• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bismillahirahmanirohim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Pimpinan DPD yang terhormat, rekan senator yang terhormat, jajaran sekretariat jenderal yang kami hormati, hadirin yang berbahagia.

Om swastyastu, Pak Wayan. Karena tadi yang dari Balinya tidak ada, makanya saya

tidak om swastyastu.

Terlebih dahulu marilah kita mengucap syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat menghadiri Sidang Paripurna DPD ke-10 pada hari ini dalam keadaan sehat wal afiat.

Pertama-tama atas nama seluruh pimpinan PURT DPD RI dan anggota PURT DPD RI turut berbelasungkawa dan berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Wakil Ketua Tim Kerja PURT Bidang Peningkatan Kinerja DPD RI Sarana dan Prasarana Almarhum Bapak Mayjen TNI Purnawirawan Ferry FX Tinggogoy pada hari Senin, 25 Februari 2013. Semoga segenap perjuangan beliau pada saat bertugas di DPD RI mendapatkan pahala yang tinggi dan ditempatkan yang sebaik-baiknya di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Pasal 225 Ayat 4 Undang-Undang No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD menyatakan bahwa DPD menetapkan pertanggungjawaban pengelolaan anggaran DPD dalam Peraturan DPD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penjelasan Pasal 225 Ayat 4 tersebut menyatakan bahwa yang dimaksud dengan pertanggungjawaban pengelolaan anggaran DPD adalah format dan prosedur pengelolaan anggaran. Selanjutnya Peraturan DPD RI No. 2 Tahun 2012 tentang Tata Tertib Pasal 88 Ayat 1 menyatakan bahwa PURT DPD RI menyusun petunjuk operasional pelaksanaan anggaran dan pertanggungjawaban setiap tahun sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk ditetapkan dalam peraturan DPD pada setiap awal tahun anggaran.

Sidang Paripurna ke-9 DPD RI Masa Sidang ke III Tahun Sidang 2012-2013 pada tanggal 15 Januari 2013 yang lalu telah diputuskan Peraturan DPD RI No. 1 Tahun 2013 tentang petunjuk operasional kegiatan rapat dan pertemuan di luar kantor dan perjalanan dinas DPD RI. Peraturan DPD RI tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan-kegiatan DPD RI khususnya yang berkenaan dengan perjalanan dinas dalam negeri DPD RI, perjalanan dinas luar negeri DPD RI, sidang/rapat di luar kantor dan kegiatan pada masa rapat di daerah pemilihan pada tahun 2013.

Salah satu ketentuan dalam peraturan DPD RI dimaksud mengatur tentang mekanisme kegiatan penyusunan daftar inventarisasi masalah provinsi anggota DPD RI sebagai anggota komite kembali ke daerah pemilihan masing-masing. Dalam rumusan dukungan anggaran sebagaimana dimaksud di atas pada Pasal 10 Ayat 3 dijelaskan bahwa dukungan perjalanan dinas dalam pelaksanaan kegiatan penyusunan DIM Provinsi dimaksud adalah sebanyak 3 hari. Dalam perkembangannya terdapat usulan dari seluruh Anggota DPD RI khususnya Bapak Prof. Jhon Pieris agar dukungan biaya perjalanan dinas dapat ditambah menjadi 4 hari dan hal tersebut telah disepakati dalam Sidang Pleno PURT DPD RI. Selain itu dalam Sidang Pleno PURT DPD RI juga terdapat masukan untuk menyesuaikan ketentuan Pasal 25 tentang perjalanan dinas luar negeri DPD RI pada Pasal 25 yang tadinya terdiri dari 1 ayat yang berbunyi “Perjalanan dinas luar negeri bagi anggota yang berasal dari anggaran DPD RI hanya dapat dilaksanakan maksimal 2 kali per tahun untuk masing-masing anggota menurut kebutuhannya telah disepakati dalam Sidang Pleno PURT untuk disempurnakan untuk menjadi tambahan menjadi 2 ayat.” Ayat 2-nya berbunyi “Perjalanan dinas luar negeri anggota DPD dapat dilaksanakan lebih dari 2 kali berdasarkan penugasan dari Pimpinan DPD dengan memperhatikan kompetensi dan kesamaan, kesempatan bagi seluruh anggota DPD.”

Pimpinan DPD yang terhormat, rekan senator DPD yang terhormat, berdasarkan hal-hal tersebut di atas kami atas nama seluruh Anggota PURT DPD RI mengharapkan persetujuan dari Sidang Paripurna ke-10 DPD RI pada hari ini untuk mengesahkan Rancangan Peraturan DPD RI tentang perubahan atas peraturan DPD RI No. 1 Tahun 2013 tentang petunjuk opererasional kegiatan rapat pertemuan di luar kantor dan perjalanan dinas DPD RI. Semoga Allah SWT Yang Maha Kuasa akan selalu meridhoi segenap langkah perjuangan kita.

Wabillahi taufik walhidayah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om shanty shanty shanty om.

PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)

Terima kasih, Pak Dani.

Setelah kita bersama mendengarkan Laporan PURT, tadi dimintakan persetujuan untuk perubahan petunjuk operasional tentang kegiatan DPD di luar kota. Kita setuju?

Terima kasih, rekan-rekan Senator. Tinggal catatannya saja, silakan.

PEMBICARA : Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUKU UTARA)

Terima kasih, Pimpinan.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya ingin mendapatkan penjelasan dari Pimpinan dan PURT tentang ada kesetaraan lembaga negara. Saya mendapatkan standar biaya umum di perjalanan dinas ke luar negeri maupun dalam negeri untuk anggota MPR dan anggota DPR berbeda dengan anggota DPD. Saya ingin pertanyakan apakah standar biaya umum seperti itu berbeda antar sesama lembaga negara termasuk MPR dan DPR karena yang sosialisasi MPR seluruh anggota MPR itu mendapatkan biaya akomodasi sesuai dengan kondisi inflasi di daerah masing-masing. Katakanlah misalnya di Jawa Timur itu mendapatkan biaya akomodasi kurang lebih 4 juta karena ada hotel yang berbintang 5 sementara di wilayah Maluku dan Papua mungkin mendapatkan 3 juta rupiah karena biaya akomodasi di sana hanya berbintang 4, apakah ketersediaan anggaran kita memang sangat terbatas sehingga itu tidak disetarakan ataukah alasan apa? Saya butuh penjelasan.

Terima kasih, Pimpinan.

PEMBICARA : H. DANI ANWAR (WAKIL KETUA PURT)

Pimpinan boleh langsung saya bertanya untuk mengeliminasi pertanyaan dari anggota DPD yang lainnya? Boleh ya.

Terima kasih Bapak-Ibu sekalian, rekan-rekan Senator yang saya banggakan.

Jadi yang kita putuskan adalah persoalan perubahan dari 3 hari menjadi 4 hari, kemudian kunjungan ke luar negeri dari yang dibatasi 2 kali dia bisa lebih dari 2 kali dengan catatan mendapatkan penugasan dari Pimpinan DPD.

Sementara Pimpinan, persoalan-persoalan yang lain yang melingkupi persoalan PURT saya kira tidak perlu ditanyakan di Siang Paripurna ini. Silakan masing-masing provinsi itu memiliki perwakilan, silakan dititipkan di perwakilan yang ada di masing-masing provinsi karena saya khawatir kalau seluruh pertanyaan itu dibuka di Sidang Paripurna ini nanti akan berkembang kepada persoalan pertanyaan masalah kantor, kapan kantor dibangun, seluruhnya dan seterusnya.

Tetapi yang menjadi pertanyaan dari sahabat saya dari Maluku Utara itu sedang memang kita bahas. Jadi memang betul Bapak/Ibu sekalian seakan-akan ada standar ganda mengenai anggaran-anggaran yang diperuntukan untuk Anggota DPD dan Anggota DPR. Dan ini sekarang kita sedang membahas bersama dengan teman-teman kesekjenan untuk menyamakan seluruh komponen biaya dari kelembagaan yang ada di Senayan ini baik itu DPR, DPD dan MPR. Tetapi karena ini dalam proses pembahasan tentu saja ini tidak bisa dibahas atau diputuskan dalam Sidang Paripurna hari ini karena ini baru saja diangkat dalam pertemuan konsinyering PURT 4 hari yang lalu informasinya. Jadi kami mohon pengertian dari Bapak/Ibu semua Anggota DPD RI. Tetapi percayalah PURT itu pasti akan memihak kepada Bapak/Ibu sekalian terutama dalam menyamakan hak-hak kita sebagai anggota parlemen dari ketiga institusi itu baik DPR maupun MPR. Saya kira itu.

Terima kasih, Pimpinan.

PIMPINAN SIDANG : Dr. LAODE IDA (WAKIL KETUA DPD RI)

Terima kasih. Saya kira clear ya, saya kira tidak perlu dipertanyakan lagi.

Sebagai informasi saja. Begini, saya di DPD ini sudah 2 periode dan di Pimpinan baru pertama kali saya panggil Kepala Bagian Keuangan, Kepala Biro Keuangan apa Kepala Bagian Keuangan di DPD ini setelah saya pulang kemarin dari Moscow dan Manila bersama

rekan-rekan yang lain di DPR dan DPD. Saya pertanyakan hal yang sama sebetulnya karena menurut saya ketika saya cerita dengan teman-teman dengan rekan, maaf dan rekan-rekan di DPR dan saya melihat rekan-rekan-rekan-rekan di DPD saya merasa ada sedikit perbedaan dan itulah yang saya tanyakan. Saya bilang mungkin tidak perlu belajar ke luar negeri untuk standar penggajian tetapi untuk kesetaraan kita tengoklah standar yang ada di DPR termasuk seperti apa yang dikatakan tadi.

Saya sebetulnya sudah merasakan itu makanya selama saya di DPD sekali lagi sebagai informasi tidak perlu diperdebatkan, saya baru pertama kali panggil langsung minta informasi dan saya menyarankan langsung Kepala Biro atau Kepala Bagian Keuangan kita, bendahara kita di sini dan saya kira Pak Sekjen kita sekarang ini Pak Djamhur mendengar juga sekarang, itu penyampaian soal itu.

Tidak untuk siapa-siapa, untuk kita sehingga ini, maaf saya tidak mau, sebetulnya saya tidak ingin kita melihat rekan-rekan kita berada dalam kondisi psikologis yang tidak setara dengan teman-teman yang lain, dengan rekan-rekan dari yang lain. Ini maaf ini Pak Fatwa seringkali saya masih campur antara teman-teman dan rekan-rekan tapi kali ini saya gunakan rekan-rekan sebagai yang resmi saya kira yang kita gunakan di forum ini.

Saya kira itu saja. Saya mohon maaf untuk tidak diperdebatkan soal ini karena soal teknis dan saya kira Pimpinan PURT tadi sudah memberikan penjelasan yang gamblang, komprehensif dan dalam “berpihak” kepada kita sebetulnya untuk kesetaraan itu.

Terima kasih Pak Dani. Alhamdulillah kita telah mendengarkan laporan dari beberapa alat kelengkapan dan telah memutuskan beberapa hal.

Rekan-rekan senator yang mulia....

Dokumen terkait