• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Rencana Tindakan

2. Pemberian tindakan (Siklus)

Sebelum melaksanakan tindakan, peneliti menyusun rencana tindakan sebagai berikut:

45

1) Peneliti menyiapkan skala pre-test untuk mengetahui tingkat kohesivitas kelompok pengurus OSIS SMP Negeri 3 Sambit. 2) Peneliti melakukan pre-test untuk mengetahui tingkat

Kohesivitas kelompok pengurus OSIS.

3) Peneliti memberitahukan hasil pre-test kepada guru pembimbing dan mendiskusikan rencana tindakan yang sesuai.

4) Peneliti menyusun jadwal pelaksanaan teknik role playing

yang akan dilakukan. Pelaksanaan teknik ini akan melibatkan guru pembimbing dan pengurus OSIS.

5) Peneliti menyiapkan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan

role playing.

b. Tindakan

Tindakan dalam penelitian ini menggunakan teknik role playing, sehingga para siswa dapat bekerjasama antar anggota dalam berperan serta meningkatkan keeratan atau kohesivitas dalam kepengurusan OSIS. Adapun langkah-langkah tindakan sebagai berikut:

1) Tindakan pertama

a) Peneliti memperkenalkan diri kepada pengurus OSIS agar terjalin suasana yang akrab.

b) Guru BK menjelaskan tujuan, materi dan peraturan dalam melakukan teknik role playing.

46

c) Peneliti bersama dengan guru BK memberikan materi pengantar mengenai pengertian kohesivitas kelompok, faktor yang mempengaruhi, dan manfaat kohesivitas kelompok.

d) Peneliti bersama pengurus OSIS dan guru membentuk kelompok untuk memainkan peran yang telah disiapkan oleh peneliti.

e) Peneliti dan guru BK memastikan kesiapan kelompok yang akan tampil mempraktikan role playing.

f) Pengurus OSIS pada kelompok pertama mepraktikkan role playing dengan tema “Kerjasama”, pengurus lain yang belum tampil atau berperan bertindak sebagai observer. g) Mendiskusikan tentang peran yang sudah dilakukan dengan

tema “Kerjasama” dengan semua pengurus OSIS, serta dilakukan sesi tanya jawab.

h) Guru BK membagikan naskah kepada kelompok selanjutnya untuk dipelajari dan akan diperankan pada pertemuan selanjutnya.

i) Penutupan dengan melakukan diskusi tentang kesan dan manfaat dari kegiatan yang telah dilakukan.

47

2) Tindakan kedua

a) Pembukaan, dilakukan sedikit pemanasan dengan membahas tindakan sebelumnya dan memastikan kesiapan pengurus OSIS untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. b) Peneliti dan guru BK memastikan kesiapan kelompok yang

akan tampil mempraktikan role playing.

c) Pengurus OSIS pada kelompok kedua mepraktikkan role playing dengan tema “Menolong”, pengurus lain yang belum tampil atau berperan bertindak sebagai observer. d) Mendiskusikan tentang peran yang sudah dilakukan dengan

tema “Menolong” dengan semua pengurus OSIS, serta dilakukan sesi tanya jawab.

e) Guru BK membagikan naskah kepada kelompok selanjutnya untuk dipelajari dan akan diperankan pada pertemuan selanjutnya.

f) Penutupan dengan melakukan diskusi tentang kesan dan manfaat dari kegiatan yang telah dilakukan.

3) Tindakan ketiga

a) Pembukaan, dilakukan sedikit pemanasan dengan membahas tindakan sebelumnya dan memastikan kesiapan pengurus OSIS untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. b) Peneliti dan guru BK memastikan kesiapan kelompok yang

48

c) Pengurus OSIS pada kelompok kedua mepraktikkan role playingdengan tema “Toleransi”, pengurus lain yang belum tampil atau berperan bertindak sebagai observer.

d) Mendiskusikan tentang peran yang sudah dilakukan dengan

tema “Toleransi” dengan semua pengurus OSIS, serta dilakukan sesi tanya jawab.

e) Guru BK membagikan naskah kepada kelompok selanjutnya untuk dipelajari dan akan diperankan pada pertemuan selanjutnya.

f) Penutupan dengan melakukan diskusi tentang kesan dan manfaat dari kegiatan yang telah dilakukan.

4) Tindakan keempat

a) Pembukaan, dilakukan sedikit pemanasan dengan membahas tindakan sebelumnya dan memastikan kesiapan pengurus OSIS untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. g) Peneliti dan guru BK memastikan kesiapan kelompok yang

akan tampil mempraktikan role playing.

h) Pengurus OSIS pada kelompok kedua mepraktikkan role playing dengan tema “Komitmen”, pengurus lain yang belum tampil atau berperan bertindak sebagai observer. i) Mendiskusikan tentang peran yang sudah dilakukan dengan

tema “Komitmen” dengan semua pengurus OSIS, serta dilakukan sesi tanya jawab.

49

j) Penutupan dengan melakukan diskusi tentang kesan dan manfaat dari kegiatan yang telah dilakukan.

Tindakan di atas dilaksanakan dengan alokasi waktu 30 menit tiap pertemuan. Apabila tindakan pada siklus I belum menunjukkan keberhasilan maka tindakan akan dilaksanakan pada siklus ke II dengan mengacu pada kekuatan dan kelemahan yang ada pada siklus I dan seterusnya

c. Observasi

Observasi dilakukan terhadap proses pemberian teknik role playing dengan menggunakan lembar observasi. Peneliti mencatat apa yang terjadi selama proses pemberian layanan pada setiap siklus agar memperoleh data yang lengkap sebagai bahan untuk memperbaiki layanan yang diberikan pada siklus berikutnya. Hal- hal yang diamati pada saat pelaksanaan tindakan adalah kepercayaan diri pengurus OSIS dalam memainkan peran dan menangapi permasalahan yang ada di dalam proses role playing, interaksi pengurus dengan pengurus lain serta kepada guru BK, kemampuan pengurus dalam mengungkap dan memilih alternatif- alternatif pemcahan masalah, dan keaktifan pengurus OSIS dalam mengikuti kegiatan dan diskusi serta memilih alternatif pilihan.

Selain pengamatan terhadap proses role playing, peneliti juga melakukan pengamatan terhadap hasil, antara lain keberhasilan pengurus dalam menjalin interaksi sosial dengan

50

pengurus lainnya, kemampuan pengurus OSIS dalam berempati dan menghargai teman, keberanian pengurus dalam berpendapat dan membuat keputusan dalam role playing, kemampuan pengurus dalam menjalin kerjasama, dan tanggung jawab atau komitmen pengurus dalam melaksanakan alternatif pemecahan masalah yang telah dibuat bersama.

Observasi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesesuaian pemberian tindakan dengan rancangan tindakan. Observasi juga dapat mengetahui bagaimana pelaksanaan tindakan dapat mempengaruhi kohesivitas kelompok seperti yang diharapkan di setiap kegiatan, yaitu meningkatkan kohesivitas kelompok pengurus OSIS. Selanjutnya, hasil observasi akan diakumulasikan dalam laporan hasil penelitian.

d. Refleksi

Refleksi dilakukan setelah berbagai macam data terkumpul dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana teknik role playing dapat berasil mengatasi masalah dalam meningkatkan kohesivitas kelompok pengurus OSIS. Refleksi juga dilakukan untuk memahami proses dan kendala yang terjadi selama proses berlangsung. Peneliti menggunakan skala kohesivitas yang diberikan kepada pengurus OSIS pada akhir siklus (post test), yang bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kohesivitas pada kepengurusan OSIS setelah diberi tindakan, selain itu hasil

51

wawancara dan observasi juga menjadi hal yang penting dalam mendukung penelitian.

Apabila siklus pertama sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka penelitian tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya atau diberhentikan. Namun jika siklus pertama belum sesuai dengan yang diharapkan, maka dilakukan siklus yang kedua. Refleksi dari tindakan pada siklus pertama akan digunakan sebagai evaluasi untuk melakukan revisi pada tindakan yang kedua dengan berdiskusi bersama guru BK dan tanggapan dari pengurus. Jika hasil dari siklus kedua telah sesuai dengan tujuan penelitian yang diharapkan, maka penelitian akan dihentikan.

Dokumen terkait