Adira Finance • Laporan Keberlanjutan 2014
52
2. Akuntabilitas dalam mendefiniskan peran, tanggung jawab, hak dan kewajiban antara Dewan Komisaris, Direksi, dan para pemegang saham Perusahaan.
3. Tanggung jawab, komitmen sebagai profesional untuk mengikuti semua ketentuan hukum dan peraturan, serta bertindak dan berperilaku sebagai perusahaan yang baik pada umumnya.
4. Independensi, kemampuan semua dan setiap anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan karyawan Perusahaan dalam melakukan penilaian yang obyektif atas segala hal manakala diperlukan penilaian bisnis yang independen, guna menghindari potensi terjadinya konflik kepentingan.
5. Kesetaraan dan Kewajaran, berkaitan dengan profesionalisme dan kebijakan dalam pembuatan keputusan yang menjamin perlakuan yang adil dan setara guna melindungi kepentingan seluruh pemegang saham.
6. Integritas, merupakan cerminan dari kejujuran yang merupakan landasan utama perilaku yang harus dimiliki untuk memastikan pengambilan keputusan yang bebas dari benturan kepentingan dan meletakkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi.
Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik tersebut diterapkan di seluruh tingkatan perusahaan melalui pendekatan sebagai berikut:
• Menetapkan tujuan strategis dan serangkaian nilai perusahaan yang dikomunikasikan untuk diimplementasikan pada seluruh organisasi Perusahaan;
• Menetapkan dengan jelas dan tegas batasan tanggung jawab dan akuntabilitas bagi organ-organ dalam perusahaan;
• Menetapkan pedoman untuk pengaplikasian standar etika, nilai-nilai, tujuan, strategi, dan lingkungan pengawasan;
• Menyediakan pedoman sistem pengendalian internal yang kuat. Di dalamnya termasuk mengenai fungsi audit internal dan eksternal, dengan fungsi manajemen risiko dan kepatuhan yang independen dari unit-unit bisnis. Selain itu juga dengan penerapan mekanisme checks and balances yang sesuai;
• Menyediakan petunjuk pemantauan khusus atas risiko-risiko, yang memungkinkan terjadinya benturan kepentingan. Benturan kepentingan yang dimaksud diantaranya adalah hubungan bisnis dengan afiliasi, para pemegang saham, para komisaris, para direktur, dan para pejabat senior.
Peran Strategis Badan Tata Kelola dalam Keberlanjutan
Direksi menyusun dan mengevaluasi visi, misi dan nilai-nilai Perusahaan, kemudian disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk disetujui. Demikian pula dengan penyusunan strategi, kebijakan dan sasaran Perusahaan, termasuk yang terkait dengan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang dilakukan oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris. [G4-42]
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan berperan aktif dalam memelihara keberlanjutan usaha Perusahaan, dengan secara rutin menyelenggarakan rapat bersama/rapat gabungan yang mendiskusikan kinerja perusahaan. Selain itu rapat juga membahas masalah-masalah yang muncul atau diperkirakan akan muncul agar dapat segera ditemukan jalan keluar terbaik.
Seluruh permasalahan atau potensi permasalahan penting dalam tubuh Perusahaan, pada awalnya disampaikan kepada Komite-Komite yang bertanggung jawab terhadap Direksi, untuk kemudian dikelola terlebih dahulu. Seluruh keputusan yang diambil oleh Komite-Komite tersebut dilaporkan kepada Direksi dan Dewan Komisaris melalui rapat gabungan. [G4-49]
Rincian mengenai pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dapat ditemui dalam Laporan Tahunan Adira Finance 2014.
Program Peningkatan Tata Kelola 2014 Selama tahun 2014 Adira Finance telah menjalankan program-program yang bertujuan meningkatkan penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik antara lain:
1. Melakukan penilaian tingkat penerapan Tata Kelola Perusahaan oleh pihak independen dengan menggunakan standar ASEAN Coorporate Governance Scorecard;
2. Memberikan pelatihan mengenai ASEAN Coorporate Governance Scorecard kepada para anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite di bawah Dewan Komisaris;
3. Mengevaluasi berbagai pedoman, standar, dan sistem prosedur operasional;
4. Mengembangkan Sumber Daya Manusia;
5. Meningkatkan kualitas sistem pengendalian internal dan pengelolaan risiko secara menyeluruh;
6. Senantiasa melakukan sosialisasi kepada karyawan dan mitra usaha Perusahaan, dan menggalang komunikasi intensif antara pimpinan dan karyawan Perusahaan, mitra usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Berbagai upaya peningkatan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik merupakan kekuatan tersendiri untuk memelihara kepercayaan masyarakat terhadap Perusahaan. Terbukti Adira Finance hingga saat ini tetap mampu menjaga kelangsungan usahanya. Dunia perbankan baik nasional maupun internasional terus meningkatkan penyediaan pembiayaan bagi modal kerja Perusahaan, seiring dengan meningkatnya kinerja usaha perusahaan. Para investor di pasar modal juga senantiasa antusias setiap kali penerbitan obligasi dan sukuk Perusahaan.
Struktur Tata Kelola Adira Finance
Untuk menyelenggarakan tata kelola perusahaan yang baik, Adira Finance telah menetapkan Struktur Tata kelola yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan Perusahaan di Indonesia. Struktur Tata Kelola Adira Finance meliputi:
1. Organ Utama, yang terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi. Organ Utama Adira Finance merujuk pada Undang-Undang no.40 Tahun 2007
Tentang Perusahaan Terbatas dan Anggaran Dasar Perusahaan, yang mana:
• Rapat Umum Pemegang Saham adalah Organ Perusahaan yang memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris, dalam batas yang ditentukan Undang-Undang no.40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas dan Anggaran Dasar Perusahaan.
• Dewan Komisaris adalah Organ Perusahaan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan serta member nasihat kepada Direksi.
• Direksi adalah Organ Perusahaan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan serta mewakili Perusahaan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.
2. Organ Penunjang, yang terdiri dari Komite di bawah Dewan Komisaris dan Komite-Komite di bawah Direksi Perusahaan.
• Komite di bawah Dewan Komisaris terdiri dari Komite Audit, Komite Manajemen Risiko, serta Komite Nominasi dan Remunerasi.
• Komite di bawah Direksi terdiri dari Komite Kredit, Komite Manajemen Risiko, Komite Kepatuhan, Komite ALCO, dan Komite Sumber Daya Manusia. Selain itu, ditunjang pula oleh Sekretaris Perusahaan, Unit Audit Internal, Kepala Divisi, dan Kepala-Kepala Wilayah.
[G4-34] [G4-35] [G4-36]
Baik Organ Inti maupun Organ Penunjang melakukan proses konsultasi dengan pemangku kepentingan melalui Rapat Umum Pemegang Saham, rapat-rapat manajemen, dan dialog-dialog yang diadakan oleh Perusahaan, baik dengan masyarakat, mitra usaha maupun pemerintah.
Adira Finance menyadari pentingnya komunikasi dengan pemangku kepentingan demi keberlanjutan Perusahaan. [G4-37]
Pembiayaan Konsumen yang Bertanggung Jawab
Adira Finance • Laporan Keberlanjutan 2014