• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.3. Pembobotan Matriks Perbandingan Berpasangan

Hasil perhitungan pembobotan melalui matriks Perbandingan Berpasangan dengan metode analytical Hierarchy Process (AHP) di atas, secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 45 berikut ini :

Tabel 45. Rekapitulasi hasil pembobotan Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria dan sub kriteria yang mempengaruhi kompetensi widyaiswara calon Pembina SMKBI

Kriteria Bobot Sub Kriteria Bobot

Proaktif 0,230

Perhatian Terhadap Kejelasan Tugas, Kualitas dan Ketelitian Kerja 0,354 Mencari Informasi 0,257 Kemampuan

Berprestasi 0,091

Semangat Untuk Berprestasi 0,159

Empati 0,312

Kemampuan

Melayani 0,118 Kepuasan Pelanggan 0,688

Mempengaruhi 0,320

Kemampuan

Memimpin 0,174 Membangun Hubungan 0,680 Kerjasama Kelompok 0,402 Mengembangkan Orang Lain 0,185

Mengarahkan 0,255 Kemampuan Mengelola 0,187 Memimpin Kelompok 0,159 Berpikir analitis 0,385 BerpikirKonseptual 0,303 Kemampuan Berpikir 0,247 Keahlian Manajerial 0,312 Komitmen Terhadap Organisasi 0,301

Fleksibilitas 0,173 Percaya Diri 0,218 Kemampuan Bersikap Dewasa 0,183 Pengendalian Diri 0,308

Sumber : Hasil pengolahan Data

5.3.1. Pembobotan Global

Pembobotan secara global dari sub kriteria penilaian yang mempengaruhi penilaian kompetensi widyaiswara calon Pembina SMKBI dilingkungan P4TK Medan dilakukan dengan cara mengalikan bobot lokal kriteria dengan sub kriterianya seperti berikut :

Bobot Global Sub Kriteria = Bobot Lokal Kriteria x Bobot Lokal Sub kriteria Bobot Global Proaktif = 0,091 x 0,230 ≈ 0,021

Dengan perhitungan yang sama, bobot global masing-masing sub kriteria kompetensi widyaiswara calon Pembina SMKBI selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 46 berikut ini :

Tabel 46. Bobot global sub kriteria Penilaian yang mempengaruhi kompetensi calon Pembina SMKBI

No Sub Kriteria Bobot Global

1 Proaktif 0,021

2 Perhatian Terhadap Kejelasan Tugas, Kualitas dan Ketelitian Kerja 0,032 3 Mencari Informasi 0,023 4 Semangat Untuk Berprestasi 0,014

5 Empati 0,037

6 Kepuasan Pelanggan 0,081

7 Mempengaruhi 0,056

8 Membangun Hubungan 0,118 9 Kerjasama Kelompok 0,075 10 Mengembangkan Orang Lain 0,035

11 Mengarahkan 0,047

12 Memimpin Kelompok 0,030 13 Berpikir analitis 0,095 14 Berpikir Konseptual 0,075 15 Keahlian Manajerial 0,077 16 Komitmen Terhadap Organisasi 0,055

17 Fleksibilitas 0,032

18 Percaya Diri 0,040

19 Pengendalian Diri 0,057

Sumber : Hasil pengolahan Data

5.3.2. Perhitungan Model Penilaian Kompetensi Widyaiswara Calon Pembina SMKB

Setelah diketahui bobot setiap sub kriteria seperti pada tabel 5.40, maka untuk memperoleh model penilaian kompetensi widyaiswara calon Pembina SMKBI di lingkungan P4TK Medan, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Menentukan Definisi Derajat Penilaian Untuk Setiap Kriteria

Sub kriteria adalah sebagai pembanding dalam model penilaian kompetensi widyaiswara calon Pembina SMKBI dilingkungan P4TK Medan, maka untuk dapat membandingkannya dengan lebih tepat, disusunlah derajat penilaian yang dilengkapi dengan definisi sehingga akan

memberikan pengertian yang sama dari setiap orang yang menggunakannya, Derajat penilaian setiap sub kriteria pada penelitian didasari oleh derajat penilaian berbasis kompetensi yang telah banyak dikembangkan oleh Spencer & Spencer seperti terlihat pada Tabel 47.

Tabel 47. Derajat penilaian sub kriteria berprestasi

No Sub Kriteria Kemampuan Berprestasi De r a ja t P e n il a ia n Definisi / Penjelasan

1 Tidak memiliki inisiatif, Perlu pengawasan terus menerus 2 Menunjukkan usaha yang konsisten, Tidak mudah menyerah jika

rencana tidak berjalan dengan mulus

3 Memusatkan perhatian pada kesempatan atau masalah yang dihadapi pada saat sekarang

4 Melakukan tindakan antisipatif untuk satu tahun ke depan (jangka pendek)

5 Melakukan tindakan antisipatif untuk 5 tahun ke depan (jangka panjang)

1 Proaktif

5 Mengembangkan dan menggunakan sistem

Sumber : Competence At work, Models for Superior Performance, Spencer, M Lely & Signe, 1993

Derajat penilaian setiap sub kriteria selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 11. b. Menentukan Interval Penilaian

Untuk mengetahui tinggi rendahnya kompetensi widyaiswara dalam penilaian kompetensi widyaiswara calon Pembina SMKBI di lingkungan P4TK Medan digunakan pedoman untuk memberikan interpretasi skor dengan berdasar pada skala ordinal non parametris, yaitu skala yang didasarkan pada ranking yang diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi sampai jenjang terendah atau sebaliknya seperti terlihat pada Tabel 48 berikut ini:

Tabel 48. Kriteria Interpretasi Skor

Interval Skor Kriteria Interpretasi

4,001 - 5,000 Sangat Baik 3,001 - 4,000 Baik 2,001 - 3,000 Cukup 1,001 - 2,000 Sedang 0,000 - 0,1000 Kurang

c. Format Model Penilaian Widyaiswara

Setelah diperoleh bobot kriteria kompetensi seperti tersebut diatas, maka dirancang suatu model matematis untuk memberikan penilaian kompetensi widyaiswara calon Pembina SMKBI dilingkungan P4TK Medan sebagai berikut :

Y = a1x1 + a2x2 + … + anxn Dimana : Y : Skor Penilaian

an : Bobot penilaian Sub kriteria ke 1 samapi ke n xn : Derajat penilaian Sub kriteria ke 1 samapi ke n

Y=0,021X1+0,032X2+0,023X3+0,014X4+0,037X5+0,081X6+0,056X7+0,118X8+0,075X9 +

+0,035X10+0,047X11+0,030X12+0,095X13+0,075X14+0,077X15+0,055X16+0,032X17 +

+0,040X18+0,057X19

Untuk mendapatkan nilai skor (Y), maka penilai harus memasukkan nilai yang diberikannya melalui derajat penilaian yang telah ditentukan sebelumnya, Selanjutnya skor penilaian (Y) tersebut dinterpretasikan ke dalam interval penialaian yang juga telah ditentukan sebelumnya,

Sebagai contoh, penggunaan model penilaian kompetensi widyaiswara calon Pembina SMKBI dilingkungan P4TK Medan, dimana seorang penilai sedang memberikan penilaian terhadap kompetensi widyaiswara calon Pembina SMKBI si X, dengan data sebagai berikut:

Tabel 49. Contoh Penggunaan Model Penilaian Kompetensi Widyaiswara X Calon Pembina SMKBI

No Sub Kriteria Kriteria Kompetensi Yang Dimiliki

1 Proaktif Menunjukkan usaha yg konsisten

2

Perhatian Terhadap Kejelasan Tugas, Kualitas dan Ketelitian Kerja

Memperlihatkan perhatian umum terhadap aturan dan kejelasan tugas

3 Mencari Informasi Menggali lebih dalam

4 Semangat Untuk Berprestasi Selalu berusaha untuk menyamai standar orang lain/prestasi rata-rata

5 Empati Mendengar dengan responsif

6 Kepuasan Pelanggan Memperbaiki kebutuhan sesuai dengan kebutuhan konsumen

7 Mempengaruhi Melakukan tindakan persuasif,

8 Membangun Hubungan Membuat kontak yang berhubungan dengan pekerjaan, 9 Kerjasama Kelompok Menunjukkan ekspektasi positif

10

Mengembangkan Orang Lain

Mengekpresikan ekspektasi positif mengenai orang lain,

11 Mengarahkan Memberi pengarahan secara detil, 12 Memimpin Kelompok Menggunakan kekuasaan secara adil 13 Berpikir analitis Melihat hubungan mendasar 14 Berpikir Konseptual Menyederhanakan hal yang kompleks

15 Keahlian Manajerial Profesional , ahli dalam bidangnya 16 Komitmen Terhadap Organisasi Melakukan usaha aktif

17 Fleksibilitas Menyesuaikan taktik pada situasi/orang yang berbeda 18 Percaya Diri Menerima tantangan dengan sukarela

Tabel 50. Perhitungan Penggunaan Kompetensi widyaiswara X dari Tabel 43 Bobot Global Derajat Penilaian Skor Penilaian No Sub Kriteria (a) (x) a*x 1 Proaktif 0,021 2 0,042 2

Perhatian Terhadap Kejelasan Tugas, Kualitas dan

Ketelitian Kerja 0,032 3 0,096 3 Mencari Informasi 0,023 2 0,047 4 Semangat Untuk Berprestasi 0,014 3 0,043

5 Empati 0,037 4 0,147

6 Kepuasan Pelanggan 0,081 4 0,325 7 Mempengaruhi 0,056 3 0,167 8 Membangun Hubungan 0,118 2 0,237 9 Kerjasama Kelompok 0,075 3 0,225 10 Mengembangkan Orang Lain 0,035 2 0,069 11 Mengarahkan 0,047 2 0,095 12 Memimpin Kelompok 0,030 3 0,089 13 Berpikir analitis 0,095 3 0,285 14 BerpikirKonseptual 0,075 3 0,225 15 Keahlian Manajerial 0,077 4 0,309 16 Komitmen Terhadap Organisasi 0,055 2 0,110 17 Fleksibilitas 0,032 4 0,127 18 Percaya Diri 0,040 4 0,160 19 Pengendalian Diri 0,057 3 0,170

Total Skor Penilaian (Y=Σan*xn) 2,967

Sumber : Hasil Pengolahan Data

Untuk mengetahui tinggi rendahnya kompetensi widyaiswara X calon Pembina SMKBI, skor penilaian widyaiswara X kemudian di konversi ke dalam interval interpretasi skor penilaian kompetensi yang telah ditetapkan, dimana skor kompetensi widyaiswara X (2,967) termasuk ke dalam kategori “Cukup”.

Tabel 51. Kriteria Interpretasi Skor Widyaiswara “X”

Interval Skor Kriteria Interpretasi

4,001 – 5,000 Sangat Baik 3,001 – 4,000 Baik 2,001 – 3,000 Cukup 1,001 – 2,000 Sedang 0,000 – 1,000 Kurang

Dokumen terkait