• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuktian Hipotesis

Dalam dokumen MOTIVASI MENDENGARKAN DAN KEPUASAAN PENDENGAR (Halaman 121-127)

BAB IV ANALIS A DATA

KES IMPULAN DAN S ARAN

2. Pembuktian Hipotesis

a. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan uji statistik rumus korelasi Tata Jenjang Spearman antara variabel motivasi mendengarkan program musik Friday Night Jazz dengan pola penggunaan media diperoleh hasil sebesar 2,388 dimana hasil ini lebih besar dari 1,973. Artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel motivasi mendengarkan program musik Friday Night Jazz dengan pola penggunaan media radio M itra Fm Purwokerto di kalangan anggota Purwokerto Jazz Community. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang dibuat peneliti. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi mendengarkan program musik Friday Night Jazz maka semakin tinggi pula pola penggunaan media radio M itra Fm Purwokerto.

b. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan uji statistik rumus korelasi Tata Jenjang Spearman antara variabel pola penggunaan media dengan variabel kepuasaan mendapatkan informasi tentang musik jazz diperoleh hasil sebesar 3,469 dimana hasil ini lebih besar dari 1,973. Artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel pola penggunaan media dengan variabel kepuasaan di kalangan anggota Purwokerto Jazz Community. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang dibuat peneliti. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi pola penggunaan media radio M Itra Fm Purwokerto maka semakin

tinggi pula tingkat kepuasaan anggota Purwokerto Jazz Community dalam mendapatkan informasi tentang musik jazz.

c. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan uji statistik rumus korelasi Tata Jenjang Spearman antara variabel motivasi mendengarkan program musik Friday Night Jazz dengan variabel kepuasaan mendapatkan informasi tentang music jazz diperoleh hasil sebesar 4,297 dimana hasil ini lebih besar dari 1,793. Artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel mitivasi mendengarkan program musik Friday Night Jazz ( X ) dengan variabel kepuasaan mendapatkan informasi tentang musik jazz ( Y ) di kalangan anggota Purwokerto Jazz Community. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang dibuat peneliti. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi mendengarkan program musik Friday Night Jazz di Radio M itra Fm Purwokerto maka semakin tinggi pula tingkat kepuasaan dikalangan anggota Purwokerto Jazz Community dalam mendapatkan informasi tentang musik jazz.

B. S aran

a. Pembuatan sebuah program siaran radio setidaknya ditentukan pada pemahaman terhadap selera pendengar. Apakah program tersebut dapat diterima, dimengerti dan disukai oleh pendengar, menjadi petanyaan kunci insan kreatif di sebuah stasiun radio. Program Friday Night Jazz

yang di ajukan radio M itra Fm adalah dianggap cara ampuh dalam menentukan siapa dan dari kalangan mana program tersebut ditujukan. Namun tidak semua khalayak pendengar di kota Purwokerto menyukai atau bahkan mengerti tentang musik jazz, untuk itu dalam memuat sebuah program acara hendaknya memberikan gambaran yang mengandung unsur pengetahuan yang bermanfaat bagi pendengar sehngga dapat menambah pengetahuan para pendengar radio secara umum. Radio M itra Fm ada baiknya terus mengembangkan pola p enyiaran khusus untuk program Friday Night Jazz, misalnya mendatangkan musisi jazz sebagai nara sumber atau sesekali mengadakan acara Off – Air di kafe dengan live musik jazz, untuk lebih menarik minat khalayak tentang musik jazz. b. Bagi anggota Purwokerto Jazz Community, setelah mendengarkan

program musik jazz khususnya di program musik Friday Night Jazz hendaknya bisa dijadikan sebagai tolak ukur seberapa baikkah tingkat pengetahuan, sense of music dan musical touch dari masing – masing anggota. Selain itu forum komunitas tersebut dapat tidak hanya dijadikan sarana bertukar informasi atau share pengalaman tentang perkembangan musik jazz khususnya namun sebagai penambah wawasan agar tingkat apresiasi terhadap musik jazz dapat terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah anggota komunitasnya. Idealnya sebuah anggota komunitas musik adalah sosok yang menyukai musik apa pun dan dari mana pun, karena musik adalah bahasa yang universal.

108

Pengantar. Bandung. Simbiosa Rekamata M edia.

Arikunto, Suharsimi. 1992. Prosedur Penelitian : S uatu Pendekatan Praktik. Jakarta. Rineka Cipta.

Chaplin, James. D. 1989. Kamus Lengkap Psikologi : diterjemahkan Kartini Kartono. Jakarta . Rajawali Pers.

Effendy, Onong Uchajana. 1990. Radio S iaran Teori dan Praktek. Bandung. M andar M aju.

Effendy, Onong Uchajana. 1993. Human Relatons dan Public Relations, Bandung.

Effendy, Onong Uchajana. 2000. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Hamidi. 2007. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. M alang. UM M ( Universitas M uhammadiyah M alang ) Press.

Hardjana, Suka. 2004. Musik antara Kritik dan Apresiasi. Jakarta. PT. Kompas M edia Nusantara.

Jonathans, Errol. 1998. Produksi S iaran Radio. Surabaya. Ford Foundation.

Koentjaraningrat. 1994. Metode – metode Penelitian Masyarakat. Jakarta . PT. Gramedia Pustaka Utama.

109

M asduki. 2004. Menjadi Broadcaster Profesional. Yogjakarta. Pustaka Popular.

M c Quail, Dennis dan Steven Windahl. 1993. Communication Model for The S tudy of Mass Communication. London and New York. Longman Inc.

M oerad, Deded Er. 1995. Jazz Indonesia. Jakarta. M ajalah M atra M ulti M edia.

M ulyana, Deddy. 2002. Ilmu Komunikasi : S uatu Pengantar. Bandung. PT. Remaja Rosda Karya.

M ulyana, Deddy. 2008. Komunikasi Massa : Kontroversi, Teori, dan Aplikasi. Bandung. Widya Padjadjaran.

M unthe, Ginting M oeryanto. 1996. Media Komunikasi Radio. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.

Oramahi, Hasan Asy’ari. 2003. Menulis Untuk Telinga. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Poerwodarminta, W.J.S. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PN. Balai Pustaka.

Prayudha, Harley. 2004. Radio : S uatu Pengantar Untuk Wacana dan Praktik Penyiaran. M alang – Jawa Timur. Bayumedia Publishing.

Rakhmat, Jalaluddin. 1991. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

110

Origins, Methods, and Uses in The Mass Media Edisi ke – 3. New York. Longman Inc.

Singarimbun, M asri. Metode Penelitian S urvey. 1998. Jakarta. LP3ES.

Slamet, Y. Analisa Kuantitatif untuk Data S osial. 1993. Solo. Dabara Publisher.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta, Balai Pustaka.

Vivian, John. 2008. Teori Komunikasi Massa. Jakarta. Kencana.

Wahyudi, JB. Dasar – dasar Manajemen Penyiaran.1994. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Jurnal Internasional :

De Vreese, Claes H. and Hajo G. Boomgaarden. 19-37 Februari 2006 Media Message Flows and Interpersonal Communication: The Conditional Nature of Effects on Public Opinion. Jurnal Komunikasi Penelitian Volume 33 Nomor 1.

http://crx.sagepub.com/cgi/content/abstract/33/1/19

King, William. 14 M ay 2007. “Importance Communication in Organization” :

Importance of Communication in Organization. EzineArticles.com.

http://ezinearticles.com/?importance-of-cummonication-in-organization

Liebman, David. M ay 1999. International Association of Jazz : Jazz on Education vol. 31 : no. 6. http://www.garciamusic.com/educator/iaje.journal/iaeje.jej.html

111

S itus / Artikel dari Internet :

http://www.horizon-line.com/direktori-jazz/jazz-radio/

Hindarto, Chico. Demokrasi dalam Musik Jazz, Jazz Indonesia, hal.1

http://www.wartajazz.com/opijazz/opijazz221101.html

Riwayanto, Doni . 2006, http://www.wartajazz.com/opijazz/opijazz221101.html

Pradipto, Niwandhono. 2005. Jazz Dalam Lintasan S ejarah.

Dalam dokumen MOTIVASI MENDENGARKAN DAN KEPUASAAN PENDENGAR (Halaman 121-127)

Dokumen terkait