• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan

B. Pembahasan

2. Pemberdayaan Ekonomi Yang dilakukan Oleh BMT El

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa nasabah pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh bmt dengan pembiayaan modal dengan menggunakan akad mudharabah yang penulis teliti di BMT El Munawar Medan, pendapatan nasabah setelah mendapatkan pembiayaan modal usaha dengan akad mudharabah rata-rata bertambah. Menurut analisis penulis, pembiayaan yang diberikan kepada para nasabah dipergunakan untuk menambah modal dan mengembangkan usaha yang mereka jalankan sehingga menghasilkan pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.22

Dengan adanya BMT El Munawar Medan dapat menghindarkan nasabah dan masyarakat di daerah Kecamatan Medan Tembung dari jasa rentenir atau ekonomi ribaan yang beredar, Dari jawaban beberapa responden yang telah di telitih menunjukkan peran BMT dalam menghindarkan nasabahnya dari ekonomi ribaan sudah cukup berjalan dengan baik, karena riba(bunga) menahan pertumbuhan ekonomi dan membahayakan kemakmuran nasional serta kesejahteraan individual dengan cara menyebabkan banyak terjadinya distrosi didalam perekonomian nasional seperti inflasi, pengangguran, distribusi kekayaan yang tidak merata, dan resersi.

Dengan menggunakan sistem bagi hasil dan cara pembayaran pinjaman modal sesuai dengan kesanggupan nasabah, program yang ditawarkan oleh BMT El Munawar dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, berdasarkan jawaban responden yang diteliti di lapangan, mereka mengatakan BMT El Munawar sudah cukup berperan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan pembiayaan yang diberikan kepada anggotanya diberikan dengan syarat yang mudah. Selain itu BMT terjun langsung ke lokasi para pelaku usaha mikro untuk menyalurkan pembiayaan sehingga para pelaku usaha mikro tidak perlu datang ke kantor BMT. Kemudahan tersebut menjadi keunggulan BMT El Munawar dalam melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan

22

Wawancara dengan beberapa nasabah BMT El Munawar yang ada di pajak Tradisional Medan Tembung.

menggunakan program pembiayaan modal usaha . Namun demikian BMT juga bertanggung jawab terhadap pembinaan anggotanya terutama anggota yang melakukan pembiayaan

Adapun tabel dari beberapa nasabah BMT El Munawar Medan yang telah penulis wawancarai terkait peningkatan pendapatan sebelum dan sesudah mendapatkan pembiayaan modal usaha dengan menggunakan akad mudharabah adalah sebagai berikut:23

No Nama Realisasi Sebelum Sesudah Perkembangan

1 Evi susanti Rp 10.000.000 Rp 5.500.000 Rp 7.500.000 Rp 2.000.000 2 Shaleh Rp 1.000.000 Rp 2.500.000 Rp 2.800.000 Rp 300.000 3 Dedi Rp 3.500.000 Rp 2.600.000 Rp 2.900.000 Rp 300.000 4 Jasasma Rp 4.000.000 Rp 3.000.000 Rp 3.500.000 Rp 500.000 5 Sarapah Rp 1.000.000 Rp 2.750.000 Rp 2.900.000 Rp 150.000 6 Nursida Rp 10.000.000 Rp 5.000.000 Rp 5.900.000 Rp 900.000 7 Eka Rp 4.000.000 Rp 3.500.000 Rp 3.800.000 Rp 300.000 8 Ratih Rp 10.000.000 Rp 4.000.000 Rp 4.800.000 Rp 800.000 9 Syahrul Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.700.000 Rp 200.000 10 Purwadi Rp 4.000.000 Rp 3.000.000 Rp 3.600.000 Rp 600.000

Dari tabel diatas telah menunjukkan, bahwa adanya peningkatan pendapatan dari para nasabah BMT El Munawar Medan setelah mendapatkan pembiayaan modal usaha dengan menggunakan akad mudharabah.

Salah satunya nasabah yang bernama jasasma seorang pedagang grosir mendapat pinjaman dari BMT El Munawar sebesar Rp 10.000.000,-. Beliau menggunakan modal tersebut untuk melengkapi keperluan yang berkaitan dengan usahanya. Pendapatan yang awalnya berkisar antara Rp 5.500.000,- namun setelah mendapatkan pembiayaan dari BMT tersebut pendapatan mencapai Rp 7.500.000,- bahkan lebih. Melihat kondisi tersebut, program pembiayaan

23 Wawancara dengan Nasabah BMT El Munawar, pada tanggal 4 Maret 2018.

mudharabah yang terlaksana boleh dikatakan ada hasilnya, dan hasil tersebut juga tidak lepas dari adanya bimbingan dan pengarahan yang dilaksanakan setiap bulannya oleh pihak BMT El Munawar Medan .24

Hal senada juga dikatakan oleh Shaleh. Dengan pinjaman modal awal sebesar Rp 1.000.000,- dari BMT El Munawar, beliau menggunakan modal yang diberikan untuk mengembangkan usahanya yang berjualan ayam potong.

Pendapatan yang beliau peroleh sebelum mendapatkan pembiayaan mudharabah sekitar Rp 2.500.000,-. Namun setelah mendapatkan pembiayaan mudharabah, pendapatan yang diperoleh meningkat mencapai Rp 2.800.000,-. Sehingga dengan adanya peningkatan pendapatan tersebut, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.25

Dari beberapa pemaparan tersebut di atas dapat diketahui bahwa dengan adanya pembiayaan mudharabah di BMT El Munawar dapat memberikan peningkatan pendapatan terhadap para nasabah yaitu para pedagang dalam meningkatkan kemajuan usahanya. Namun, peran BMT El Munawar tersebut tidak sekedar memberikan pinjaman modal begitu saja, tetapi juga disertai dengan adanya pendampingan dan pembinaan dengan memberikan pengarahan- pengarahan ke pihak anggota

Peran BMT El Munawar dalam memberdayakan ekonomi masyarakat dengan memberi bantuan modal kepada nasabahnya yang memerlukan dana, guna membantu perekonomia nasabahnya.

Bentuk-bentuk peranan peranan BMT El Munawar Medan dalam memberikan pembiayaan pada masyarakat ekonomi lemah antara lain:26

1. Dalam peranannya sebagai penerima dana titipan dari nasabah, BMT mengelola dana yang dititipkan oleh nasabah untuk disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan dana tersebut . BMT

24

Wawancara dengan Bapak Jasasma nasabah pembiayaan mudharabah BMT El Munawar, pada tanggal 4 Maret 2018.

25 Wawancara dengan Bapak Dedi nasabah pembiayaan mudharabah BMT El Munawar, pada tanggal 4 Maret 2018.

26

Wawancara dengan General Affair BMT El Munawar Medan

wajib memberitahu kepada pemilik dana atas nisbah dana dan cara membagi keuntungan secara resiko yang dapat ditimbulkan dari penyimpan dana apabila telah dicapai kesepakatan maka hal tersebut harus dicantumkan dalam akad.

2. Dalam perannya sebagai penyalur dana, dalam hal ini BMT El Munawar bertindak sebagai mudharib, BMT menyalurkan dananya kepada masyarakat yang sangat membutuhkan demi kelangsungan hidupnya, jumlah modal yang disarahkan kepada nasabah selaku pengelola dana yang diserahkan secara tunai, dan dapat berupa uang atau barang yang nilainya dalam satuan uang , apabila modal diserahkan secara bertahap, harus jelas tahapannya dan disepakati bersama. Hasil usaha yang didapat dari usaha yang dijalankan harus dibagi sesuai dengan persetujuan dalam akad.

Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan, BMT membantu masyarakat kalangan ekonomi lemah dengan menyalurkan dananya pada masyarakat melalui jenis produk yang dikembangkan oleh BMT El Munawar.

Peran BMT El Munawar terhadap pemberdayaan masyarakat sudah cukup baik. Seperti yang dikatakan oleh masyarakat atau nasabah di pasar tradisional Tembung yang sudah merasakan efek dari pemberdayaan yang dilakukan oleh BMT El Munawar melalui program pembiayaan yang diberikan kepada nasabah.

Peran yang dilakukan oleh BMT El Munawar adalah dengan memberikan pinjaman modal usaha kepada anggota BMT untuk membeli kebutuhan dagangan seperti, perlengkapan dagang, sewa tempat, dan lain-lain.

Dengan menggunakan akad pembiayaan murabahah dimana anggota diberikan kekuasaan untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan memberikan pembiayaan, pihak BMT tidak turun langsung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melainkan melimpahkan wakil kepada anggota pembiayaan usaha pedagang.

Seperti yang telah disebutkan bahwasanya prinsip-prinsip pemberdayaan ekonomi Islam adalah pencapaian pendapatan dan pembangunan ekonomi dengan adanya peran dari BMT El Munawar yang memberikan pembiayaan berupa modal usaha kepada anggotanya diharapkan akan membantu anggota dalam menjalankan kegiatan ekonomi yang produktif, jika kegiatan yang dilakukan anggotanya menjadi lebih produktif diharapkan membantu pemerintah dalam bidang meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Semakin banyak pembiayaan yang disalurkan oleh pihak BMT, maka semakin baik, mengingat semakin banyak pembiayaan berarti adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor terutama sektor ekonomi atau perdagangan.

mengenai berbagai strategi dan program yang di laksanakan maka pihak BMT ingin berkontribusi dalam setiap kegiatan nasabah baik dalam bidang ekonomi maupun pendidikan, sehingga para nasabah yang bergabung di BMT El Munawar kedepannya dapat lebih mandiri dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluargannya. BMT sebagai lembaga keuangan bertugas menghimpun dana dari masyarakat (anggota BMT) yang mempercayakan dananya disimpan di BMT dan menyalurkan dana kepada masyarakat (anggota BMT) oleh BMT.

Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan, BMT membantu masyarakat kalangan ekonomi lemah dengan menyalurkan dananya pada masyarakat melalui jenis produk yang dikembangkan oleh BMT El Munawar antara lain:

1. Pembiayaan murabahah, yaitu pembiayaan dengan akad jual beli antara BMT selaku penyedia barang (penjual) dengan nasabah yang memesan pembelian(debitur) dengan waktu pembayaran yang telah ditentukan. Pihak BMT mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang telah disepakati.

2. Pembiayaan murabahah jenis bakulan yaitu pembiayaan dengan akad murabahah yang relative kecil yaitu dibawah Rp. 3.000.000 yang diperuntukan bagi pengusaha mikro dan angsuran lebih mudah yaitu sistem pengutipan harian.

3. Pembiayaan mudharabah yaitu pembiayaan dengan akad kerjasama usaha antara pihak BMT sebagai pemodal dan nasabah pengelola dana. Dengan sistem bagi hasil, keuntungan sesuai dengan kesepakatan yang dituangkan dalam akad.

BMT El Munawar dalam membantu perekonomian di Medan Tembung, sudah cukup terlihat dalam perubahan ekonominya sedikit demi sedikit kehidupan mereka mulai terbantu khususnya masyarakat kalangan menengah.kebawah.

diketahui bahwa jasa BMT yang mereka inginkan itu berupa pendanaan dipergunakan untuk membiayai membuka usahanya ini dikeranakan mereka tidak mempunyai modal tetapi memiliki keinginan untuk membuka usaha, salah satu yang dapat mereka lakukan adalah mereka meminjam dananya ke BMT yang meraka anggap bisa untuk membantu modal yang mereka butuhkan. Disamping itu BMT dalam memberikan pembiayaan tidak terlepas dari persyaratan persyaratan. Dimana persyaratan yang ditetapkan oleh BMT El Munawar Medan disetujui oleh nasabah pembiayaan.

BMT El Munawar telah memberikan pembiayaan-pembiayaan produktif terhadap para pedagang sehingga para pedagang bisa dengan mudah menjalankan usahanya dengan modal yang telah diberikan oleh BMT El Munawar. Misalnya analisis wawancara dengan beberapa anggota pembiayaan, seperti Ratih Novida yang profesinya sebagai pedagang sayur di pajak Tradisional Tembung. Ia mendapat modal dari BMT El Munawar dan menjalankan usaha dengan baik.

Menurut Aminah dengan pembiayaan yang diberikan oleh BMT El Munawar, dia merasa terbantu dan tercukupi kebutuhan untuk berdagang yang dijalankan dan merasa terbebas dari jerata riba. karena beliau dulu untuk mendapatkan modal berdagang mendapaatkan dari bank kikir atau rentenir yang terasa menjerat dan menyusahkan usahanya, sekarang dengan adanya pembiayaan dari BMT El

Munawar ia bisa menjalankan usaha dengan baik dan tidak was-was dengan adanya jeratan rentenir.

Wawancara dengan Evi Susanti yang profesinya sebagai pedagang sembako di pasar tradisional medan tembung,. Ia mendapatkan pembiayaan dari BMT El Munawar untuk keperluan dagang dan usaha sembako yang dijalankan.

Ia merasakan mudah dalam proses pembiayaan atau pinjamannya, selain itu ia juga merasa lebih ringan dengan margin yang telah ia sepakati. Sehingga menurut beliau usaha yang dijalankan mengalami pendapatan yang meningkat dari sebelummnya.

Wawancara dengan Ratih Novida pedagang pakaian di pasar tradisional Medan Tembung. Ia mengatakan setelah ia bergabung menjadi nasabah BMT Ia merasakan biasa-biasa aja dengan pembiayaan yang diberikan, ia bertanggapan pembiayaan yang dilakukan oleh BMT masih belum dapat membantu usahanya dikarenakan pihak pihak BMT terlalu minim dalam memberikan peminjaman tidak sesuai dengan yang diharapkan, ia juga mengatakan dengan adanya BMT pengelolaan keuangannya lebih terarah, dengan adanya program tabungan nasabah sehingga iya dapat menyisihkan sebahagia dari keuntungan yang ia dapat.

Dari jawaban beberapa responden menunjukkan BMT sudah menjalankan kegiatan pembiayaan dengan mengacu kepada prinsip-prinsip syariah, akan tetapi yang masih menjadi hal yang penting khususnya para pelaku usaha merasa bahwa pembiayaan yang diberikan untuk modal usaha dirasa masih kurang cukup.

BMT juga sering disebut sebagai koperasi syariah (perjanjian sebagai koperasi oleh komenkop UKM). BMT juga berfungsi sebagai Baitul Mal, BMT menerima titipan dana zakat , infak dan sedekah serta mengoptimalkan distribusinya sesuai peraturan dan amanahnya. Sedangkan sebagai baitul tamwil, BMT melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil dengan kegiatan menabung dan menunjang pembiayaan.

Dengan menggunakan sistem bagi hasil dan cara pembayaran pinjaman modal sesuai dengan kesanggupan nasabah, program yang ditawarkan oleh BMT El Munawar dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, analisis Wawancara dengan beberapa responden, mereka mengatakan BMT El Munawar sudah cukup berperan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan pembiayaan yang diberikan kepada anggotanya diberikan dengan syarat yang mudah. Selain itu BMT terjun langsung ke lokasi para pelaku usaha mikro untuk menyalurkan pembiayaan sehingga para pelaku usaha mikro tidak perlu datang ke kantor BMT. Kemudahan tersebut menjadi keunggulan usaha mikro.

Namun demikian BMT bertanggung jawab terhadap pembinaan anggotanya terutama anggota yang melakukan pembiayaan.

Berdasarkan jawaban dari responden yang telah ditelitih BMT El Munawar sudah cukup berperan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan bertambahnya jumlah usaha mikro di daerah Kecamatan Medan Tembung , dengan bertambahnya jumlah pelaku usaha mikro akan menjadi peluang yang bagus untuk BMT dalam menyalurkan pembiayaan . untuk mengetahui apakah pembiayaan BMT berperan terhadap perkembangan usaha nasabah, maka pihak BMT sering melakukan survei pasar.

3. Peranan BMT El Munawar dalam Memberdayakan Ekonomi Masyarakat ditinjau menurut Perspektif Ekonomi Islam.

Dalam Islam Peranan BMT El Munawar dalam memberdakan ekonomi nasabahnya dengan memberikan penyaluran dana berupa pembiayaan modal kepada masyarakat ekonomi kebawah yang membutuhkan modal, ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, karena memberi pinjaman kepada masyarakat merupakan bentuk tolong menolong oleh pihak BMT El Munawar dan hubungan pinjam-meminjam tidak dilarang, bahkan dianjurkan agar terjadi hubungan saling menguntungkan, yang pada gilirannya berakibat pada hubungan persaudaraan.

Sistem keuangan syari‟ah merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang ekonomi Islam yang tujuannya adalah memperkenalkan sistem nilai dan etika Islam kedalam lingkungan ekonomi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis terkait pembiayaan modal dengan akad mudharabah dan kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan nasabah BMT El Munawar Medan memberikan dampak yang sangat positif. Sebab salah satu dari indikator kesejahteraan yang dapat diukur adalah melalui peningkatan pendapatan. Dan berdasarkan data dari BMT El Munawar Medan yang penulis dapat dan sudah dijelaskan sebelumnya, pendapatan nasabah setelah mendapatkan pembiayaan modal dengan menggunakan akad mudharabah di BMT El Munawar rata-rata bertambah sehingga kebutuhan hidup mereka tercukupi serta usaha yang mereka jalankan semakin maju dan berkembang.

Salah satu tujuan pembiayaan modal dengan akad mudharabah yang dilaksanakan oleh BMT El Munawar Medan adalah untuk meningkatkan pendapatan nasabah dikatakan cukup berhasil dan membawa perubahan pada kehidupan masyarakat dan perkembangan usaha mereka. Dan akad pembiayaan mudharabah yang dijalankan BMT El Munawar Medan telah berjalan sesuai dengan tujuan BMT pada umumnya yaitu dapat meningkatkan kualitas usaha ekonomi rakyat untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Selain sebagai Lembaga Keuangan Syariah yang bergerak pada bidang penghimpunan dan penyaluran dana, BMT El Munawar Medan juga menjalankan fungsi dakwahnya, yaitu dengan cara memberi binaan-binaan pada anggotanya dalam hal keagamaan dan kewirausahawan. Sehingga dengan adanya pembinaan yang diterapkan pada BMT El Munawar Medan, anggota tidak hanya mendapatkan bantuan untuk tambahan modal saja, melainkan juga mendapatkan materi-materi tentang ilmu kewirausahaan yang dapat berguna bagi para anggotanya untuk peningkatan dan pengembangan usahanya agar lebih maju.

Selain pembinaan yang diberikan kepada anggoata sebagaimana tersebut diatas, pembinaan dan pelatihan-pelatihan juga diberikan kepada karyawan secara

mandiri dengan cara bermitra dengan pihak luar, yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan kinerja, pengetahuan, dan pemahaman tentang lembaga ekonomi syariah bagi karyawan BMT El Munawar Medan.

Agar kesejahteraan ekonomi masyarakat meningkat, maka BMT dapat melaksanakan perannya dalam merealisasikan tujuan syariah, beberapa kriteria yang harus dimiliki, yang terpenting diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pengembangan ekonomi dalam Islam tidak akan dapat merealisasikan tujuannya jika terpisahkan dari sisi-sisi lain tentang perkembangan konfrehensif yang menjadi tujuan politik syariah dalam merealisasikannya.

2. Sesungguhnya merealisasikan kesejahteraan dan meningkatkan tingkat kehidupan umat adalah tuntutan dalam syariah.

perkembangan perekonomian dalam Islam terdapat kesamaan dengan pengembangan perekonomian dalam teori konvensional dalam sisi memperhatikan bidang material; seperti bertambahnya income yang hakiki bagi umat, mengembangkan sumber-sumber ekonomi dengan bagus dalam mempergunakannya, mengeplorasi yang terlantar darinya, mengembangkan seni produksinya. Tapi, pengembangan ekonomi dalam Islam masih memiliki keistimewaan atas sistem ekonomi konvensional dalam sisi tujuannya, cara merealisasikan dan kaidah-kaidahnya. Sebab tujuan pengembangan ekonomi Islam tidak hanya terbatas pada bidang material seperti telah disebutkan, namun juga andil dalam merealisasikan semua tujuan umum syariah yang mencakup semua kebutuhan umat, baik kebutuhan dunia maupun kebutuhan akhirat.

Secara umum bahwa pengembangan ekonomi dalam Islam harus komitmen dengan kaidah-kaidah syariah dalam segala aspeknya.

3. Pengembangan ekonomi dalam Islam mencakup semua rakyat negara dan wilayahnya berdasarkan asas keterpaduan dan keseimbangan sesuai garis-garis perekonomian yang saling

berkaitan dari sisi tujuan dan cara, dan korelasi realitas kemampuan yang dimiliki dengan kemampuan dalam melaksanakan. Pada sisi lain tujuan pengembangan ekonomi juga memperhatikan hak-hak generasi yang akan datang dalam sumber- sumber ekonomi dan kekayaan negara.

4. Pengembangan ekonomi dalam Islam adalah suatu kewajiban syariah dan ibadah yang mendekatkan seorang muslim kepada Allah jika dilakukannya dengan ikhlas karena-nya.

5. Sesungguhnya pengembangan ekonomi yang berdampak pada bertambahnya pemasukan (income) itu menjadi tidak dibenarkan jika berakibatnya rusaknya nilai-nilai dan prinsip Islam.

Sesungguhnya bertambahnya income yang hakiki bagi umat, meskipun itu merupakan sebuah tuntutan, namun bukan sebagai satu-satunya tolak ukur bagi pengembangan ekonomi di dalam Islam.

Telah dijelaskan bahwa BMT El Munawar Medan melaksanakan perannya melalui penyaluran dana (pembiayaan). Adapun peranan BMT El Munawar dalam meningkatkan serta memberdayakan ekonomi masyarakat di Kecamatan Medan Tembung adalah dengan memberikan. Penyaluran dana. Di dalam penyaluran dana(pembiayaan) yang direalisasikan oleh BMT El Munawar kepada masyarakat ekonomi lemah hanya ada 5 (lima) macam di antaranya: pembiayaan mudharabah, ijarah, murabahah, musyarakah dan alqardul hasan.

Karena dengan adanya bantuan modal dari BMT masyarakat di Kecamatan Medan Tembung pada umumnya sedikit mulai terbantu, yang pada awalnya, kebanyakan masyarakat Medan Tembung meminjam dananya dari rentenir dengan menetapkan pengembalian pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi, sehingga usaha masyarakat di Kecamatan Medan Tembung sulit sekali meningkat karena pendapatan yang diperolehnya tidak sesuai dengan angsuran kepada rentnir.karena itu,dengan adanya BMT El Munawar masyarakat di Medan Tembung tidak takut lagi akan kekurangan modal untuk kelancaran usahanya.

BMT El Munawar dalam memberikan penyaluran dana kepada masyarakat yang membutuhkan modal tidak menetapkan bunga tetapi, menggunakan sistem syariah yaitu dengan sistem bagi hasil yang disepakati sesuai dengan kesepakatan antara BMT dengan nasabah. Dalam Islam,peranan BMT El Munawar dalam memberdayakan ekonomi masyarakatnya dengan memberikan penyaluran dana kepada masyarakat ekonomi kebawah yang membutuhkan modal ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Syari‟ah.

karena memberikan pinjaman dana kepada masyarakat merupakan bentuk tolong menolong oleh pihak BMT dan hubungan pinjam-meminjam tidak dilarang, bahkan dianjurkan agar terjadi hubungan saling menguntungkan, yang pada gilirannya berakibatkan pada hubungan persaudaraan. Hal ini yang perlu diperhatikan adalah apabila hubungan itu tidak mengikuti aturan etika yang digariskan oleh islam. Menurut Anwar Iqbal Qureshi, fakta-fakta yang objektif menegaskan bahwa Islam melarang setiap pembuangan uang (riba).

Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan, BMT membantu masyarakat kalangan ekonomi lemah dengan menyalurkan dananya pada masyarakat melalui jenis produk yang dikembangkan dan tanggapan masyarakat mengenai pemberdayaan yang dilakukan oleh BMT El Munawar Medan sudah cukup baik.

Seperti yang dikatakan oleh masyarakat atau nasabah di pajak Tembung yang sudah merasakan efek dari pemberdayaan yang dilakukan oleh BMT El Munawar melalui program pembiayaan yang diberikan kepada nasabah.

Seperti yang telah disebutkan bahwasanya prinsip-prinsip pemberdayaan ekonomi Islam adalah pencapaian pendapatan dan pembangunan ekonomi dengan adanya peran dari BMT El Munawar yang memberikan pembiayaan berupa modal usaha kepada anggotanya diharapkan akan membantu anggota dalam menjalankan kegiatan ekonomi yang produktif, untuk membeli kebutuhan dagangan seperti, perlengkapan dagang, sewa tempat, dan lain-lain. Dengan menggunakan akad pembiayaan murabahah dimana anggota diberikan kekuasaan untuk memenuhi kebutuhannya. jika kegiatan yang dilakukan anggotanya menjadi lebih produktif diharapkan membantu pemerintah dalam bidang meningkatkan kesejahteraan

ekonomi masyarakat. Semakin banyak pembiayaan yang disalurkan oleh pihak BMT, maka semakin baik, mengingat semakin banyak pembiayaan berarti adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor terutama sektor ekonomi atau perdagangan.

Berdasarkan penelitian dilapangan Peran BMT El Munawar yaitu dengan memberikan pembiayaan yang sesuai dengan syariat Islam dan memberikan pembiayaan kepada para anggota usaha dagang untuk mencapai kesejahteraan didalam agama dan kesejahteraan sosial. Adapun peran BMT El Munawar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat , kesejahteraan agama dan sosial dapat dilihat dari penyaluran dana zakat, Infaq, dan shadaqah untuk anak yatim , program-program yang membantu dalam bidang pendidikan. Dengan adanya kontribusi yang dilakukan oleh BMT El Munawar maka diharapkan terciptanya kemaslahatan maupun kesejahteraan agama dan sosial di masyarakat

Berdasarkan penelitian dilapangan Peran BMT El Munawar yaitu dengan memberikan pembiayaan yang sesuai dengan syariat Islam dan memberikan pembiayaan kepada para anggota usaha dagang untuk mencapai kesejahteraan didalam agama dan kesejahteraan sosial. Adapun peran BMT El Munawar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat , kesejahteraan agama dan sosial dapat dilihat dari penyaluran dana zakat, Infaq, dan shadaqah untuk anak yatim , program-program yang membantu dalam bidang pendidikan. Dengan adanya kontribusi yang dilakukan oleh BMT El Munawar maka diharapkan terciptanya kemaslahatan maupun kesejahteraan agama dan sosial di masyarakat

Dokumen terkait