• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBUKUAN SEDERHANA PADA USAHA NELAYAN DENCARIK

Oleh:

Tim Pelaksana

I

b

M Kelompok Nelayan Dencarik

LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

39

PEMBUKUAN SEDERHANA PADA USAHA NELAYAN Oleh :

Lucy Sri Musmini

Kegiatan usaha yang dilakukan dengan menangkap ikan di laut selanjutnya menjual ikan tersebut di pasar dapat digolongkan sebagai kelompok usaha kecil dan menengah (UKM). Setiap kegiatan usaha, pastilah berkaitan dengan tansaksi keuangan, termasuk kegiatan usaha nelayan. Setiap transaksi keuangan usaha, walaupun lingkupnya sederhana, akan sangat baik jika dilakukan pencatatan terhadap transaksi keuangan yang terjadi selamakegiatan usaha tersebut berjalan atau berlangsung.

Pencatatan transaksi keuangan usaha atau bisnis dapat dipelajari dari ilmu akuntansi. Akuntansi merupakan proses pencatatan transaksi keuangan, selanjutnya dikelompokkan, diringkas, untuk menghasilkan laporan keuangan. Adapun tujuan dibuatnya laporan keuangan, khususnya pada usaha kecil menengah (UKM) adalah untuk menghasilkan informasi mengenai: posisi keuangan, kinerja, arus kas, yang sangat berguna untuk pengambilan keputusan ekonomi dan untuk pertanggungjawaban pengelolaan sumber daya perusahaan yang telah dilakukan oleh manajemen (Mackenzie, B, dkk, 2012). Pada standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK-ETAP) diatur tentang pedoman pelaporan keuangan untuk entitas usaha kecil dan menengah (UKM) yang bersifat independen. Laporan keuangan UKM ini dibuat dan dipublikasikan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal seperti pemilik yang tidak terlibat dalam pengelolaan usaha, kreditor yang ada dan calon kreditor, serta agen pemeringkat kredit.

Pada standar akuntansi keuangan ETAP terdapat sembilan karakteristik kualitatif dari laporan keuangan terdiri dari (Mackenzie, B, dkk, 2012) :

1. Dapat dipahami (understandability) 2. Relevansi (relevance)

3. Materialitas (materiality) 4. Keandalan (reliability)

5. Substansi mengungguli bentuk (substance over form) 6. Pertimbangan sehat (prudence)

40

8. Tepat waktu (timeliness)

9. Keseimbangan antara manfaat dan biaya (balance between benefit and cost)

Adapun tujuan laporan keuangan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui posisi keuangan sebuah entitas, yaitu keterkaitan antara asset, liabilitas, dan ekuitas pada tanggal tertentu seperti yang terdapat pada laporan posisi keuangan atau neraca.

2. Untuk mengetahui kinerja sebuah entitas, yaitu hubungan antara pendapatan dan beban dari suatu entitas selama satu periode akuntansi.

3. Untuk mengetahui arus kas bersih sebuah entitas, yaitu perubahn arus kas suatu periode yang memperlihatkan pengaruh aktivitas entitas terhadap kasnya.

4. Untuk laporan pertanggung jawaban manajemen entitas terhadap ownernya.

Selanjutnya yang disebut dengan transaksi keuangan adalah semua transaksi dalam suatu entitas yang berkaitan dengan keuangan, sebaliknya yang tidak berkaitan dengan keuangan tidak dicatat pada pembukuan entitas tersebut.

Adapun tujuan pelaporan untuk mengetahui kinerja dari usaha nelayan dapat dijelaskan pada pembahasan berikut ini. Pada usaha nelayan dapat dilihat kegiatan yang dilakukan adalah membeli solar untuk bahan bakar perahu dan kegiatan penjualan ikan yang diperoleh dari penjualan yang dilakukan baik kepada penjual yang lebuh besar atau dijual sendiri ke pasar terdekat. Jadi catatan yang diperlukan masih cukup sederhana untuk mengetahui secara jelas kinerja dari usaha yang dijalankan oleh para nelayan tersebut.

Pertama yang diperlukan adalah buku catatan atau dalam akuntansi disebut dengan jurnal khusus penjualan, dan jurnal khusus biaya. Pada buku pembantu penjualan akan dicatat setiap penjualan yang dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit yang memunculkan piutang atau tagihan pada pihak lain. Pada penjulan ikan mungkin sangat jarang dilakukan secara kredit, tetapi lebih sering secara tunai. Kegiatan penjualan, dalam hal ini tentu sangat terkait dengan transaksi penerimaan kas. Pada akhir periode atau dalam hal ini akhir bulan, misalnya, akan diperoleh nilai akumulasi dari penjulan yang dilakukan selama sebulan dan berapa kas yang diperoleh. Pada jurnal khusus biaya akan dicatat berapa biaya bahan bakar yang digunakan setiap menangkap ikan ke laut. Begitu pula biaya-biaya lain yang mungkin dikeluarkan agar kegiatan usaha nelayan tersebut dapat berjalan. Pada kegiatan tersebut akan berkaitan dengan transaksi pengeluaran kas atau munculnya transaksi hutang atau jumlah

41

yang harus dibayar pada pihak lain di masa yang akan datang. Pada akhir periode, akumulasi pendapatan dan akumulasi biaya akan dipertemukan (matching) sehingga akan diperoleh laba atau rugi dari kegiatan usaha yang dijalani selama satu periode tersebut. Berdasarkan laporan rugi laba tersebut dapat diketahui kinerja entitas tersebut, dalam hal ini usaha nelayan yang dijalankan. Selain catatan berupa jurnal khusus penjualan dan biaya, perlu juga dibuatkan rancangan dokumen pendukung yang fungsinya memberikan informasi rincian dari jumlah yang dicatatdalam jurnal. Misalnya dalam satu hari penjualan ada 2 jenis ikan, selanjutnya harga per kilogram masing-masing jenis ikan berbeda, informasinya dapat dilihat pada dokumen pendukung, selanjutnya jumlah penjualan per hari akan dicatat pada jurnal penjualan.Tahap selanjutnya adalah membuat laporan rugi laba setiap akhir periode. Laporan ini akan memperlihatkan kinerja usaha yang dilakukan oleh nelayan tersebut.

Berikut ini adalah rancangan format jurnal khusus penjualan, dan jurnal khusus biaya beserta dokumen pendukung yang diperlukan. Selain itu juga terdapat format laporan rugi laba untuk mengetahui kinerja usaha nelayan yang dilakukan selama satu periode. Rancangan format ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Tabel 1.

JURNAL KHUSUS PENJUALAN

Tanggal Keterangan No. Bukti Kas (Debit) Piutang Dagang (Debit) Penjualan (Kredit) 2014 Juni 1 5

42

JUMLAH

Tabel 2.

DOKUMEN PENDUKUNG PENJUALAN Tanggal Nama Pembeli Nama Ikan Jumlah Ikan

(Kg) Harga Jual Per Kg Jumlah JUMLAH Table 3.

JURNAL KHUSUS BIAYA

Tanggal Keterangan No. Bukti Biaya Bahan Bakar (Debit) Biaya Lain-lain (Debit) Kas (Kredit) Utang Usaha (Kredit) 2014 Juni 1

43

JUMLAH

Table 4.

DOKUMEN PENDUKUNG BIAYA Tanggal Nama Penjual Nama

Bahan Bakar Jumlah (Liter) Harga Beli Per Liter Jumlah JUMLAH

44

DOKUMEN PENDUKUNG ARUS KAS

Tanggal Keterangan Penerimaan Pengeluaran Saldo

LAPORAN RUGI LABA USAHA NELAYAN DENCARIK

Bulan Juni 2014 KETERANGAN JUMLAH PENDAPATAN Penjualan ikan A xx Penjualan ikan B xx xx Jumlah Penjualan xx BIAYA

Biaya bahan bakar xx

Biaya lain-lain xx

xx

Jumlah Biaya xx

Rugi / Laba Usaha

(Pendapatan dikurangi biaya)

Dokumen terkait