METODE PENELITIAN
3.5 Perancangan Alat
3.5.2 Pembuatan Coolbox
Pada Gambar 3.17 ini adalah ilustrasi coolbox dan dimensinya untuk pembuatan coolbox berbahan insulasi serat ijuk dan sabut kelapa menggunakan teknik laminasi.
Panjang : 340 mm Lebar : 240 mm Tinggi : 280 mm
Gambar 3. 17 Ilustrasi coolbox insulasi serat ijuk dan sabut kelapa Sumber: (Dokumen Pribadi)
Coolbox di atas merupakan gambaran umum dari media yang akan dirancang. Di bawah ini pada Gambar 3.18 merupakan lapisan detail dari coolbox dengan insulasi campuran serat ijuk dan sabut kelapa.
Gambar 3. 18 Detail lapisan insulasi coolbox komposit serat Sumber: (Dokumen Pribadi)
Penjelasan :
Lapisan 1 : Resin (1 mm)
Lapisan 2 : Plywood (3 mm)
Lapisan 3 : Komposit serat ijuk dan sabut kelapa (20 mm)
Lapisan 4 : Plywood (3 mm)
Lapisan 5 : Resin (1 mm)
Tahapan-tahapan dalam pembuatan coolbox berinsulasi serat ijuk dan sabut kelapa adalah sebagai berikut :
1. Pembuatan kotak dilakukan di bengkel kayu sedangkan untuk isian komposit dilakukan sendiri. Kotak yang sudah dibuat di bengkel kayu memiliki bentuk seperti pada Gambar 3.19 di bawah ini.
Gambar 3. 19 Kotak coolbox yang akan digunakan sebagai alat uji Sumber: (Dokumen Pribadi)
2. Selanjutnya kotak tersebut akan diisi oleh campuran komposit dari bagian bawah kotak tersebut. Serat yang dibutuhkan untuk membuat insulasi pada dinding kotak insulasi serta bagian penutup sebanyak 550 gram campuran serat serta 400 gram perekat. Berikut ini adalah Gambar 3.20 merupakan proses pencampuran serat dan proses pemasukan insulasi yang kemudian ditutup menggunakan plywood setebal 3 mm.
Gambar 3. 20 Proses pencampuran serat dan pemberian insulasi komposit serat pada dinding coolbox
Sumber: (Dokumen Pribadi)
3. Setelah kotak selesai dibuat, proses selanjutnya adalah pelapisan kotak menggunakan resin untuk membuat lapisan kedap air dan tidak cepat rusak.
Setelah diberikan lapisan, resin kemudian didiamkan dan dijemur selama 24 jam untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Untuk mendapatkan hasil uji yang lebih akurat, pembuatan coolbox dengan insulasi berbahan styrofoam menerima perlakuan yang sama dengan coolbox insulasi sabut kelapa dan serat ijuk. Pembuatan coolbox harus memerhatikan kekedapan
sehingga tidak ada pertukaran kalor antara ligkungan di dalam coolbox dengan lingkungan sekitar di luar coolbox. Pada Gambar 3.21 ini merupakan ilustrasi dimensi dari coolbox styrofoam yang akan dibuat berdasarkan coolbox berinsulasi sabut kelapa dan serat ijuk.
Panjang : 340 mm Lebar : 240 mm Tinggi : 270 mm
Gambar 3. 21 Coolbox insulasi styrofoam Sumber: (Dokumen Pribadi)
Ilustrasi coolbox di atas merupakan gambaran umum dari media yang akan dirancang dengan menggunakan styrofoam sebagai bahan insulasinya. Pada Gambar 3.22 di bawah ini merupakan ilustrasi lapisan detail dari coolbox dengan insulasi styrofoam.
Gambar 3. 22 Detail lapisan insulasi coolbox styrofoam Sumber: (Dokumen Pribadi)
Penjelasan :
Lapisan 1 : Resin (1 mm) Lapisan 2 : Plywood (3 mm) Lapisan 3 : Styrofoam (20 mm) Lapisan 4 : Plywood (3 mm) Lapisan 5 : Resin (1 mm)
Untuk proses pembuatan coolbox berinsulasi styrofoam yang digunakan utnuk pembanding lebih mudah dikarenakan kotak yang akan dibuat dapat dilakukan secara terpisah dan tidak memerlukan proes pencampuran bahan insulasi terlebih dahulu. Cara membuat coolbox berinsulasi styrofoam hanya menggunakan coolbox styrofoam yang sudah jadi dan diberikan pelapis kotak plywood serta lapisan resin untuk menjaga kotak
tetap kedap air. Pada Gambar 3.23 bawah ini merupakan gambar dari proses pembuatan coolbox dengan insulasi styrofoam.
Gambar 3. 23 Coolbox berinsulasi styrofoam Sumber: (Dokumen Pribadi) 3.6 Pelaksanaan Percobaan
Pada tahap ini dilakukan percobaan pada prototype. Percobaan dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) coolbox. Coolbox pertama menggunakan bahan insulasi campuran serat ijuk dan sabut kelapa, dan coolbox kedua menggunakan bahan insulasi styrofoam. Untuk pengujian bahan insulasi coolbox digunakan es basah yang diukur dengan termometer digital untuk mengetahui suhu yang dapat dicapai coolbox dalam mempertahankan pendinginan selama 24 jam. Gambar 3.24 ini adalah gambar dari coolbox yang sudah diberikan termometer dan siap untuk dilakukan pengujian.
Gambar 3. 24 Persiapan pengujian Sumber: (Dokumen Pribadi)
Dari percobaan ini akan diketahui suhu terendah yang dapat dicapai coolbox tersebut. Selain itu, coolbox diuji dalam mempertahankan temperatur pendinginan dan waktu pendinginan efektif antara coolbox pertama berinsulasi sabut kelapa dan serat ijuk serta coolbox kedua berinsulasi styrofoam.
Data yang akan diambil dari percobaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Lama waktu pendinginan
Pengamatan terhadap percobaan coolbox dilakukan mulai dari awal penutupan kedap udara coolbox hingga suhu di dalam lingkungan coolbox
mencapai 20oC. Hal ini dikarenakan suhu 20oC masih dapat menjaga kesegaran dari ikan dan masih laik konsumsi. Bila suhu di atas 20oC bakteri pembusuk mulai berkembang biak an merusak kualitas ikan.
2. Suhu terendah yang dapat dicapai coolbox.
Pada pengamatan ini dilakukan selama 24 jam penyimpanan dengan pengamatan temperatur terukur setiap 30 menit sekali. Termometer sebanyak 3 (tiga) buah untuk mengukur 3 (tiga) titik berbeda. Ketiga titik tersebut adalah sebagai berikut:
a. Titik 1 digunakan untuk mengukur temperatur permukaan es basah.
Gambar 3.25 menjelaskan letak sensor yang digunakan untuk mengukur suhu pada permukaan es basah ataupun pada air es yang digunakan untuk proses pendinginan.
Gambar 3. 25 Sensor pengukur suhu air es Sumber: (Dokumen Pribadi)
b. Titik 2 digunakan untuk mengukur temperatur ikan yang diletakkan di dalam tubuh ikan sebagai beban pendingin. Hal ini ditujukan untuk melihat pengaruh pendinginan es basah terhadap beban pendinginan yaitu ikan segar.
Gambar 3. 26 Beban pendinginan berupa ikan segar Sumber: (Dokumen Pribadi)
Pada Gambar 3.26 terlihat bahwa ikan dilubangi tepat pada bagian tengah ikan untuk peletakan sensor termometer. Hal ini ditujukan untuk melihat seberapa besar pengaruh pendinginan terhadap beban pendinginan.
c. Titik 3 digunakan untuk mengukur temperature pada ruangan bebas di dalam coolbox. Hal ini ditujukan untuk melihat pengaruh pendinginan es bsah terhadap suhu udara di dalam coolbox apakah dapat membantu mendinginkan beban pendingin berupa ikan segar atau menjadi beban pendinginan bersamaan dengan ikan segar. Gambar 3.27 adalah gambar dari peletakan termometer yang akan digunakan sebagai pengukuran.
Gambar 3. 27 Lokasi sensor suhu pengukuran Sumber: (Dokumen Pribadi)
d. Titik 4 dgunakan untuk mengukur temperature pada lingkungan sekitar tempat pengujian coolbox. Hal ini ditujukan untuk melihat pengaruh perubahan suhu lingkungan terhadap suhu di dalam coolbox.