• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

C. Pembahasan Temuan

1. pembentukan peserta didik yang beriman melalui istighosah

Kegiatan istighosah akbar merupakan kegiatan keagamaan yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita dalam kehidupan sehari-hari. Sebab kegiatan istighosah akbar ini merupakan lading untuk kita lebih mendekatkan diri dengan yang maha kuasa, sebab dalam kegiatan istighosah akbar terdapat kumpulan bacaan sholawat, dzikir dan do’a-do’a yang telah disusun dengan sempurna.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember merupakan sekolah umum yang memiliki cara tersendiri dalam membina sikap spiritual siswa, antara lain kegiatan istighosah akbar yang dilakukan lima minggu sekali pada pagi hari jam 06:00 di masjid jami’ maupun di lapangan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember.54

Pelaksanaan istighosah akbar di SMP Negeri 1 Jember ini dilaksankan lima minggu sekali yang bertujuan untuk membina sikap spiritual siswa untuk terus berada dalam konsistensi keimanan dan taqwa pada Allah SWT. Sebagaimana yang diungkapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam Mohammad Hilali yang menyatakan:

“kegiatan istighosah akbar ini dilakukan 5 minggu sekali untuk membiasakan siswa agar siswan terus berada dalam konsistensi keimanan dan ketakwaan erhadap pencitamya yaitu Allah SW,

54 lapangan SMP Negeri 1 Jember, Observasi, 11 Januari 2019.

untuk tempat pelaksanaannya biasanya di masjid jami’ dan terkadang juga dilingkungan SMP Negeri 1 Jember. Yang mengikuti kegiaan isighosah akbar yang dilakukan di sekolah ini meliputi semua siswa dimulai dari kelas VII sampai kelas IX kecuali yang beragama lain, dan juga diikuti semua staf guru. utuk kegiatan istighosah yang dilakukan di masjid jami’ yaitu siswa kelas IX, wali kelas dan guru agama”.55

Hal senada juga diungkapkan oleh Ida Rubiyanti selaku kepala sekolah Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember terkait kegiatan istighosah akbar yang dilakukan dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember dalam membina sikap spirirual siswanya.

“kegiatan istighosah ini tidak hanya dilakukan dalam lima minggu sekali, kadang juag dilakukan pada event-event tertentu, contohnya dilakukan pada acara maulid nabi dan mendekati ujian nasional.

kegiatan istighosah akbar ini biasanya dilakukan di masjid jami’

yang diikuti oleh kelas IX, wali kelas masing-masing dan guru agama mbk, dan ketika dilakukan disekolahpun yang mengikuti kegiatan istighosah akbar tersebut diikuti oleh semua staf guru dan semua siswa kecuali yang berbeda agama. Alas an kenapa kegiaan istighosah ini tidah hanya dilakukan di masjid jami’ karena pihak sekolah juga menginginkan adanya kegiataan keagamaan disekolah

” .56

Selain itu, data ini juga diperkuat dari hasil wawancara dengan farel kelas IX yang menyatakan:

“kegiatan istighosah akbar ini dilakukan selama 5 minggu sekali mbk, kadang dilakukan di sekolah dan terkadang juga dilakukan di masjid jami’. Jika dilakuakn di masjid jami pesertanya tidak cukup banyak, hanya meliputi persatu angkaan berserta guru agama dan wali kelas masing-masing, namun jika dilakukan di sekolah semua ikut sera dalam kegiatan istighosah akbar”57

Pernyataan yang diberikan oleh bpk Hilali, ibu Ida Rubiyanti dan farel diperkuat dengan observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa

55 Mohammad Hilali, Wawancara, 08 Januari 2019.

56 Ida Rubiyanti, Wawancara, 24 Januari 2019.

57 Farel, wawancara, 12 maret 2019.

kegiatan istighosah akbar ini memang dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember dengan waktu dan tempa yang telah ditentukan terlebih dahulu. Namun tidak menutup kemungkinan diadakannya kegiatan istighosah akbar diluar waku yang ditentukan tersebut, seperti yang biasa dilaksanakan dalam even-even mendekati ujian nasional acara maulid nabi dan acara yang lainnya yang memungkinnkan untuk dilaksankannya kegiatan istighosah akbar. 58

Terdapat tiga unsur dalam pembentukan peserta didik yang beriman melalui kegiatan istighosah akbar di SMP negeri 1 Jember, yaitu:

sabar, syukur dan ridha.

a. Pembinaan peserta didik agar bersikap sabar melalui istighosah akbar di SMP Negeri 1 Jember

Pembinaan sikap spiritual yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jember ini dilakukan antara lain untuk membentuk sikap siswa yang beriman. Sebagaimana pendapat dari guru Pendidikan Agama Islam selaku penanggung jawab kegiatan istighosah akbar yang menyatakan:

“alasan kenapas sikap sabar ini paut untuk diterapkan dalam diri siswa karena salah satu syarat dalam mencari ilmu yaitu sikap sabar. Karena dengan bersikap sabar peserta didik akan mudah dalam mendapat ilmu yang barokah dan disamping itu juka diimbangi dengan permintaan pertolongan secara pribadi maupun secara berkelompok, istighosah yang dikenal sebagai permintaan pertolongan ini juga mengajarkan kepada siswa untuk bersikap sabar dan ikhlas dalam berdo’a, dengan tujuan siswa akan lebih paham bahwa dalam hidup ini kita tidak hanya butuh pada akal pikiran dan usaha saja, namun kita juga membutuhkan pertolongan dari sang maha pencipta (Allah SWT). Antara lain

58 Observasi, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember, 12 maret 2019

dengan membaca do’a-do’a, sholawat, dzikir, tahlil dan lain sebagainya”.59

Hal ini senada dengan ungkapan Adibatu Ulya, salah satu siswa kelas IX yang menyatakan:

“dengan dilaksankannya kegiatan istighosah akbar ini kita sebagai siswa dibimbing agar selalu melibatkan Allah dalam kehidupan sehari-hari, seperti selalu berdo’a di awal pembelajaran dengan bersikap sabar dan ikhlas agar apa yang kita pinta terkabulkan”60

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa pihak sekolah mengupayakan untuk membiasakan siswa-siswinya untuk selalu meminta pertolongan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun dirumah masing-masing sebab jika kita hanya mengandalkan kemampuan akal pikiran kita saja pastinya tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Penyataan senada juga disampaikan oleh waka kurikulum SMP Negeri 1 Jember ibu Tutuk Mudjiastutik yang mengetahui secara langsung pembinaan sikap spiritual siswa melalui istighosah akbar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember.

“Dengan diadakannnya kegiatan istighosah akbar ini sekolah berharap agar siswa dapat mengamalkan kegiatan istighosah atau membiasakan diri memohon kepada Allah SWT yang tidak hanya di lalukan di lingkungan sekolah, namun juga dilakukan dirumah dan menjadi kebiasaan nya sehingga saat melakukan istighosah akbar siswa merasa nyaman, aman dan tentram tanpa ada paksaan dari siapapun”.61

Selain itu, data ini juga diperkuat dari hasil wawancara dengan ibu Ida Rubiyanti selaku kepala sekolah yang menyatakan:

59 Mohammad Hilali, Wawancara, 08 Januari 2019.

60 Adibatu Ulya, Wawancara, 11 Maret 2019.

61 Tutuk Mudjiastutik, Wawancara, 15 Januari 2019.

“dengan dilakukannya kegiatan istighosah akbar ini sekolah berharap agar siswa senantiasa meminta permohonan kepada Allah dan memohon bantuan Allah dalam kehidupannya sehari-hari khususnya dalam kegiatan belajar mengajar, siswa dibimbing agar setiap harinya berdo’a secara bersama sebelum pelajaran dimulai dengan peraan yang tulus, ikhlas dan sabar. Agar apa yang siswa pinta terkabulkan, sekalipun tidak secara instan dan harus diimbangi dengan perjuangganya yakni belajar dengan rajin”62

Dari pernyataan bpk Hilali, Adibatul, ibu Tutuk dan ibu ida diatas disimpulkan bahwa diluar jam pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya, sekolah memang berupaya untuk terus membina sikap spiritual siswa, antara lain dengan diadakannya kegiatan istighosah akbar. Beliau berharap dengan diterapkannya kegiatan istighosah akbar ini siswa senantiasa siswa membiasakan diri memohon pertolongan dari Allah SWT dan diiringin dengan usaha baik dilingkungan sekolah maupun dirumah.

Hal ini juga diperkuat dari hasil observasi yang dilakukan peneliti bahwa sekolah berupaya dengan baik agar peserta didik selalu bersikap sesuai dengan aturan-aturan agama maupun sekolah. Antaralain dengan cara membiasakan peserta didik agar selalu melibatkan Allah SWT dalam kehidupan sehatri-hari.

Peserta didik dibimbing agar selalu berdo’a di awal pembelajaran dengan bersikap sabar, ikhlas, tekun dan khusyuk agar apa yang mereka cita-cita kan tercapai.63

b. Pembinaan peserta didik agar bersikap mudah bersyukur melalui istighosah akbar di SMP Negeri 1 Jember

Kegiatan istighosah akbar dalam membentukan peserta didik yang mudah bersyukur dijelaskan oleh bpk Hilali selaku Pembina kegiatan istighosah akbar dan guru pendidikan agama islam yang menyatakan:

62 Ida Rubiyanti, Wawancara, 12 Maret 2019.

63 Lapangan SMP Negeri 1 Jember, Observasi, 11 Maret 2019.

“Dalam kegiatan istighosah akbar ini memang bertujuan untuk meningkatkan religius siswa. Dengan diadaknnya kegiatan istighosah akbar ini juga menumbuhkan sikap iman kepada Allah SWT yang akan menjadikan siswa tidak mudah mempunya sikap yang tidak baik, seperti tidak takabbur dan selalu mengingat AllAH SWT dimanapun berada, sehingga akan menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT dengan apa yang telah mereka raih dengan usaha dan do’a yang sungguh-sungguh. Sebab manusia akan selalu membutuhkan pertolongan dari yang maha kuasa. Selain kita berusaha dengan bekerja keras kita harus mengimbanginya dengan berserah diri pada kepada Allah SWT.”.64

Hal senada juga disampaikan oleh Silvianindi Putri Munandar selaku siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember yang mengikuti kegiatan istighosah akbar.

“Kegiatan keagamaan disini lumayan banyak mbk, contohnya kegiatan istighosah akbar yang dilakukan lima minggu sekali.

Menurut saya istighosah akbar ini juga ikut membentuk prilaku syukur siswa agar menjadi baik dan bermanfaat. Melalui kegiatan istighosah akbar ini saya dapat mengingat Allah dan berharap Allah menjadikan sekolah saya lancar dan nilainya baik selain dengan berusaha juga diiringi dengan do’a”.65

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan istighosah akbar ini siswa akan terbiasa melibatkan Allah SWT dalam setiap kegiatannya, terutama dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik diajarkan untuk selalu bersyukur dengan apa yang telah diraih dengan hasil kerja keras dan denga diiringi dengan do’a dan mendekatkan diri kepada Allah agar dimudahkan dan dilancarkan apa yang menjadi kebutuhannya.

64 Mohammad Hilali, Wawancara, 08 Januari 2019.

65 Silvianindi Putri Munandar, Wawancara, 15 Januari 2019.

Data tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan Tutuk selaku waka kurikulum yang menyatakan:

“untuk sikap mudah bersyukur ini mbk secara tidak langsung sudah terdapat dalam bacaan do’a-do’a yang terdapat dalam istighosah akbar mbk, seperti bacaan alhamdulillalladzii 'an'ama 'alainaa wa hadaanaa 'alaa dainil islaam yang artinya Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat dan petunjuk kepada agama Islam”.66

Dari pernyatan diatas dapat disimpulkan bahwa membentuk peserta didik agar senantiasa mudah bersyukur atas apa yang telah Allah SWT berikan dalam kegiatan istighosah akbar melalui pembiasaan bacaan syukur terhadap nikmat Allah secara tidak langsung menanamkan sikap-sikap yang terpuji dalam diri peserta didik, antara lain terbiasa mudah mengucapkan syukur atas nikmat Allah yang telah diberikan, baik elah cukup maupun masih merasa kurang.

c. Pembinaan peserta didik agar bersikap ridha melalui istighosah akbar di SMP Negeri 1 Jember

Sikap ridha merupakan sikap yang amat baik jika kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan bersikap ridha kita akan merasa tenang tentram dan tiadak merasa iri dengan apa yang miliki orang lain, dengki dan segala sikap jelek lainnya. Sebab jika kita sudah menerapkan sikap ridha dalam diri kita maka kita tidak akan mudah merasa sakit hati perihal sikap orang lain terhadap kita.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti membuktikan bahwasanya ketika istighosah akbar berlangsung guru Pendidikan Agama Islam memberikan sedikit pencerahan

66 Tutuk Mudjiastutik, Wawancara, 15 Januari 2019.

disetiap kegiatan istighosah akbar, dan temanya juga berubah-ubah disetiap pertemuannya, terkadang mengenai cara berbakti pada orang tua dan guru, cara bersikap pada teman sebaya maupun terhadap orang yang medzolimi kita, mengimani qada’ dan qadar agar senantiasa kitabersikap ikhlas dan ridho dengan apa yang telah Allah teapkan pada kita .67

Selain itu, data ini juga diperkuat dari hasil wawancara dengan informan. Peneliti melakukan wawancara dengan Hilali selaku guru Pendidikan Agama Islam yang menyatakan bahwasanya:

“Dengan kegiatan istighosah akbar di smp negeri 1 jember ini sekolah berupaya untuk membina sikap spiritual siswa yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sikap spiritual yang meliputi sikap beriman dan bertaqwa ini tidak hanya berisi sikap kita pada Allah SWT, namun juga berisi tentang bagaimana kita bersikap pada orang tua, guru, teman sebaya. Kita harus bersikap baik dengan orang disekitar kita baik dengan orang yang baik pada kita maupun pada orang yang membenci kita maupun orang yang mendzolimi kita. Setiap tingkah laku kita harus beskikap ikhlas dan ridha tanpa ada rasa yang mengganjal didalam hati”.68

Berpijak dari hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa dengan kegiatan istighosah akbar sekolah berupaya agar siswa mempunyai sikap yang berbudi pekerti yang luhur, mempunyai sikap yang baik terhadap guru, orang tua, teman maupun dengan orang yang mendzoliminya. Sebab jika sikap tidak baik dibalas dengan tidak baik pula maka akan membuat persaingan maupun permusuhan diantara mereka.

Data ini diperkuat dengan hasil wawancara dengan Tutuk Mudjiastutik yang menyatakan bahwa:

“Dengan dilaksanakannya kegiatan istighosah akbar ini kita menyelipkan sedikit motovasi dalam diri siswa, soalnya dalam usia pubertas ini mereka sangat rentan dengan masalah-masalah yang

67 Lapangan SMP Negeri 1 Jember, Observasi, 15 Maret 2019.

68 Mohammad Hilali, Wawancara, 08 Januari 2019.

akan membuat peserta didik putus atas dan tidak mudah menerima kenyataan. menerima segala ketentuan Allah SWT, tenang dalam menghadapi cobaan dengan senantiasa berusaha, dan tidak mudah putus asa dalam menjalani kehidupan ini merupakan sikap yang harus kita tanamkan dalam diri masing-masing pribadi, terutama dalam diri siswa, sebab dalam lingkungan sekolah peserta didik itu merupakan tanggung jawab seorang guru mbk”.69

Hal ini juga senada dengan pemaparan dari Ida Rubiyanti yang menyatakan bahwa:

“kegiatan pembinaan sikap ridha dalam diri siswa ini tidak hanya kita tanamkan dalam diri siwa dalam pembelajaran PAI mbk, namun juga diselipkan dalam kegiatan siraman rohani saat pelaksanaan istighosah akbar. Jadi dalam kegiatan istighosah akbar ini sekolah berupaya membimbing karakter spiritual siswa, baik melalui bacaan-bacaan do’a yang mengandung kalimat syukur maupun siraman rohani sebagai motivasi pada peserta didik kita mbk. Sebagai pelajar sikap ridha dicontohkan sepeti nilai ujian pada masing-masing siswa, setelah ia belajar dengan giat dan berdoa kepada Allah SWT, siswa hendaknya berserah diri pada Allah dan menerima hasil dari apa yang telah mereka kerjakan mbk, jika mendapatkan nilai yang baik hendaknya siswa bersyukur terhadap Allah SWT, Demikian halnya jika kita mendapatkan nilai yang kurang baik, juga tidak boleh berputus asa. Kita perlu selalu menumbuhkan pikiran yang positif kepada Yang Maha Pemberi rezeki”.70

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam membimbing karakter ataupun sikap siswa sekolah terus berupaya melakukan hal yang terbaik antara lain dengan dilaksanakannya kegiatan istighosah akbar melalui siraman rohani yang berisi motivasi-motivasi yang di berikan oleh guru agar peserta didik terbiasa bersikap sesuai ajaran islam.

69 Tutuk Mudjiastutik, Wawancara, 15 Januari 2019.

70 Ida Rubiyanti, Wawancara, 12 Maret 2019.

Taqwa yaitu menjalakan perintah Allah dan Menjauhi larangan Allah dalam kehidupan sehari-hari kita. Bentuk sikap taqwa dari seseorang yang telah beriman terhadap Allah SWT akan merasa selalu diawasi oleh Allah SWT, dengan perasaan tersebut senantiasa kita akan patuh dalam melaksanakan perintah Allah dan patu menjauhi larangan Allah SWT.

Patuh terhadapa perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Allah iplementasi dalam kegiatan istighosah akbar yaitu peserta didik diharusakan untuk selalu patuh memenuhi kewajiban mengikuti kegiatan istighosah akbar mulai awal hingga akhir. Dengan seperti itu secara tidak langsung mengajarkan peserta didik agar patuh pada peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Seperti yang tuturkan oleh ibu Ida Rubiyanti berikut pemaparannya:

“kita berupaya untuk membiasakan sikap anak-anak yang baik, ketika ada sikap siswa yang menonjol yang harus kita perbaiki maka kita tangani, dan Alhamdulillah untuk shalat ya namanya anak-anak itu kan ada yang kurang rajin. Kalau istighosah kadang ada yang terlambat. Dan itu tidak kita diamkan, langsung kita tangani, kita panggil wali kelasnya untuk membimbing siswa nya

tersebut, jadi dalam pembinaan sikap siswa ini tidak hanya dilakukan oleh guru agama, namun wali kelasnya juga mempunyai tanggung jawab dalam membentuk siswa”.71

Berdasarkan pemaparan dari ibu Ida Rubiyanti dapat disimpulkan bahwa dengan kegiatan istighosah akbar ini secara tidak langsung peserta didik di tuntut untuk bersikap taqwa dalam kehidupan sehari-hari yang berimbas pada kepatuhan siswa dalam menjalankan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Hal senada juga disampaikan Silviana Riyadiyanti selaku siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember. Dia menyatakan bahwa. “dengan adanya kegiatan istighosah akbar ini mk, dapat melatih kita untuk selalu ingat dan patuh terhadap peraturan., baik itu peraturan sekolah maupun peraturan agama, contohnya dalam kegiatan istighosah kita diberitahu untuk dating kesekolah jam 06:00 pagi untuk melaksanakan istighosah akbar”.72

Berdasarkan penjelasan tersebut maka sangat jelas bahwa Sekolah Menengan Pertama Negeri 1 Jember memang berupaya untuk selalu membiasakan siswa agar selalu bersikap taqwa terhadap Allah SWT salah satunya melalui kegiatan istighosah akbar.

Terdapat tiga unsur dalam pembentukan peserta didik yang bertaqwa melalui kegiatan istighosah akbar di SMP negeri 1 Jember, yaitu:

beriman pada hal gaib, melaksanakan sholat dan berinfaq.

a. Pembinaan peserta didik agar bersikap beriman pada hal gaib melalui istighosah akbar di SMP Negeri 1 Jember

71 Ida Rubiyanti, Wawancara, 24 Januari 2019.

72 Silviana Riyadiyanti, Wawancara, 15 Januari 2019.

Bersikap beriman pada hal ghaib merupakan keharusan bagi umat manusia sebab Allah SWT telah memerintahkan hambanya untuk beriman kepada-Nya dan juga kepada malaikat-malaikatnya. Sebab beriman kepada Allah SWT (gaib) merupakan rukun iman yang pertama dan harus kita imani dan kita percayai. Bpk Mohammad Hilali menyatakan bahwa:

“Dengan dilaksankannya kegiatan istighosah akbar ini menunjukkan bahwa kita mempercayai keberadaan Allah SWT meskipun tidak terlihat dengan mata kita, keberadaan Allah SWT dapat kiat ketahui dengan melihat alam berserta isinya, sebab alam ini tidak mungkin ada dengan sendirinya. Dengan adanya kegiatan istighosah akbar ini kita memohon dan meminta kepada allah SWT semua hal yang kita butuhkan dan kita inginkan dalam kegidupan ini dipermudah jalannya oleh Allah SWT”.73

Data ini diperkuat dengan hasil wawancara dengan Ida Rubiyanti yang menyatakan:

“untuk sikap beriman kepada hal ghaib ini mbk, secara tidak langsung telah tergambar dengan dilaksanakannya istighosah akbar ini, dengan dilaksankannya kegiatan ini kita menunjjukan bahwa kita mengimani dan percaya akan adanya Allah SWT meskipun tidak tampak, namun dapat terbuki keberadaannya dengan adanya alam beserta isinya ini mbk, kan tidak mungkin alam ini ada tanpa ada yang menciptakannya, jadi dalam kegiatan istighosah akbar ini secara tidak langsung menanamkan keimanan pada peserta didik akan adanya Allah SWT yang gaib”74

Hal ini senada dengan yang dijelaskan oleh Tutuk Mudjiatuik yang menyatakan bahwa:

“mempercayai Allah SWT yang gaib ini merupakan keharusan bagi setiap umat islam ya mbk, bentuk dari keimanan kita terdadap Allah SWT ini yaitu dengan melibatkan Allah SWT dalam keseharian kita, contohnya dengan berdo’a, berserah diri pada Allah SWT, jadi dalam hal ini kita menanamkan pada diri siswa agar senantiasa memohon pertolongan Allah SWT dalam setiap

73 Mohammad Hilali, Wawancara, 11 Januari 2019.

74 Ida Rubiyanti, Wawancara, 12 Maret 2019.

aktivitasnnya, dan upaya kita yaitu dengan membiasakan siswa berdo’a di awal pembelajaran, pembacaan yaasin bersama disetiap minggu dan pelaksanaan istighosah akbar setiap lima minggu sekali mbk, ini merupakan salah satu upaya yang sekolah lakukan untuk membimbing agar siswa senantiasa beriman pada Allah SWT yang keberadaannya gaib”.75

Hal ini juga dikuatkan dengan hasil observasi yang pernah dilakukan peneliti yaitu:

Ketika kegiatan istighosah berlangsung suasana lingkunga SMP Negeri 1 Jember berubah sangat signifikan, yang biasanya ramai dengan hiruk pikuk kegiatan siswa langsung berubah dengan keadaan yang khidmat dan khusyuk, peserta didik maupun semua guru dan staf di SMP Negeri 1 Jember tampak sangat ikhlas dan tawakal dalam mengikuti kegiatan istighosah akbar, meskipun ada sebagian siswa yang kurang disiplin dalam mengikuti kegiatan istghosah akbar dengan baik, hal tersebut tidak mengganggu berjalannya kegiatan istighosah akbar.dalam suasana yang khidmat tersebut nampak keberserahan diri masing-masing orang terhadap Allah SWT.76

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa diadakannya pembinaan sikap spiritual siswa melalui istighosah akbar melalui istighosah akbar dengan intensif dan dengan didampingi kegiatan keagamaan yang lain dapat menanamkan sifat beriman dan percaya dengan hal gaib khususnya dengan keberadaan Allah SWT dalam diri kita masing-masing.

b. Pembinaan peserta didik agar melaksanakan sholat setiap waktu melalui istighosah akbar di SMP Negeri 1 Jember

75 Tutuk Mudjiastutik, Wawancara, 15 Januari 2019.

76 Lapangan SMP Negeri 1 Jember, Observasi, 15 Maret 2019.

Sholat merupakan rukun islam yang kedua setelah membaca syahadat, sholat merupakan tiang agama dan merupakan pekerjaan wajib yang harus dilakukan bagi setiap umat manusia yang sudah baligh.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember kecamatan kaliwates kabupaten Jember peneliti menemukan bahwa pada saat waktu istirahat banyak siswa yang menggunakan waktu luangnnya untuk melaksanakan sholat dhuha maupun sholat dhuhur, peneliti menemukan bahwa peserta didik melaksanakan kegiatan shoalt tersebut tidak dituntut oleh guru melaikan aas dasar kemauannya sendiri.77

Observasi yang dilakukan oleh peneliti dikuatkan oleh pernyataan Salsabilul Rizky sebagai peserta didik Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Jember yang menyatakan:

“Kegiatan istighosah akbar ini mengajarkan kita untuk mebiasakan diri untuk selalu melakukan hal-hal baik mbk, contohnya melakukan sholat dhuha. Karena manfaatnya memang saya rasakan jadi saya melakukan sholat dhuha tidak hanya diwaktu pelaksanaan kegiatan istighosah akbar, namun juga dilaksankan disela-sela jam istirahat”.78

Hal senada juga disampaikan oleh ibu Tutuk Mudjiastutik selaku waka kurikulum yang mengetahui secara langsung proses pelaksanaan kegiatan tersebut dan juga ikut mendampingi siswa dalam kegiatan istighosah akbar.

“Kegiatan istighosah akbar yang dilakukan di smp negeri 1 jember ini memiliki keunikan tersendiri mbk, sebab kegiatan istighosah akbar disini tidak hanya membacakan do’a-do’a yang telah tersusun tersebut namun juga melaksanakan sholat dhuha bersama dan ada siraman rohani yang diisi oleh guru maupun siswa, alasan kenapa siswa juga diberi kesempatan untuk memberi siraman rohani disini karena sekolah berharap agar siswa terlatih mentalnya

77 Musholah SMP Negeri 1 Jember, Observasi, 15 Januari 2019.

78 Salsabilul Rizky, Wawancara, 15 Januari 2019.

Dokumen terkait