BAB VIII TATA TERTIB RENOVASI
8.6 Pemberian Sanksi atas larangan Sebagai Berikut
1. Segala kerusakan yang timbul dan mengakibatkan kerugian pada pihak lain menjadi tanggung jawab Pemilik. Pemilik dan kontraktor berkewajiban untuk
44
mengganti kerugian kepada Pengurus Perhimpunan atau pihak lain yang dirugikan atau gugatan yang muncul karena kelalaian Pemilik/kontraktor.
2. Setiap kerusakan pada ruangan umum di dalam atau di luar Apartemen yang disebabkan oleh kelalaian kontraktor harus diperbaiki atas biaya kontraktor tersebut atau dibebankan kepada Pemilik.
3. Untuk sampah yang ditimbulkan karena pekerjaan renovasi dan tidak dibuang oleh Kontraktor, bila diperlukan akan dibuang oleh Badan Pengelola dengan biaya pembuangan dibebankan kepada Kontraktor atau Pemilik.
BAB IX
PROSEDUR KERUSAKAN DAN KESELAMATAN
9.1. Prosedur Pelaporan Kerusakan
1. Terputusnya aliran listrik/MCB/Sekering turun. Laporkan segera segera laporkan kepada customer service pada jam operasional Building Management atau ke engineering diluar jam operasional customer service untuk ditindaklanjuti.
2. Mati/tidak berfungsinya Alarm System/Sprinkler/Intercom/MATV dan Paging System. Laporkan segera kepada customer service pada jam operasional Building Management atau ke engineering diluar jam operasional customer service untuk ditindaklanjuti.
3. Kerusakan atau kebocoran pada saluran air/kran. Usahakan untuk mengganti, menambal, atau memperbaiki kerusakan atau kebocoran yang terjadi. Jika hal tersebut tidak dapat ditangani, segera laporkan kepada customer service pada jam operasional Building Management atau ke engineering diluar jam operasional customer service untuk ditindaklanjuti.
9.2. Prosedur Bila Terjadi Kerusakan Lift
1. Lift mempergunakan Automatic Levelling Control (ALC), yang bekerja beberapa saat setelah listrik padam.
2. ALC akan menjalankan lift sampai pada lantai terdekat dan selanjutnya pintu lift akan terbuka secara otomatis.
3. Apabila terjadi kemacetan pada system ALC ini, Penghuni dapat menekan tombol alarm atau menggunakan intercom yang ada di dalam satuan rumah susun lift tersebut untuk segera mendapat bantuan.
45
9.3. Prosedur Bila Terjadi Kecelakaan/Kematian
1. Laporkan segera kepada Customer Service atau Petugas Security.
2. Penghuni dapat menghubungi langsung pihak Dokter, Rumah Sakit atau Ambulan.
3. Pengurus Perhimpunan tidak menyediakan mobil khusus untuk mengangkut korban ke rumah sakit.
9.4. Prosedur Bila Terjadi Kebakaran
1. Penghuni hendaknya mengetahui bahwa fire alarm dapat berbunyi karena 4 (empat) sebab : Sprinkler pecah, Smoke Detector, Heat Detector dan Pull Boxes.
2. Pada saat alarm berbunyi dan panel alarm menyala, engineering dan petugas safety akan segera melakukan pengecekan sesuai lokasi alarm yang berbunyi.
3. Apabila terjadi kebakaran maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
a. Lihat dan ketahui asal api b. Bila apinya kecil:
- Lakukan pemadaman dengan APAR atau tabung pemadam kebakaran.
- Segera laporkan hal tersebut kepada Petugas Security.
c. Bila apinya besar:
- Segera laporkan ke Petugas Security.
- Pecahkan break glass yang terletak di koridor terdekat.
- Hubungi Dinas Pemadam Kebakaran.
- Segera selamatkan anak-anak kecil atau orang tua dari daerah kebakaran.
- Segera tinggalkan lokasi melalui tangga darurat dan jangan menggunakan lift.
- Dengarkan petunjuk atau perintah petugas evakuasi dari Badan Pengelola.
d. Cara menggunakan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) - Ambil APAR dan bawa ke tempat api.
- Buka/tarik katub pengamannya serta arahkan ke pusat titik api berasal, dengan jarak ± 2 meter.
- Tekan pegangan APAR dan akan keluar racun api, kemudian sapukan ke api.
- Jika api telah padam, lepaskan pegangan APAR.
- Yakinkan bahwa apinya benar-benar telah padam.
46
e. Jika terjebak di dalam ruangan pada saat kebakaran
- Informasikan kepada Petugas Security atau berteriak untuk menarik perhatian.
- Batasi area kebakaran dengan cara menyisipkan handuk basah atau sprei basah di bawah celah pintu untuk menghindari asap masuk ke ruangan.
f. Pada saat Anda mendengar alarm kebakaran
- Jangan panik, tetap tenang, hentikan aktivitas Anda.
- Dengarkan baik-baik petunjuk/penjelasan yang disampaikan oleh Petugas melalui speaker yang ada di setiap koridor atau arahan yang diberikan oleh Petugas yang ada di lokasi Anda.
- Jika ada perintah evakuasi, tutup semua pintu dan jendela Anda sebelum meninggalkan ruangan dan pastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal.
- Gunakan tangga darurat terdekat untuk menuju ke Assembly Point/tempat berkumpul dan jangan menggunakan lift.
- Penting, setiap Penghuni bertanggung jawab terhadap para tamunya karena mereka belum terbiasa dengan tangga darurat yang berada di dalam gedung Anda.
g. Kebakaran terjadi di dalam satuan rumah susun Apartemen adalah tanggung jawab Penghuni dan untuk itu disarankan kepada Penghuni untuk mengasuransikan isi dalam satuan rumah susun Apartemen yang dimiliki.
9.5. Prosedur Bila Terjadi Gempa Bumi 1. Selama goncangan terjadi:
a. Jika di dalam ruangan, tetap tenang, jangan panik, jangan tinggalkan ruangan. Dengarkan baik-baik instruksi dari Petugas Safety melalui speaker yang terpasang di semua koridor.
b. Jauhilah jendela-jendela, pintu-pintu, cermin besar yang tertempel di dinding, filing cabinet/rak buku, pot gantung atau barang lain yang kemungkinan dapat jatuh saat gempa bumi terjadi.
c. Ambil posisi telungkup di bawah meja yang kuat atau carilah posisi di dekat tiang gedung (kolom)/shear wall atau mendekat ke samping credenza, sofa dan menelungkupkan badan di samping benda-benda tersebut, sambil melindungi kepala Anda dengan bantal.
47
d. Jika benda tempat berlindung Anda bergerak (meja, credenza, sofa), ikutlah bergerak sambil memegang benda yang Anda gunakan untuk berlindung.
e. Cabut semua alat listrik dari stop kontak.
2. Pada saat goncangan sudah berhenti:
a. Masing-masing harus melindungi diri sendiri dari pecahan-pecahan kaca dan puing-puing, tetap tenang dan dengarkan arahan Petugas Safety/Floor Warden untuk memulai evakuasi.
b. Dilarang keras menyalakan korek api atau rokok, karena sangat berbahaya jika ada kebocoran gas atau material yang mudah terbakar.
c. Dilarang meninggalkan gedung sebelum ada perintah dari Petugas Safety.
d. Dilarang pergi melihat-lihat sekeliling gedung, hal itu membahayakan karena ada kemungkinan akan kejatuhan/terkena reruntuhan struktur.
e. Pada saat Petugas Safety memerintahkan untuk evakuasi, gunakan pintu keluar dan tangga darurat terdekat di area Anda, kecuali ada arahan khusus dari Petugas Safety/Floor Warden.
f. Dilarang menggunakan lift sampai lift telah dinyatakan cukup aman oleh engineering.
g. Gunakan tangga darurat sesuai arahan Petugas Safety/Floor Warden.
h. Pada saat evakuasi dilaksanakan, sebaiknya Penghuni menyelamatkan hal-hal yang terpenting saja.
9.6. Prosedur Bila Terjadi Ancaman Bom 1. Perhatikan hal-hal berikut:
a. Jangan menggunakan pesawat radio panggil dua arah atau telepon genggam karena frekuensi radio/telepon genggam merupakan pemicu bom yang potensial.
b. Lakukan identifikasi semampunya terhadap penelepon (jenis kelamin, gaya bicara, aksen/logat, tekanan suara penelepon, background suara) dan laporkan segera ke Petugas Security di lobby.
c. Jangan meninggalkan tempat sebelum ada perintah untuk evakuasi dari Petugas Safety.
d. Jangan aktifkan alarm kebakaran.
e. Jangan sentuh atau pindahkan jika Anda menjumpai bungkusan yang mencurigakan.
48
2. Ciri-ciri bungkusan yang perlu Anda waspadai:
a. Tidak ada alamat pengirim.
b. Mempunyai perangko yang berlebihan.
c. Ada bercak-bercak pada bungkusan/agak kotor, missal bercak bekas minyak.
d. Berbau aneh.
e. Terdengar suara aneh, seperti detak jam dari dalam bungkusan.
f. Kedatangannya tidak diketahui.
3. Jika ancaman yang diterima lewat telepon:
a. Kenali penelepon dan catat waktu menerima telepon.
b. Tanyakan sebisa mungkin hal-hal sebagai berikut; lokasi bom, kapan bom akan meledak, seperti apa bentuknya, jenis bom, siapa yang meletakkan, kenapa diletakkan disana dan apa motifnya.
c. Usahakan agar penelepon tetap bicara.
d. Beritahu segera Petugas Security atau kantor polisi.
e. Usahakan untuk mengenali si penelepon, suara di belakangnya serta tanda/identifikasi lainnya.
f. Matikan semua radio.
g. Tetaplah di Apartemen sampai ada pemberitahuan evakuasi.
9.7. Prosedur Bila Terjadi Gangguan Demostrasi/Huru-Hara
Laporkan segera kepada Petugas Security. Berusaha sedapat mungkin untuk meredakan suasana sementara petugas sedang menuju ke lokasi.
9.8. Evakuasi
1. Evakuasi hanya dilakukan melalui tangga darurat, jangan menggunakan lift.
Penghuni harus mengenal dengan baik lokasi tangga darurat.
2. Cepat bertindak dan tetap tenang. Jika terdengar alarm pertama maka bersiaplah untuk meninggalkan satuan rumah susun Apartemen jika keadaan memaksa.
3. Jika terdengar alarm kedua maka segera tinggalkan ruangan menuju tangga darurat.
4. Dilarang membawa barang besar/berat. Waktu sangat berharga, utamakan keselamatan jiwa.
5. Tetap berada di dinding kanan tangga darurat dan gunakan pegangan tangga.
6. Dahulukan mereka yang cacat, orang tua dan anak-anak. Pastikan di dalam satuan rumah susun Apartemen termasuk WC tidak ada yang terjebak.
49
7. Jangan kembali ke lokasi kecuali sudah aman.
8. Jangan membuat panik dan menutup tangga darurat.
9. Jangan membuka pintu yang panas.
BAB X
KETENTUAN PEMBERIAN SANKSI
Ketentuan pemberian sanksi diberlakukan kepada pemilik penghuni/penghuni penyewa dan pihak lain yang mengabaikan dan atau tidak mengindahkan larangan- larangan sebagaimana yang diatur dalam tata tertib kepenghunian (house rules) ini.
10.1 Obyek Larangan
Obyek larangan yang diatur dalam tata tertib ini adalah yang berkaitan penggunaan fasilitas umum, bagain bersama, benda bersama dan kehidupan sosial di lingkungan Apartemen Pakubuwono terrace sebagaimana tercantum dalam Bab IV, Bab V dan Bab VI
10.2 Mekanisme Pemberian Sanksi
1. Pemilik/Penghuni yang melanggar ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Tata Tertib Penghunian dan Peraturan Lainnya baik yang sudah ada maupun yang akan diterbitkan di kemudian akan dikenakan sanksi.
2. Sanksi yang dimaksud adalah sesuai dengan tingkat pelanggarannya dapat berupa, namun tidak harus sesuai dengan urutan dibawah ini:
a. Peringatan secara lisan b. Peringatan secara tertulis
c. Sanksi tidak diberikan layanan (fasilitas ruang fitness, fasilitas kolam renang, dan lain-lain)
d. Sanksi pemutusan aliran utilitas (listrik, air, dan lain-lain) setelah Pengurus Perhimpunan dalam hal ini diwakili oleh Badan Pengelola atas perintah Pengurus Perhimpunan berkordinasi dengan PLN, PT. Palyja-PAM Jaya, dan perusahaan lainnya yang terkait.
e. Sanksi denda.
f. Sanksi pemblokiran akses masuk/parkir/ akses lift g. Sanksi penyegelan.
3. Sanksi sebagaimana dimaksud dalam angka 2 huruf c,d,e,f,dan g didahului dengan 3 (tiga) kali peringatan secara tertulis.
50
4. Apabila penghuni tidak mengindahkan larangan-larangan serta setelah diberi peringatan, maka pengurus perhimpunan melalui badan pengelola (customer service) menerbitkan surat pemberitahuan pemblokiran kartu akses, pemutusan utilitas listrik dan air, pemandulan ban kendaraan.
5. Pemberitahuan pemblokiran kartu akses sebagaimana dimaksud pada angka 4 adalah sesuai dengan jenis/obyek larangan dalam Tata tertib Penghunian (house rules) ini.
6. Terhadap pemilik penghuni/penghuni penyewa yang kartu aksesnya diblokir dapat diaktifkan kembali dengan membuat pernyataan bahwa tidak akan melakukan atau mengulangi kesalahan yang sama dan membayar biaya pengaktifan kartu akses yang ditetapkan oleh Pengurus Perhimpunan.
7. Terhadap pemilik penghuni/penghuni penyewa yang melakukan pelanggaran ketentuan larangan parkir, maka badan pengelola menggandul/menggebok roda kendaraan.
8. Badan pengelola dapat membuka gembok/bandulan roda kendaraan setelah pemilik/penghuni membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama pada obyek larangan dalam tata tertib ini.
9. Pengurus Perhimpunan berhak melaporkan dan meneruskan kepada instansi yang berwenang untuk mengambil tindakan hukum terhadap Pemilik/Penghuni yang melakukan pelanggaran/tindak pidana.
BAB XI
KETENTUAN PEMBAYARAN
IURAN PEMELIHARAAN LINGKUNGAN (SERVICE CHARGE),
DANA ENDAPAN (SINKING FUND), LISTRIK AIR (UTILITAS), DAN LAIN-LAIN
11.1 Iuran Pemeliharaan Lingkungan (Service Charge)
Biaya Service Charge dihitung berdasarkan kebutuhan nyata seluruh biaya operasional, pemeliharaan dan perawatan, serta biaya-biaya lainnya yang ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah para Pemilik dan Penghuni Rumah Susun dan dibebankan kepada Pemilik dan Penghuni secara proporsional sesuai NPP (Nilai perbandingan Proporsional) masing-masing.
Tarif Service Charge diusulkan oleh Pengurus Perhimpunan untuk mendapat persetujuan dalam RUA (Rapat Umum Anggota). Pembayaran Service Charge dilakukan secara periodik, 3 bulanan dibayar dimuka sesuai keputusan dalam rapat Umum.
51
Jatuh tempo pembayaran tagihan Service Charge adalah tanggal 20 setiap bulan pertama tagihan.
11.2 Dana Endapan (Sinking Fund).
Biaya Dana Endapan (Sinking Fund) dihitung berdasarkan jumlah total perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk peningkatan kualitas Rumah Susun dengan cara Membagi perkiraan biaya yang dibutuhkan terhadap NPP setiap satuan Rumah Susun.
Besarnya dana endapan (sinking fund) ditetapkan dalam rapat umum dan dibayarkan dimuka 3 bulanan dan dapat dilakukan penyesuaian nilai besaran sesuai kenaikan biaya peningkatan kualitas Rumah Susun.
Tarif Sinking Fund diusulkan melalui Rapat Umum oleh Pengurus Perhimpunan untuk mendapat persetujuan dalam RUA (Rapat Umum Anggota).
Jatuh tempo pembayaran tagihan Dana Endapan (sinking Fund) adalah tanggal 20 setiap bulan pertama.
11.3. Listrik dan Air (Utilitas)
Biaya pemakaian utilitas berdasarkan pemakaian masing-masing satuan rumah susun pemilik Penghuni/penghuni.
Tarif biaya PLN didapat dari total seluruh tagihan PLN perbulan dibagi dengan total pemakaian daya (KWH) sebagaimana yang tertera dalam invoice bulanan.
Dan biaya tagihan air sesuai dengan tarif Air pemakaian air yang ditentukan oleh PDAM.
Jatuh tempo pembayaran utilitas adalah tanggal 20 setiap bulannya.
11.4. Telepon dan/atau Internet
Biaya Telepon dan/atau Internet berdasarkan pemakaian Penghuni.
Tarif Telpon dan/atau Internet ditetapkan oleh Provider penyedia layanan telepon atau internet.
11.5. Pajak Bumi dan Bangunan
Surat Pemberitahuan Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT) tahun berjalan menjdi kewajiban para pemilik/penghuni sesuai dengan perhitungan sebagaimana tercantum dalam SPPT PBB yang jatuh tempo pembayarannya dan tempat pembayaran paling lambat sebagaimana tertera dalam SPPT Tersebut.
52
11.6. Asuransi
Asuransi Gedung berikut struktur bangunan meliputi asuransi kebakaran dan asuransi gempa bumi.
Perusahaan asuransi dipilih melalui lelang terbuka, premi atas nama PPPSRS dan dilarang dialihkan kepada pihak manapun.
11.7. Sanksi keterlambatan pembayaran service charge dan sinking fund
Keterlambatan pembayaran service charge dan sinking fund, akan dikenakan denda dengan mekanisme dan perhitungan sebagai berikut:
a. Tahap pertama pengurus melalui badan pengelola menerbitkan surat pemberitahuan akan jatuh tempo pembayaran Tagihan service charge dan sinking fund H-7 sebelum jatuh tempo pembayaran.
b. Tahap kedua apabila pemilik/penghuni belum melakukan pembayaran setelah tanggal jatuh tempo akan diterbitkan surat peringatan I (satu) disertai dengan denda keterlambatan sebesar maksimum 5 % dari pokok tunggakan.
c. Tahap Ketiga apabila surat peringatan I (satu) tidak dipatuhi dan belum melakukan pembayaran, maka akan diterbitkan surat peringatan II (dua) disertai dengan denda keterlambatan sebesar maksimum 10 % dari pokok tunggakan.
d. Tahap Keempat apabila surat peringatan II (dua) tidak dipatuhi dan belum melakukan pembayaran, maka akan diterbitkan surat peringatan III (tiga) disertai dengan denda keterlambatan sebesar maksimum 25 % dari pokok tunggakan dengan tambahan sanksi pemblokiran kartu akses atas terhadap area Bersama, seperti akses ke kolam Renang, Akses Parkir, Akses Lift yang pemberlakuannya 3 hari setelah surat peringatan dikirimkan kepada pemilik/penghuni.
e. Pemberlakuan pemblokiran kartu akses terhadap penggunaan area Bersama, lift, parkir, kolam renang, koridor dan tangga darurat.
f. Apabila pemilik dan atau penghuni melakukan pembayaran setelah dilakukan pemblokiran kartu akses pada area Bersama, maka dikenakan biaya pengaktifan Kembali yang besarnya sesuai peraturan yang berlaku.
11.8 Sanksi keterlambatan pembayaran listrik dan air (Utilitas).
Keterlambatan pembayaran utilitas, akan dikenakan denda dengan mekanisme dan perhitungan sebagai berikut:
53
1. Tahap pertama pengurus melalui badan pengelola menerbitkan surat pemberitahuan akan jatuh tempo pembayaran Tagihan utilitas H-7 sebelum jatuh tempo pembayaran tanggal 20 setiap bulan.
2. Tahap kedua apabila pemilik/penghuni belum melakukan pembayaran setelah tanggal jatuh tempo akan diterbitkan surat peringatan I (satu) disertai dengan denda keterlambatan sebesar maksimum 5 % dari pokok tunggakan.
3. Tahap Ketiga apabila surat peringatan I (satu) tidak dipatuhi dan belum melakukan pembayaran, maka akan diterbitkan surat peringatan II (dua) disertai dengan denda keterlambatan sebesar maksimum 10 % dari pokok tunggakan dan sanksi pemutusan sementara listrik dan air.
4. Tahap Keempat apabila surat peringatan II (dua) tidak dipatuhi dan belum melakukan pembayaran, maka akan diterbitkan surat peringatan III (tiga) disertai dengan pencabutan meter listrik dan air yang pemberlakuannya 3 hari setelah surat peringatan dikirimkan kepada pemilik/penghuni.
5. Apabila pemilik dan penghuni belum melakukan pembayaran setelah dilakukan pemutusan utilitas listrik dan air, maka dikenakan biaya penyambungan listrik dan air sesuai dengan peraturan yang berlaku.
BAB XII
KETENTUAN LAIN-LAIN
12.1 Tenaga Pemasaran/Agent Property
Harus melapor kepada Badan Pengelola mewakili Pengurus Perhimpunan dan menyerahkan :
− Surat persetujuan sewa/menyewa yang ditanda tangani oleh Pemilik satuan rumah susun apartemen.
− Mengisi formulir pendataan tenaga pemasaran/agent property.
− Memberikan fotokopi identitas dan pas foto terbaru.
− Agent property dilarang menyewakan satuan rumah susun pemilik secara perjam, harian bulanan dan hanya diperkenan menyewakan paling sedikit 1 tahunan.
− Penyewa wajib melapor kepada Pengurus Perhimpunan melalui Badan pengelola untuk mendapatkan kartu akses.
54
12.2. Narkoba, Mabuk dan Judi
Setiap Pemilik atau Penghuni dilarang keras menjadikan satuan rumah susun apartemen atau area di lingkungan Apartemen sebagai tempat berjualan/mengkonsumsi/menyimpan minuman keras, narkotika, dan obat-obatan terlarang lainnya serta tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
12.3. Pemberian Sumbangan
Segala bentuk sumbangan berupa uang, makanan, perabot rumah tangga/dapur, elektronik, olahraga, dan apapun disalurkan melalui Pengurus Perhimpunan dan tidak diperkenankan untuk memberi kepada karyawan secara langsung.
Hal ini untuk mencegah terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme dan untuk menjaga hubungan Pemilik dan/atau Penghuni dengan karyawan badan pengelola agar tetap saling menghormati dan menghargai. Jika ada permintaan oleh karyawan badan pengelola maka permintaan tersebut agar ditolak dan dilaporkan kepada PPPSRS.
Hal-hal lain yang belum diatur dalam Tata Tertib Penghunian (house Rules) ini akan diatur kemudian oleh Pengurus Perhimpunan dengan persetujuan Rapat Umum Perhimpunan.
Pemilik yang akan menjual/menyewakan satuan rumah susun apartemen harus menginformasikan Tata Tertib Penghunian ini kepada calon pembeli/penyewa. Semua aturan yang ada dalam Tata Tertib Penghunian, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga harus dipatuhi oleh Pembeli/Penyewa.
BAB XII
KETENTUAN PENUTUP
Peraturan tata Tertib Penghunian (House Rules) mulai berlaku pada tanggal disahkan dalam rapat umum dan mengikat seluruh pemilik penghuni/penghuni dan pihak lain dilingkungan rumah susun Apartemen Pakubuwono Terrace kota administrasi Jakarta Selatan.
Apabila terdapat permasalahan yang timbul dan belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur oleh Pengurus.
55
Demikian tata Tertib Penghunian ( House Rules) ini dibuat untuk menjadi pedoman bagi seluruh pemilik dan penghuni anggota perhimpunan yang merupakan aturan yang harus di tatati guna menjaga ketertiban, kemanan, kenyamanan, keselamatan dalam kehidupan bersama di rumah susun sehingga tercipta keselarasan, kebersamaan, kekeluargaan dalam keberagaman budaya, suku, ras dan keagamaan, Bahasa yang pada akhirnya meningkatkan nilai jual Apartemen secara keseluruhan.
Di sahkan pada tanggal : ……….. dalam Rapat Umum Anggota Luar Biasa
PERHIMPUNAN PEMILIK DAN PENGHUNI SATUAN RUMAH SUSUN
APARTEMEN PAKUBUWONO TERRACE KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN Pengurus
Suaib Sakariah Lie In ve
KETUA PENGURUS SEKRETARIS PENGURUS
Pengawas
Kharles Simanjuntak Aji Sutrisno
KETUA PENGAWAS SEKRETARIS PENGAWAS