BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN
7. Pembelajaran Tematik Terpadu di MIN 1 Kota Malang
Proses pembelajaran tematik terpadu di MIN 1 Kota Malang memiliki target untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik menjadi lebih positif. Kepala Madrasah, Drs.Suyanto, M.Pd., menyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran tematik memiliki banyak keunggulan sehingga pelaksanaannya harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebagaimana tercantum dalam kutipan wawancara berikut.
Pembelajaran tematik di madrasah ini dikatakan berhasil apabila timbul perubahan tingkah laku positif siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Konteks ini pada dasarnya bergantung kepada kemampuan guru dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang dituntut tekun, selalu proaktif, dan bertanggung jawab dalam mendidik setiap siswa di kelas.69
Menurut guru lain, Wahyu Tri K., S.Kom., M.Pd.I., pelaksanaan pembelajaran tematik memiliki kelebihan pada sisi keaktifan siswa. Menurutnya, aktif merupakan hal pertama yang harus dicapai guru untuk mencetak siswa yang terampil dan menguasai materi pelajaran. Hal tersebut disampaikannya dalam petikan wawancara berikut ini.
69
Wawancara dengan Kepala MIN 1 Kota Malang, Drs. Suyanto, M.Pd., pada tanggal 19 April 2018, pkl. 12 .15 WIB di Ruang Kepala Madrasah
96
Menurut saya, untuk melaksanakan pembelajaran tematik di MIN 1 ini ya, yang paling pertama dicapai adalah keaktifan. Keaktifan itu sebagai hal utama yang harus dicapai guru dalam melaksanakan pembelajaran model apa pun. Biasanya para guru di sini melakukan upaya untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, agar siswa terlibat secara aktif dalam menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri. Keberadaan pembelajaran tematik setidaknya menjadikan pembelajaran sedikit demi sedikit menjadi tidak membosankan.70
Hal senada diungkapkan pula oleh guru tematik yang lain, Abdullah, M.Pd. Beliau mengatakan bahwa dalam melaksanakan proses pembelajaran tematik dilakukan dengan memacu kreativitas dan keaktifan siswa dengan berbagai cara . Misalnya, untuk memulai pembelajaran, siswa disuruh membuat lingkaran.
Saat observasi di salah satu kelas MIN 1 Kota Malang terlihat adanya guru yang memerintahkan siswa untuk duduk melingkar berbagai aktivitas siswa. Hal itu terlihat dalam suasana pembelajaran tematik di MIN 1 Kota Malang. Sebagian siswa ada yang memperhatikan penjelasan guru dengan seksama dan sebagian yang lain ada yang mulai mencatat materi yang dipelajari. Pada saat berikutnya, seorang siswa mulai mengerjakan tugas yang diberikan
70
Wawancara dengan salah satu guru kelas III I, Wahyu Tri K., S.Kom., M.Pd.I. pada tanggal 25 April 2018, pkl. 08.00 WIB di joglo kelas III
97
sesuai petunjuk guru. Menjelang berakhirnya pembelajaran, guru mengadakan diskusi selama kurang lebih 15 menit untuk memberikan kesempatan bagi siswa berpendapat agar pemahaman materi semakin meningkat.
Selama proses pelaksanaaan pembelajaran tematik, guru mengusahakan agar setiap siswa dapat mengikuti pembelajaran tanpa rasa tertekan. Setiap guru di madrasah ini dibekali dengan watak sabar dan telaten agar pelaksanakan pembelajaran tematik lebih optimal dan menyenangkan.
Proses Pembelajaran tematik dilaksanakan dengan berbagai variasi pengalaman belajar. Hal ini dilakukan agar siswa menangkap setiap kompetensi dan target pembelajaran yang telah direncakan. Terkait dengan pelaksanaan pembelajaran tematik, Abdullah, M.Pd. menegaskan bahwa kelas sepenuhnya menjadi wewenang guru, gurulah yang mengerti benar kondisi riil di dalam kelas. Hal itu disampaikan dalam petikan wawancara sebagai berikut.
Sebenarnya untuk melaksanakan pembelajaran tematik, diserahkan sepenuhnya kepada guru sebab gurulah yang mengetahui kondisi riil siswa. Terkait dengan pembelajaran tematik biasanya penerapannya menekankan kegiatan siswa belajar yang kreatif dan inovatif. Pembelajarannya didesain agar siswa sering
98
bertanya, siswa menjawab pertanyaan sesama siswa, serta siswa menyimpulkan sendiri hasil pembahasan pokok materi.71
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang sangat menyenangkan. Hal ini selaras dengan pendapat salah satu guru tematik kelas III, Wahyu Tri K., S.Kom., M.Pd.I., dalam petikan wawancara berikut.
Awalnya saat pembelajaran tematik diterapkan di MIN 1, siswa memang tempak belum berani mengangkat tangan untuk bertanya atau berpendapat. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan tentang pembelajaran tematik. Guru terlihat masih mendominasi pembelajaran, sehingga kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.72
Seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman guru tentang pembelajaran tematik, siswa pun berkesempatan untuk memaksimalkan pengetahuan dan keterampilannya dalam kegiatan belajar. Pembelajaran tematik merupakan suatu strategi pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa, karena perkembangan fisiknya tidak pernah bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional. Dengan demikian, pembelajaran tematik merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan tema
71
Wawancara dengan salah satu guru kelas III A, Abdullah, M.Pd. pada tanggal 25 April 2018, pkl. 09.00 WIB di kelas III
72 Wawancara dengan salah satu guru tematik kelas III I, Wahyu Tri K., S.Kom., M.Pd.I., pada tanggal 1 9 April 2018, pkl. 11.00 WIB di ruang guru
99
untuk mengaitkan beberapa aspek/topik sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik.
Terkait dengan persiapan pembelajaran tematik, biasanya guru MIN 1 menyiapkan kelas yang kondusif, salah satunya dengan cara mengatur tempat duduk siswa sehingga memungkinkan siswa unutk saling berinteraksi. Dengan penataan tempat duduk, guru dapat memberikan kesempatan belajar siswa sesuai dengan kemampuan belajarnya. Perencanaan pembelajaran tematik membutuhkan berbagai kesiapan. Guru Tematik kelas III G, Ika Rahmi Nurhayati, S.Pd. berpendapat bahwa perencanaan pembelajaran tematik memerlukan teknik-teknik yang sesuai dengan kondisi siswa. Mengingat kondisi dan karakteristik siswa yang unik dan beragam, maka teknik pembelajaran pun beraneka ragam.baik jenis, sifat, dan langkahnya. Teknik-teknik pembelajaran yang dipilih itu pun masih harus disesuaikan dengan materi pembelajaran agar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.73
Penyusunan perencanaan pembelajaran tematik di MIN 1 Kota Malang, melibatkan semua guru tematik. Sebagaimana pernyataan salah satu guru kls III, Abdullah, M.Pd. yang didukung dengan foto rapat perencanaan pembelajaran tematik yang biasanya dilakukan sebelum tahun ajaran dimulai (terlampir). Menurut beliau, perencanaan pembelajaran tematik di MIN 1 Kota Malang telah
73
Wawancara dengan salah satu guru kelas III G, Ika Rahmi Nurhayati pada tanggal 20 April 2018, pkl. 11 .00 WIB di ruang guru
100
dipersiapkan secara matang, guru dituntut mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dilakukan dalam mempersiapkan perencanaan pembelajaran tematik di MIN 1 mencakup pemetaan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator, pencapaian kompetensi, tema dan alokasi waktu, serta silabus dan RPP.74