• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

F. Pembiayaan Bagi Hasil Dengan Prinsip Mudharabah

1) Pembiayaan Mudharabah yaitu : akad kerja sama antara bank dan nasabah dimana bank selalu Shahibul maal menyediakan dana dengan perhitungan 100 % modal dan nasabah selaku pengelola, dan keuntungan di bagi berdasarkan kesepakatan yang di tuangkan dalam akad pembiayaan.

Sedangkan apabila rugi, maka kerugian di tanggung oleh bank selama kerugian itu dapat di buktikan tidak karena kelalaian nasabah selaku pengelola.

Jangka waktu pembiayaan Mudharabah di sesuaikan dengan rencana, lama obyek usaha yang di biayai atau sesuai kesepakatan dengan nasabah.

Demikian juga jaminan / tabungan di persyaratkan untuk menjaga agar Mudharib / peminjam / debitur tetap amanah dalam menjalankan usahanya sesuai ketentuan yang di sepakati.

Tata cara perhitungan nisbah bagi hasil dalam pembiayaan mudharabah adalah sebagai berikut :

Sebelum menetapkan nisbah bagi hasil, maka oleh bank dan calon nasabah bersama bersepakat terhadap asumsi persentase pendapatan dari usaha yang di kelola setelah mendapatkan dana pembiayaan, misalnya asumsi pendapatannya 20 % setelah asumsi pendapatan tersebut di sepakati, maka pendapatan perbulan ( rata-rata 20% ) dikali dengan jangka waktu pembiayaan. Setelah itu maka asumsi total pendapatan di hitung, maka berikutnya di tetapkan suatu nisbah bagi hasil misalnya 25 : 75. Dalam menetapkan nisbah bagi hasil, maka yang perlu di perhatikan oleh bank

adalah tingkat persaingan dengan suku bunga pada kredit bank lain. Adapun kewajiban Mudharib / debitur dalam pembiayaan mudharabah adalah menyetor angsuran bagi hasil di luar angsuran pokok pembiayaan setiap bulan.

Dan pada saat jatuh tempo, maka debitur membayar lunas angsuran bagi hasil bulan terakhir plus pokok pembiayaan. Penetapan nisbah bagi hasil sangat variatif, oleh karena prinsip persaingan suku bunga bank lain tetap perlu di perhatikan.

2) Pembiayaan jual beli dengan prinsip murabahah

Pembiayaan jual beli ( Bai Al Murabahah ) yaitu : transaksi jual beli barang dimana harga pokok perolehan di tambah keuntungan yang di sepakati antara Bank dengan nasabah / debitur.

Bank dalam hal ini selaku penjual menjual dan memberi tahu soal harga jual yang di tawarkan kepada nasabah dan oleh nasabah membayar angsuran ( angsuran pokok +keuntungan ) yang di sepakati setiap bulannya kepada bank.

Karakteristik Bai Al Murabahah :

1. Jual beli barang sebesar harga perolehan di tambah keuntungan yang di sepakati

2. Transaksi Murabahah terdiri dari : - Murabahah

- Murabahah berdasarkan pesanan : 1) Dapat bersifat mengikat

2) Dapat bersifat tidak mengikat - Tidak dapat di batalkan

- Jika mengalami penurunan nilai sebelum di serahkan menjadi beban penjual.

3. Pembayaran Murabahah : a) Secara Tuna

b) Dengan cicilan / angsuran

4. Bank dapat memberikan potongan atas pembayaran, jika : a) Mempercepat pembayaran cicilan

b) Melunasi utang sebelum jatuh tempo

c) Meminta agunan / jaminan atas utang nasabah.

5. Potongan harga pembelian menjadi milik nasabah 6. Urbun :

a) Bank dapat meminta uang muka sesuai dengan kesepakatan. Akad jadi di laksanakan, maka urbun menjadi bagian dari pelunasan utang.

b) Akad batal, urbun di kembalikan kepada nasabah setelah di kurangi kerugian.

7. Denda :

a) Dapat dikenakan pada nasabah yang tidak memenuhi kewajibannya, kecuali dapat di buktikan bahwa nasabah tidak mampu, denda ini di alokasikan untuk dana sosial

b) Di kenakan bagi nasabah yang menunda pembayaran, kecuali dapat di buktikan ketidak mampuannya

c) Keputusan atas kebijakan pengenaan denda harus di setujui Dewan Pengawas Syari’ah. Contoh transaksi pembiayaan jual beli dengan prinsip murabahah.

8. Transaksi Pembiayaan Untuk Kepentingan Modal Kerja Pada Sektor Usaha Perdagangan :

Tuan Ali adalah seorang pedagang barang campuran ingin menambah usahanya. Tuan ali berinisiatif ingin meminjam modal usaha pada BPR Syari’ah Surya Sejati, dan mengajukan proposal permohonan pembiayaan modal kerja kepada Bank dengan jumlah kebutuhan modal sebesar Rp 5.000.000,- dan jangka waktu 1 tahun ( 12 bulan ). Setelah bank melakukan pemeriksaan berkas permohonan beserta beberapa persyaratan termasuk jaminan / agunan, maka Bank langsung melakukan survey usaha yang di miliki tuan ali. Dan setelah bank menganggap bahwa usaha yang di kelola tuan ali layak di biayai, maka bank menyetujui permohonan tuan ali tersebut.

Dan disepakati jenis pembiayaan yaitu pembiayaan jual beli dengan prinsip Murabahah.

Setelah surat akad perjanjian di buat bank meminta kepada tuan ali daftar barang campuran ini oleh bank dibuat daftar harga jual barang yang di tawarkan oleh bank kepada tuan ali. Harga jual barang adalah harga pokok barang di tambah margin atau keuntungan setiap bulan selama 1 tahun ( 12

bulan ) dengan masa angsuran adalah 12 bulan. Sebelum administrasi akad jual beli di buat, maka bank terlebih dahulu membeli / menyediakan sej2umlah barang yang di butuhkan tuan ali senilai Rp 5.000.000,- barang campuran tersebut oleh bank dibeli pada pedagang grosir dengan bukti pesanan barang atau Delivery Order ( DO ). Setelah semuanya di sepakati, maka pada saat realisasi pembiayaan DO inilah yang di berikan kepada tuan ali dan DO ini pulalah yang di gunakan sebagai dasar perhitungan margin / keuntungan.

Asumsi margin/keuntungan setiap bulan yang di sepak adalah 2% selama 1 tahun ( 12 bulan ) atau 2% X 12 bulan = 24%.

Jadi harga jual barang adalah : Rp 5.000.000,- + ( Rp 5.000.000,- X 24% ) = Rp 5.000.000,- + Rp 1.200.000,- = Rp 6.200.000,-

Jumlah angsuran tuan Ali setiap bulan kepada Bank adalah :

Rp 6.200.000,- : 12 bulan = Rp 516.700,- (angsuran bulan 1 sampai bulan ke 11 ), dan Rp 516.300,- (angsuran bulan ke 12 ).

Transaksi pembiayaan untuk keperluan konsumtif berupa berupa pembelian 1 ( satu ) unit kendaraan roda dua ( motor ).

Pada dasarnya perhitungan pembiayaan untuk keperluan konsumtif ini sama dengan contoh kasus tersebut di atas. Yang membedakan adalah jenis barang yang ingin dibeli dan jangka waktu angsuran / cicilan yang di sepakati.

Sehingga jumlah angsuran setiap bulannya adalah sebagai berikut :

a) Harga pokok kendaraan roda dua ( motor ) diasumsikan sebesar Rp 13.500.000,-

b) Asumsi margin / keuntungan yang disepakati antara bank dengan nasabah debitur adalah 1,5 perbulan

c) Jangka waktu angsuran / cicilan adalah 3 tahun ( 36 bulan ).

Jadi harga jual yang ditawarkan oleh bank kepada debitur adalah : a) Rp 13.500.000,- + ( Rp 13.500.000,- X 1,5 % X 36 bulan ) b) Rp 13.500.000,- + ( Rp 13.500.000,- X 54 % )

c) Rp 13.500.000,- + Rp 7.290.000,- = Rp 20.790.000,-

Jadi kewajiban debitur kepada bank setiap bulannya adalah :

= Rp 20.790.000,- : 36 bulan = Rp 577.500,-

Jenis Pembiayaan dan sektor usaha yang dibiayai adalah sebagai berikut :

Adapun jenis pembiayaan dan sektor usaha yang di biayai adalah sebagai berikut :

a. Jenis Pembiayaan yaitu :

a) Untuk Keperluan Modal Kerja :

Modal kerja diperlukan untuk membiayai sektor usaha yaitu : 1) Sektor Perdagangan misalnya :

- Pembelian barang dagangan campuran - Pembelian ikan untuk penjual ikan

- Pembelian buku-buku untuk toko buku - Pembelian barang dagangan lainnya.

2) Sektor Industri misalnya : - Usaha industri meubel - Usaha konveksi

- Usaha industri lainnya.

3) Sektor jasa misalnya : - Usaha jasa angkutan - Usaha jasa lainnya.

4) Konsumtif misalnya :

- Untuk keperluan biaya pendidikan

- Untuk keperluan pengadaan kendaraan bermotor pribadi

- Untuk keperluan pengadaan perabot rumah tangga, dan sebagainya.

9. Untuk Keperluan Investasi

Jenis investasi diperlukan untuk membiayai sektor : a. Sektor Perdagangan misalnya :

1) Untuk pengadaan armada angkutan

2) Untuk pengadaan sarana dan prasarana inventaris took dsbnya.

b. Sektor Industri misalnya :

1) Untuk pembelian alat-alat pertukangan dalam industri meubel 2) Untuk pengadaan alat cetak industri batu merah.

c. Sektor Usaha Jasa misalnya :

1) Sepeda motor untuk usaha jasa angkutan ojek

2) Untuk pembelian kendaraan roda empat bagi usaha angkutan umum.

Realisasi penyaluran dana Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Surya Sejati kepada masyarakat dalam 5 (tahun) tahun terakhir (tahun 2007-2011) adalah sebagai berikut :

1. Tahun 2007 :

a) Produk Mudharabah :

1) Pembiayaan Mudharabah Rp 80.000.000,- 2) Pembiayaan Murabahah Rp 1.288.327.000,-

Jumlah Rp 1.368.327.000,-

b) Jenis Pembiayaan :

1) Modal Kerja Rp 1.085.827.000,-

2) Investasi Rp 17.500.000,-

3) Konsumtif Rp 265.000.000,-

Jumlah Rp 1.368.327.000,-

2. Tahun 2008 :

a) Produk Pembiayaan :

1) Pembiayaan Mudharabah Rp 83.000.000,- 2) Pembiayaan Murabahah Rp 1.610.150.000,-

Jumlah Rp 1.693.150.000,-

b) Jenis Pembiayaan :

1) Modal Kerja Rp 1.340.650.000,-

2) Investasi Rp 0,-

3) Konsumtif Rp 352.500.000,-

Jumlah Rp 1.693.150.000,-

3. Tahun 2009 :

a) Produk pembayaran :

1) Pembiayaa Mudharabah Rp 88.500.000,- 2) Pembiayaan Murabahah Rp1. 684.265.000,-

Jumlah Rp 1.772.765.000,-

b) Jenis Pembiayaan

1) Modal Kerja Rp 1.230.550.000,-

2) Investasi Rp 18.000.000,-

3) Konsumtif Rp 524.215.000,-

Jumlah Rp 1.772.765.000,-

c) Sektor Usaha :

1) Perdagangan Rp 1.125.650.000,-

2) Industri Rp 100.000.000,-

3) Jasa Rp 547.115.000,-

Jumlah Rp 1.772.765.000,-

4. Tahun 2010 :

a) Produk Pembiayaan :

1) Pembiayaan Mudharabah Rp 60.500.000,- 2) Pembiayaan Murabahah Rp 1.388.300.000,-

Jumlah Rp 1.448.800.000,-

a) Perdagangan Rp 1.192.500.000,-

1) Industri Rp 114.250.000,- 2) Pembiayaan Murabahah Rp1. 614.848.600,-

Jumlah Rp 1.829.848.600,-

c) Sektor Usaha :

1) Perdagangan Rp 1.320.500.000,-

2) Industri Rp 210.250.000,-

3) Jasa Rp 299.098.600,-

Jumlah Rp 1.829.848.600,-

6. Tahun 2012 :

a) Produk Pembiayaan ;

1) Pembiayaan Mudharabah Rp 233.000.000,- 2) Pembiayaan Murabahah Rp1.635.136.200,-

Jumlah Rp1.868.136.200,-

b) Jenis Pembiayaan :

1) Modal Kerja Rp1.533.250.200,-

2) Investasi Rp 0,-

3) Konsumtif Rp 334.886.000,-

Jumlah Rp1.868.136.200,-

c) Sektor Usaha :

1) Perdagangan Rp1.350.224.200,-

2) Industri Rp 150.114.000,-

3) Jasa Rp 367.798.000,-

Jumlah Rp1.868.136.200,-

Adapun gambaran perkembangan realisasi dana pembiayaan yang telah di salurkan kepada masyarakat, dalam lima tahun terakhir ( tahun 2007 – 2012 ).

Sebagaimana data yang ada di atas, maka secara umum memberikan gambaran, bahwa jumlah dana yang di salurkan dalam bentuk pembiayaan / kredit kepada masyarakat / debitur pada 5 ( lima ) tahun terakhir ( 2007-2012 ) menunujukkan trent yang tidak menggembirakan. Hal ini di buktikan pada data tersebut di atas, dimana :

1. Jumlah dana pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat pada tahun 2007 adalah sebesar Rp 1.368.327.000,-.

2. Pada tahun 2008 telah di salurkan dana pembiayaan ke masyarakat sebesar Rp 1.639.150.000,-. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan realisasi pembiayaan adanya peningkatan realisasi pembiayaan sebesar Rp 324.823.000,- (23,7 % ) dari tahun 2007.

3. Jumlah dana yang di salurkan pada tahun 2009 adalah sebesar Rp 1.772.765.000,-.

Kondisi ini menunjukkan terjadinya peningkatan 4,7 % dari tahun 2008 sebesar Rp 1.693.150.000,-.

4. Pada tahun 2010 adalah sebesar Rp 1.448.800.000,-. Kondisi ini menunjukkan penurunan sebesar Rp 323.965.000,- ( 18,3 %) dari tahun 2009 sebesar Rp 1.772.765.000,-.

5. Tahun 2011 adalah sebesar Rp 1.829.848.600,- berarti bahwa kembali terjadi peninkatan sebesar Rp 57.083.600,- dari tahun 2010 sebesar Rp 1.772.765.000,-

6. Realisasi pembiayaan pada tahun 2012 adalah sebesar Rp 1.868.136.200,- kondisi ini menunjukkan bahwa terjadi lagi peningkatan realisasi pembiayaan sebesar Rp 38.287.600,- dari jumlah realisasi pembiayaan dari tahun 2011 sebesar 1.829.848.600,-

Kondisi perkembangan jumlah dana yang di salurkan kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan.

Dari penjelasan diatas maka penulis menganalisis kinerja bank syariah surya sejati palleko dilihat dari segi pembiayaan kepada masyarakat yaitu sebagai berikut :

No Tahun Jumlah Dana Kinerja

1 2007 1.368.327.000 Meningkat

2 2008 1.693.150.000 Meningkat

3 2009 1.772.765.000 Meningkat

4 2010 1.448.800.000 Meningkat

5 2011 1.829.848.600 Meningkat

6 2012 1.868.136.200 Meningkat

Dari tabel diatas maka, dapat di analisis bahwa : a. Pada tahun 2007 mengalami peningkatan b. Pada tahun 2008 mengalami peningkatan c. Pada tahun 2009 mengalami peningkatan d. Pada tahun 2010 mengalami penurunan e. Pada tahun 2011 mengalami peningkatan f. Pada tahun 2012 mengalami peningkatan

Demikianlah analisis yang penulis dapat simpulkan.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang penulis dapat simpulkan mengenai bank BPRS Surya Sejati Palleko adalah sebagai berikut :

1. Jumlah dana pihak ketiga yang terdiri dari tabungan Mudharabah, tabungan ONH, tabungan Qurban dan deposito Mudharabah yang berhasil di himpun pada 5 ( lima ) tahun terakhir ( tahun 2007-2012 ) menunjukkan trand yang tidak stabil.

2. Jumlah dana yang di salurkan dalam bentuk pembiayaan / kredit kepada masyarakat / debitur pada 5 ( lima ) tahun terakhir ( 2007-2012 ) menunjukkan trent yang tidak menggembirakan.

B. Saran

1. Penulis berharap dengan adanya penelitian ini agar kinerja bank syariah surya sejati palleko lebih bekerja keras dalam memenuhi keinginan para nasabahnya.

2. Penulis sangat berharap agar para karyawan bank syariah surya sejati palleko, lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya.

3. Harapan penulis agar para nasabah berkeinginan untuk berinvestasi di bank syariah surya sejati palleko.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, A. Hasymi, 1992. Manajemen Bank, Jakarta : Raden Jaya.

Antonio dan Perwatatmaja, 2003. Bank dan Islam, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Antonio, Muhammad Syafii, 2001. Bank Syariah, Jakarta : Taskia Cendekia.

Hasibuan, H. Malayu S.p., 2002. Dasar-Dasar Perbankan, Jakarta : Bumi Aksara.

Hamadi, Abu, 2009. Indah dan Nikmat hidup, Pustaka Hidayah.

Ince I. Amirman Yosuda, 1993. Penelitian dan Statistik Penelitian, Jakarta : Bumi Aksara.

Ismail, 2010. Manajemen Perbankkan, Edisi Pertama, Cetakan ke satu, Jakarta : Kencana.

Kasmir, 2008. Manajemen Perbankan, Edisi.Revisi 8, Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Kasmir, 2004. Manajemen Perbankan, Jakarta : Djambatan.

Kasmir, 1989. Manajemen Perbankan, Jakarta : Raja Grafindo.

Karim Andiwarman, 2004. Bank Islam, Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Muslehuddin, Dr. Muhammad, 1990. Sistem Perbankan Dalam Islam, Jakarta : Rineka Cipta.

Muljono, Teguh Pudro, 1999. Bank Auditing, Jakarta : Djambatan.

Muljono, Teguh Pudro, 2003. Bank Auditing, Jakarta : Djambatan.

Nana, Sudjana, 1984. Metode Statistik, Bandung : Tarsito.

Nana, Sudjana, 1989. Penelitian dan penelitian Pendidikan, Bandung : Sinar Baru.

Nur Hayati Sri dan wasilah, 2011. Akuntansi Syariah Di Indonesia, Edisi 2 revisi, Jakarta : salemba Empat.

Rao. 1996. Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Perusahaan. PT Bumi aksara : Jakarta

Sinungan, M. 1991. Teknik Manajemen Bank Yang Paraktis, Jakarta : Bumi Aksara.

Suyanto, Drs. Thomas, 2001. Dasar-dasar Perkreditan, Jakarta : Gramedia Pustaka.

Suyanto, Drs. Thomas, 2003. Dasar-Dasar Pekreditan, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Yaya Rizal, Martawireja Aji Erlangga dan Abdulrahim Ahim, 2009. Akuntansi perbankan Syariah, Jakarta : Salemba Empat.

Dokumen terkait