BAB IV LAPORAN HASIL PENGGAMBARAN
4.4. Pembuatan Laporan Hasil Penggambaran
4.4.1. Pembuatan Outline Hasil Penggambaran dan Pengisian
Secara garis besar outline Laporan Hasil Penggambaran adalah sebagai berikut:
- Halaman Judul - Kata Pengantar - Daftar Isi dan Gambar I. Deskripsi Proyek
II. Kerangka Acuan Penggambaran III. Metode Penggambaran
IV. Jadwal Kerja dan Realisasi Penggambaran
V. Pembahasan Permasalahan, Kendala, Strategi dan Solusi VI. Kesimpulan dan Saran
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 24 dari 40
b. Gambar-gambar tertentu
4.4.1.2 Pengisian Materi Laporan
Outline Laporan diatas diisi dengan uraian yang komprehensif menyangkut
semua aspek yang dihadapi dalam proses penggambaran dengan rincian sebagai berikut :
a) Kata Pengantar, menjelaskan secara singkat maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian laporan hasil penggambaran. Intinya menjelaskan secara singkat hasil kegiatan penggambaran. Kata pengantar umumnya ditutup dengan kalimat yang membuka peluang untuk adanya koreksi dan klarifikasi terhadap laporan.
Contoh aplikasi :
KATA PENGANTAR
Laporan penggambaran ini adalah laporan bulan ke 2 dari kegiatan penggambaran proyek perancangan A di Jalan B, kota C, dengan jangka waktu proyek 6 (enam) bulan dari 1 Mei 2011 sampai 1 Nopember 2011.
Laporan ini disusun sebagai sarana pengendalian kemajuan pekerjaan penggambaran agar realisasinya dapat sesuai dengan jadwal yang direncanakan, dan untuk mengidentifikasikan kendala yang timbul dalam proses dan mencari pemecahannya agar proses tidak terhambat oleh kendala tersebut.
Sampai dengan saat ini direncanakan prestasi penggambaran mencapai tahap gambar kerja dan detail dengan prestasi rencana 50 %, dan berdasarkan catatan realisasi prestasi saat ini adalah 70 % atau ahead schedule 20 %. Sejauh ini tidak ada kendala signifikan yang dihadapi dalam proses penggambaran baik berkaitan dengan ketentuan - ketentuan penggambaran, acuan - acuan penggambaran dan instruksi pemberi kerja.
Kami menyadari bahwa laporan ini belum sempurna, untuk itu kami siap untuk klarifikasi dan pemberian penjelasan tambahan yang berkaitan dengan proses penggambaran.
Penyusun,
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 25 dari 40
b) Daftar Isi dan Gambar, menyajikan urutan topik, sub topik laporan dan di halaman mana topik tersebut dapat ditemukan, demikian juga dalam daftar gambar diurut gambar apa saja yang dilampirkan dalam laporan.
c) Deskripsi proyek, menjelaskan tentang data proyek lengkap yang relevan dengan materi yang dilaporkan. Misalnya untuk perancangan perlu dijelaskan : nama proyek, lokasi proyek, pemilik proyek, peraturan ketata kotaan yang berlaku (peruntukan, KDB, KLB, jumlah lantai, GSB, dll), luas lahan, luas total bangunan, luas per lantai, jadwal - jadwal penting dan keterangan tentang proyek yang spesifik. Contoh aplikasi :
Deskripsi Proyek :
1. Nama Proyek : Perluasan Lahan Parkir dan Pembangunan Gedung SMESCO
Convention Centre.
2. Alamat Proyek : Jalan Gatot Subroto kav. 94, Jakarta Selatan.
3. Pemberi Kerja : Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.
4. Waktu Pelaksanaan : 10 bulan kerja
d) Kerangka Acuan Penggambaran, menjelaskan tentang
sumber-sumber data dan keterangan yang menjadi referensi penggambaran seperti : KAK, RKS, RAB/BOQ. Secara spesifik dalam proses perancangan, beberapa dokumen yang dapat dijadikan sumber adalah KRK (Keterangan Rencana Kota/Advis Planning), RTLB (Rencana Tata Letak Bangunan/Blok Plan), gambar IMB dan lain-lain.
Berikut kami berikan contoh KAK proyek Perluasan Lahan PArkir Gedung SMESCO Promotion Centre dan Pembangunan Gedung SMESCO Convention Centre.
Pada KAK tersebut dapat dilihat antara lain laporan final berisi :
- Gambar rencana teknis/gambar kerja skala 1:100;
- Site plan skala 1:500/1:800;
- Blok Plan skala1:500/1:800;
- Maket Skala 1:800;
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 26 dari 40
- Peta data dasar skala 1:1000;
- Peta kantor/topografi skala 1:1000;
- Dan lain-lain.
PERLUASAN LAHAN PARKIR GEDUNG SMESCO PROMOTION CENTER DAN PEMBANGUNAN GEDUNG SMESCO CONVENTION CENTER
1.1. Latar Belakang
Dalam rangka Program Pemberdayaan Usaha Mikro Tahun Anggaran 2006, Small Medium Endoorprizes and Cooperative (SMESCO) akan membantu menyiapkan pelayanan yang lebih mudah dalam layanan promosi untuk para usahawan Kecil dan Menengah.
SMESCO merupakan replika kegiatan promosi Small Medium Endoorprizes and Cooperative (SMESCO) Festival yang diselenggarakan di Jakarta sejak beberapa tahun terakhir. Kegiatan yang diadakan SMESCO merupakan even yang sangat strategis. Apalagi fokusnya mempromosikan dan memasarkan barang-barang produk unggulan koperasi dan UKM agar dapat dikenal secara luas.
SMESCO dirancang secara terintegrasi dengan unsur pariwisata, investasi, temu bisnis, lokakarya, seminar dan konsultasi guna menarik kehadiran wisatawan, serta investor luar negeri potensial dan melakukan kontak bisnis dengan peserta pameran
Terkait dengan hal di atas, maka diperlukannya suatu Perencanaan Perluasan Lahan Parkir
Gedung SMESCO Promotion Center dan Pembangunan Gedung SMESCO Convention Center
yang disiapkan secara matang sehingga mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang baik serta untuk menunjang pertumbuhan perekonomian bagi usaha kecil dan menengah melalui pusat promosi dan pusat pertemuan wadah-wadah Kegiatan Ekonomi Mikro dan Menengah.
Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian kegiatan Program Pemberdayaan Usaha Mikro Tahun Anggaran 2006, dengan Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Kantor Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan Perencanaan Perluasan Lahan Parkir Gedung SMESCO Promotion Center
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 27 dari 40
a. Menyusun program kebutuhan ruang terhadap Perluasan Lahan Parkir dan Gedung SMESCO.
b. Menetapkan gubahan massa bangunan dan bentuk arsitektur. c. Menyusun Perencanaan Perluasan Lahan Parkir dan Gedung.
d. Menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Perluasan Lahan Parkir dan Pembangunan Gedung SMESCO.
1.3. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai di dalam pekerjaan ini adalah terwujudnya desain perencanaan Gedung SMESCO yang representatif, didalam melakukan rutinitas kegiatan dan tugas organisasi, serta diarahkan mempunyai fungsi antara lain:
• Tapak bagi perencanaan ini berada didalam Kawasan Gedung SMESCO yang merupakan sarana dan prasarana dalam menjalankan tugas dan pelayanan.
• Perencanaan ini yang dilengkapi dengan sarana penunjang, antara lain area parkir, dan lain-lain.
• Perencanaan terhadap perluasan lahan parkir dan pembangunan gedung SMESCO agar mampu menciptakan kondisi yang lebih strategis serta profesional dalam menjalankan fungsinya.
• Rencana teknis yang terintegritas sehingga terjalin aksesibilitas antar blok massa bangunan yang ada.
• Tata letak hubungan antar ruang yang didasarkan pada kriteria hubungan fungsional bangunan, secara fisik kaitan fungsional tersebut harus mempertimbangkan tingkat kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna.
• Penataan perancangan ruang dalam, karena bangunan gedung sekurang-kurangnya memiliki ruang-ruang utama yang mewadahi kegiatan kerja, ruang umum dan pelayanan. • Diperlukannya suatu perencanaan dan penataan yang memperhatikan lingkage system
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 28 dari 40
1.4. Keluaran
Keluaran-keluaran yang diharapkan dari kegiatan Perencanaan Perluasan Lahan Parkir dan Pembangunan Gedung SMESCO ini dicapai melalui kajian-kajian terhadap beberapa aspek dan kaidah perencanaan serta peraturan-peraturan yang berlaku dan kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh Pemberi Kerja. Faktor-faktor tersebut harus diperhatikan oleh Konsultan pada saat melakukan pekerjaan, sehingga keluaran yang dihasilkan sesuai dengan keinginan Pemberi Kerja, baik ditinjau dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Keluaran-keluaran tersebut adalah: A. Tahap Konsep Rencana Teknis
1. Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep organisasi, jumlah kualifikasi tim perencana, metoda pelaksanaan, dan tanggung jawab pelaksanaan
2. Konsep skematik rencana teknis, termasuk program ruang, organisasi hubungan ruang 3. Laporan dan informasi lapangan termasuk penyelidikan tanah
B. Tahap Pra Rencana Teknis 1. Gambar rencana tapak
2. Gambar-gambar pra rencana bangunan 3. Perkiraan biaya pembangunan
4. Konsultasi rencana dengan dinas teknis/Pemda setempat 5. Value Engineering (VE)
6. Gambar 3D dan maket bangunan C. Tahap pengembangan rencana
1. Gambar pengembangan rencana arsitektur, struktur dan utilitas 2. Draft rencana anggaran biaya
3. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) D. Tahap rencana detail
1. Gambar rencana teknis bangunan lengkap 2. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) 3. Rencana kegiatan dan volmue pekerjaan (BQ)
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 29 dari 40
4. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
5. Laporan perencanaan arsitektur, struktur, utilitas 6. dan lain-lain
1.5. Lokasi Kegiatan
Lokasi Gedung SMESCO yang akan direncanakan bertempat di Jl. Jenderal Gatot Subroto kav. 94. Jakarta Selatan.
1.6. Lingkup Materi Pekerjaan
Sesuai dengan maksud, tujuan, dan sasaran serta keluaran perencanaan kegiatan ini adalah: penyusunan gambar perencanaan, seperti site plan/tata letak bangunan, gambar perencanaan bangunan dan konsep bangunan, persyaratan bangunan, konsep ruang, program ruang, serta rencana anggaran biaya, BQ, RKS dan lainnya, harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Bangunan Gedung didirikan pada lokasi yang sesuai dengan peruntukannya berdasarkan
ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkkan pada kawasan yang bersangkutan.
Perencanaan Bangunan sesuai peraturan KDB dan KLB yang sesuai dengan ketentuan tata ruang dan tata bangunan, dan GSB dan jarak bebas bangunan yang ditetapkan pada kawasan yang bersangkutan
Perencanaan ini dilengkapi dengan sarana penunjang, antara lain: taman, ruang terbuka (public space) area parkir, dll.
Perencanaan bangunan berdasarkan arsitektur setempat, karakteristik lingkungan, ketentuan wujud & budaya daerah setempat, sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik, sosial dan budaya)
Integrasi antara konsep fungsi dan massa bangunan sehingga mewujudkan bangunan yang mempunyai aksebilitas horisontal dan vertikal yang efisien, nyaman.
Mewujudkan Ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya.
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 30 dari 40
Mewujudkan bangunan yang meiliki hubungan antar ruang, mempunyai ruang gerak yang efektif, efisien, nyaman dan memadai yang dapat menunjang kegiatan promosi kegiatan koperasi kecil dan menengah.
Perencanaan memenuhi kebutuhan fisika bangunan (udara, cahaya) alami maupun buatan yang cukup.
Lingkup tugas perencanaan yang harus dilakukan oleh konsultan perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku, khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara (Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 332/KPTS/M/2002 tanggal 21 Agustus 2002) dan pedoman teknis dan acuan yang berlaku di daerah setempat. Adapun kegiatan perencanaan yang dilakukan meliputi antara lain:
A. Persiapan perencanaan seperti dengan pengumpulan data dan informasi lapangan (termasuk pada penyelidikan tanah) serta konsultasi dengan daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan.
B. Penyusunan prarencana seperti rencana tapak, prarencana bangunan termasuk program dan konsep ruang, perkiraan biaya, IMB pendahuluan dari PEMDA setempat serta persyaratan bangunan dan lingkungan.
C. Penyusunan pengembangan rencana, antara lain:
9 Rencana arsitektur, beserta uraian konsep dan visualisasi dan studi maket. 9 Rencana struktur, beserta uraian dan konsep perhitungannya.
9 Rencana utilitas dan uraian konsep perhitungannya. 9 Prakiraan biaya.
D. Penyusunan rencana detail yang antara lain membuat:
9 Gambar-gambar detail arsitektur, detail struktur, detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana.
9 Rencana kerja dan syarat-syarat.
9 Rincian volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. 9 Laporan akhir perencanaan.
E. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik, dan melaksanakan kegiatan seperti:
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 31 dari 40
9 Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. 9 Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa
pelaksanaan konstruksi.
9 Memberikan saran-saran, pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. 9 Membuat laporan akhir pengawasan berkala.
Lingkup pekerjaan yang dilaksanakan antara lain mendefinisikan ruang, survei mendalam terhadap tapak perencanaan dan mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan data mutakhir (literatur, instansi, dan lain-lain). Desain arsitektural meliputi arahan-arahan rancangan, ada beberapa kriteria umum yang harus disesuaikan dengan fungsi dan kompleksitas bangunan, antara lain: 9 Persyaratan peruntukan dan intensitas
9 Persyaratan arsitektur dan lingkungan 9 Persyaratan struktur bangunan
9 Persyaratan ketahanan terhadap bahaya kebakaran 9 Persyaratan jalan masuk dan keluar
9 Persyaratan transportasi dalam gedung
9 Persyaratan pencahayaan darurat, tanda arah keluar 9 Persyaratan instalasi listrik, penangkal petir dan komunikasi 9 Persyaratan instalasi gas
9 Persyaratan sanitasi dalam bangunan
9 Persyaratan ventilasi dan pengkondisian udara 9 Persyaratan pencahayaan
9 Persyaratan kebisingan dan getaran
1.7. Sistem Pelaksanaan Pekerjaan
1. Kegiatan Penyusunan Perencanaan Perluasan Lahan Parkir dan Pembangunan Gedung SMESCO dilaksanakan oleh rekanan konsultan.
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 32 dari 40
a. Konsultan wajib dan bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pekerjaan dengan berdasar pada ketentuan perjanjian kerjasama yang telah ditetapkan.
b. Dalam pelaksanaan pekerjaan, konsultan diwajibkan untuk melaksanakan pekerjaan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kerangka acuan kerja
c. Konsultan dalam melaksanakan pekerjaannya harus berkonsultasi dengan Tim Pengelola Teknis yang akan memberikan petunjuk dan pengarahan kepada konsultan untuk mencapai hasil yang optimal.
3. Pengguna jasa tidak menyediakan akomodasi, ruang kantor serta fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk kelancaran pekerjaan.
1.8. Pelaporan
Laporan hasil pekerjaan yang harus diserahkan kepada Panitia Teknis Pengelolaan Gedung yang ditunjuk oleh Pengelola Teknis. Adapun laporan yang harus diserahkan oleh konsultan adalah sebagai berikut:
1. Laporan Pendahuluan
Laporan ini hasil identifikasi TOR/KAK, pemahaman materi dan daerah perencanaan, metodologi pelaksanaan kerja, lingkup tugas dan pengerahan tenaga ahli dan produk yang dihasilkan. Lporan ini diasjikan dalam format A4 dan diserahkan sebanyak 10 eksemplar dan dipresentasikan.
2. Laporan Bulanan
Laporan ini memuat hasil kemajuan/perkembangan kegiatan perencanaan yang dilaksanakan oleh konsultan dan diserahkan pada akhir tiap bulan.
3. Laporan Interim
Laporan ini berisi tentang data primer hasil survey lapangan, analisa kawasan perencanaan (internal dan eksternal), analisa site dan karakter kawasan. Laporan ini diserahkan sebanyak 10 eksemplar dalam format A4 dan dipresentasikan.
4. Draft Laporan Akhir
Laporan ini diserahkan 1 (satu) bulan setelah Laporan Interim diserahkan. Laporan ini merupakan penyempurnaan dari seluruh Laporan Interim dan ditambah hasil perancangan,
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 33 dari 40
maket bangunan dan rancangan animasi komputer 3 Dimensi. Laporan ini harus diserahkan sebanyak 10 eksemplar dalam format A4 dan dipresentasikan.
5. Laporan Akhir (Final)
Laporan ini berisi Draft Laporan Akhir. Laporan ini diserahkan sebanyak 20 eksemplar dalam format A4 serta dengan menyerahkan hasil perencanaan dan data dalam format A1, A2, A3, dan A4. dengan menyertakan:
a) Program kebutuhan dan luasan ruang
b) Gambar rencana teknis/gambar kerja skala 1:100 c) Site Plan skala 1:500/1:800
d) Block Plan skala 1:500/1:800 e) Maket skala 1:800
f) Simulasi 3 Dimensi
g) Peta data dasar skala 1:1000 h) Peta kontur/topografi skala 1:1000 i) Data hasil sondir tanah
j) Data hasil pengukuran
k) Rencana kerja dan Syarat-syarat l) Rencana Anggaran Biaya m) Bill of Quantity (BQ) n) Landscape/pola tata hijau
o) Sistem Plambing (Perpipaan) antara lain: Perencanaan sistem perpipaan Sistem/jaringan penyediaan air bersih Sistem/jaringan pembuangan air kotor Sistem/jaringan air hujan
Persampahan
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 34 dari 40
Sistem/jaringan instalasi listrik Sistem/jaringan instalasi telepon
Sistem/jaringan rencana penanggulangan terhadap bahaya kebakaran Sistem/jaringan instalalsi penangkal petir
1.9. Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksanaan penyusunan Perencanaan Perluasan Lahan Parkir dan Pembangunan Gedung SMESCO adalah 306 (tiga ratus enam) hari kalender sama dengan 10 bulan kerja, terhitung sejak sejak ditetapkannya Surat Perintah Kerja (SPK).
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 35 dari 40
e) Metode Penggambaran, menjelaskan tentang metode penggambaran yang diterapkan sesuai KAK, dapat manual atau dengan menggunakan komputer, perangkat lunak apa yang diterapkan (untuk 2 dimensi dan 3 dimensi, bila diterapkan). Dalam laporan dapat dijelaskan juga secara singkat metode asistensi dan persetujuan gambar oleh arsitek.
Contoh aplikasi :
Penggambaran dilakukan dengan menggunakan komputer yang memakai perangkat lunak AutoCAD 2004 untuk penggambaran 2 dimensi dan 3 D Max untuk penggambaran 3 dimensi.
Asistensi rutin diberi waktu setiap hari dari jam 16.00 keatas, dan review penggambaran oleh arsitek dilakukan setelah draft hasil penggambaran dicetak dan diserahkan ke job captain sesuai jadwal. f) Jadwal kerja, menjelaskan tentang jadwal waktu penyelesaian
penggambaran yang direncanakan oleh arsitek dan disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan induk.
Berikut contoh dari jadwal kerja penggambaran sebagai berikut :
No Kode/No Nama Gambar
Jadwal Waktu Penggambaran (hari)
Judul Modul : Laporan Hasil Penggambaran
Buku Informasi Edisi : 2011 Halaman: 36 dari 40