2017 2016
(Pembentukan)/pembalikan cadangan kerugian
penurunan nilai atas:
Giro pada bank lain (Catatan 5d) 51 (13)
Penempatan pada bank lain (Catatan 6d) 43.495 (9.586)
Efek-efek (Catatan 7g) (10.131) (124.328)
Tagihan lainnya - transaksi perdagangan (Catatan 9d) 266.939 (131.700) Kredit yang diberikan (Catatan 12B.j) (11.820.119) (15.470.444) Piutang pembiayaan konsumen (Catatan 13d) (482.697) (318.661) Investasi bersih dalam sewa pembiayaan (Catatan 14d) (6.876) 770
Tagihan akseptasi (Catatan 15d) 55.462 75.125
Penyertaan saham (Catatan 16c) (469) -
(11.954.345) (15.978.837)
45. (PEMBENTUKAN)/PEMBALIKAN PENYISIHAN LAINNYA
Periode yang berakhir pada
tanggal 30 September
2017 2016
(Pembentukan)/pembalikan penyisihan atas:
Estimasi kerugian yang timbul dari kasus fraud (36.605) (5.682) Estimasi kerugian yang timbul dari kasus hukum (22.016) (277)
Aset lain-lain (Catatan 20) (86.534) (107.411)
(145.155) (113.370)
46. KEUNTUNGAN/(KERUGIAN) YANG BELUM DIREALISASI DARI KENAIKAN/(PENURUNAN) NILAI WAJAR EFEK-EFEK, OBLIGASI PEMERINTAH DAN INVESTASI PEMEGANG POLIS PADA KONTRAK UNIT-LINK
Periode yang berakhir pada
tanggal 30 September
2017 2016
Efek-efek (1.138) 32.385
Obligasi pemerintah 134.157 65.446
Perubahan nilai wajar investasi pemegang polis dan kenaikan/(penurunan) kontrak liabilitas kontrak unit-link
- Perubahan nilai wajar dari investasi pemegang polis 1.541.597 2.535.751 - Kenaikan liabilitas kontrak unit-link (1.541.597) (2.535.751)
133.019 97.831
47. KEUNTUNGAN DARI PENJUALAN EFEK-EFEK DAN OBLIGASI PEMERINTAH
Periode yang berakhir pada
tanggal 30 September
2017 2016
Efek-efek
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 83.871 54.020
Tersedia untuk dijual 15.365 35.216
Obligasi pemerintah
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 30.488 67.048
Tersedia untuk dijual 663.167 417.760
792.891 574.044
48. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN
Periode yang berakhir pada
tanggal 30 September
2017 2016
Gaji, upah, pensiun dan tunjangan pajak 6.379.984 5.781.793 Tunjangan Hari Raya (THR), cuti dan beban terkait lainnya 1.127.895 1.065.240
Kesejahteraan pegawai 697.429 819.740
Pendidikan dan pelatihan 291.311 375.242
Penyisihan cadangan uang penghargaan pegawai 311.493 284.644
Penyisihan cadangan tantiem 148.731 158.911
Bonus dan lainnya 1.621.966 1.698.023
10.578.809 10.183.593
Jumlah gaji dan tunjangan, bonus dan tantiem, imbalan kerja jangka panjang Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko, Dewan Pengawas Syariah, serta Senior Executive Vice President dan Senior Vice President masing-masing sebesar Rp1.006.982 dan Rp877.440 (Catatan 55) untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2017 dan 2016, dengan rincian sebagai berikut:
Periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2017
Imbalan
Gaji dan Bonus dan kerja jangka
tunjangan tantiem panjang Jumlah
Dewan Komisaris 38.460 70.263 12.523 121.246
Direksi 115.669 191.601 16.478 323.748
Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko 3.848 - 13 3.861
Dewan Pengawas Syariah 1.139 253 - 1.392
Senior Executive Vice President dan
Senior Vice President 265.876 271.446 19.413 556.735
424.992 533.563 48.427 1.006.982
195
48. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN (lanjutan)
Periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2016
Imbalan
Gaji dan Bonus dan kerja jangka
tunjangan tantiem panjang Jumlah
Dewan Komisaris 43.523 72.256 2.727 118.506
Direksi 120.145 238.932 13.740 372.817
Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko 3.930 - - 3.930
Dewan Pengawas Syariah 1.115 37 - 1.152
Senior Executive Vice President dan
Senior Vice President 210.362 157.527 13.146 381.035
379.075 468.752 29.613 877.440
49. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Periode yang berakhir pada
tanggal 30 September
2017 2016
Beban jasa profesional 2.430.463 2.291.659
Sewa 1.482.344 1.364.389
Barang/jasa pihak ketiga lainnya 1.140.240 1.010.560
Penyusutan aset tetap (Catatan 18) 1.038.798 1.020.685
Perbaikan dan pemeliharaan 1.035.073 854.999
Promosi 662.252 730.973
Komunikasi 746.773 736.166
Alat tulis kantor 353.911 366.361
Listrik, air dan gas 385.879 373.315
Transportasi 297.886 284.717
Amortisasi aset tidak berwujud 331.575 194.464
Beban perjalanan dinas 124.284 134.755
Beban premi asuransi 54.369 51.630
Lain-lain 958.406 1.026.815
11.042.253 10.441.488
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2017 dan 2016, beban promosi termasuk beban hadiah undian dana pihak ketiga masing-masing sebesar Rp36.175 dan Rp37.196.
50. DANA PENSIUN DAN PESANGON
Sesuai dengan kebijakan Bank, selain gaji, pegawai juga mendapatkan fasilitas dan tunjangan berupa Tunjangan Hari Raya (THR), fasilitas kesehatan, uang duka dan santunan duka, tunjangan cuti, fasilitas jabatan untuk jabatan tertentu, program pensiun untuk pegawai tetap, insentif sesuai dengan kinerja pegawai dan Bank dan manfaat untuk pegawai yang berhenti bekerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku.
50. DANA PENSIUN DAN PESANGON (lanjutan) Dana pensiun
Bank Mandiri menyelenggarakan lima Dana Pensiun berbentuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) sebagai berikut:
a. Satu Dana Pensiun Pemberi Kerja Program Pensiun Iuran Pasti (DPPK - PPIP) atau disebut Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) dibentuk tanggal 1 Agustus 1999. Peraturan untuk DPBM telah disahkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP/300/KM.017/1999 tanggal 14 Juli 1999 dan diumumkan di dalam Tambahan Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 62 tanggal 3 Agustus 1999, serta Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 004/KEP.DIR/1999 tanggal 26 April 1999 dan telah diubah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-213/KM.5/2005 tanggal 22 Juli 2005 dan diumumkan di dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 77 tanggal 27 September 2005 serta Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 068/KEP.DIR/2005 tanggal 28 Juni 2005.
Bank Mandiri dan para pegawainya masing-masing membayar sebanyak 10,00% dan 5,00% dari Base Pension Plan Employee Income.
Direksi dan Dewan Pengawas DPBM adalah pegawai aktif Bank Mandiri. DPBM menginvestasikan beberapa sumber keuangannya pada deposito berjangka dan deposito on-call Bank Mandiri. Saldo deposito berjangka dan deposito on-call tersebut pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 masing-masing sebesar Rp 85.300 dan Rp8.455. Tingkat suku bunga atas deposito tersebut adalah sama dengan suku bunga atas deposito berjangka pihak ketiga.
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016, Bank telah membayar iuran pensiun masing-masing sebesar Rp 301.920 dan Rp370.956.
b. Empat Dana Pensiun Pemberi Kerja Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK-PPMP) berasal dari masing-masing Dana Pensiun Bank Peserta Penggabungan, yaitu Dana Pensiun Bank Mandiri Satu atau DPBMS (BBD), DPBMD (BDN), DPBMT (Bank Exim) dan DPBME (Bapindo). Peserta program pensiun manfaat pasti adalah mereka yang berasal dari legacy bank dengan masa kerja tiga tahun atau lebih pada saat penggabungan yang terdiri dari pegawai aktif bank, bekas karyawan (karyawan yang berhenti bekerja dan tidak mengalihkan haknya ke dana pensiun lain) dan pensiunan.
Peraturan untuk masing-masing dana pensiun tersebut telah disahkan dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia masing-masing No. KEP-394/KM.017/1999, No. KEP-395/KM.017/1999, No. KEP-396/KM.017/1999 dan No. KEP-397/KM.017/1999 semuanya tertanggal 15 November 1999. Berdasarkan persetujuan pemegang saham No. S-923/M-MBU/2003 tanggal 6 Maret 2003, Bank Mandiri telah melakukan penyesuaian manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun (PDP) dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan dengan Surat Keputusan masing-masing No. KEP/115/KM.6/2003 untuk PDP DPBMS, No. KEP/116/KM.6/2003 untuk PDP DPBMD, No. KEP/117/KM.6/2003 untuk PDP DPBMT dan No. KEP/118/KM.6/2003 untuk DPBME semuanya tertanggal 31 Maret 2003.
Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 28 Mei 2007, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan melalui Surat Keputusan No. KEP-144/ KM.10/2007 (DPBMS); No. KEP-145/KM.10/2007 (DPBMD); No. KEP-146/KM.10/2007 (DPBMT) dan No. KEP-147/KM.10/2007 (DPBME) semuanya tertanggal 20 Juli 2007.
197
50. DANA PENSIUN DAN PESANGON (lanjutan) Dana pensiun (lanjutan)
Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 17 Mei 2010, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan melalui surat Keputusan No. KEP-441/KM.10/2010 tanggal 10 Agustus 2010 (DPBMS); No. KEP-442/KM.10/2010 tanggal 10 Agustus 2010 (DPBMD); No. KEP-443/KM.10/2010 tanggal 10 Agustus 2010 (DPBMT) dan No. KEP-444/KM.10/2010 tanggal 10 Agustus 2010 (DPBME).
Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 23 Mei 2011, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan melalui surat Keputusan No. KEP-588/KM.10/2011 tanggal 20 Juli 2011 (DPBMS); No. Kep-589/KM.10/2011 tanggal 20 Juli 2011 (DPBMD); No. KEP-590/KM.10/2011 tanggal 20 Juli 2011 (DPBMT) dan No. KEP-591/KM.10/2011 tanggal 20 Juli 2011 (DPBME).
Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 2 April 2013, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui surat Keputusan No. KEP-349/NB.1/2013 tanggal 14 Juni 2013 (DPBMS); No. KEP-350/NB.1/2013 tanggal 14 Juni 2013 (DPBMD); No. KEP-351/NB.1/2013 tanggal 14 Juni 2013 (DPBMT); No:KEP-352/NB.1/2013 tanggal 14 Juni 2013 (DPBME).
Pada RUPS tersebut juga diputuskan pemberian manfaat lain serta pendelegasian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk memutuskan kenaikan manfaat pensiun dan manfaat lain sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu setelah kenaikan manfaat pensiun atau pemberian manfaat lain, Rasio Kecukupan Dana (RKD), DPBMS, DPBMD, DPBMT dan DPBME minimal 115%.
Berdasarkan persetujuan Rapat Dewan Komisaris Bank Mandiri tanggal 2 Juli 2014, Bank Mandiri memberikan manfaat lain kepada masing-masing Dana Pensiun. Keputusan memberikan manfaat pensiun lain ini dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui surat Keputusan No. KEP-1773/NB.1/2014 tanggal 17 Juli 2014 (DPBMS); No. KEP-1774/NB.1/2014 tanggal 17 Juli 2014 (DPBMD); No. KEP-1775/NB.1/2014 tanggal 17 Juli 2014 (DPBMT); No:KEP-1776/NB.1/2014 tanggal 17 Juli 2014 (DPBME).
Berdasarkan persetujuan Rapat Dewan Komisaris Bank Mandiri tanggal 3 Juni 2015, Bank Mandiri memberikan manfaat lain kepada masing-masing Dana Pensiun. Keputusan untuk memberikan manfaat lain ini dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat Keputusan No. KEP-525/NB.1/2015 tanggal 29 Juni 2015 (DPBMS); No. KEP-526/NB.1/2015 tanggal 29 Juni 2015 (DPBMD); No. KEP-527/NB.1/2015 tanggal 29 Juni 2015 (DPBMT); dan No. KEP-528/NB.1/2015 tanggal 29 Juni 2015 (DPBME).
Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 21 Maret 2016 disetujui untuk mengubah ketentuan syarat minimal Rasio Kecukupan Dana (RKD), DPBMS, DPBMD, DPBMT dan DPBME yang semula minimal 115% menjadi minimal 105%, sehingga pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris berkaitan dengan keputusan kenaikan manfaat pensiun dan manfaat lain sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu setelah kenaikan manfaat pensiun atau pemberian manfaat lain, diubah menjadi telah memenuhi persyaratan sekurang-kurangnya: