• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2. PEMBUATAN NERACA AIR

Neraca air adalah sebuah cara atau metode perhitungan kehilangan air yang diluncurkan oleh International Water Association (IWA), yang memudahkan dalam menganalisis kehilangan air . Semua istilah yang digunakan pada neraca air disusun secara berurutan karena biasanya membaca neraca air dari kiri ke kanan.

Data-data yang dipergunakan untuk pembuatan Neraca Air adalah : • Debit yang masuk ke sistem

• Konsumsi bermeter berekening • Ketidak akuratan meter pelanggan • Kehilangan air

• Kehilangan fisik

• Kehilangan non fisik/komersial

Tabel 2 1 Neraca Air

Volume Suplai Input ke dalam Sistem (1) Konsumsi Resmi (2) Konsumsi Resmi Berekening (4)

Konsumsi Bermeter Berekening (8)

Air Berekening (ABR) (17) Konsumsi Tak Bermeter Berekening (9)

Konsumsi Resmi Tak Berekening

(5)

Konsumsi Bermeter Tak Berekening (10)

Air Tak Berekening (NRW) (18) Konsumsi Tak Bermeter Tak Berekening

(11) Kehilangan Air (3) Kehilangan non Teknis / Komersial (6)

Konsumsi Tak Resmi (12) Ketidakakuratan Meter Pelanggan dan

Kesalahan Penanganan Data (13)

Kehilangan Fisik / Teknis (7)

Kebocoran pada Pipa Transmisi dan Pipa Induk (14)

Kebocoran dan Limpahan pada Tanki Reservoar (15)

Kebocoran pada Pipa Dinas hingga Meter Pelanggan (16)

Keterangan :

1) Volume input sistem

Volume input air yang sudah diolah yang dimasukkan ke dalam bagian jaringan air minum yang diperhitungkan dalam neraca air. 2) Konsumsi resmi

Volume air bermeter / atau tak bermeter yang diambil oleh pelanggan terdaftar / resmi, supplier air dan pihak-pihak lain secara implisit maupun eksplisit memang mendapat izin resmi untuk mengambil air, baik untuk rumah tinggal, perdagangan maupun

keperluan industri, konsumsi ini bisa berekening bisa tidak, bisa bermeter bisa tidak.

3) Kehilangan Air

Selisih antara input sisitem dan konsumsi resmi. Kehilangan air dapat dianggap volume total untuk seluruh jaringan, atau sebagian jaringan seperti transmisi atau distribusi, atau zona-zona terbatas. Kehilangan air terdiri atas kehilangan fisik dan kehilangan komersial.

4) Konsumsi Resmi Berekening

Komponen-komponen konsumsi resmi yang dikenai pembayaran dan menjadi pendapatan juga dikenal sebagai air berekening atau air berpendapatan, setara dengan konsumsi berekening bermeter ditambah konsumsi berekening tak bermeter.

5) Konsumsi Resmi Tak Berekening

Komponen-komponen konsumsi resmi yang sah pemakaiannya tetapi tidak dikenai pembayaran karenanya tidak menjadi pendapatan. Setara dengan konsumsi tak berekening bermeter ditambah konsumsi tak berekening tak bermeter.

6) Kehilangan Komersial

Mencakup semua jenis ketidak akuratan terkait dengan meter pelanggan, kesalahan penanganan data (baik pembacaan meter maupun perekeningan), dan konsumsi tak resmi (pencurian air atau penggunaan air secara illegal). Kehilangan komersial disebut juga Apparent Losses oleh International Water Association dan

dibeberapa Negara di gunakan istilah “Kehilangan Non Teknis.” yang sebenarnya kurang tepat karena kesalahan pada meter pelanggan misalnya sebenarnya merupakan persoalan teknis.

7) Kehilangan Fisik

Kehilangan air secara fisik dari sistem bertekanan dan tanki- tanki/tandon-tandon penyimpanan air, sampai ke titik penggunaan oleh pelanggan. Pada jaringan yang pelanggan-pelanggannya dipasangi meter, titik penggunaan pelanggan tersebut adalah meter pelanggan, Bila tidak bermeter, titik tersebut adalah titik pertama (stop kran atau kran) pertama di dalam persil pelanggan. Kehilangan Fisik disebut juga Real Losses oleh International Water Association dan di beberapa negara di sebut “Kehilangan Teknis.”

8) Konsumsi Berekening Bermeter

Semua konsumsi bermeter yang juga dikenal pembayaran (direkeningkan). Ini mencakup semua kelompok pelanggan baik domestik, perdagangan, industri atau perkantoran dan juga termasuk air curah yang disalurkan keluar jaringan pelayanan PDAM yang bermeter dan direkeningkan.

9) Konsumsi Berekening Tak Bermeter

Semua konsumsi resmi yang dihitung berdasarkan estimasi atau cara-cara perhitungan tertentu tetapi tidak bermeter. Bisa jadi merupakan komponen yang sangat kecil bila semua konsumsi bermeter (misalnya rekening yang didasarkan pada estimasi ketika

meter pelanggan rusak) tetapi akan menjadi komponen konsumsi yang terpenting pada PDAM yang tidak menerapkan meter pelanggan. Komponen ini mencakup juga air curah yang disalurkan ke luar batas jaringan pelayanan PDAM tanpa meter pelanggan tetapi dikenai rekening.

10) Konsumsi Tak Berekening Bermeter

Konsumsi bermeter yang karena alasan tertentu tidak dikenai pembayaran, contohnya termasuk konsumsi bermeter yang digunakan sendiri oleh PDAM atau air yang disalurkan secara cuma-cuma kepada instansi tertentu, termasuk air yang ditransper dari jaringan yang diberi meter tetapi tidak direkeningkan.

11) Konsumsi Tak Berekening Tak Bermeter

Setiap jenis konsumsi resmi yang tidak dimeteri dan tak dikenai pembayaran . Komponen ini biasanya berupa pemakaian untuk pemadam kebakaran, pencucian pipa dan saluran pembuangan , pembersihan jalan dan lain-lain. Pada PDAM yang dikelola dengan baik komponen ini biasanya kecil sekali tetapi sering dibesar- besarkan. Secara teoritis seharusnya termasuk air yang disalurkan keluar jaringan yang tidak bermeter dan tidak berekening, meskipun kasusnya jarang.

12) Konsumsi Tak Resmi

Setiap penggunaan air secara tak resmi atau tak sah ini termasuk penggunaan secara illegal dari hidran misalnya air hidran diambil

secara tidak sah untuk proyek konstruksi sambungan liar pada meter pelanggan.

13) Meter Pelanggan Tidak Akurat dan Kesalahan Penanganan Data

Kehilangan air secara komersial yang disebabkan oleh ketidak- akuratan meter pelanggan dan kesalahan penanganan data ketika membaca meter atau memasukkan data untuk rekening.

14) Kebocoran pada Pipa Transmisi dan Distribusi

Air yang hilang melalui kebocoran atau pecahnya pipa transmisi dan distribusi bisa berupa kebocoran yang kecil dan belum terlapor (misalnya kebocoran pada joint). Kebocoran besar yang terlapor dan diperbaiki tetapi tentu saja sudah bocor untuk jangka waktu tertentu sebelum di perbaiki.

15) Kebocoran dan Luapan Reservoir

Air yang hilang akibat kebocoran struktur tanki atau luapan pada tanki baik yang disebabkan masalah operasional maupun teknis. 16) Kebocoran pada Pipa Dinas sampai Titik Meter Pelanggan

Air yang hilang dari kebocoran dan kerusakan pada pipa dinas mulai dan termasuk titik tapping sampai titik penggunaan pelanggan. Bila sambungan pelanggan di pasangi meter, titik ini adalah meter pelanggan , dan bila tidak dipasangi meter titik ini adalah titik pertama pelanggan mengambil air (stop kran/kran pertama) di dalam persil pelanggan. Kebocoran pada pipa dinas bisa berupa kerusakan yang terlapor tetapi sebagian besar berupa

kebocoran kecil-kecil yang tidak muncul ke permukaan dan air merembes atau mengalir dalam jangka waktu lama.

17) Air Berekening

Komponen-komponen konsumsi resmi yang dikenai pembayaran dan menjadi pendapatan (disebut juga konsumsi resmi berekening). Setara dengan konsumsi berekening bermeter plus konsumsi berekening tak bermeter.

18) Air Tak Berekening

Komponen-komponen input sistem yang tidak dikenai pembayaran dan tidak menjadi pendapatan . Setara dengan konsumsi resmi tak berekening plus kehilangan fisik dan kehilangan komersial.

Dengan menggunakan rumus ini kita bisa langsung mengetahui mana kebocoran yang tinggi atau rendah dibanding dengan panjang pipa, hal ini menjadi penting karena besar persen kehilangan air belum bisa di katakan tinggi, dan kecil persen kehilangan air dikatakan rendah apabila di lihat dari panjang pipa.

Rumus :

ILI = CAPL/MAAPL ...(2.1)

Dimana :

CAPL : (Current Annual Physical Losses)

Kehilangan Fisik / teknis tahunan saat ini MAAPL : (Minimum Achhievable Annual Physical Losses)

Kehilangan Fisik / teknis tahunan minimal yang dapat dicapai

Merupakan tingkat kebocoran yang dapat diperkirakan dalam situasi dimana infrastruktur dalam kondisi baik dan kontrol kebocoran aktif dilakukan.

Menghitung MAAPL dengan menggunakan rumus empiris standar : MAAPL (L/hari) = (18 x LM + 0.8 x NC + 25 x LP) x P ...(2.2)

Dimana:

LM = Panjang pipa induk (km)

NC = Jumlah sambungan rumah atau tapping

LP = Panjang pipa dinas dari batas persil ke meter pelanggan dikalikan dengan jumlah SR (km)

P = Tekanan rata-rata (m)

Dokumen terkait