• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 MODEL PEMILIHAN JENIS PERKERASAN JALAN

A. PEMBENTUKAN MODEL

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan, analisis masalah, dan hasil penelitian, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Pertama, hasil penelitian menemukan adanya variabel independen yaitu Topografi, Jumlah Penduduk, Panjang Jalan Terbangun dan Aksesibilitas yang memberikan kontribusi tinggi terhadap Model Pembangunan Perkerasan Jalan Kabupaten Berbasis Kondisi Daerah. Variabel independen merupakan subkriteria dari kriteria kondisi daerah. Metode AHP memberikan pembobotan kriteria sebagai berikut, kriteria teknis bobot 10 %, kriteria kondisi daerah bobot 46.6% dan kriteria kondisi ekonomi bobot 43.3 %.

Pembobotan selanjutnya digunakan untuk memilih jenis perkerasan jalan dengan menggunakan model matematik.

Kedua, hasil penelitian menemukan adanya enam Model Pembangunan Perkerasan Jalan Kabupaten yang selama ini digunakan, yaitu Model Pembangunan Jalan dengan metode AHP, Model Pembangunan Jalan dengan pendekatan kerusakan dan pemeliharaan, Model Pembangunan Jalan dengan pendekatan Kondisi Jalan, Model Pembangunan Jalan dengan memperhatikan Kebijakan Pemerintah, Model Tebal Perkerasan Jalan, dan Model Pembangunan Jalan dengan pendekatan evaluasi pemeliharaan. Temuan model penelitian ini diperoleh dengan menggunakan Simultaneous Equation Method melalui teori Cobb-Douglas maka model yang diinginkan dapat terbentuk. Model matematika ini dapat digunakan untuk melihat hubungan antara topografi, aksesibilitas dan jumlah penduduk sehingga penentuan jenis perkerasan yang akan digunakan dapat ditentukan.

6 Dengan diperolehnya model pembangunan perkerasan jalan kabupaten, maka panjang jalan yang akan dibangun oleh pemangku kepentingan berbasis kondisi daerah sudah dapat diperkirakan. Dampak dari pemakaian model pembangunan perkerasan jalan kabupaten yang dikembangkan ini, adalah agar alokasi anggaran pembangunan jalan yang tersedia dapat digunakan secara optimum, sehingga panjang jalan yang dibangun dapat menumbuhkan pergerakan perjalanan antar daerah atau kabupaten. Tumbuhnya pergerakan perjalanan antar kabupaten dapat meningkatkan kegiatan ekonomi, perdagangan, budaya, dan pariwisata masyarakat.

Ketiga, Berdasarkan persamaan di atas maka dapat diketahui matrik hubungan topografi, aksesibilitas, jumlah penduduk dan jenis perkerasan, seperti tabel Matriks berikut

Tabel telah diuji dan disosialisasikan, sehingga matriks yang ditampilkan dapat dipertanggung jawabkan.

Tabel 3-2 :

Matrik hubungan Topografi-Aksesibilitas dan jumlah penduduk

Penelitian ini menghasilkan Nomogram yang menyatakan hubungan Panjang Jalan dengan Jenis Perkerasan Jalan dan % PDRB yang dapat digunakan oleh para pengambil keputusan di kabupaten dalam mengambil keputusan menentukan jenis perkerasan yang akan dipilih berbasis kondisi daerah.

7 Gambar 3-1 :

Nomogram Jenis Perkerasan vs Panjang Jalan vs % PDRB

Bentuk Nomogram yang dihasilkan menunjukkan hubungan antara: Panjang Jalan dengan Jenis Perkerasan Jalan dan % PDRB, seperti terlihat pada Gambar 5-1. Hal ini dapat digunakan oleh Kepala Daerah maupun para pengambil keputusan, untuk menentukan jenis perkerasan jalan yang tepat untuk jalan di kabupaten sesuai dengan kondisi daerah. Jika telah mengetahui besaran nilai prosentase % PDRB sektor pengangkutan yang diterima maka prediksi panjang jalan terbangun dapat diketahui.

y = 1.7664ln(x) + 2E-14

8 A. PEMAKAIAN MATRIKS DAN NOMOGRAM

Tahap pertama tentang matriks

1. Tentukan jumlah penduduk kabupaten 2. Tentukan bentuk topografi:

pilih ‘0’ untuk datar atau

‘1’ untuk tidak datar.

3. Tentukan aksesibilitas.

Pilih ‘0’ untuk mudah diakses dan

‘1’ untuk sulit diakses

4. Setelah melakukan tahap 1, 2 dan 3 maka didapat jenis perkerasan, yaitu X1, X2 atau X3.

Tahap kedua tentang Nomogram

1. Tentukan persen PDRB sektor transportasi yang ditentukan oleh pemangku kepentingan atau dapat dilihat dari Badan Pusat Statistik (BPS).

2. Tarik panah ke atas hingga memotong garis persamaan jenis perkerasan (X1, X2 dan X3.).

3. Setelah memotong garis persamaan, tarik panah ke kiri sehingga diperoleh panjang jalan yang dapat terbangun.

Contoh penerapan:

Kabupaten X berada pada topografi berbukit dan sulit di akses, dengan jumlah penduduk sekitar 458.000 jiwa. Kabupaten X memiliki PDRB sector transportasi sebesar 6 %. Berapa Panjang jalan yang dapat terbangun dan menggunakan jenis perkerasan jalan apa?

9 Dari informasi tersebut diatas, selanjutnya masukkan data tersebut ke dalam Matriks. Perhatikan gambar dibawah, pilih topografi berbukit dan pilih juga aksesibilitas sulit, serta masukkan jumlah penduduk. Setelah semua data dimasukkan akan diarahkan data tersebut kea rah jenis perkerasan yang diperoleh, dalam hal ini diperoleh jenis perkerasannya adalah X1 atau lapen.

Dengan diperoleh jenis perkerasan X1 maka gunakan Nomogram dibawah ini dengan cara memasukkan nilai PBRD pada sumbu X, Tarik garis ke atas hingga memotong garis persamaan, dalam contoh ini memotong garis hijau (lapen). Setelah memotong garis Lapen, arahkan garis ke sumbu Y yaitu sumbu Panjang jalan dalam kilometer. Perpotongan tersebut berada pada angka 4,1 km. Maka dapat dikatakan bahwa dari data diatas kabupaten X dapat

Topo

10 membangun jalan sesuai dengan kondisi daerah sepanjang 4,1 km dengan jenis perkerasan lapis penetrasi (lapen).

B. PENGGUNAAN VISUAL BASIC

Dalam mempersiapkan project untuk membuat program baru, berikut adalah tampilan awal dari perancangan.

y = 1.7664ln(x) + 2E-14

11 Tahap pemakaian software:

1. Buka software Visual Basic

2. Memasukan beberapa komponen dalam toolbox seperti grafik nomogram menggunakan insert picture ,Text, Frame, Command, Option serta Label, dan ditata sehingga hasil formnya seperti Gambar 3-3

3. software untuk nomogram Jenis pekerjaan panjang jalan terhadap PDRB seperti gambar dibawah ini.

4. Sebagai input data, masukkan nilai jumlah penduduk, aksesibilitas, topografi dan jenis perkerasan.

5. Akan tampil grafik dan panjang jalan terbangun

Langkah pemakaian aplikasi VB sebagai berikut:

1. Input topografi: pilih ‘0’ untuk datar atau ‘1’ untuk tidak datar.

2. Input aksesibilitas ‘0’ untuk mudah diakses dan ‘1’ untuk sulit diakses.

3. Input jumlah penduduk kabupaten

Setelah melakukan tahap 1, 2 dan 3 maka didapat jenis perkerasan maka akan muncul angka-angka dalam box.

Angka tersebut merupakan nilai Panjang jalan yang dapat dibangun dengan jenis perkerasan sesuai kondisi daerah.

Tampilan yang ditunjukkan pada memperlihatkan (input) akan memotong kurva perkerasan jalan bahwa kondisi daerah dengan PDRB sebagaimana

12 yang dimasukkan yang ditentukan berdasarkan data topografi, aksesibilitas dan jumlah penduduk, sehingga perpotongan jika ditarik ke arah horisontal, akan diperoleh besaran panjang jalan yang dapat dihasilkan atau dibangun.

13 Gambar 3-4:Tampilan software pemilihan jenis perkerasan jalan

‘0’ atau ‘1’

Unt

topografi ‘0’ atau ‘1’ untuk

aksesibiltas

Semua jumlah penduduk di kabupaten

Input PDRB

14 C. SISTEM DINAMIK

Sistem dinamik dibangun dengan terlebih dahulu membentuk 3 subsistem.

Subsistem Aksesibilitas, subsistem Pertumbuhan ekonomi dan subsistem jenis perkerasan.

Dari 3 subsistem, dihasilkan Causal loops seperti pada gambar dibawah ini.

I. CAUSAL LOOPS

Pembuatan Causal Loop

Causal Loop dirancang berdasarkan pendekatan teoritis yang ada dan kemudian membangun variabel membentuk jenis perkerasan jalan berdasarkan teori. Berdasarkan penelitian sebelumnya, ada tiga komponen yang disebabkan, seperti teknis, kondisi regional, dan kondisi ekonomi.

Teknis terdiri dari variabel daya dukung tanah, lalu lintas, dan variabel muatan kendaraan; kondisi wilayah terdiri dari populasi, panjang jalan, topografi, dan variabel aksesibilitas; kondisi ekonomi terdiri dari kegiatan ekonomi regional,

% PDRB sektor transportasi dan alokasi anggaran pemerintah daerah untuk pembangunan.

Gambar 3-6. Stock Flow

2. Input Data

15 Data yang diperlukan sebagai masukan sistem dinamik adalah jumlah penduduk, aksesibilitas dan panjang jalaneksisting. Selanjutnya setelah mendapatkan tipe perkerasan yang sesuai dengan kondisi wilayah, akan diperoleh panjang jalan terbangun yang merupakan fungsi dari

Tipe perkerasan dan persentase PDRB

3. Proses Data

Input masukan akan diproses dengan menggunakan rumus:

X1 (= a + b6 *Jumlah Penduduk+ b7*topografi +

b8*aksesibilitas+ b*panjang jalan+ µ ………..(1)

Dengan

Ŷ = f (Tipe perkerasan) + f (%PDRB) ……….. (2) Atau dalam trans-log:

ln Ŷ= ln tipe perkerasan + ln%PDRB ………... (3) Dengan

Jumlah penduduk b6 = 7.333868119127E-07

Topografi b7 = 0.4396737

Aksesibilitas b8 = 0.1150738 Panjang jalan

terbangun b = 0.0026773

Tipe Perkerasan X1

16 4. Output Data

Output yang dikeluarkan dari sistem dinamik ini adalah jenis perkerasan yang sesuai dengan kondisi kabupaten.

5. Skenario

Skenario yang dirancang untuk disimulasikan adalah perubahan persentase PDRB dan persentase peningkatan jumlah penduduk

II. SKENARIO

Causal loops yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat skenario dengan Sistem Dinamis.

Cara penggunaan skenario Sistem Dinamis 1. Masukkan nilai aksesibilitas

2. Masukkan Pertumbuhan Ekonomi 3. Jenis kekuatan tanah dasar

4. Masukkan jumlah penduduk

5. Setelah nilai nomer 1 sampai 4 dimasukkan, maka dapat dilihat hasil prediksi panjang jalan sesuai kondisi daerah.

17 TENTANG TIM PENYUSUN BUKU PANDUAN

A.R. Indra Tjahjani, Dr. Ir.,M.T.,IPM adalah dosen Tetap Program Studi Teknik Sipil Universitas Pancasila, yang menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil konsentrasi Transportasi di Universitas Pancasila, S-2 Bidang Ilmu Teknik Sipil Universitas Indonesia dan S-3 Teknik Sipil Konsentrasi Transportasi di Universitas Tarumanagara Jakarta

Vektor Anggit Pratomo, S.T., M.T adalah dosen Tetap Program Studi Teknik Elektro Universitas Pancasila, yang menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Elektro di Universitas Pancasila, S-2 Bidang Ilmu Teknik Elektro Universitas Indonesia. Saat ini menjabat sebagai Ketua Prodi Teknik Elektro FTUP.

Nuryani Tinumbia, S.T., M.T.

Dosen Tetap Program Studi Teknik Sipil Universitas Pancasila, yang menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil konsentrasi Transportasi di Universitas Sam Ratulangi, S-2 Bidang Ilmu Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Prodi Teknik Sipil FTUP

Wita Meutia, S.T., M.T.

Dosen Tetap Program Studi Teknik Sipil Universitas Pancasila, yang menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Sipil konsentrasi Transportasi di Universitas Negeri Riau , S-2 Bidang Ilmu Teknik Sipil Institut Teknologi

18 Bandung. Saat ini menjabat sebagai pengelola ‘Jurnal Infrastruktur ‘ Prodi Teknik Sipil FTUP

Rangga Dewa Satria

Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila dengan NIM 4218215002, saat ini ybs masih bekerja di Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat , sebagai juru gambar

Muhamad Rafi Alfarisi

Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila dengan NIM 4218215001. Saat ini bekerja di PT HDE Logistics Healthcare Project Specialist di Bekasi. Ybs mampu mengoperasikan software Autocad dan Photoshop.

Dokumen terkait