• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Seri Konsentrasi Ekstrak

Dalam dokumen RIVA SABRINA AYUNASTITI M3509055 (Halaman 44-58)

BAB VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

E. Pembuatan Seri Konsentrasi Ekstrak

Ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu L) dibuat seri konsentrasi

untuk diujikan pada bakteri uji sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%,90% dan 100%. Pembuatan seri konsentrasi ekstrak dengan cara

melarutkan sejumlah ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu L.) ke dalam

DMSO sampai 2 ml. Komposisi pembuatan seri konsentrasi ekstrak etanol biji pinang dapat dilihat dalam Tabel II.

Kultur bakteri bentuk

bulat Gram positif

Diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam

Digunakan sebagai stok Kultur bakteri bentuk

batang Gram positif

Kultur bakteri bentuk

batang Gram negatif

distreakpada mediaagar miring

TSA

Masing-masing kulturdistreak

commit to user

Tabel II. Komposisi pembuatan seri konsentrasi ekstrak etanol biji pinang

Konsentrasi (%) Ekstrak (gram) DMSO (mL) 0 0 ad 2 10 0,2 ad 2 20 0,4 ad 2 30 0,6 ad 2 40 0,8 ad 2 50 1,0 ad 2 60 1,2 ad 2 70 1,4 ad 2 80 1,6 ad 2 90 1,8 ad 2 100 2,0 ad 2

f. Pembuatan larutan kontrol

Kontrol yang digunakan pada uji aktivitas antibakteri ini terdiri dari kontrol DMSO dan kontrol klindamisin 0,0075 %.

g. Pengujian aktivitas antibakteri

Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi padat

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

31

E. Analisis Data

Analisis data dilakukan secara deskriptifmelalui pengamatan morfologi koloni (bentuk dan warna), sifat Gram bakteri pada jerawat dan diameter daya hambat ekstrak terhadap pertumbuhan bakteri uji.

Media MHA disterilkan

Media MHA dengan suhu 40-55º C Bakteri uji dipindahkan

Bakteri dan media MHA dihomogenkan

Dituang ke cawan petri sebanyak 15 mL

Dibiarkan memadat

Dibuat lubang sumuran pada media uji

Dimasukkan larutan seri konsentrasi ekstrak, kontrol DMSO, dan kontrol klindamisin 0,0075% dalam lubang masing-masing 20 µL.

Dibandingkan hasil pada sampel uji dengan kontrol DMSO dan klindamisin 0,0075%

Diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam

Diukur diameter zona hambat

Replikasi 2 kali

Dibandingkan nilai diameter zona hambat antar bakteri uji

commit to user

32

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identifikasi Sampel

Identifikasi biji pinang yang diperoleh dari Pasar Gedhe dan Pasar Legi Surakarta dilakukan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Setia Budi Surakarta dengan menggunakan buku acuan

“Flora”. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa jenis tanaman yang diteliti

merupakan Areca catechu L. dengan nama umum pinang. Hasil determinasi dapat

dilihat pada Lampiran 1.

B. Preparasi dan Ekstraksi Sampel

Biji pinang sebanyak 1,5 kg yang telah dipisahkan dari sabut dan daging buah dicuci kemudian diiris melintang. Proses pengeringan dilakukan dibawah sinar matahari dengan cara menutup sampel dengan kain hitam untuk mencegah paparan sinar UV yang dapat merusak kandungan senyawa aktif (Anonim, 1986), sesekali sampel dibalik supaya kering disetiap sisi. Tujuan dilakukan proses

pengeringan untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam

simplisiasehingga dapat meminimalkan pertumbuhan jamur selama penyimpanan dan menghentikan reaksi enzimatik untuk mencegah kerusakan simplisia.

Simplisia biji pinang kemudian diserbuk dan diayak, dengan memperkecil ukuran akan memperluas bidang permukaan yang berinteraksi dengan pelarut sehingga senyawa aktif akan mudah untuk tersari (Anonim, 1986). Serbuk yang diperoleh dari 1,5 kg biji pinang basah sebanyak 700 gram. Sampel yang berbentuk serbuk kemudian diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

33

etanol 70%.Pemilihan etanol 70% sebagai larutan penyari mengacupadapenelitian Puspawati (2010) yang menyatakanbahwaekstrak etanol 70% biji pinang dapat

menghambat pertumbuhan bakteri uji yaitu Staphylococcus aureus dan

Pseudomonas aeruginosa, selain itu etanol juga merupakan pelarut inert, tidak toksik, mudah diperoleh, dan harga terjangkau. Etanol 70% bersifat polar sehingga dapat digunakanuntuk menyari senyawa polar yang terkandung dalam biji pinang.

Selama proses maserasi dilakukan pengadukan 3-5 kali sehari, fungsi pengadukan adalahuntuk membantu kontak pelarut pada rongga sel tumbuhan, sehingga senyawa tumbuhan yang terkandung di dalamnya dapat tertarik keluar, selain itu pengadukan juga dapat menimbulkan sirkulasi pelarut sehingga ekstraksi dapat berlangsung optimal. Adanya perbedaan konsentrasi antara cairan di dalam dan di luar sel akan menyebabkan senyawa aktif terdesak ke luar sel yang memiliki konsentrasi yang lebih rendah. Proses ekstraksi akan terus berlanjut hingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara cairan di dalam dan di luar sel sehingga cairan menjadi jenuh dan proses ektraksi terhenti (Ristiningsih, 2009).

Maserat yang diperoleh kemudian disaring menggunakan kain flanel.

Filtrat kemudian dipisahkan dengan pelarutnya menggunakan rotary evaporator

dengan suhu 55o C dengan kecepatan putar 5rpm, selanjutnya dipekatkan dengan

menggunakan waterbath dengan suhu 55oC hingga dihasilkan ekstrak kental

berwarna coklat kemerahan.Ekstrak kental yang diperoleh sebanyak 68,871 gram dengan rendeman 9,839%, perhitungan rendemen terlampir padaLampiran2.

commit to user

C. Pengambilan Apusan Darah Jerawat

Pada penelitian ini, digunakan seorang probandus yang memiliki jerawat untuk diambil apusan darah jerawat.Apusan darah jerawat diambil dari 4 jerawat

probandus yang dilakukan secara aseptiskemudianditanampadamedia Nutrient

Agar(NA) dengan metode streak.Akuades steril digunakan untuk membentuk

suspensi darah sehingga mempermudah darah untuk diapuskan pada media.

Metode streakatau cawan gores digunakanuntukmendapatkan koloni yang terpisah

sehingga mempermudah proses isolasi.Biakan kemudian diinkubasi pada suhu

37oC selama 24 jam.Pada permulaan goresan akan terjadi pertumbuhan koloni

yang lebat, sehingga harus dilakukan pemisahan koloni yang terbentuk. Gambar koloni apusan darah jerawat dapat dilihat pada Gambar 9.

Gambar 9. Koloni apusan darah jerawat (A). Jerawat 1, (B).Jerawat 2 , (C). Jerawat 3, dan (D). Jerawat 4

A B

C

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

35

D. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Uji

Pemisahan koloni dilakukan untuk mendapatkan isolat bakteridengandasar pemilihan padabentukdanwarnakoloninya.Proses pemisahan / isolasi tahap I ini dilakukan terhadap biakan bakteri apusan darah jerawat.Biakan bakteri apusan darah jerawat inidiambil 10 koloni yang terpisah.

Selanjutnyamasing-masingkoloniinidibiakkanpadamedia NA dengan

metodestreakdandiinkubasiselama 24 jam pada suhu 37oC .Sebelum dilakukan

pengecatan Gram, masing-masing koloni bakteri yang akan diuji dipindahkan

menggunakan metode streak pada media miring NA dalam 10 tabung reaksi

sehingga mempermudah pengambilan, penyimpanan dan mengurangi resiko kontaminasi. Gambar stok koloni apusan darah jerawatpada agar miring NA dalam tabung reaksi terdapat pada Gambar 10.

Gambar 10. Stok koloni apusan darah jerawat dalam tabung reaksi

Langkah selanjutnya adalah pengecatan Gram untuk mengidentifikasi sifat Gram bakteri yang diuji. Perbedaan 2 kelompok bakteri ini didasarkan pada kemampuan sel menahan (mengikat) warna ungu dari kristal violet selama proses dekolorisasi oleh alkohol. Bakteri Gram positif tidak mengalami dekolorisasi karena tetap mengikat warna ungu kristal violet dan pada tahap akhir pengecatan

commit to user

tidak terwarnai safranin. Bakteri Gram negatif mengalami dekolorisasi oleh alkohol dan pada tahap akhir pengecatan terwarnai menjadi merah oleh safranin. Menurut Gozali (2009) hasil pengecatan Gram yang tidak sama ini disebabkan oleh perbedaan susunan dinding sel dari bakteri seperti terlihat pada Gambar 3. Bakteri Gram negatif memiliki 3 lapisan dinding sel. Lapisan terluar yaitu lipopolisakarida (lipid) kemungkinan tercuci oleh alkohol, sehingga pada saat diwarnai dengan safranin akan berwarna merah. Bakteri Gram positif memiliki selapis dinding sel berupa peptidoglikan yang tebal. Setelah pewarnaan dengan kristal violet, pori-pori dinding sel menyempit akibat dekolorisasi oleh alkohol sehingga dinding sel tetap menahan warna biru.

Dari hasil pengecatan Gram yang dilakukan terhadap10 kolonibakteri uji diperolehhasil 9 kolonimerupakanbakteribentukbulat Gram positifdan 1 kolonimerupakancampurandaribakteribentukbatang Gram negatif danpositif (Tabel III). Sedangkan hasilpemisahan koloni dan pengecatanGram kolonitabung 1 sampai 10dapatdilihatpadaGambar 11.

Tabel III. Hasil pengecatan Gram koloni bakteri apusan darah jerawat

No. Tabung Bentuk Bakteri Sifat Gram

1. Bulat Positif 2. Bulat Positif 3. Bulat Positif 4. Bulat Positif 5. Bulat Positif 6. Bulat Positif 7. Bulat Positif 8. Bulat Positif 9. Bulat Positif 10. Batang Batang Positif Negatif

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

37

A.

B.

Gambar 11.Pemisahan koloni tahap satu dalam media NA : (A) Hasil pengecatan Gram dan kultur koloni bakteri bentuk bulat Gram positif tabung 1-9, (B) Hasil pengecatan

Gram dan kultur koloni bakteri bentuk batang Gram positif dan negatif (campuran) tabung 10.

Dari hasil pemisahan koloni tahap 1 ini ditemukan koloni bakteri bentuk bulat Gram positif dan koloni campuran antara bakteri bentuk batang Gram positif dan negatif. Dengan demikian perlu dilakukan pemisahantahap 2 untuk mendapatkan koloni bakteri bentuk batang Gram positif dan Gram negatif.Pemisahan bakteri bentukbatangGram positif dan negatif dilakukan

dengan menggunakandua media yaitumedia Agar Darah dan MacConkey.Media

Agar Darah merupakan media diperkaya yang dapat menyediakan nutrisi ekstra untuk pertumbuhan bakteri.Media Agar Darah termasuk dalam media differensial yaitu media yang dapat membedakan bakteri yang memiliki kemampuan untuk

hemolisis dan tidak. Menurut Kamel et al.,(2011)daribakteribentukbatangGram

commit to user

terdapatpadakasusinfeksikulit pada luka bakar. SedangkanMedia MacConkey

merupakan media selektif untuk bakteri batang Gram negatif. Media inimengandunggaram empedu dan kristal ungu yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri batangGram positif sehingga koloni bakteri yang tumbuh pada media ini adalah batang Gram negatif.Pertumbuhan koloni tabung 10 pada

media Agar Darah dan MacConkey terdapat pada Gambar 12.

A. B.

Gambar 12. Pertumbuhan koloni tabung 10 pada (A) Agar Darah (B) MacConkey Agar

Dari hasildapatdilihatbentukkolonibakteri bentuk

batangpadaMacConkeyadalahtidak bersifat hemolisis, sedangkan pada Agar Darah

dapat dilihat perbedaan pertumbuhan bakteri batang Gram positif dan negatif yang memiliki sifat tidak menghemolisis Agar Darah, darihasilpertumbuhanpada media dapatdilihatada 2 koloni yang berbedauntukkolonibakteri gram negatifdanpositif.

Denganmetodediatasmakadapatdipisahkan 2 jenisbakteribatangGram

positifdannegatif.Untukmemperkuathasil dan memastikan sifat Gramnya maka dilakukanpengecatanGram daribakteri yang didapat.Dari hasil pengecatan Gram diperoleh hasil bakteri bentuk batang Gram positifdannegatif.Sepertitampakpada Gambar 13.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

39

A. B

Gambar 13.Hasil pengecatan Gram dari pemisahan tabung nomor 10: (A) Bakteri bentuk batang Gram positif, (B) Bakteri bentuk batang Gram negatif

Dari proses pemisahandanpengecatan Gram inidapatdihasilkantiga isolat

bakteridariapusandarahjerawatyaitubakteri bentukbulatGram positif, bentuk

batangGram positifdanGram negatif.

Ketigaisolat bakteri uji yang diperoleh kemudian diregenerasi 3-5 kali untuk mendapatkan biakan bakteri dengan fase pertumbuhan yang optimalselanjutnya dibuat stok.Stok bakteri bentuk batang Gram positif dan negatif dibuat pada media NA karena media NA mengandung nutrisi yang lengkap untuk pertumbuhan bakteri. Stok bakteri bentuk bulatGram positif dibuat dalam media

agar miring TSA yaitu Tryptone Soya Agar karena pada media TSA bakteri

tumbuh lebih subur daripada menggunakan media NA (Gentry et al., 2000). Cara

pembuatan stok bakteri yaitu dengan mengambil koloni bakteri dengan ose kemudian digoreskan pada media NA miring atau TSA miring kemudian

diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oCdandisimpandalamlemari pendingin.

Stok bakteri uji dapat dilihat pada Gambar 14.Stok bakteri dibuat pada media miring dengan tujuan untuk memperoleh luas permukaan yang lebih besar sehingga diharapkan koloni yang tumbuh lebih banyak selain itu dapat memudahkan dalam pengambilan bakteri untuk pengujian.Penyimpanan stok bakteri pada suhu rendah dapat mengurangi laju metabolisme dengan tetap

commit to user

mempertahankan viabilitas (daya hidupnya) ciri-ciri genetiknya tetap stabil (tidak terjadi perubahan fisik) (Soni, 2010). Stok bakteri juga perlu dilakukan regenerasi untuk mencegah bakteri mati selama penyimpanan karena kurangnya nutrisi.

A B C

Gambar 14.Stok bakteri bentuk: (A) Bulat Gram positif, (B) BatangGram positif, dan (C) Batang Gram negatif pada media agar miring

Identifikasi bakteri uji dapatdilakukandengan 2

carayaitumelaluipengamatanbentuk danwarnakoloninya

sertapengamatanmorfologinya.

Pengamatanbentukdanwarnakolonidapatdilakukansecaralangsung di media

pertumbuhan.Pengamatan morfologi bakteri dilakukan

dibawahmikroskopdilengkapidenganpengecatanGram.Denganmetodeiniakandiper oleh data tentangbentuk, susunan seldansifatGramnya. Pengamatandibawah mikroskop dilakukandengan perbesaran 1000x dengan minyak imersi.

Hasil pengamatan morfologi bakteri bentuk bulat Gram positif dan bakteri bentuk batang Gram positif dan negatif dapat dilihat pada Gambar 15, 16 dan 17.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

41

1. Bakteri Bentuk Bulat Gram Positif

A B

Gambar 15. (A) Hasil pengecatan bakteri bentuk bulat Gram positif (perbesaran 1000x), (B) Pertumbuhan koloni bakteri bentuk bulat Gram positif

Dari gambar 15 dapat dilihat ciri-ciri morfologi bakteri bentuk bulat Gram positif adalah sebagai berikut :

Bentuk koloni : bulat

Warna koloni : krem

Bentuk tepian : rata

Morfologi sel : bulat

Susunan sel : bergerombol

Warna pengecatan Gram : ungu

SifatGram : positif

2. Bakteri Bentuk BatangGram Positif

commit to user

Gambar 16. (A) Hasil pengecatan bakteri bentuk batang Gram positif (perbesaran 1000x), (B) Pertumbuhan koloni bakteri bentuk batang Grampositif

Dari gambar 16 dapat dilihat ciri-ciri morfologi bakteri bentuk batang Gram positif adalah sebagai berikut

Bentuk koloni : bulat

Warna koloni : krem

Morfologi sel : batang

Susunan sel : berderet

Bentuk tepian : berombak

Warna pengecatan Gram : ungu

SifatGram : positif

3. Bakteri Bentuk BatangGram Negatif

A B

Gambar 17. (A) Hasil pengecatan bakteri bentuk batang Gram negatif (perbesaran 1000x), (B) Pertumbuhan koloni bakteri bentuk batang Gram negatif

Dari gambar 17 dilihat ciri-ciri morfologi bakteri bentuk batang Gram negatif adalah sebagai berikut

Bentuk koloni : bulat

Warna koloni : krem

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

43

Susunan sel : monobasil

Bentuk tepian : berombak

Warna pengecatan Gram : merah

SifatGram : negatif

E. Pembuatan Seri Konsentrasi Ekstrak

Ekstrak etanol biji pinang dilarutkan dalam dimetil sulfoksida (DMSO) dibuat seri konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%.Sampel dilarutkan dalam DMSO karena DMSO dapat melarutkan ekstraksecara sempurna.Selain itu DMSO tidak mempengaruhi hasil uji antibakteri (Kustyaningsih, 2004).

Dalam dokumen RIVA SABRINA AYUNASTITI M3509055 (Halaman 44-58)

Dokumen terkait