• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

D. Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Pasar Digital

Berdasarkan peraturan menteri perdagangan No. 53/M-DAG/PER/ 12/2008 dijelaskan bahwa Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koprasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar.

Pemihakan pemerintah kepada pedagang pasar tradisional dapat diwujudkan dengan memberikan kesempatan kepada pedagang pasar tradisional untuk turut memetik keuntungan dari peluang pertumbuhan permintaan masyarakat serta membantu mengantisipasi perubahan lingkungan yang akan mengancam eksistensi mereka. Karena sifat pedagang pasar tradisional yang umumnya lemah dalam banyak hal, maka peran pemerintah untuk secara efektif memberdayakan pedagang tradisioanl.

Pemberdayaan pedagang kecil dipasar tradisional dapat dilakukan antara lain dengan membantu memperbaiki akses kepada informasi, permodalan, dan hubungan dengan produsen. Pasar tradisioanal perlu mendapatkan informasi tentang masa depan, ancaman dan peluang

usahanya, serta perlunya perubahan sikap dan pengelolaan usahannya sesuai dengan perubahan tuntutan konsumen.36

Pasar tradisional adalah pasar umum yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Tegasnya, pasar tradisional berarti pasar yang menjual barang kebutuhan sehari-hari, dan secara resmi diakui oleh pemerintah. Menurut pengertiannya, pasar merupakan suatu tempat bagi manusia dalam mencari keperluan sehari-harinya.37

Kriteria Pasar Tradisioanal disebutkan dalam Pasal 4 Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 20 Tahun 2012 tentang pengelolaan dan pemberdayan Pasar Tradisional salah satunya yaitu, sebagian besar barang dan jasa yang ditawarkan berbahan baku lokal. Kriteria pasar tradisional ini menunjukan bahwa pasar tradisioanal merupakan pasar yang pelakunya menggunakan bahan baku lokal yang nota bene-nya pelakuknya adalah mereka yang tergolong dalam usaha kecil menengah. Keberadaan pasar tradisioanal sebagai tempat bertemunya para penjual dari kalangan masyarakat lapisan bawah juga ditunjukan oleh ciri khas pasar yang dalam transaksinya dilaukukan secara tawar menawar. 38

36 Endi Sarwoko, “Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Kinerja Pedagang Pasar Tradisional di Wilayah Kabupaten Malang”, Jurnal Ekonomi Modernisasi, Vol. 04, No. 02/Juni 2008, 100

37

Ongky Martha Dwiyananda, “Pengaruh Produk, Harga, Tempat, Promosi Ritel Modern Terhadap Keberlangungan Uasaha Ritel Tradisional”, Jurnal JESTT, Vol. 02, No. 09/September 2015, 762

38 Afif Noor, “Perlindungan Terhadap Pasar Tradisional Di Tengah Ekspansi Pasar Ritel Modern” Junal Conomica, Vol. 04, No. 02/November 2013, 111

a. Konsep Pasar Tradisional dan Pembangunan Ekonomi

Pembangunan merupakan suatu proses secara terstruktuk untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan sesuai dengan program-program yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan dari pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan taraf hidup dari masyarakat suatu negara, selain meningkatkan pendapatan per kapita dan menciptakan lapangan kerja, serta menyediakan pendidikan yang lebih bermutu dan perhatian yang lebih terhadap nilai-nilai budaya dan kemanusiaan yang ada. Pembangunan perekonomian secara keseluruhan akan memperbaiki kesejahteraan dari kehidupan masyarakat dan menghasilkan rasa percaya diri masing-masing individu sebagai suatu bangsa.39

Kemajuan ekonomi merupakan komponen utama dari suatu pembangunan, tetapi bukan satu-satunya komponen pembangunan Negara. Kegiatan ekonomi masyarakat baik dalam hal produksi, distribusi dan konsumsi sangat berkaitan dengan kegiatan pasar. Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli. Pasar sangat penting perannya dalam pembangunan perekonomian.Pasar merupakan tempat bertemunya penjuali dan pembeli yang melakukan tawar-menawar hingga terjadi transaksi.Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli yang mempunyai syarat adanya barang yang

39 Made Santana Putra Adiyadnya, Nyoman Djinar Setiawina, “Analisis Tingkat Efektivitas dan Daya Saing Program Revitalisasi Pasar Tradisional di Pasar Agung Peninjoan Desa Peguyangan Kangin” Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Vol. 04, No. 04/2015, 269

diperjualbelikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.40

Dari kutipan diatas dapat dipahami bahwa, pentingnya keberadaan pasar tradisional sebagai wadah dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.

b. Kebijakan Pemerintah Terkait Pasar Tradisional

Menurut Dunn, kebijakan pemerintah adalah suatu aktivitas intelektual dan praktis yang ditunjukan untuk menciptakan, secara kritis menilai dan mengkomunikasikan pengetahuan tentang proses kebijakan dan di dalam proses kebijakan. Terdapat beberapa strategi yang perlu diperhatikan pemerintah dalam menjaga kebertahannan pasar tradisional: Pembangunan fasilitas dan renovasi fisik pasar, peningkatan kompetensi pengelolaan pasar, melaksanakan program pendampingan pasar, penataan dan pembinaan pasar yang dikemukakan dalam peraturan presiden No.112/2007 dan optimalisasi pemanfaatan lahan pasar.

Upaya dalam meningkatkan eksistensi pasar tradisional antara lain: revitalisasi pasar tradisioanal, pembatasan komoditas barang dari pasar modern untuk menjaga daya saing pasar tradisioanal serta regulasi zoning dengan pertimbangan ekonomi.41

Berdasarkan kutipan diatas, keberadaan pasar tradisional sebagai suatu budaya bangsa sat ini mencoba untuk bertahan dan

40 Ibid., 269-270

41 Maritfa Nika Andriani dan Mohammad Mukti Ali, “Kajian Eksistensi Pasar Tradisional Kota Surakarta”, Jurnal Teknik PWK, Vol. 02 No. 02/2013, 256

mengembangkan diri agar mampu bersaing ditengah arus modern saat ini. Pasar tradisional menjadi pusat pertemuan, pusat pertukaran informasi, aktivitas kesenian rakyat, bahkan menjadi paket wisata yang ditawarkan. Dengan demikian pasar tradisioanal bukan hanya sekedar ruang tetapi, sebagai lembaga sosial yang terbentuk karena proses intraksi sosial dan kebutuhan masyarakatnya.

2. Pasar Digital

Menurut Sanjaya dan Tarigan digital Marketing atau Pasar digital didefinisikan sebagai kegiatan marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis web. Digital marketing diartikan sebagai penggunaan teknologi digital untuk mencapai tujuan pemasaran serta upaya pengembangan atau penyesuaian konsep pemasaran itu sendiri, dapat berkomunikasi dalam cangkupan global, dan mengubah cara perusahaan melakukan bisnis dengan pelanggan.

Digital marketing merupakan pemasaran menggunakan penerapan teknologi secara digital. Salah satu bentuk marketing digital dengan menggunakan media elektronik atau internet marketing (e-marketing). Peran strategi digital marketing dapat menjadikan hal yang penting dalam mengikuti perkembangan teknologi digital mengembangkan rencana untuk menarik konsumen dan mengarahkannya pada perpaduan antara komunikasi dan komunikasi tradisionlal.42

42 Mohamad Trio Febriyantoro, Debby Arisandi, “Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pada Era Masyarakat Ekonomi Asean”, Jurnal Manajemen Dewantara, Vol. 01 No. 02/Desember 2018, 65

Pasar digital sebagai media promosi bertujuan untuk mencapaikan atau menyebarluaskan atau memasarkan tentang suatu produk sehingga dapat mempengaruhi konsumen untuk membelinya. Kegiatan promosi dapat dilakukan lewat beriklan, di media massa, face to face, promosi,

door to door dan sebagainya. Pemanfaatan pasar digital dapat

mengefesiensikan perusahaan terutama dalam biaya untuk memasarkan atau mempromosikan produk perusahaan, disamping jangkauannya yang sangat luas. Media sosial merupakan suatu jaringan sosial yaitu layanan berbasis web yang dapat digunakan. Dalam menggunakan sosial media diperlukan juga menyusun strategi yang tepat. Pengelola akun media sosial harus aktif dan sering memposting tentang produk yang ditawarkan kepada konsumen dan tetap melakukan intraksi dengan pengikut. Kini pasar digital lebih canggih untuk memasarkan produk dengan jangkauan luas dan biaya lebih murah.43

Pada era globalisasi ini segalanya sudah menjadi berkembang dan luas, seperti cara produsen untuk memasarkan suatu produknya pada konsumen. Globalisasi ekonomi merupakan suatu proses aktivitas ekonomi dan perdagangan dimana berbagai Negara diseluruh dunia menjadi kekuatan pasar yang satu dan semakin terintegrasi tanpa hambatan atau batasan teritorial.44

43

Femi Oktaviani, Diki Rustandi, “Implementasi Digital Marketing Dalam Membangun Brand Awareness”, Jurnal Profesi Humas, Vol03 No. 01/2018, 06

44 Made Resta Handika, Agus Ferdy Maradona, Gede Sri Darma, “Strtegi Pemasaran Bisni Kuliner Menggunakan Influencer Melalui Media Sosial Instagram”, Jurnal Manajemen dan Bisnis, Vol. 15 No. 02/Mei 2018, 194

Pemberdayaan ditengah arus globalisasi dan tingginya persaingan harus mampu menghadapi tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan Sumber Daya Manusia dan teknologi.45

Berdasarkan kutipan diatas dapat dipahami bahwa, bahwa penggunaan digital marketing membantu mereka dalam menginformasikan dan berintraksi secara langsung dengan konsumen. Penggunaan digital marketing memperluas pangsa pasar mereka.

Secara keseluruhan internet marketing adalah pendekatan baru dalam dunia marketing yang dapat menghemat biaya, meningkatkan cutomer loyalty dan membantu order secara sistematis.

Dokumen terkait