• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMECAHAN MASALAH 1. Proses Perbaikan

Dalam dokumen Laporan Pi_bwt Pupuk Kujang (Halaman 59-73)

ANALISIS KASUS

C. PEMECAHAN MASALAH 1. Proses Perbaikan

Gambar 3.2 Skema Prosedur Pemeliharaan

Keterangan:

1. Operator departemen produksi menentukan ganguan/kerusakan, maka dibuat Job Order Request (JOR) yang diajukan ke dinas perancangan dan pemeliharaan. 2. Pemeliharaan lapangan melakukan pengecekan, kemudian melakukan tindakan

pemeliharaan yang perlu dilakukan

3. Bila pekerjaan memerlukan pergantian spare part, maka kepala unit meminta surat permohonan meminta material yang diperlukan kebagian gudang.

4. Setelah pekerjaan selesai, mekanik membuat laporan tertulis maupun lisan kepada kepala unit, selanjutnya dilaporkan ke kepala dinas pemeliharaan.

5. Apabila saat pra-starting pompa, pompa dalam keadaan kurang baik. Maka dinas impeksi kembali akan melaporkan ke dinas pemlap untuk diperbaiki kembali (perbaikan diulang).

Selama pengoprasian pompa sentrifugal memerlukan pengecekan secara umum, diantaranya kapasitas dan tekanan pompa itu sendiri. Kapasitas dan tekanan yang besar menunjukan pengoprasian yang normal dari sebuah pompa. Salah satu komponen yang harus diperiksa peda pompa adalah packing (gland packing dan water seal pecking) sebagai salah satu mekanisme perawatan pada pompa sehingga pompa selalu dalam kondisi yang baik selama beroprasi.

Kebocoran kecil pada packing terkadang dimangfaatkan untuk menjaga packing agar tetap dingin dan untuk menjaga putaran poros tetap stabil. Akan tetapi jika dibiarkan lebih lanjut maka akan membuat pompa tersebut berhenti dan bisa merusak plunger (komponen pompa).

Kebocoran yang besar pada packing biasanya ditandai dengan tebalnya kotoran yang melekat atau keluarnya fluida (cairan ammonia) dari pompa, di bawah ini beberapa faktor yang mengakibatkan rusaknya packing:

a. Faktor dari pompa itu sendiri 1) Kondisi cairan.

2) Kondisi dari kekencangan dari tutup glands dan nuts. 3) Kondisi dari pegas.

4) Tingkat getaran dari poros.

5) Sudut tekanan dari permukaan seal yang menempel pada poros. 6) Friksi yang abnormal dan kerusakan pada seal.

7) Kondisi baling-baling penekan. b. Factor dari komonen lain

1) Kelainan dari ring V dan ring O

2) Kelainan komponen dimana ring V dan ring O 3) Kondisi tekanan dari ring V dan ring O

c. Faktor lain

1) Kemacetan di dalam saringan pembilas pipa. 2) Kondisi sistem pendinginan.

3) Kondisi sistem pendinginan.

Ketika packing menjadi lelah (aus) dan kebocoran sudah diambang batas maka packing tersebut harus diganti, di bawah ini adalah urutan proses penggantian packing, diantaranya:

1. Lepaskan baut pengaman disekeliling skrup sambungan casing.

2. Renggangkan bagian atas dan bawah rumah pompa dan ditahan sambil dipasang selling (tambang baja) untuk dihubungkan dengan alat pengangkat (crain), lalu angkat bagian atas dari pompa.

3. Setelah tutup pompa terangkat, letakan pada tempat yang aman. Selanjutnya lepaskan baut pengikat stuffing box diikat ke tambang baja, kemudian komponen-komponen (L.P stuffing bix, plunger, dll) yang ada dalam stuffingbox diangat dan ditempatkan di tempat yang aman.

4. selanjutnya keluarkan bagian yang dilepas tadi (L.P stuffing bix, plunger, dll) dari porosnya.

5. lepaskan baut penekan gland dan pisahkan gland dari poros.

6. lepaskan komponen-komponen lain dari stuffing box dan periksa sleeve apabila ada yang rusak langsung diganti.

7. lumasi poros pompa dengan minyak pelumas agar O ring terhindar dari kerusakan.

8. dengan bantuan pengait, tarik packing dan lentern ring dari poros kedudukanya.

9. sebelum pemasangan kembali packing terlebih dahulu dilihat poros dimana packing akan dipasang, hal perlu Karena ada kemungkinan keadaan poros tidak baik, kotor, berkarat yang dapat menyebabkan umur packing jadi berkurang, apabila ditemukan keadan seperti berikut sebaikanya lakukan perbaikan, sedangkan poros yang kotor dibersihkan menggunakan majun bersih.

10.Gunakan minyak pelumas pada permukaan packing, packing yang telah diset dimasukan kedalam tempat kedudukanya.

11.ketika/saat pemasangan packing putar ring pada arah yang berlawanan sehingga packing terpasang dengan baik. Hati-hati cincin ring jangan tertarik. 12.Masukan packing kedalam stuffing box dan gland mengelilingi poros dan

masukan baut dan kepala baut secar bersamaan. Tarik gland nuts ke atas tetapi jangan terlalu keras, apabila semua bagian sudah terpasang dengan baik maka baut yang tadi terpasang dikencangkan dengan kuat.

13. Pasang kembali semua bagian tadi kedalam pompa seperti pada proses pembongkaran, pasang kembali baut disekeliling pompa.

Ada beberapa cara untuk mengurangi kerusakan pada gland packing di stuffing box pada ammonia pump U-GA 101 yang bertujuan untuk menambah usia dari gland packing, diantaranya:

1. Aliran oil pada oil purge diperbesar, hal ini bertujuan untuk memperkecil gesekan antara plunger dan gland packing menjadi lebih kecil, akan tetapi cara ini sangat beresiko karena apabila cairan oli terlalu banyak ditakutkan cairan ammonia pada pompa akan terkontaminasi cairan oli tadi karena oli cairan oli tersebut tidak bersilkulasi, keadaan tersebut sangat tidak diharapkan karena akan mempengaruhi dari kualitas urea itu sendiri.

2. Proses sama seperti cara yang pertama, yang membedakan adalah saluran air pendingin yang diperbesar aliranya, proses ini tidak akan mempengaruhi kepada cairan ammonia pada pompa, karena air pendingin dalam pompa ini akan bersilkulasi kembali.

3. Menurut analisis bahan, untuk bahan gland packing ada material yang lebih bagus dibandingkan gland packing fiber tiger 3085, yaitu gland packing fiber 122SR. bahan ini memiliki ketahanaan yang lebih lama dibandingkan material lain yang digunakan untuk packing, akan tetapi bahan ini memiliki kekurangan diantaranya: harganya mahal, bahan ini diimpor dari luar negeri sehingga waktu untuk mendapatkan bahan ini relatif lama, sedangkan proses perbaikan mesin harus secepatnya selesai supaya tidak menggangu proses produksi.

2. Pengoprasian Pompa

Sebelum pompa dioprasikan setelah dilakukan pembongkaran dan pemasangan kembali, maka sangat penting untuk dilakukan pemeriksaan kembali setiap komponen pompa tersebut yang meliputi:

a. Pemeriksaan Kembali Setelah Pemasangan

1) pastikan Gland packing dan water seal packing sudah diset/distel dengan baik dan benar dan sekrup penyetel panahan panggerak sudah kencang.

2) Periksa pelurusan (alignment) poros dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.

3) Berikan minyak pelumas secara lansung pada poros dan bantalan melalui lubang inspeksi pada rumah bantalan.

b. Prosedur Pre- starting Pompa

1) Unit pompa dirapihkan terlebih dahulu, dan periksa sistem perapian untuk menguji apakah sudah benar. Jika perlu pasang juga saction strainer (saringan).periksa juga apakah pipa-pipa telah memenuhi syarat yang telah diberikan.

2) Periksa suction valve, drain valve, vent valve, flushing valve, sealing valve, dan discrharge valve harus dalam keadaan yang tertutup.

3) Putar poros pompa dengan tangan, yakinkan poros tersebut dapat berputar dengan bebas.

4) Periksa juga kondisi minyak pelumas.

5) Bersihkan reservoir dan bantalan pompa pada bagian luarnya, reservoirnya diisi dengan minyak pelumas secukupnya dan bersih.

6) Kemudian periksa putaran penggerak sebelum kopling dengan pompa, apakah telah memenuhi spesifikasi yang ada.

c. Prosedur Starting Pompa

2) Buka van valve dan yakin tidak ada gas yang terjebak dalam casing pompa, bila perlu lakukan priming.

3) Yakinkan tekanan suction line lebih besar dari minimum suction pressurenya. 4) Gunakan air untuk pendinginan dan pembilasan pada packing.

5) Jalankan penggerak awalnya, dalam hal ini adalah motor sesuai aturan dan pedoman yang diijinkan.

6) Periksa ketinggian minyak pelumas pada bearing house, demikian juga dengan temperatur bearing tidak boleeh melebihi spesifikasi yang diberikan. 7) Periksa panas pada packing, bilamana ditemukan panas yang berlebih jalanya

pompa harus pelan atau pompa tidak dijalankan, dilihat terlebih dahulu apakah ada kemungkinan bocor atau ada kesalahan pemasangan. Bila ada maka perlu dibuka dan dibetulkan pemasangannya atau diganti dengan packing yang baru, lihat juga perubahan atau kenaikan suhu pada komponen-komponen yang lain.

8) Periksa juga getaran/vibrasinya atau suara-suara bising yang lain. Bila vibrasi tercatat tidak wajar maka unit perlu dihentikan.

Vibrasi yang tinggi dibagi ke dua bagian, yaitu:

a) stress pipe b) misalignment

keduanya mengakibatkan bearing rusak sebelum waktunya adapun cara mengatasinya untuk stress pipa biasnya bagian mekanik bekerja sama dengan

bagia pipa filter, kerusakan biasanya terjadi pada posisi pipa yang tidak lurus sehingga tterjadi tegangan geser. Alat yang digunakan mengukur vibrasi ini adalah vibrasi monitor jenis IRD. Sedangkan misalignment dikarnakan bagian poros dan shaft tidak lurus dapat diketehui menggunakan alat yang dinamakan disc indicator dengan ketelitian 1/100 mm jika misalignment terjadi biasanya mekanik menggunakan bagian pengganjal yang dinamakan shim supaya pipa tersebut menjadi lurus.

Velocity(mm/sec) Displacement(micron)

0-2,5 Good 0-25

2,5-5,0 Fair 25-50

5-10 Slightly 50-75

Sedangkan batas vibrasi yang terlalu tinggi dan perlu dianalisa, yaitu:

10-20 Rough 75-100

> 20 Very rough >100

(sumber: Manual Book ammonia Pump)

Tabel 3.3 Ukuran Vibrasi

3. Trouble Shooting

a. Masalah mekanis

Gangguan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor mekanik.

Contohnya: 1). Bearing failure/damage (rusak)

2). Shaft patah/bengkok.

3). Impeller Patah.

4). Mechanicalseal bocor.

5). Impeller dan Chasing ring aus, dll.

b. Masalah operasional

Ganguan yang berkaitan dengan operasional

Contoh : 1). Kavitasi

2). Flow berkurang

3). Temperatur naik.

5). Putaran tidak mau naik, dll

Akan tetapi dalam kenyataan/realitanya, masalah yang timbul saling berkaitan dan sangat kompleks, terkadang sulit dipisahkan. Berdasarkan observasi dilapangan trouble shooting yang sering terjadi/timbul pada saat operasi pompa yaitu:

No. Masalah/indikasi penyebab

1 Level vibrasi naik Bearing failure/damage (rusak)

Miss alignment

Unbalance (kekendoran,poros bengkok, impeller cacat,dll ) 2 Flow berkurang pada putaran

yang sama

♦ Kavatasi

Over size pada wearing ring (bertahap)

Suction trainer buntu

Valve pada suction dan discrage tidak sempurna

Line discrage buntu

♦ Pondasi tidak kuat

♦ Impeller yang tersumbat

menyebabkan ketidak seimbangan putaran

Poros tidak lurus (miss alignment)

♦ Bantalan aus/rusak atau lelah kerena jam pemakaian tinggi

♦ Bagian yang berputar tidak seimbang

♦ Bagian kempa dan isap tidak terlalu kuat

♦ Ada kebocoran internal

4 sistem perapat (seal) bocor Seal flush terhambat atau bocor

Damage/rusak pada system perapat 5 Cairan tidak dapat mengalir atau

tidak dapat diangkat

♦ Terdapat kantung

udara(gelembung)pada aliran (cairan)

♦ Katup kaki terlalu

kecil/tersumbat/tidak tercelup

Tidak ada priming

♦ Impeller dan sambungan tersumbat

♦ Terdapat kebocoran pada saluran isap

6 Tekanan dan kapasitas tidak terlalu cukup

♦ Putaran pompa terlalu rendah

♦ Kebocoran udara padasealsaluran isap

Impeller/penghisapan tersumbat

♦ Head tidak mencukupi untuk fluida panas kerena panghisapan

♦ Kerukan mekanis pada gelang aus, impeller packing dan rumah poros (sumber:Dinas Pem lap PT. Pupuk Kujang)

BAB IV

Dalam dokumen Laporan Pi_bwt Pupuk Kujang (Halaman 59-73)

Dokumen terkait