MEDIA PEMBELAJARAN
Wakil 1 Wakil 2 Wakil 3Ketua
H. PEMBUATAN DAN PENYAJIAN MEDIA PEMBELAJARAN
1. Perangkat Media Transparansi
Sejauh ini papan tulis dianggap sebagai media yang paling praktis dan murah, sehingga setiap ruang kelas hampir pasti memilikinya. Tetapi papan tulis memiliki berbagai kelemahan misalna dalam hal keterbatasan jangkauan, kurangnya daya tarik, dan hanya dapat dipakai secara langsung (tidak bisa dipersiapkan sebelumnya). Sementara penggunaan proyektor slide atau film meskipun dipandang dapat mengatasi kelemahan papan tulis tersebut namun biayanya cukup mahal dan kurang praktis pengoperasiannya. Penggunaan OHP bisa diangap sebagai jalan tengah antara media tradisional papan tulis dengan media audio visual modern lainnya.
Diantara beraneka macam media yang telah dibicarakan maka media transparansi agaknya merupakan media yang cukup populer penggunaannya di
180 sekolah. Hampir semua sekolah telah memiliki peralatan OHP, namun pemanfaatannya belum maksimal. Dibanding dengan media pembelajaran modern lainnya (slide, film, video), OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati. Anggapan ini bisa dimaklumi sebab untuk menggunakan OHP tata letak ruang kelas tetap biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Selain itu dengan ruang kelas yang tidak perlu gelap aktivitas siswa dapat berlangsung seperti biasa, dapat saling melihat dan tetap dapat sambil mencatat. Keadaan sepertiini membuat aktivitas belajar tidak terganggu.
2. Membuat sendiri Transparancy secara manual
Penggunaan OHP memerlukan media OHT atau sering disebut transparancy film atau transparansi. Terbuat dari bahan plastik tembus cahaya sehingga visual dapat diproyeksikan. Lembaran plastik biasanya berukuran kertas folio. Ada beberapa kualitas plastik yang bisa digunakan, mulai dari yang mahal dan bermerk khusus hinga yang paling murah, bahkan bisa saja menggunakan plastik seperti yang dipakai untuk taplak meja.
Di atas transparansi itu, guru bisa menyiapkan tulisan jauh sebelum penyajian atau bisa langsung menulis sambil mengajar. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan transparansi yaitu:
a. Dengan cara mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu seperti:
1) Mencetak dengan bantuan komputer baik dengan full colour (berwarna) maupun mono colour (hitam). Hal ini bisa menggunakan plotter maupun laser atau printer biasa
2) Membuat gambar/tulisan dalam selembar kertas atau mengambil dari buku, lalu difoto copy dalam plastik transparansi khusus
3) Melalui proses fotografi yang dicetak dalam film transparansi dan masih ada cara-cara lain.
b. Dengan cara membuat sendiri secara manual
Cara ini dapat dilakukan sendiri oleh guru dengan cepat, sederhana dan murah. Secara singkat teknik pembuatannya dijelaskan sebagai berikut:
181 1) Siapkan bahan dan peralatan yang diperlukan yaitu: plastik transparansi (sesuai kualitas yang dikehendaki), OHT pen (marker pen) atau spidol permanen, minyak penghapus (aceton), kapas dan alat bantu tulis lain yang diperlukan. Bila diperlukan sediakan pula bingkai OHT
2) Siapkan draft yang akan ditransparansikan dengan pensil pada kertas, lalu dijiplak ke dalam transparansi. Sesuaikan ketentuan ukurannya dengan bidang proyeksi
3) OHT dapat dibuat dalam beberapa bentuk dan teknik sajian misalnya: bentuk tunggal, tumpang tindih (overlay), bentuk masking (bisa dibuka ditutup), bentuk billboarding (diberikan lapisan (transparansi berwarna) dll.
Selain itu dalam membuat rancangan visual dalam transparansi perlu juga diperhatikan beberapa tips berikut:
1) Gunakan huruf dengan ukuran minimal 0,6 cm. Jika menggunakan huruf yang lebih kecil dari itu, maka hasil tayangan akan sulit terbaca oleh siswa yang duduk di belakang
2) Luas bidang transparansi yang ditulisi jangan melebihi ukuran 18 x 22 cm. Jika melebihi maka akan ada sebagian tulisan yang tidak tampak dalam tayangan
3) Sebaiknya dalam satu lembar transparansi tidak lebih dari enam baris tulisan. Setiap baris maksimal berisi enam kata. Jika lebih dari itu, transparansi akan terlihat terlalu ramai
4) Dalam satu lembar transparansi usahakan hanya berisi satu topik permasalahan. Setiap transparansi agar diberi judul. Jika satu lembar transparansi belum cukup untuk menuangkan satu topik tertentu bisa disambung pada transparansi yang lain dnegan diberi judul yang sama. 5) Bila transparansi diberi bingkai maka pada ruang bingkai dapat diberi
catatan kecil yang dianggap perlu
6) Lembar transparansi sebaiknya tidak hanya berisi tulisan, tetapi dikombinasikan dengan gambar, bagan, grafik, foto, skema atau simbol- simbol visual lainnya agar lebih menarik dan tidak membosankan. Tulisan dan gambar diusahakajn proporsional/ seimbang
182 7) Agar tayangan lebih menarik, gunakan variasi warna dan bentuk huruf. Namun pemakaian warna jangan berlebihan maksimal empat warna agar tidak terlalu ramai.
3. Teknik Menyajikan Transparansi OHP
Untuk dapat menyajikan media transparansi dengan baik, ada baiknya diperhatikan saran-saran berikut:
a. Susunlah semua transparan yang akan disajikan dengan rapi. Untuk memudahkan urutan sajian sebaiknya setiap lembar transparan diberi nomor urut, mulai transparan pertama sampai terakhir berdasarkan urutan sajian
b. Letakkan transparansi terlebih dahulu di atas OHP dengan baik kemudian baru nyalakan lampunya
c. Periksa arah cahaya apakah posisi tayangan sudah tepat pada layar. Arah tayang yang tidak tepat akan membentuk efek keystone (menyempit pada salah satu sisinya). Jika mungkin posisi layar bagian atas dibuat agak ke depan.
d. Aturlah letak posisi transparansi dan ketepatan fokusnya sehingga memperoleh hasil visual yang lebih baik
e. Penerangan dalam ruangan tetap seperti biasa (kecuali jika ada cahaya kuat yang masuk ruang, maka lampu di dekat layar bisa dimatikan)
f. Gambar tulisan yang tertayang pada layar harus dapat terlihat dengan mudah oleh seluruh siswa. Siswa harus dapat melihat dengan bebas tanpa terhalang oleh guru atau siswa lain
g. Selama penyajian tetaplah menghadap ke arah siswa
h. Hindari membaca tulisan pada layar (kecuali ketika mengontrol ketepatan fokus pada posisi tayangan)
i. Jangan menunjuk-nunjuk tulisan/gambar yang ada di layar tetapi tunjuklah tulsan/gambar pada transparansi pada OHP
j. Tunjukan bagian materi yang sedang anda bicarakan. Sebaiknay tidak menunjuk tulisan memakai jari, tetapi gunakan alat tunjuk misalnya pensil yang runcing
k. Jika dianggap perlu tutuplah sebagian permukaan transparan menggunakan kertas, kemudian dibuka berangsur-angsur sesuai materi yang dijelaskan. Hal
183 ini dimaksudkan untuk membantu mengarahkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan atau untuk memancing rasa keingintahuan (penasaran) siswa terhadap bagian tulisan yang masih tertutup. Sebagai variasi, juga bisa menggunakan transparansi bentuk overlay, masking atau billboarding
l. Bila diperlukan, bisa juga menulis pada transparansi untuk memperjelas sajian, atau menambahkan penjelasan yang baru saja diingat. Sebaiknya tambahan penjelasan tersebut ditulis pada lembar plastik kosong yang ditumpangkan di atas transparan yang sedang disajikan, aslinya tidak tercoret-coret.
m. Segera matikan OHP jika tayangan tidak diperlukan lagi. Hal ini untuk menghindari OHP yang terlalu panas yang dapat merusak lampu. Harap diperhatikan bahwa kerusakan OHP yang paling sering terjadi adalah putus lampunya. Lebih-lebih untuk tipe OHP yang tidak menggunakan kipas pendingin
n. Simpanlah lembar-lembar transparansi ke dalam map. Setiap lembar sebaiknya dilapisi selembar kertas untuk memisahkan dengan lembar lainnya agar tulisan tidak cepat rusak dan tidak lengket ketika diambil. Pemberian kertas pemisah juga dimaksudkan agar transparansi mudah terbaca pada saat dipilih-pilih sebelum penayangan.
184