasi dan kreativitasnya. Pada pembelajaran menggambar di SLB Negeri Semarang metode ini dibagi menjadi dua yaitu metode ekspresi bebas bertema dan tidak bertema. Ekspresi bebas bertema yaitu guru memberikan instruksi sebuah tema gambar yang kemudian dikembangkan sendiri oleh anak. Sedangkan ekspresi bebas tidak bertema yakni tema dan gambar dipilih dan dikembangkan oleh anak sendiri.
(2) Metode Pemodelan
Metode pemodelan yang digunakan dalam pembelajaran menggambar ada dua macam cara. Cara pertama siswa membuat gambar sama persis seperti contoh yang diberikan oleh guru. Cara kedua adalah siswa membuat gambar sesuai dengan contoh yang diberikan oleh guru yang kemudian dikembangkan sendiri oleh siswa. Namun, cara yang pertama jarang digunakan karena imajinasi dan ide anak kurang berkembang dengan maksimal.
(3) Metode Tanya Jawab
Metode ini sangat penting untuk melatih persepsi anak. Selain itu juga penting untuk menjalin interaksi antara guru dengan siswa. Metode tanya jawab biasa digunakan oleh guru untuk menanyakan hal yang berhubungan dengan tema atau gambar. Misalnya guru bertanya pada siswa “Rumput itu warnanya apa anak-anak?”, maka siswa akan menjawab hijau. Kemudian guru akan meminta siswa untuk mencari warna hijau dan kemudian mewarnai rumput dengan warna hijau.
(4) Metode Bercerita
Metode bercerita merupakan metode yang diberikan oleh guru untuk menjelaskan tema gambar. Dalam proses pembelajaran, penerapan metode ini dilakukan oleh guru dengan memberikan stimulus kepada anak melalui cerita pendek. Cerita biasanya diambil dari lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Misalnya saja tentang kasih sayang seorang ibu yang tak terbatas atau semagat hidup yang tinggi walaupun cacat. Seperti yang anak-anak berkebutuhan khusus alami.
4.2.5 Evaluasi Pembelajaran Menggambar
Evaluasi pembelajaran dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perubahan perilaku siswa atau dengan kata lain evaluasi pembelajaran dilakukan dalam rangka mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Evaluasi pembelajaran menggambar di SLB Negeri Semarang berbeda dengan evaluasi pembelajaran menggambar di sekolah umum. Jika di sekolah umum setiap akhir pembelajaran karya siswa diberi nilai, di SLB Negeri Semarang penilaian gambar hanya diungkapkan dengan lisan oleh guru, yakni berupa penguatan-penguatan positif jika gambar bagus dan kritikan jika ada gambar yang kurang. Evaluasi dilakukan tidak untuk mencari nilai, tetapi bertujuan agar anak lebih bersemangat dan berkembang dalam menggambar. Penilaian berupa angka hanya dilakukan pada akhir semester, yakni melalui ujian akhir semester.