• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh setelah penelitian ini, penulis

1. Saran kepada Lembaga

Berhubung pembelajaran akhlak tasawuf di IAIN Salatiga pada umumnya

masih bersifat teoritis maka penulis memberikan saran kepada lembaga untuk

membubuhkan metode proyek yang merupakan metode yang dapat

mengekplorasi pengalaman langsung bagi mahasiswa dan sudah dibuktikan

kontribusinya terhadap pembetukan akhlak. Hal tersebut bertujuan agar metode

tersebut dapat digunakan oleh semua dosen tanpa mengesampingkan variasi

pendekatan, metode dan model pembelajaran.

2. Saran kepada Dosen Akhlak Tasawuf

Pembelajaran akhlak tasawuf merupakan pembelajaran dasar sebagai

pembentukan akidah dan akhlak mahasiswa. Oleh karena itu sangat penting

diterapkan pembelajaran akhlak tasawuf dengan pemberian pengalaman

lansung disertai dengan bimbingan teknis, bukan hanya bersifat teoritis dan

melepaskan mahasiswa untuk berintrepretasi secara mandiri. Ada beberapa

materi dalam akhlak tasawuf yang bersifat metafisik. Oleh karena itu, sangat

diperlukan usaha membumikan tasawuf agar mahasiswa mudah memahami

materi pembelajaran akhlak tasawuf dan dapat menerapkannya dalam

kehidupan sehari-hari.

3. Mahasiswa IAIN Salatiga

Selain kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan spiritual, kecerdasan

adversity merupakan salah satu hal penting yang tidak dapat terpisahkan karena

keempat hal tersebut berkaitan dan saling mendukung suatu proses

cita-cita. oleh karena itu diharapkan kepada mahasiswa khususnya untuk lebih

meningkatkan kualitas Adversity Quotient sebagai bekal perjuangan meraih

cita-cita.

4. Penelitian Selanjutnya

Dalam mengungkap data tentang adversity quotient mahasiswa, penulis hanya

menggunakan instrumen kualitatif. Untuk penelitian selanjutnya

direkomendasikan untuk membuat instrumen yang lebih beragam agar dapat

menggali data yang mendalam menganai kecerdasan adversity mahasiswa dan

dibutuhkan sampel yang lebih banyak untuk mengetahui lebih fariasi bentuk

kecersan adversity yang dimiliki oleh mahasiswa. Selain itu penulis

merekomendasikan untuk meneliti lebih jauh tentang penggunakan metode

proyek dalam mata kuliah akhlak tasawuf untuk meningkatkan kecerdasan

adversity atau kecerdasan dan kemampuan yang lain baik dengan metode

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

Assegaf, Abdurrahman. Filsafat Pendidikan Islam. Paradigma Baru Pendidikan Hadhari Berbasis Integratif-Interkonektif. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011.

Bahtiar, Amsal. Filsafat Agama. Jakarta: Logis Wacana Ilmu, 1997.

BJ, Monica, “Optimism, Adversity and Performance: Comparing Explanatory Style and AQ”, Thesis, San Joe State University, 2005.

Chao-Ying, Shen. “A Study Investigating The Influence of Demographic Variables on Adversity Quotient”, Human Resource and Adult Learning, vol. 10, no. 1 (2014): 1-11.

Fatmawati, “Fungsi Tasawuf terhadap Pembentukan Akhlak (Etika) Kerja: Studi pada Murid Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah di Kota Pontianak Kalimantan Barat”, Teologia, vol. 25, no. 2 (2013): 1-23.

Fatmawati, Sri dkk. Desain Laboraturium Skala Mini untuk Pembelajaran Sain Terpadu. Yogyakarta: Deepublish, 2015.

Ginanjar, Ari. Emotional Spiritual Quotient; The ESQ Way. jilid 1, Jakarta: Arga Tilanta, 2011.

Hadi, Sutrisno. Metodologi Research. Yogyakarta: Andi Offset, 2000.

Johnson, Monica Brannon, “Optimism Adversity and Performance Comparing Explanatory Style and AQ”, Thesis, San Jose State University, 2005. Kompri. Motivasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015.

Kurnia, Ikhsan dan Dania, Eva. Transcendental Adversity Management. Yogyakarta: Pustaka Ilmu, 2017.

Lefudin. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish, 2017.

Muttaqiyathun, Ani, “Hubungan Emotional Quotient, Intelectual Quotient dan

Spiritual Quotient dengan Entrepreneur’s Performance”, Managemen

Nata, Abudin. Akhlak Tasawuf. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.

Nur Agusta, Yosiana, “Hubungan antara Orientasi Masa Depan dan Daya Juang terhadap Kesiapan Kerja pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Mulawarman”, Psikologi, vol. 3, no. 1(2015): 369-381.

Santos, Maria Cristina J., Assessing The Effectiveness of The Adapted Adversity Quotient Program in A Special Education School, Art ,vol. 3, no. 2 (2012): 13-23.

Sentanu, Erbe. Quantum Ikhlas; Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Shofiah, Vivik dan Raudatussalamah, “Self- Efficacy dan Self- Regulation Sebagai Unsur Penting dalam Pendidikan Karakter (Aplikasi Pembelajaran Mata Kuliah Akhlak Tasawuf)”, Sosial Keagamaan, vol. 17, no. 2 (2014): 214-229.

Stoltz, Paul G. Adversity Quotient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang.

Terjemahan T. Hermaya. Jakarta: PT Grasindo. 2000.

Stoltz, Paul G. Adversity Quotient: Turning Obstacles into Opportunities. Canada: John Wiley & Sons INC, 1997.

Sudjana, Nana. Prosedur Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.

Sugiono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta, 2015.

Sultoni, Ahmad. Sang Maha-Segalanya Mencintai Sang Maha Siswa. Salatiga: STAIN Salatiga Press, 2007.

Susilama, Rudi & Riyana, Cepi. Media Pembelajaran; Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: Wacana Prima, 2009.

Susilana, Rudi. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: IMTIMA.

Usman I., Asep., “Integrasi Syariah dengan Tasawuf”, Ahkam, vol. 12, no. 1 (2012): 129-138.

Wijaya, Tony, “Hubungan Adversity Intelligence dengan Intensi Berwirausaha (Studi Empiris pada Siswa SMKN 7 Yogyakarta)”, Management dan kewirausahaan, vol.9, no. 7 (2007): 117-127.

COURSE OUTLINE

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA SEMESTER GENAP 2017

A. Identitas

1. Mata kuliah : Akhlak Tasawuf 2. Program : Strata Satu (S-I) 3. Bobot : 2 Sks/14 Pertemuan

4. Dosen : Muhammad Mas’ud, M.Pd.I B. Deskripsi Mata Kuliah

Akhlaq/Tasawuf termasuk Mata Kuliah Kompetensi Dasar (KD), adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang membahas tentang konsep-konsep akhlaq dan tasawuf, ajaran-ajaran tasawuf, pentingnya keseimbangan duniawi dan ukhrawi. Dalam perkuliahan ini dibahas tentang: Konsep akhlak dan pendidikan akhlak, objek kajian akhlak, urgensi akhlak dalam kehidupan, norma dasar dan tolak ukur akhlak, manfaat mempelajari ilmu akhlak, karakteristik akhlak Islam, pembentukan dan proses terjadinya akhlak, hubungan ilmu akhlak dengan ilmu lainnya, ruanglingkup atau sasaran akhlak dan implementasinya. (akhlak kepada Allah, Rasulullah, diri sendiri, orang tua, sesama dan alam semesta).

Pelaksanaan kuliah menggunakan pendekatan ekspositori dalam bentuk ceramah dan tanya jawab, dan diskusi yang dilengkapi dengan penggunaan LCD, OHP, dan pendekatan inkuiri yaitu penyelesaian tugas penyusunan dan penyajian makalah, review buku, diskusi dan pemecahan masalah. Tahap penguasaan mahasiswa selain evaluasi melalui UTS dan UAS juga evaluasi terhadap tugas, penyajian dan diskusi

C. Kompetensi Mata Kuliah

1. Capaian pembelajaran lulusan

Dengan mengikuti mata kuliah Akhlak Tasawuf mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep akhlak mulia dan menampilkan diri sebagai pribadi yang mantab, stabil, dewasa, arif, jujur, berwibawa, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

2. Pengalaman Belajar

Untuk menguasai kompetensi tersebut, mahasiswa perlu mengkaji Urgensi Akhlak Tasawuf dalam kehidupan modern, Pengertian, ruang lingkup dan tujuan Ahlak Tasawuf, Pengertian tasawuf secara etimologi dan terminologi, Manajemen Hati sebagi inti Pendidikan Akhlak, Taubat, Sabar, Zuhud, Kekuatan Sedekah, Khouf wa Raja’, Hubb, Fana, Kekuatan Doa (aplikasi Law of Attraction dalam Islam). (evaluasi) Untuk mengukur penguasaan kompetensi mahasiswa dinilai melalui; tes tertulis, keaktifan dan performa mahasiswa

3. Kemampuan akhir tahapan pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan perkuliahan Akhlak Tasawuf diharapkan: 5) Mahasiswa dapat mengetahui urgensi akhlak tasawuf dalam

kehidupan modern.

6) Mahasiswa dapat memanajemen hati dalam kehidupan sehari-hari 7) Mahasiswa dapat menerapkan kekuatan doa dan sedekah dalam

kehidupan sehari-hari

8) Mahasiswa dapat merasakan lebih dekat dengan Tuhan semesta alam

9) Mahasiswa dapat mengimplementasikan sifat sabar dan zuhud dalam keseharian

D. Time Line (Jadwal Perkuliahan)

Ket Waktu Pokok pembahasan No Dosen 14, Februari 2017

Pengantar dan kontrak perkuliahan 1

Dosen 21, Februari 2017

Pengertian tasawuf secara etimologi dan terminologi.

2

Dosen 28, Februari 2017

Urgensi Akhlak Tasawuf dalam kehidupan modern

3

Dosen 07, Maret 2017

Manajemen Hati sebagai inti Pendidikan Akhlak 4 Dosen 14, Maret 2017 Taubat 5

Dosen 21, Maret 2017 Sabar 6 Dosen 04, April 2017 Zuhud 7 Dosen 11, April 2017 Kekuatan Sedekah 8 Dosen 18, April 2017 Khouf wa Raja’ 9 Dosen 25, April 2017 Hubb 10 Dosen 02, Mei 2017 Fana 11 Dosen 09, Mei 2017

Kekuatan Doa (aplikasi Laew of Attraction dalam Islam)

12 Mahasiswa 16, Mei 2017 Testimonial 13 Mahasiswa 23, Mei 2017 Testimonial 14

Tugas pilihan dan tugas wajib Jadwal perkuliahan “conditional” Everyone is a teacher here Interaktif

E. Referensi

1) Annemarie Schimel, 1986, Dimensi Mistik dalam Islam (terjemahan), jakarta: Pustaka Firdaus

2) Abdul Qodir Jailani, 1985, Menyingkpa Kegaiban (terjemahan), Bandung: Mizan

3) Abdul Qodir Jailani, Percikan Cahaya Ilahi (terjemahan), Bandung: Pustakan Hidayah.

4) Abu Qosim al Qusyairi, 2000, Risalatur Qusyairiyah Induk Ilmu Tasawuf (terjemahan) Surabaya: Risalah Gusti.

5) AbuAl Wafa’ al Taftazani, 1985, Sufi dari Zaman ke Zaman

6) Abu Bakar Aceh, 1990, Pengantar Sejarah Sufi dan Tasawuf, Solo: Ramadhani.

7) CherieCarter-Scoot, 2003, Hidup sebuah Permainan, Inilah Aturannya (terjemahan), Bandung: Mizan.

8) Deepak Chopra, 1997, Tujuh Hukum Spiritual Kesuksesan (terjemahan), PT Kentindo Soho.

9) Al Ghazali, 1992, Ihya Ulumudin Jilid IV (terjemahan), Jakarta: CV Faisan.

10) Hujwiri, 1995, Kasyful Mahjub (terjemahan), Bandung: Mizan. F. Evaluasi Pembelajaran

No. Aspek Penilaian Bobot

1 Kehadiran 12 %

2 Nilai tugas 13 %

3 Nilai harian 10 %

4 Ujian Tengah Semester 30 %

5 Ujian Akhir semester 35 %

Total 100 %

Salatiga, 14 Februari 2017

Dosen pengampu

Muhammad Mas’ud,

Lembar Pengamatan Sikap Mahasiswa Nama Mahasiswa: Budi

No Sikap yang diamati Melakukan

ya tidak 1 Menerapkan sikap optimis dalam menyelesaikan masalah V

2 Membiasakan bertanya kepada ahli V

3 Menentukan solusi dan fokus masalah V

4 Mencegah tindakan menyalahkan keadaan V

5 Membiasakan diri melibatkan Tuhan dalam segala permasalahan V

6 Membiasakan berdoa V

7 Memperbanyak dzikir V

8 Menentukan perencanaan yang matang dalam mencapai target V 9 Memaksimalkan usaha dalam proses mencapai target V

10 Berani bercita-cita tinggi V

11 Optimis terhadap ketercapaian cita-cita V

12 Bersyukur dengan keterbatasan yang dimiliki V

13 Bersabar dalam pengabulan doa V

14 Positif thinking terhadap ketentuan Tuhan V

15 Bersabar dengan cela dan cibiran orang lain terhadap cita-cita yang dimiliki

V

16 Percaya terhadap kemampuan diri V

17 Berani menerima resiko terhadap keputusan yang diambil V

18 Menerima kritik dari orang lain V

19 Memberikan senyuman saat dicela orang lain V 20 Memberikan respon positif terhadap penilaian orang lain V

Lembar Pengamatan Sikap Mahasiswa Nama Mahasiswa: Zeni

No Sikap yang diamati Melakukan

ya tidak 1 Menerapkan sikap optimis dalam menyelesaikan masalah V

2 Membiasakan bertanya kepada ahli V

3 Menentukan solusi dan fokus masalah V

4 Mencegah tindakan menyalahkan keadaan V

5 Membiasakan diri melibatkan Tuhan dalam segala permasalahan V

6 Membiasakan berdoa V

7 Memperbanyak dzikir V

8 Menentukan perencanaan yang matang dalam mencapai target V 9 Memaksimalkan usaha dalam proses mencapai target V

10 Berani bercita-cita tinggi V

11 Optimis terhadap ketercapaian cita-cita V

12 Bersyukur dengan keterbatasan yang dimiliki V

13 Bersabar dalam pengabulan doa V

14 Positif thinking terhadap ketentuan Tuhan V

15 Bersabar dengan cela dan cibiran orang lain terhadap cita-cita yang dimiliki

V

16 Percaya terhadap kemampuan diri V

17 Berani menerima resiko terhadap keputusan yang diambil V

18 Menerima kritik dari orang lain V

19 Memberikan senyuman saat dicela orang lain V 20 Memberikan respon positif terhadap penilaian orang lain V

Lembar Pengamatan Sikap Mahasiswa Nama Mahasiswa: Najib

No Sikap yang diamati Melakukan

ya tidak 1 Menerapkan sikap optimis dalam menyelesaikan masalah V

2 Membiasakan bertanya kepada ahli V

3 Menentukan solusi dan fokus masalah V

4 Mencegah tindakan menyalahkan keadaan V

5 Membiasakan diri melibatkan Tuhan dalam segala permasalahan V

6 Membiasakan berdoa V

7 Memperbanyak dzikir V

8 Menentukan perencanaan yang matang dalam mencapai target V 9 Memaksimalkan usaha dalam proses mencapai target V

10 Berani bercita-cita tinggi V

11 Optimis terhadap ketercapaian cita-cita V

12 Bersyukur dengan keterbatasan yang dimiliki V

13 Bersabar dalam pengabulan doa V

14 Positif thinking terhadap ketentuan Tuhan V

15 Bersabar dengan cela dan cibiran orang lain terhadap cita-cita yang dimiliki

V

16 Percaya terhadap kemampuan diri V

17 Berani menerima resiko terhadap keputusan yang diambil V

18 Menerima kritik dari orang lain V

19 Memberikan senyuman saat dicela orang lain V 20 Memberikan respon positif terhadap penilaian orang lain V

Lembar Pengamatan Sikap Mahasiswa Nama Mahasiswa: Sinta

No Sikap yang diamati Melakukan

ya tidak 1 Menerapkan sikap optimis dalam menyelesaikan masalah V

2 Membiasakan bertanya kepada ahli V

3 Menentukan solusi dan fokus masalah V

4 Mencegah tindakan menyalahkan keadaan V

5 Membiasakan diri melibatkan Tuhan dalam segala permasalahan V

6 Membiasakan berdoa V

7 Memperbanyak dzikir V

8 Menentukan perencanaan yang matang dalam mencapai target V 9 Memaksimalkan usaha dalam proses mencapai target V

10 Berani bercita-cita tinggi V

11 Optimis terhadap ketercapaian cita-cita V

12 Bersyukur dengan keterbatasan yang dimiliki V

13 Bersabar dalam pengabulan doa V

14 Positif thinking terhadap ketentuan Tuhan V

15 Bersabar dengan cela dan cibiran orang lain terhadap cita-cita yang dimiliki

V

16 Percaya terhadap kemampuan diri V

17 Berani menerima resiko terhadap keputusan yang diambil V

18 Menerima kritik dari orang lain V

19 Memberikan senyuman saat dicela orang lain V 20 Memberikan respon positif terhadap penilaian orang lain V

Lembar Pengamatan Sikap Mahasiswa Nama Mahasiswa: Teguh

No Sikap yang diamati Melakukan

ya tidak 1 Menerapkan sikap optimis dalam menyelesaikan masalah V

2 Membiasakan bertanya kepada ahli V

3 Menentukan solusi dan fokus masalah V

4 Mencegah tindakan menyalahkan keadaan V

5 Membiasakan diri melibatkan Tuhan dalam segala permasalahan V

6 Membiasakan berdoa V

7 Memperbanyak dzikir V

8 Menentukan perencanaan yang matang dalam mencapai target V 9 Memaksimalkan usaha dalam proses mencapai target V

10 Berani bercita-cita tinggi V

11 Optimis terhadap ketercapaian cita-cita V

12 Bersyukur dengan keterbatasan yang dimiliki V

13 Bersabar dalam pengabulan doa V

14 Positif thinking terhadap ketentuan Tuhan V

15 Bersabar dengan cela dan cibiran orang lain terhadap cita-cita yang dimiliki

V

16 Percaya terhadap kemampuan diri V

17 Berani menerima resiko terhadap keputusan yang diambil V

18 Menerima kritik dari orang lain V

19 Memberikan senyuman saat dicela orang lain V 20 Memberikan respon positif terhadap penilaian orang lain V

Lembar Pengamatan Sikap Mahasiswa Nama Mahasiswa: Zia

No Sikap yang diamati Melakukan

ya tidak 1 Menerapkan sikap optimis dalam menyelesaikan masalah V

2 Membiasakan bertanya kepada ahli V

3 Menentukan solusi dan fokus masalah V

4 Mencegah tindakan menyalahkan keadaan V

5 Membiasakan diri melibatkan Tuhan dalam segala permasalahan V

6 Membiasakan berdoa V

7 Memperbanyak dzikir V

8 Menentukan perencanaan yang matang dalam mencapai target V 9 Memaksimalkan usaha dalam proses mencapai target V

10 Berani bercita-cita tinggi V

11 Optimis terhadap ketercapaian cita-cita V

12 Bersyukur dengan keterbatasan yang dimiliki V

13 Bersabar dalam pengabulan doa V

14 Positif thinking terhadap ketentuan Tuhan V

15 Bersabar dengan cela dan cibiran orang lain terhadap cita-cita yang dimiliki

V

16 Percaya terhadap kemampuan diri V

17 Berani menerima resiko terhadap keputusan yang diambil V

18 Menerima kritik dari orang lain V

19 Memberikan senyuman saat dicela orang lain V 20 Memberikan respon positif terhadap penilaian orang lain V

Lembar Pengamatan Sikap Mahasiswa Nama Mahasiswa: Fitri

No Sikap yang diamati Melakukan

ya tidak 1 Menerapkan sikap optimis dalam menyelesaikan masalah V

2 Membiasakan bertanya kepada ahli V

3 Menentukan solusi dan fokus masalah V

4 Mencegah tindakan menyalahkan keadaan V

5 Membiasakan diri melibatkan Tuhan dalam segala permasalahan V

6 Membiasakan berdoa V

7 Memperbanyak dzikir V

8 Menentukan perencanaan yang matang dalam mencapai target V 9 Memaksimalkan usaha dalam proses mencapai target V

10 Berani bercita-cita tinggi V

11 Optimis terhadap ketercapaian cita-cita V

12 Bersyukur dengan keterbatasan yang dimiliki V

13 Bersabar dalam pengabulan doa V

14 Positif thinking terhadap ketentuan Tuhan V

15 Bersabar dengan cela dan cibiran orang lain terhadap cita-cita yang dimiliki

V

16 Percaya terhadap kemampuan diri V

17 Berani menerima resiko terhadap keputusan yang diambil V

18 Menerima kritik dari orang lain V

19 Memberikan senyuman saat dicela orang lain V 20 Memberikan respon positif terhadap penilaian orang lain V

Transkip Wawancara Dosen Mata Kuliah Akhlak Tasawuf

Hari/tanggal : 15 Agustus 2017

Tempat : Ruang A.218 Kampus 3 IAIN Salatiga Pukul : 11.00 WIB

Nara Sumber : Ahmad Sultoni, M.Pd

Jabatan : Dosen mata kuliah akhlak tasawuf IAIN Salatiga

Peneliti Bagaimana pendapat Bapak mengenai konsep pembelajaran akhlak tasawuf di IAIN Salatiga?

Narasumber Secara umum, yang saya tau pembelajaran akhlak tasawuf di iain Salatiga masih bersifat teoritik. Hanya pengayaan wacana. Saya pribadi kurang memberikan manfaat. Ada satu wejangan dari seorang sufi besar tentang tasawuf bahwa ada orang yang tidak percaya terhadap pengalaman spiritual. Kemudian sang mursyid mengatakan, “Sulit menjelaskan rasa manis terhadap orang yang belum pernah merasakan gula”. Rasa manis merupakan eksperience atau pengalaman, maka mestinya secara ideal tasawuf itu memberikan pengalaman langsung, tidak sekedar diskusi teori. Yang saya tahu mahasiswa diberikan banyak informasi tentang

what is tasawuf, tapi untuk how to tasawuf jarang diterapkan. Mestinya pembelajaran itu setelah mengetahui what kemudian

how. Kalau 5W itu kan lebih ke wacana, tapi implementasinya itu menjawab how. Tasawuf itu mengajarkan seorang lebih mengenal Allah, lebih percaya dengan Allah, jadi how to itu bagaimana mengenal Allah. Mestinya jika ingin memunculkan tasawuf sebagai ilmu yang memberi manfaat konsep dibumikan bukan hanya wacana, lamunan, dan perdebatan yang tidak memberikan bekas.

tasawuf?

Narasumber Metodenya proyek. Kalau yang terikat karena saya harus membatasi evaluasi kan?itu hanya proyek. Proyek itu yang menurut saya yang paling mudah dilakukan, yang paling mudah dievaluasi, yang paling mudah saya mengontrol. Tapi di luar proyek sebenarnya kulo niku pengen dalam satu semester menemani mahasiswa maka kemudian saya perluas sampai dia, saya menulisnya begini. Tulis semua pengalaman yang menurut anda tidak biasa selama kuliah. Itu kan ada pengalaman yang langsung dia rasakan metafisik. Ada pengalaman yang dia rasakan secara batin. Misalnya, kenapa sih paka saya kalau masuk ke kelas tasawuf merasa tenang. Untuk tekniknya, sebenarnya ngeten mbak, karena ini sifatnya kan olah rohani ya, yang saya target sebenarnya ada 3 unsur rohaniyah, yaitu pikiran, jiwa, hati. Karena rohani itu alat-alat rohani itu ada empat ya, hati, jiwa, akal, indra. Indra itu sebenarnya contoh, mata iru fisik, tapi kalau penglihatan itu rohani. Maka sebenarnya tasawuf itu mengolah juga indra, bukan indra mata, tapi indra penglihatan. Bukan indra telinga, tetapi indra pendengaran. Yang saya pakai, saya coba pakai teknik-teknik psikoterapi karena di asumsi saya itu ketika ingin memberikan satu keyakinan. Itu asumsinya gini, mahasiswa itu terhija, kalau bahasa medisnya sakit, mahasiswa itu sedang sakit rohani, potensi fitroh dekat denganAllah itu sudah disimoan oleh Allah di dalam hati, nah kenapa kok tidak muncul? Pada mahasiswa yang sedang stress, karena sinar Allahnya tertutup dengan perbuatan dia sendiri. Maka ada bahasa, dosa dalam hadits dikatakan dosa yang dilakukan oleh seseorang itu akan membuat satu titik hitam di hati ituyang di sebut hijab. Konsep dosa ini saya coba terjemahkan lebih umum dimana masalah yang tidak disikapi dengan benar itu akan membawa pada satu dosa. Ketika saya masuk kelas seperti itu, tugas pertama saya adalah melakukan pembersihan, terapinya harus saya pakai dan

saya kuasai selam ini terapi yang saya pakai adalah hypnoterapi. Setelah saya mengambil beberapa sumber muncullah Hypno spiritual therapi. Jadi coba saya gabung mbak, hypno therapi dan NLP (Neuro Language Programing) kemudian menggunakan spiritual thingking yaitu teknik NLP yang digaungkan dengan tasawuf. Tasawufnya pak Anung Suralaya. Jadi NLP nya nanti masuk ke pikiran dan jiwa dan spiritualnya masuk ke hati. Makannya saya mencoba belajar kata-kata yang saya sampaikan ke mahasiswa, gambar-gambanr yang saya tayangkan, lagu-lagu yang saya perdengarkan, itu berbasis therapy, ga asala comot, maksudnya comot gitu lho. Jadi diperkuliahan itu saya mencoba menggabungkan. Dari sekian hal secara teori psikologis, secara teori kasus bisa membantu, nah ketika proses itu terjadi maka ada Tazkia. Tazkiyatul jiwa, tazkiyatul Aql. Baru saya tambahkan kehebatan Allah, kecintaan Allah, nikmat-nikmat Allah yang diberikan ke kita. Konsep itu dikenal dengan Tasawuf, Taholli, Takhalli. Taholli itu pembersihan, Takhalli itu pengisian. Kalau itu tidak dilakukan maka akan tajalli. Inilah makrifat. Jadi metode yang kita pakai itu metode tasawuf. Cuma implementasinya harus mengambil sekian banyak teori-teori ilmu.

Peneliti Bagaimana bentuk penugasan yang diberikan kepada mahasiswa dalam mata kuliah akhlak tasawuf?

Narasumber Tugas yang diberikan adalah proyek. Proyek itu menurut saya yang paling mudah dilakukan, yang paling mudah dievaluasi, yang paling mudah dikontrol. Tapi di luar proyek sebenarnya saya ingin dalam satu semester menemani mahasiswa. Kemudian saya perluas sampai dia, mengalami pengalaman yang langsung dia rasakan secara metafisik. Ada pengalaman yang dia rasakan secara batin. Yang paling penting semuanya itu hanya alat untuk sampai pada keyakinan kepada Allah, cinta, dekat kepada Allah. Pada akhir

semua yang ditulis mahasiswa, sampai pada satu kesimpulan bahwa Allah itu menyayangi kita. Mahasiswa itu merasa disayang oleh Allah dan tidak ditinggalkan sendiri oleh Allah dan dalam segala masalah itu larinya ke Allah.

Peneliti Sejauh mana pembelajaran akhlak tasawuf memberikan kontribusi terhadap pembentukan sikap percaya diri dan peningkatan daya juang mahasiswa dalam meraih cita-cita?

Narasumber Slogan tasawuf itu jika dirinya mengenal Tuhannya itu bisa dibalik. Orang yang mengenal Tuhanny

a bisa mengenal dirinya. Saya mengajari mahasiswa yang tidak percaya diri, saya akan mengenalkan dulu ke Allah. Tentang sifat-sifatnya, proses penciptaan manusia dan lain-lain. Betapa Allah itu menciptakan manusia makhluk yang ahsan, kebaikan yang Allah ciptakan itu yang saya munculkan, bahwa manusia diciptakan menjadi makhluk yang mahal. Burung bisa menirukan omongan manusia, tapi tidak semua burung bisa menirukan omongan manusia, sedangkan manusia diberi kemampuan oleh Allah untuk bisa menirukan suara-suara burung. Manusia mungkin tidak sekuat macan, tapi jika kekuatan manusia diolah itu lebih kuat dari apapun. Itulah fasilitas manusia untuk menyempurnakan kekhalifahannya. Dengan begitu masih saja membuat kita tidak percaya yang disebabkan hijab diri. Suara negatif di mahasiswa itu

Dokumen terkait