BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.7 Pembuatan Ekstrak
Pembuatan ekstrak dilakukan secara perkolasi menggunakan pelarut
n-heksana. Cara kerja :
Sebanyak 300 g serbuk simplisia daun sirsak dibasahi dengan penyari dan
dibiarkan selama 3 jam, kemudian dimasukkan ke dalam alat perkolator. Lalu
dituang larutan penyari n-heksana secukupnya sampai semua simplisia terendam
dan terdapat selapis cairan penyari diatasnya, mulut tabung perkolator ditutup
dengan alumunium foil dan dibiarkan selama 24 jam, kemudian kran dibuka dan
dibiarkan tetesan ekstrak mengalir. Perkolasi dihentikan setelah tetesan perkolat
terakhir tidak bereaksi lagi dengan pereaksi untuk uji senyawa golongan
steroid/triterpenoid (pereaksi Lieberman-Burchard). Selanjutnya ekstrak diuapkan
dengan vakum putar pada temperatur tidak lebih dari 500C sampai diperoleh
ekstrak kental. Bagan pembuatan ekstrak n-heksana daun sirsak dapat dilihat pada
3.8 Analisis Ekstrak n-Heksana secara KLT
Terhadap ekstrak n–heksana dilakukan analisis secara KLT menggunakan
fase diam silika gel GF254 dan fase gerak campuran n-heksana – etilasetat dengan
perbandingan (100:0), (90:10), (80:20), (70:30), (60:40), dan (50:50). Sebagai
penampak bercak digunakan pereaksi Liebermann- Burchard.
Cara kerja:
Ekstrak ditotolkan pada plat lapis tipis, kemudian dimasukan ke dalam
chamber yang telah jenuh dengan uap fase gerak. Setelah pengembangan selesai
plat dikeluarkan dan dikeringkan, plat disemprot dengan penampak bercak
Liebermann- Burchard dan dipanaskan di oven pada suhu 105°C selama 15 menit
lalu diamati warna yang terbentuk. Kromatogram dan harga Rf hasil KLT ekstrak
n-heksana daun sirsak dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 44.
3.9 Fraksinasi Ekstrak n-Heksana secara KCV
Ekstrak n-heksana difraksinasi secara KCV menggunakan pelarut landaian
n-heksana - etilasetat dengan perbandingan (100:0), (90:10), (80:20), (70:30), (60:40), (50:50), (40:60), (30:70), (20:80), (10:90), (0:100).
Cara kerja:
Sebagai kolom digunakan corong Buchner kaca masir, kedalam corong
Buchner kaca masir dimasukkan kertas saring lalu dimasukkan silika gel 60 H
yang dikemas dalam keadaan kering, lalu diatasnya ditutup kembali dengan kertas
saring. Alat vakum dihidupkan untuk memperoleh kerapatan yang maksimum.
Kemudian cuplikan yang telah dicampur dengan silika gel 60 H dimasukkan pada
bagian atas kolom yang disebar secara merata, lalu di atasnya diletakkan kertas
saring. Alat vakum dihidupkan kembali. Sampel dielusi dengan pelarut mulai dari
sampai kering pada setiap pengumpulan fraksi (Hostettmann, et al, 1995).
Kromatogram dan harga Rf hasil KCV ekstrak n-heksana daun sirsak dapat dilihat
pada lampiran 10 halaman 46.
3.10 Analisis KLT Hasil KCV
Hasil fraksinasi yang telah dipekatkan tersebut di KLT menggunakan fase
diam plat pra lapis silika gel GF254, pengembang n-heksana - etilasetat (80:20)
dengan penampak bercak Liebermann- Burchard. Diperoleh 11 fraksi dan pola
kromatogram yang sama digabungkan.
3.11 Isolasi Senyawa Steroid/Triterpenoid Hasil Fraksinasi secara KLT Preparatif
Terhadap fraksi 1 yang mengandung bercak berwarna ungu dan merah
ungu dilakukan isolasi secara KLT preparatif. Sebagai penampak bercak
digunakan pereaksi Liebermann- Burchard dan sebagai fase gerak digunakan
n-heksana - etilasetat (80:20) dan fase diam silika gel GF254.
Cara kerja:
Fraksi ditotolkan pada jarak 2 cm dari tepi bawah plat KLT berukuran
20x20 cm yag telah diaktifkan sehingga membentuk pita. Setelah kering plat KLT
dimasukkan kedalam bejana yang telah jenuh dengan uap fase gerak, pengembang
dibiarkan naik membawa komponen yang ada. Setelah mencapai batas
pengembangan plat dikeluarkan dari bejana lalu dikeringkan. Bagian tengah plat
ditutup dengan kaca yang bersih sedangkan pada sisi kanan dan kiri plat
disemprot dengan penampak bercak Liebermann- Burchard dan dipanaskan.
Bagian tengah plat yang sejajar dengan bercak berwarna ungu dan merah ungu
dikerok dan dikumpulkan, direndam dengan metanol satu malam lalu disaring
terhadap isolat yang diperoleh. Kromatogram dan harga Rf hasil KLT preparatif
dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 49.
3.12 Uji kemurnian Isolat
Terhadap isolat dilakukan uji kemurnian dengan KLT dua arah dengan
menggunakan fase gerak I yaitu n-heksana - etilasetat (90:10) dan fase gerak II
yaitu benzena – kloroform (90:10) dengan fase diam plat pralapis dan penampak
bercak pereaksi Liebermann- Burchard.
Cara kerja:
Isolat ditotolkan pada plat pra lapis silika gel GF254 ukuran 10 x 10 lalu
dielusi memakai fase gerak I yaitu n-heksana - etilasetat (90:10) hingga mencapai
batas pengembangan, kemudian plat dikeluarkan dari dalam bejana dan
dikeringkan. Setelah plat kering dielusi kembali dengan arah yang berbeda 90°
memakai fase gerak II yaitu benzena – kloroform (90:10), disemprot dengan
memakai penampak bercak Liebermann- Burchard, setelah itu plat dipanaskan
pada suhu 105°C selama 10 menit lalu diamati warna yang terbentuk.
Kromatogram dan harga Rf hasil KLT ekstrak n-heksana daun sirsak dapat dilihat
pada lampiran 14 halaman 50
3.13 Identifikasi Isolat
Identifikasi isolat secara spektrofotometri ultraviolet dan spektrofotometri
inframerah dilakukan di Laboratorium Penelitian Fakultas Farmasi USU Medan.
3.13.1 Identifikasi Isolat secara Spektrofotometri UV
Cara kerja:
Isolat hasil isolasi dilarutkan dalam pelarut metanol, kemudian
dimasukkan kedalam kuvet yang telah dibilas dengan larutan sampel. Selanjutnya
3.13.2 Identifikasi Isolat secara Spektrofotometri IR
Cara kerja:
Identifikasi isolat secara spektrofotometri IR dilakukan dengan cara
mencampurkan 1 mg isolat dengan 150 mg kalium bromida menggunakan alat
mixture vibrate, kemudian dicetak menjadi pelet pada tekanan 11,5 ton dan dimasukkan kedalam spektrofotometer inframerah serta diukur absorbansinya
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pemeriksaan Karakteristik Simplisia
Hasil identifikasi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan
Biologi Bogor terhadap tumbuhan yang diteliti adalah sirsak (Annona muricata
Linn.) suku Annonaceae (pada lampiran 1). Pemeriksaan karakteristik simplisia
secara makroskopik yaitu daun tunggal, rapuh, warna kuning kecoklatan, bentuk
bundar panjang, lanset atau bundar telur terbalik, ujung dan pangkal daun
runcing, tepi rata.
Pada pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia dijumpai adanya
epidermis atas, epidermis bawah dengan stomata tipe anomositik, rambut penutup,
pembuluh kayu, sel batu dan berkas pengangkut.
Hasil pemeriksaan karakteristik serbuk simplisia daun sirsak diperoleh
kadar sari yang larut dalam air 18,27%, kadar sari yang larut dalam etanol
12,81%, kadar abu total 5,63 %, kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,86 %
dan kadar air 6,66 %. Hasil skrining fitokimia serbuk daun sirsak menunjukkan
adanya senyawa golongan flavonoida, glikosida, tanin, alkaloida, saponin dan
steroid/triterpenoid.
4.2 Hasil Isolasi Senyawa Steroid/Triterpenoid
Ekstraksi dilakukan dengan cara perkolasi menggunakan pelarut
n-heksana, dari hasil perkolasi 300 g serbuk simplisia diperoleh ekstrak 10,44 g, jadi rendemennya adalah 3,48%. Analisis KLT dari ekstrak n-heksana
menunjukkan bahwa fase gerak yang paling baik adalah n-heksana – etilasetat
yang terdiri dari 2 noda berwarna ungu, 1 noda berwarna merah ungu, 1 noda
berwarna hijau tua.
Selanjutnya terhadap ekstrak n-heksana dilakukan fraksinasi secara KCV
untuk memisahkan senyawa-senyawa berdasarkan kepolarannya menggunakan
pelarut landaian n-heksana - etilasetat dengan kepolaran yang semakin meningkat
dan fase diam silika gel 60 H. Hasil fraksinasi dilakukan KLT sebagai fase gerak
n-heksana – etilasetat (80:20) dan penampak bercak Liebermann- Burchard, dipeoleh 11 fraksi, diperoleh fraksi yang mempunyai pola kromatogram yang
sama digabung menjadi satu fraksi yaitu F1, F2, F3, F4 dan F5 (fraksi 1), F6 dan F7
(fraksi 2), F8 dan F9 (fraksi 3), F10 dan F11 (fraksi 4) (pada lampiran 10). Terhadap
fraksi 1 dilanjutkan untuk di KLT preparatif dengan menggunakan plat KLT
preparatif ukuran 20x20 cm, fase gerak n-heksana - etilasetat (80:20). Hasil KLT
menunjukkan 4 pita (pada lampiran 13), kemudian masing-masing pita dikerok,
direndam dengan metanol, diambil filtrat lalu diuapkan dan diperoleh 4 isolat
yaitu isolat 1, isolat 2, isolat 3 dan isolat 4.
Pada uji kemurnian terhadap isolat 1, 3 dan 4 terdapat dua noda yang
berwarna merah ungu dan kuning. Sedangkan pada isolat 2 diperoleh satu noda
yang berwarna ungu. Isolat yang akan diuji adalah isolat 2 karena pada isolat 2
hanya terdapat satu noda sedangkan pada isolat 1, 3, dan 4 hasil kromatogram
menunjukkan lebih dari satu noda. Pada isolat 2 dilakukan uji kemurnian dengan
KLT dua arah dengan fase gerak pertama n-heksana - etilasetat (90:10) dan fase
gerak kedua benzen - kloroform (90:10) dengan fase diam silika gel GF254, dari
hasil KLT dua arah terhadap isolat diperoleh satu noda berwarna ungu dengan
pada lampiran 14 halaman 50. Hasil spektrofotometri ultraviolet isolat
memberikan puncak absorbsi pada panjang gelombang (λ) 262 nm yang
menunjukkan adanya gugus kromofor. Gambar spektrum ultraviolet isolat dapat
dilihat pada lampiran 15 pada halaman 51.
Hasil spektrofotometri inframerah isolat menunjukkan adanya ikatan
O-H yang ditunjukkan oleh puncak melebar pada bilangan gelombang 3423,86
cm-1. Pita pada bilangan gelombang 2924,09 cm-1 bilangan gelombang 2852,72
cm-1 menunjukkan adanya ikatan C-H alifatis yang diperkuat oleh puncak pada
bilangan gelombang 1454,33 cm-1 yang menunjukkan gugus CH2 dan puncak
pada bilangan gelombang 1377,17 cm-1 yang menunjukkan gugus CH3. Puncak
pada bilangan gelombang 1737,86 cm-1 menunjukkan adanya gugus C=O. Pita
pada bilangan gelombang 1165,00 menunjukkan adanya ikatan C-O.
Gambar spektrum inframerah isolat dapat dilihat pada lampiran 16 pada halaman
52.
Dari data-data yang diperoleh, secara KLT dengan penampak bercak
Liebermann- Burchard, spektrofotometri UV dan spektrofotometri IR maka
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Pada pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia dijumpai adanya epidermis
atas, epidermis bawah dengan stomata, rambut penutup, pembuluh kayu, sel batu,
berkas pengangkut. Karakteristik serbuk simplisia daun sirsak diperoleh kadar sari
yang larut dalam air 18,27%, kadar sari yang larut dalam etanol 12,81%, kadar
abu total 5,63%, kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,86% dan kadar air
6,66 %, hasil karakteristik simplisia daun sirsak memenuhi syarat Materia Medika
Indonesia.
Senyawa steroid/triterpenoid dapat diisolasi dari ekstrak n-heksana dari daun
sirsak dengan menggunakan KLT. Isolat dari ekstrak n - heksana daun sirsak
dapat diidentifikasi dengan menggunakan spektrofotometri UV dan
spektrofotometri IR.
5.2 Saran
Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan uji efek
KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN ISOLASI SENYAWA
STEROID/TRITERPENOID DARI EKSTRAK n-HEKSANA
DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.)
SKRIPSI
OLEH: MUZAKIR NIM: 081524028
PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN ISOLASI SENYAWA
STEROID/TRITERPENOID DARI EKSTRAK n-HEKSANA
DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.)
SKRIPSI
Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk mencapai Gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara
OLEH: MUZAKIR NIM: 081524028
PROGRAM EKSTENSI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI
KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN ISOLASI SENYAWA
STEROID/TRITERPENOID DARI EKSTRAK n-HEKSANA DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.)
OLEH: MUZAKIR NIM: 081524028
Dipertahankan di hadapan Panitia Penguji Fakultas Farmasi
Universitas Sumatera Utara Pada tanggal : Februari 2011
Pembimbing I, Panitia Penguji,
(Dra. Nazliniwaty, M.Si., Apt.) (Dr. Marline Nainggolan, M.Si., Apt)
NIP. 196005111989022001 NIP. 195709091985112001
Pembimbing II, (Dra. Nazliniwaty, M.Si., Apt.)
NIP. 196005111989022001
(Dra. Aswita Hafni Lubis, M.Si., Apt) (Dra.Suwarti Aris, M.Si., Apt)
NIP. 195304031983032001 NIP. 195107231982032001
(Drs. Awaluddin Saragih, M.Si., Apt) NIP. 195008221974121002
Medan, Februari 2011 Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara
Dekan,
(Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt.) NIP. 195311281983031002
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan
skripsi ini untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar sarjana Farmasi pada
Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan
terima kasih yang tiada hentinya kepada yang terkasih Ayahanda H. Ilyas Ishak
dan Ibunda HJ. Zakiah Harun, kepada Istri tercinta Anita Kurmawati tak lupa pula
Ananda tersayang Muhammad Fachrezy, serta kakanda Yulizar, Mardiana,
Muslimah dan Maisura yang telah memberikan kasih sayang, motifasi, dorongan
serta doa kepada penulis selama ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya
bantuan dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terimakasih yang
tulus kepada :
1. Ibu Dra. Nazliniwati, M.Si., Apt dan Ibu Dra. Aswita Hafni Lubis,
M.Si., Apt, selaku dosen pembimbing yang telah membimbing penulis
dengan penuh kesabaran dan keikhlasan selama penelitian hingga
selesainya penulisan skripsi ini.
2. Bapak Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra, Apt, selaku Dekan Fakultas
Farmasi Universitas Sumatera Utara yang telah mensahkan dan
memberikan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini.
3. Ibu Dra. Masfria M.Si., Apt., selaku dosen wali yang selama ini telah
4. Bapak ...selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan dan
saran kepada penulis hingga selesainya penulisan skripsi ini.
5. Bapak Kepala Laboratorium Farmakognosi USU atas segala fasilitas
yang diberikan hingga penelitian ini dapat terselesaikan.
6. Bapak/Ibu dosen Fakultas Farmasi USU yang telah memberikan
didikan dan bimbingan selam penulis menuntut ilmu di Fakultas
Farmaski USU.
7. Teman-teman Farmasi Ekstensi stambuk 2007 dan 2008 Dedy
(P’Ded), nasril (D’Mad), Murdiansyah (Andre), Astri, Ningrum,
Anoy, Damos, Wildan, Rita, Nanda, Diana, Memel, gak lupa juga
Maria Ulfa dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu
persatu, yang telah memberikan semangat dan dorongan kepada
penulis dalam menyelesaikan penelitian dan dorongan kepad penulis
dalam menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi ini.
8. Teman – teman Farmasi Ekstensi 2008 terima kasih atas
kebersamaannya.
9. Serta semua pihak yang langsung maupun tidak langsung telah banyak
membantu dalam penyelesaian skripsi ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda atas segala
kebaikan yang telah diberikan. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini
bermanfaat bagi kita semua. Amin
Medan, September 2010 Penulis
( M U Z A K I R ) 081524028
KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN ISOLASI SENYAWA STEROID/TRITERPENOID DARI EKSTRAK n-HEKSANA
DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn.) ABSTRAK
Sirsak (Annona muricata Linn.) dan srikaya (Annona Squamosa Linn.) merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun, apabila air mencukupi selama pertumbuhannya. Sirsak mempunyai banyak khasiat dalam bidang pengobatan serta mempunyai genus yang sama dengan srikaya, dimana srikaya mengandung senyawa metabolit sekunder antara lain steroid/triterpenoid yang dapat digunakan sebagai bahan kontrasepsi, oleh karena kedua tumbuhan ini mempunyai genus yang sama, kemungkinan memiliki senyawa kimia dan khasiat yang sama pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi simplisia, skrining fitokimia untuk senyawa yang terkandung di dalam daun sirsak dan mengisolasi senyawa steroid/triterpenoid.
Penelitian ini meliputi karaterisasi simplisia dengan menggunakan metode gravimetri dan destilasi azeotropi, ekstraksi dilakukan secara perkolasi, kemudian ekstrak yang diperoleh di Kromatografi Lapis Tipis (KLT), selanjutnya ekstrak di fraksinasi dengan Kromatografi Vakum Cair (KCV), isolasi steroid dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) preparatif, uji kemurnian dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dua arah dan isolat yang diperoleh diidentifikasi secara spektrofotometri ultraviolet (UV) dan spektrofotometri inframerah (IR).
Hasil karakterisasi simplisia meliputi penetapan kadar sari yang larut dalam air (18,27%), kadar sari yang larut dalam etanol (12,81%), kadar abu total (5,63%), kadar abu yang tidak larut dalam asam (0,86%), dan kadar air (6,66%). Pada pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia dijumpai adanya epidermis atas, epidermis bawah dengan stomata, rambut penutup, berkas pengangkut, sel batu dan berkas pengangkut. Hasil analisis isolat menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh adalah senyawa golongan steroid/triterpenoid dengan harga Rf 0,91 dengan penampak bercak Liebermann-Burchard berwarna ungu, dan Isolat yang diperoleh dianalisis secara spektrofotometri UV memberikan absorbansi
maksimum pada panjang gelombang (λ) 262 nm menunjukkan adanya gugus
kromofor dan hasil spektrofotometri IR diketahui adanya gugus -OH, ikatan C-H alifatis, gugus C=O, ikatan rangkap C=C, ikatan C-O, gugus CH2, dan gugus CH3.
CHARACTERIZATION AND ISOLATION OF COMPOUND SIMPLICIA STEROID / TRITERPENOID EXTRACT FROM n-HEXANE
LEAF SOURSOP (Annona muricata Linn.)
ABSTRACT
Soursop (Annona muricata Linn.) And sugar apple (Annona squamosa Linn.) Is an annual plant that can grow and bear fruit throughout the year, if sufficient water for growth. Soursop has many benefits in the areas of treatment and have the same genus with sugar apple, sugar apple which contain secondary metabolites such as steroid / triterpenoid which can be used as contraception, because both these plants have the same genus, is likely to have chemical compounds and properties same. The purpose of this study was to determine the characterization of crude drug, fitokimia screening for compounds contained in the leaves of soursop and isolating the compound of steroid / triterpenoid.
This study includes karaterisasi bulbs by using gravimetric method and
azeotropi distillation, extraction done in percolation, and then extract obtained in Thin Layer Chromatography (TLC), then extract the fractionation by Vacuum Liquid Chromatography (VLC), the isolation of steroids is done by using Thin Layer Chromatography (TLC) preparative, purity test with Thin Layer Chromatography (TLC) two-way and identified isolates obtained by spectrophotometry ultraviolet (UV) and infrared spectrophotometry (IR).
The result is the determination of crude characterization of water-soluble extract (18.27%), levels of ethanol-soluble extract (12.81%), total ash content (5.63%), ash content is not soluble in acid (0 , 86%), and water content (6.66%). On microscopic examination of crude drug powder found the upper epidermis, lower epidermis with stomata, hair coverings, transporter beam, stone cell and the carrier files. Result analysis of isolates showed that isolates obtained is a compound class of steroid / triterpenoid with Rf value 0,91 with Liebermann-Burchard reagent purple, and isolates were analyzed by using UV
spectrophotometry gives maximum absorbance at wavelength (λ) 262 nm
indicates chromophore groups and the results of IR spectrophotometry known of the group-OH, CH bond alifatis, group C = O, C = C double bond, CO bond, CH2 groups, and CH3 groups.
Keywords: Annona muricata Linn., Characterization, isolation, steroids / triterpenoid.
DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK ... iv ABSTRACT ... v DAFTAR ISI ... vi DAFTAR TABEL ... xi DAFTAR GAMBAR ... xii DAFTAR LAMPIRAN ... xiii BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 3 1.3 Hipotesis ... 3 1.4 Tujuan Penelitian... 3 1.5 Manfaat Penelitian... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4
2.1 Uraian Tumbuhan ... 4
2.1.1 Morfologi Tanaman Sirsak ... 4
a. Daun ... 4
b. Bunga ... 4
c. Buah ... 4
d. Biji ... 5
e. Pohon ... 5
2.1.2 Daerah Asal dan Penyebaran ... 5
2.1.3 Sistematika Tumbuhan ... 5
2.2 Uraian Kandungan Kimia Tumbuhan ... 7 2.2.1 Alkaloida ... 7 2.2.2 Flavonoida ... 7 2.2.3 Saponin ... 7 2.2.4 Tanin... 8 2.2.5 Glikosida ... 8 2.2.6 Glikosida Antrakuinon ... 9 2.2.7 Steroid/Triterpenoid ... 9 2.3 Metode Ekstraksi ... 10 Cara Dingin ... 10 a. Maserasi ... 10 b. Perkolasi ... 10 Cara Panas ... 10 a. Refluks ... 10 b. Soxhlet ... 11 c. Digesti ... 11 d. Infus ... 11 e. Dekok ... 11 2.4 Kromatografi ... 11
2.4.1 Kromatografi Lapis Tipis ... 12
a. Fase Diam (Lapisan Penjerap) ... 13
b. Fase Gerak ... 14
c. Harga Rf ... 14
2.4.3 Kromatografi Lapis Tipis Preparatif ... 15
2.5 Spektrofotometri... 16
2.5.1 Spektrofotometri Ultraviolet ... 17
2.5.1 Spektrofotometri Inframerah ... 17
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 19
3.1 Alat alat yang Digunakan ... 19
3.2 Bahan-bahan yang Digunakan ... 19
3.3 Pembuatan Larutan Pereaksi ... 20
3.3.1 Larutan Pereaksi Bouchardat ... 20
3.3.2 Larutan Pereaksi Dragendorff ... 20
3.3.3 Larutan Pereaksi Molish ... 20
3.3.4 Larutan Pereaksi Besi (III) Klorida 1% ... 20
3.3.5 Larutan Pereaksi Timbal (II) Asetat 0,4 M ... 20
3.3.6 Larutan Pereaksi Asam Klorida 2 N ... 20
3.3.7 Larutan Pereaksi Natrium Hidroksida 2 N ... 21
3.3.8 Larutan Pereaksi Mayer ... 21
3.3.9 Larutan Pereaksi Alumunium Klorida 5% ... 21
3.3.10 Larutan Pereaksi Liebermann-Bourchard ... 21
3.4 Pengumpulan dan Pengolahan Sampel ... 21
3.4.1 Pengumpulan Sampel Dilakukan Secara Purposif ... 21
3.4.2 Identifikasi Sampel ... 21
3.4.3 Pengolahan Sampel ... 22
3.5 Pemeriksaan Karakteristik Simplisia ... 22
3.5.2 Pemeriksaan Mikroskopik ... 22
3.5.3 Penetapan Kadar Air ... 22
3.5.4 Penetapan Kadar Sari yang Larut dalam Air ... 23
3.5.5 Penetapan Kadar Sari yang Larut dalam Etanol ... 23
3.5.6 Penetapan Kadar Abu Total ... 24
3.5.7 Penetapan Kadar Abu yang Tidak Larut dalam Asam .... 24
3.6 Skrining Fitokimia ... 24 3.6.1 Pemeriksaan Alkaloida ... 25 3.6.2 Pemeriksaan Glikosida ... 25 3.6.3 Pemeriksaan Steroid/Triterpenoid ... 26 3.6.4 Pemeriksaan Flavonoida ... 26 3.6.5 Pemeriksaan Tanin ... 26 3.6.6 Pemeriksaan Saponin ... 26
3.6.7 Pemeriksaan Glikosida Antrakuinon ... 27
3.7 Pembuatan Ekstrak ... 27