BAB V PENUTUP
Bagan 2.2 Alur Pembiayaan Murabahah
Umumnya proses pembiayaan pada akad murabahah yaitu mempunyai pihak ketiga dalam transaksi jual beli tersebut, pihak ketiga itu biasanya dilakukan oleh bank atau lembaga keuangan yang menjadi distribusi informasi atau penyambung antara penjual dan pembeli.
Nasabah
Supplier/
Penjual
Bank
Bayar Akad Murabahah Negosiasi Muarbahah
Kirim Baran
g
Beli Barang
1.a 2.a
1.b 2.b Bagan 2.3 Skema pembiayaan Murabahah
keterangan :
1.a. Supplier menjual secara tunai 1.b. Bank membeli secara tunai Rp. xxx 2.a. Bank Menjual secara cicilan
2.b. Nasabah membeli secara cicilan Rp. Xxx, - + keuntungan bank.
(Karim:2011)
4. Landasan Akad Murabahah
Dasar pengaturan murabahah sesuai akuntansi di Indonesia, antara lain 1. PSAK 102 Tentang Murabahah
2. PSAK 55 (2011) tentang instrument keuangan: pengakuan dan pengukuran.
3. PSAK 50 (2010) tentang instrument keuangan: penyajian
4. PSAK 60 tentang instrument keuangan: pengungkapan. (Muljono : 2015)
Landasan islam daripada Murabahah ini adalah :
supplier Bank Nasabah
22
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”
Dan juga Q.S An-nisa ayat 29 yang berbunyi
َرَت نَع ًة َر ََٰجِت َنوُكَت نَأ َٰٓ َّلَِإ ِلِطََٰبْلٱِب مُكَنْيَب مُكَل ََٰوْمَأ ۟ا َٰٓوُلُكْأَت َلَ ۟اوُنَماَء َنيِذَّلٱ اَهُّيَأَََٰٰٓي ۟ا َٰٓوُلُتْقَت َلََو ۚ ْمُكنِ م ٍضا
اًمي ِحَر ْمُكِب َناَك َ َّللَّٱ َّنِإ ۚ ْمُكَسُفنَأ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
Selain kedua ayat tersebut , ada hadist mengenai murabahah yang telah disabdakan oleh Rasulullah S.A.W
ْلا َو ،ٍلَجَأ ىَلِإ ُعْيَبْلَا :ُةَكَرَبْلا َّنِهْيِف ٌثَلاَث :َلاَق َمَّلَس َو ِهِلآ َو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص َّيِبَّنلا َّنَأ ِرُبْلا ُطْلَخ َو ،ُةَض َراَقُم
بيهص نع هجام نبا هاور( ِعْيَبْلِل َلَ ِتْيَبْلِل ِرْيِعَّشلاِب
Nabi bersabda : ‘Ada tiga hal yang mengandung berkah: jual beli tidak secara tunai, muqaradhah (mudharabah), dan mencampur gandum dengan jewawut untuk keperluan rumah tangga, bukan untuk dijual.’”
(HR. Ibnu Majah dari Shuhaib). (Huda, Heykal : 2015).
C. Return On Asset 1. Pengertian
Mengetahui tingkat pencapaian sebuah usaha perlu adanya sebuah pengkuran, dan yang paling menjadi sebuah titik sebuah keberhasilan sebuah usaha yaitu dilihat dari pencapaian profitabilitasnya atau keuntungan yang dihasilkan. Profitabilitas dapat dihitung melalui banyak cara salah satunya yaitu Return On Asset atau sering disebut dengan ROA, inilah beberapa pendapat menganai Return On Asset.
Return On Asset (ROA) merupakan salah satu indi-kator keberhasilan perusahaan untuk menghasilkan laba sehingga semakin tinggi profitabilitas maka semakin tinggi kemampuan untuk menghasilkan laba bagi perusahaan. Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam kegiatan operasi merupakan fokus utama dalam penilaian prestasi perusahaan. Laba menjadi indikator kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada kreditur dan investor, serta merupakan bagian dalam proses penciptaan nilai perusahaan berkaitan dengan prospek perusahaan di masa depan.
Return On Asset (ROA) dapat mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan setelah disesuaikan dengan biaya yang digunakan untuk mendanai aset tersebut seperti biaya pengembangan dan pengelolaan karyawan dalam meningkatkan intellectual (Asih : 2012)
24
Return saham merupakan income yang diperoleh oleh pemegang saham sebagai hasildari investasinya di perusahaan tertentu, Return On Assets (ROA) adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan atas keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktivitas yang digunakan untuk aktivitas operasi perusahaan dengan tujuan menghasilkan laba dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. (Putra,Kindangen: 2016).
Selain itu return on assets bisa membantu manajemen dan investor untuk menilai seberapa baik perusahaan mampu mengkonversikan investasi-nya ketika menjadi sebuah keuntungan.Tingkat pengembalian aset sebetulnya juga bisa dianggap sebagai imbal hasil dari investasi bagi suatu perusahaan. Hal tersebut dikarenakan asset modal seringkali sebagai investasi terbesar bagi kebanyakan perusahaan.Artinya uang atau modal yang diinvestasikan ke dalam aset modal dan tingkat pengembalian-nya diukur dalam bentuk laba yang didapatkan.
Semakin besar atau tinggi nilai dari return on assets, maka akan semakin efisien dan efektif penggunaan dari semua aset perusahaan.
Artinya dengan jumlah aset yang sama dapat diperoleh laba yang lebih besar, dan begitu pula sebaliknya.Berikut merupakan rumus yang dapat digunakan untuk menghitung return on assets ratio.
𝑅𝑂𝐴 =LABA BERSIH SETELAH PAJAK TOTAL ASET
𝑅𝑂𝐴 =LABA BERSIH SETELAH PAJAK
TOTAL AKTIVA 𝑥 100%
Gambar 2. 1 (Rumus perhitungan Return On Asset)
Senada dengan penjelasan Return on Asset sebelumnya, Ang pada tahun 1997 mengatakan ROA (Return On Asset) merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak (Net Income After Tax-NIAT) terhadap total aset (rata-rata total aktiva (aset) yang diperoleh dari rata-rata total aset awal tahun dan akhir tahun). Jika net income after tax lebih besar dari total aset atau aktiva maka return atau tingkat pengembalian keuntungan akan tinggi, karena perusahaan dapat menggunakan aset yang dimiliki dengan baik sehingga dapat menghasilkan keuntungan, tetapi jika total aset atau aktiva lebih tinggi dari net income after tax tingkat pengembalian keuntungan akan rendah
2. Faktor- Faktor yang memperngaruhi ROA (Return On Asset)
Return On asset dianggap menajadi rasio terpenting diantara rasio profitabilitas lainnya, karena semakin besar Return On aseet (ROA) maka akan menunjukkan pula semakin baik pula kinerja manjerial perusahaan tersbut. Seperti pada pengetahuan dasar akuntansi diman asset adalah bagian terpenting dalam menjalankan usaha yang menjadi titik vital bagi
26
perusahaan, contohnya jika terjadi collapse atau kebangkrutan dalam usaha maka asset menjadi satu-satunya solusi dari masalah tersbut.
Return On Asset atau biasa disebut dengan ROA dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
1) Turn Over dari Operating Assets yaitu tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk operasi.
2) Profit Margin yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam persentase dan jumlah penjualan bersih. Profit Margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan dihubungkan dengan penjualan. (Munawir : 2019)
D. Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) 1. Pengertian BPRS
Bank pembiayaan rakyat syariah sebagai bentuk perpanjangan tanganan dari bentuk bank umum yang bersifat regional atau skala yang skala kecil yang menyentuh kepada masyarakat-masyarakat yang ada didaerah, hal itu pula telah dijelaskan di latar belakang pada bab 1, ada begitu banyak istilah untuk menggambarkan Bank pembiayaan rakyat ini salah satunya rural banking mislanya sebutannya di luar negeri.
Sebagaiaman yang dicantumkan dalam Undang- Undang, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.( UU No.21 tahun 2008).
Bank Pembiayaan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.(UU No.21 tahun 2008)
Bank Perkreditan Rakyat/Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, selanjutnya disebut BPR/BPRS, adalah bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. (PERMENKEU No.6 Tahun 2005)
2. Sejarah BPRS
Berdirinya BPRS tidak bias dilepasakn dari pengaruh berdirinya lembaga-lembaga keuangan sebagaimana disebutkan sebelumnya. Cikal bakal lahirnya bank syariah di Indonesia pertama kali dirintis dengan mendirikan tiga BPR syariah yaitu:
1. PT BPR Dana Mardhatillah, Kec. Margahayu, Bandung.
2. PT BPR Berkah Amal Sejahtera, Kec. Padalarang, Bandung 3. PT BPR Amanah Rabbaniya,Kec. Banjaran, Bandung.
Pada tanggal tanggal 8 Oktober 1990, Ketiga BPRS tersebut telah mendapat izin prinsip dari Manteri Keuangan RI. Selanjutnya, dengan bantuan asistensi teknis dari bank bukopin cabang bandung yang memperlancar penyelenggaraan pelatihan dan pertemuan para pakar perbankan. Pada tanggal 25 juli 1991, BPR Dana Mardhatillah, BPR
28
Berkah Amal Sejahtera, dan BPR Amanah Rabbaniyah mendapat izin usaha dari Menteri Keuangan RI.(Rianto : 2015).
BPRS di Indonesia tidakdapat dipisahkan dari bank pembiayaan rakyat pada umumya. BPR yang status hukumnya disahkan melalui paket kebijakan keuangan moneter dan perbankan, tanggal 27 Oktober 1998 pada hakikatnya merupakan model baru dari lumbung Desa dan Bank Desa yang ada sejak 1980-an. Lumbung Desa merupakan sistem Pembiayaan rakyat pada tahun 1980-an yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat tani di pedesaan, pada masa itu peredaran uang belum banyak menjangkau masyarakat desa sehingga pinjaman dalam bentuk padi lebih menguntungkan daripada pinjaman dalam bentuk uang.
Selain itu juga pinjaman dalam bentuk padi tidak mengganggu kestabilan harga padi yang menjadi penghasilan utama dari masyarakat di pedesaan. Karena adanya perubahan struktur ekonomi, sosial dan administrasi masyarakat desa sudah mengalami perubahan sebagai akibat dari proses pembangunan, maka keberadaan BPRS tidak lagi sama dengan lumbung desa padamasa 1980-an.
Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 yang merubah Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan Nampak lebih jelas dan tegas mengenai status perbankan syariah. Sebagaimana disebutkan dalam pasal 13 huruf C yang berbunyi menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Seiring dengan bergulirnya system
ekonomi Islam sebagi system alternatif dalam mengelola perekonomian,maka keberadaan BPRS juga sangat diharapkan.
Keberadaan BPRS secara khusus dijelaskan dalam bentuk Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 32/34/Kep/Dir. Tanggal 12 mei 1999 tentang bank umum berdasarkan prinsip syariah, dan surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 32/36/Kep/Dir Tanggal 12 mei 1999 surat edaran Bank Indonesia No. 32/4/KPPB Tanggal 12 mei 1999 tentang bank pembiayaan rakyat syariah.(Fiqi :2014)
3. Kegiatan usaha BPRS
Secara umum menurut UU no.21 Tahun 2008 tentang, perbankan syariah kegiatan usaha Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Meliputi sebagai berikut.
1. Kegiatan penghimpunan dana dari masyarakat, penghimpunan dana tersebut dalam berikut :
a. Simpanan berupa tabungan atau yang dipersamakan dengan itu berdasarkan akad wadi’ah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
b. Investasi berupa deposito atau tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan akad Mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
c. Kegiatan penyaluran dana kepada masyarakat, penyaluran dana tersebut dalam bentuk:
30
i. Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil berdasarkan akad mudharabahah atau musyarakah;
ii. Pembiayaan untuk transaksi jual beli berdasarkan akad murabahah, salam, atau ishtisna;
iii. Pinjaman berdasarkan Qardh;
iv. Pembiayaan penyewaan barang bergerak atau tidak bergerak kepada nasabah berdasarkan akad ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiyah bit malik;
v. Pengambilan utang berdasarkan akad hiwalah
d. Menempatkan dana pada bank syariah lain dalam bentuk titipan berdasarkan akad wadi’ah atau investasi berdasarkan akad mudharabah dan/ atau akad lain yang tidak bertentangan prinsip lainnya.
e. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah melalui rekening Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yang ada di Bank Umum Syariah, Bank Umum Konvensional, dan Unit Usaha Syariah.
f. Menyediakan produk atau melakukan kegiatan usaha Bank syariah lainnya yang sesuai dengan prinsip syariah berdasarkan persetujuan Bank Indonesia. (Rianto:2012)
4. Tujuan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)
Ada beberapa tujuan yang dikehendaki dari pendirian BPR Syariah di dalam perekonomian, yaitu sebagai berikut.
i. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat, terutama masyarakat golongan ekonomi lemah yang pada umumnya berada di daerah perdesaan. Hal ini untuk menghindari agar mereka tidak terjebak oleh rentinir yang menerapkan bunga berbunga.
ii. Menambah lapangan kerja, terutama di tingkat kecamatan sehingga dapa mengurangi arus urbanisasi.
iii. Membina semangat ukhuwah Islamiyah melalui kegiatan ekonomi dalam rangka meningkatkan pendapatan per kapita menuju kualitas hidup yang memadai.
iv. Mempercepat perputaaran aktivitas perekonomian karena sector real akan bergairah.(Rianto : 2012)
E. Tinjauan Empiris
Pengalaman dalam sebuah penelitian sangat penting karena menjadi seubah landasan menganai tujuan dari pemecahan masalah yang akan diteliti oleh penelti, maka dari itu peneliti menggnakan beberapa penelitian terdahulu yang tidak jauh terlepasa dari masalah Pengaruh Pembiayaan Murabahah terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, berikut Daftarnya :
1 Nama peneliti (Tahun Penelitian)
Andriansyah Kuncoro Awib (2016) Judul Penelitian Pengaruh pembiayaan murabahah,
musyarakah, dan mudharabah terhadap return on asset (roa)
(studi kasus pada bank umum syariah di indonesia periode 2011-2015)
Metode Penelitain pembahasan dari hasil penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.
Menguraikan tentang gambaran umum
32
penelitian. Penjelasan hasil analisis deskriptif, hasil uji asumsi klasik dengan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi.
Penjelasan hasil uji ketepatan model dengan uji F, dan uji determinasi.
Penjelasan analisis regresi linier berganda. Penjelasan uji signifikan menggunakan uji t, serta pembahasan hasil analisis (pembuktian hasil hipotesis).
Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan murabahah berpengaruh terhadap Return on Asset (ROA).
Pembiayaan musyarakah tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Pembiayaan mudharabah tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA)
2 Nama Peneliti Ahmad Fiqi Purba (2016)
Judul Penelitian Pengaruh Pembiayaan Murabahah Terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Tahun 2011-2014
Metode Penelitian hasil penelitian yang di dalamnya berisikan deskripsi data penelitian dengan pendekatan Kuntitatif, hasil analisis penelitian, dan pembahasan penelitian.
Hasil Penelitian Hasil dari penelitian secara parsial (uji t) untuk variabel pembiayaan Murabahah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA, yang dibuktikan dengan thitung
3 Nama Peneliti
(Tahun penelitian)
Gustina Anggraini (2017)
Judul Peneliti Pengaruh pembiayaan murabahah terhadap return on asset (roa) bank umum syariah di indonesia (periode 2014 – 2016)
Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian terapan (applied research) dengan pendekatan kuantitatif asosiatif yaitu penelitian yang menjelaskan variabel pembiayaan murabahah sebagai variabel independen untuk menganalisis apakah ada
pengaruhnya terhadap Return On Asset (ROA).
Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan murabahah berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA) dengan kemampuan prediksi dari variabel independen terhadap Return On Asset (ROA) sebesar 15,1 %.
4 Nama Peneliti
(Tahun Penelitian)
Khresna Tsani Restu (2018)
Judul Peneliti Analisis Pengaruh Pembiayaan Mudarabah, Musyarakah, Murabahah dan Non Performing Financing (NPF) Terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia Periode 2013-2017 Metode Penelitain Metode yang digunakan pada penelitain ini yaitu dengan metode kuantitatif Deskriptif.
Hasil Penelitian Hasil dari penelitian ini berdasarkan uji T pembiayaan mudarabah berpengaruh positif dan signifikan, pembiayaan musyarakah berpengaruh negatif dan signifikan, pembiayaan murabahah berpengaruh positif dan signifikan, dan rasio NPF berpengaruh negatif dan signifikan. Sedangkan hasil uji F menunjukkan bahwa pembiayaan mudarabah, musyarakah, murabahah, dan NPF secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hasil uji R2 menunjukkan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen adalah sebesar 73,242527% sisanya sebesar 26,7473% dijelaskan oleh variabel yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
5 Nama Peneliti Yadi Limbong (2018)
Judul Peneliti Pengaruh pembiayaan mudharabah dan pembiayaan murabahah terhadap return on asset (roa) pada pt. Bank pembiayaan rakyat syariah periode 2015-2017
Metode Penelitian metode penelitian ini didalamnya memuat ruang lingkup penelitian yaitu
34
memuat tentang lokasi dan waktu penelitian, populasi yaitu objek yang mempunyai karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk ditarik kesimpulannya dna sampel yaitu bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki populasi, jenis pelitian yaitu penelitian yang hendak dilakukan bersifat kuanttitatif dan kualitatif, tehnik pengumpulan data yaitu disesuaikan dengan bentuk dan sumber data serta jenis pendekatan penelitian, dan teknik anaisis data yaitu mengolah dan menganalisis dengan menggunakan statistic.
Hasil Penelitian Hasil penelitian secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa pembiayaan memiliki thitung < ttabel = 2,479 < -1,69092 dan signifikansi < 0,05 (0,018 <
0,05) sehingga pembiayaan mudharabah berpengaruh terhadap ROA pada PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Periode 205-2017.
Pembiayaan murabahah memiliki thitung > ttabel = 5,166 > 1,69092 dan signifikansi < 0,05 sehingga pembiayaan murabahah berpengaruh terhadap ROA pada PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Periode 2015-2017. Hasil penelitian secara simultan (uji F) menunjukkan bahwa pembiayaan mudharabah dan pembiayaan murabahah memiliki Fhitung > Ftabel = 16,952 > 3,28 dan signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05) maka pembiayaan mudharabah dan pembiayaan murabahah berpengaruh secara simultan terhadap ROA.
Sedangkan hasil koefisien determinasi sebesar 0,507 (50,7 persen). Berarti ROA dapat dipengaruhi oleh pembiayaan mudharabah dan pembiayaan murabahah sebesar 50,7 persen. Sisanya 49,3 persen lagi dipengaruhi oleh variabel lainnya yang
tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Tabel 3.1 Penelitian terdahulu F. Kerangka Pikir
Prinsip sebuah kepercayaan dalam ekonomi syariah sangatlah kental, karena dampak yang ditimbulkan dari sebuah bentuk kepercayaan dirasakan di dunia sampai di akhirat. Bank sebagai salah satu bentuk wadah dalam menyimpan dan mengelurakan dana yang dipercaya mampu mengembang amanah dari nasabah. Salah satu bank yang bergerak dalam bentuk pembiarian pembiayaan kepada masyarakat dalam bentuk syariah yaitu Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.
Suksesnya sebuah lembaga keuangan atau perbankan diliat dari seberapa lancer perputaran kas maupun aktivanya, perputaran kas misalnya dalam bentuk pembiaayaan. Ada beberapa produk syariah yang berbentuk pembiaayaan syariah seperti Akad Murabahah. Pembiaayan dengan akad Murabahahmerupakan pembiayaan yang paling banyak dilakukan di BPRS sehingga dapat dikatakan akad ini memiliki peran yang sangat kuat dalam aktivitas pembiayaan BPRS sehingga memperoleh profitabilitas.
Salah satu penentu profitibalitas atau keuntungan bank dapat dilihat melalui rasio Return on Asset (ROA). Semakin tinggi rasio ini maka semakin baik pula keberadaan bank dalam menjalankan aktivitasnya, dan sebaliknya.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat digambarkan dalam bentuk kerangka piker pada penelitian ini yaitu sebagai berikut :
36
Bagan 2.4 Kerangka Pikir
Keterangan:
Variabel Pembiayaan Murabahah (X) mempengaruhi variabel ROA (Y) secara langsung.
G. Hipotesis
Hipotesis menyatakan hubungan yang diduga secara logis antara dua variabel atau lebih dalam rumusan proposisi yang dapat diuji secara empiris, hipotesis dalam penelitian kuantitatif dikembangkan dari telaah teoritis sebagai jawaban sementara dari masalah atau pertanyaan penelitian yang memerlukan pengujian secara empiris.(Indrianto, Supomo : 2014)
Berdasarkan landasan teoritis dan kerangka pikir yang dikemukakan di atas, maka dapat diambil suatu hipotesis, bahwa: tidak Ada pengaruh signifikan pembiayaan Murabaha hterhadap ROA pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia tahun 2015-2019
Pembiayaan Murbahah Variabel (X)
Return On Asset (ROA) Variabel (Y)
37
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini yaitu dengan metode paradigma Kuantitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Paradigma kunatitatif diesbut juga dengan paradigm tradisional, positivis, eksperimental. Paradigma kuantitatif atau penelitain kuantitatif menekankan pada pengujian teori-teori melalui variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. (Indriantoro, supomo : 2014).
Studi deskriptif sering kali didesain untuk mengumpulkan data yang menjelaskan karakteristik orang, kejadian atau situasi. Hal ini melibatkan pengumpulan data kuantitatif seperti kepuasan, jumlah produksi, jumlah penjualan, atau data demografi, namun studi deskriptif juga memerlukan pengumpulan informative kualitatif. (Wiley :2017).
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia melalui situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (www.ojk.go.id).
Waktu penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 sampai Desember 2020.
38
C. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional adalah penentuan construct sehingga menjadi variabel yang dapat diukur. Variabel adalah construct yang diukur dengan berbagai macam nilai untuk memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai fenomena-fenomena. Pengukuran construct merupakan masalah yang kompleks, karena berkaitan dengan fungsi variabel untuk memberi gambaran yang lebih konkret mengnai abstraksi construct yang diwakilinya.
(Indriantoro, Supomo : 2014)
Untuk menghindari kesalapahaman istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka dibuatlah defenisi operasional variabel untuk menerangkan beberapa istilah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel
Variabel Definisi Operasional Indicator Skala Pengukuran
Pembiayaan meliputi harga barang dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk memperoleh barang tersebut, dan tingkat keuntungan (margin)
D. Populasi Dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuagan Pembiayaan Murabahah dan Return On Asset (ROA) di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia yang dipublikasikan oleh OJK dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (www.ojk.go.id). Pengertian dari Populasi (Population), yaitu sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu. (Indriantoro, Supomo : 2014).
Sampel dalam penelitian ini adalah Pembiayaan Murabahah dan Return On Asset (ROA) Pada BPRS setiap bulannya yatitu dari bulan Desember 2015, 2016, 2017, 2018 Dan 2019. Jadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 5 sampel yang dimabil dari laporan akhir bulan dalam tahun tersebut. Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi (Sugiyono : 2012)
E. Teknik Pengumpulan Data
Mudrajad beranggapan bahwa, Sumber data merupakan data atau informasi yang menjadi bahan baku dalam penelitian. Adapun instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini berwujud data sekunder. Dimana data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data.(Fiqi; 2012)
Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa data-data tertulis yang mengandung keterangan dan penjelasan serta
40
pemikiran tentang fenomena yang masih actual dan sesuai dengan masalah penelitian. (Muhammad : 2008).
penelitian ini mengambil data bersumber dari laporan keuangan BPRS publikasi bulanan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dalam website resmi OJK. Jangka waktu yang digunakan oleh peneliti yaitu dari bulan Januari 2015 hingga bulan Desember 2019.
F. Teknik Analisis
Menguji hipotesis yang diajukan, dilakukan beberapa teknik analisis data yang terdiri dari statistik deskriptif dan pengujian secara kuantitatif guna menghitung apakah terdapat pengaruh pembiayaan murabahah terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).Pengujian hipotesis tersebut dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistik dengan bantuan program komputer yaitu SPSS
Menguji hipotesis yang diajukan, dilakukan beberapa teknik analisis data yang terdiri dari statistik deskriptif dan pengujian secara kuantitatif guna menghitung apakah terdapat pengaruh pembiayaan murabahah terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).Pengujian hipotesis tersebut dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistik dengan bantuan program komputer yaitu SPSS