• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. KONDISI UMUM

TPA SUMUR BATU

6.7. Jadwal Pemeliharaan

7.2.3. Pemeliharaan Ideal

Pemeliharaan ideal pada taman dilakukan sebagai upaya menjaga taman baik fungsi/tujuan dibuatnya. Penerapan pemeliharaan ideal pada taman biasanya dengan penggunaan papan larangan untuk pengguna taman. Seperti pada beberapa lokasi taman yang dikelola bidang Pertamanan Kota Bekasi pada gambar berikut.

Gambar 14. Contoh Pemeliharaan Ideal yang ada pada taman Kota Bekasi Keterangan : (a) Taman Cut Meutia (b) Taman pulau Jl. PMI

7.2.4. Pemeliharaan Fisik

Pemeliharaan fisik yang ditujukan untuk menjaga kondisi taman agar taman tetap tampil indah, nyaman dan aman. Pemeliharaan yang dilakukan meliputi softscape dan hardscape. Pemeliharaan fisik pada bidang Pertamanan Kota Bekasi cenderung lebih mengerjakan pemeliharaan softscape. Karena pemeliharaan elemen hardscape yang ada hanya sedikit seperti pengecatan bak tanaman dan pembersihan paving.

Pembersihan area taman

Permasalahan yang terlihat adalah saat area taman atau jalur hijau jalan telah dibersihkan, dibiarkan beberapa hari menjadi timbunan di sudut taman ataupun pinggir jalan. Hal ini menyebabkan timbunan sampah hasil penyapuan menjadi berserakan akibat hembusan angin. Kurangnya koordinasi yang jelas dari koordinator taman dengan petugas pengangkut sampah, sehingga perlu komunikasi dan kerjasama yang baik antara pengawas taman dengan petugas pengangkut sampah. Karena petugas pengangkut sampah bukan dari bidang Pertamanan tapi bagian persampahan, jadi perlu diketahui titik area taman yang akan dilakukan pembersihan sehingga dapat diprediksikan waktu sampah yang harus diangkut.

(b) (a)

Penyiraman tanaman

Kegiatan penyiraman yang dilakukan sudah berjalan baik dari segi waktu penyiraman, ketersediaan peralatan dan ketersediaan air. Pada musim penghujan, kegiatan penyiraman tidak dilakukan, karena itu kegiatan difokuskan pada kegiatan operasional lain. Pembagian petugas penyiraman juga cukup baik dengan tiga mobil yang masing-masing mempunyai lokasi dan tenis kerja yang berbeda. Misalnya, ada satu mobil yang bertugas untuk menyiram jalur median jalan dengan media pot tanaman akan berbeda cara kerja penyiraman untuk taman pulau jalan (traffic island) yang tidak ada media pot.

Kendala yang dihadapi pada kegiatan penyiraman sama seperti pada laporan praktek kerja profesi (Erynayati, 2005) yaitu mempunyai masalah dengan nozzle (mata penyemprot yang pancaran airnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan). Jika nozzle ini mengalami kerusakan maka semburan air yang keluar dari mobil tangki tidak dapat diatur sesuai dengan kebutuhan, sehingga semburan air yang keluar dari dalam tangki jatuh terlalu keras pada tanah dan tanaman pada taman menjadi rusak khususnya tanaman yang memiliki batang yang tidak kokoh serta dapat merusak tanaman yang baru ditanam. Akibat lain dari kerusakan pada nozzle, menyebabkan penyiraman jadi tidak merata, penyiraman pada semak dengan kerapatan padat seringkali hanya mengenai permukaan daun saja sedangkan tanah tidak tersiram dengan sempurna.

Pemangkasan

Pemangkasan tanaman ditujukan untuk mengontrol pertumbuhan tanaman sesuai yang diinginkan, menjaga keamanan serta menjaga kesehatan tanaman. Permasalahan yang seringkali dijumpai dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah saat jalan yang ramai lalu lintas kendaraan sehingga perlu hati-hati. Pemangkasan rumput dan semak sudah berjalan dengan baik dimana dilakukan setiap hari untuk pemangkasan rumput sedangkan semak dilakukan dalam frekuensi mingguan. Untuk kegiatan pemangkasan pohon merupakan kegiatan insidental namun dilakukan dengan frekuensi waktu tahunan.

Elliot dan Widodo (1996) dalam Suryani (2007) menyatakan sebaiknya pemangkasan tidak dilakukan secara berat agar tidak dihasilkan luka pangkas

yang besar karena membutuhkan proses penyembuhan yang lama, terutama pada tanaman tua atau sakit. Prinsip pemangkasan perlu diketahui oleh pekerja agar dapat dipraktekkan di lapang.

Penggemburan dan pengendalian gulma

Kegiatan penggemburan yang dilakukan selama magang, pada taman-taman yang ada sudah cukup baik, meskipun tenaga kerja yang melakukan pekerjaan ini terbatas. Bahkan dari pengamatan di lapang, ada tenaga kerja yang biasanya memangkas semak juga turut berperan melakukan penggemburan namun cara yang dilakukan sudah baik. Pekerjaan ini biasanya dikerjakan bersamaan waktunya dengan penyiangan. Tanah yang gembur sangat diperlukan agar pertumbuhan tanaman optimum (Sulistyantara, 2005). Penggemburan tanah akan memberikan sirkulasi udara yang baik di daerah perakaran (Arifin dan Arifin, 2005).

Pengendalian Hama dan Penyakit

Respon petugas pemelihara cukup baik dan cepat dalam menangani kemunculan HPT. Namun hal tersebut kurang optimal karena tidak diimbangi dengan tersedianya pestisida sehingga kegiatan pengendalian hama dan penyakit tanaman belum dapat dikatakan sempurna. Meskipun tidak dapat dilakukan dengan baik, hama dan penyakit yang ada umumnya terdapat pada tanaman semak yang dapat diatasi dengan memangkas semak yang terkena serangan hama dan penyakit tanaman tersebut.

Pemupukan

Kegiatan pemupukan yang dilakukan pada Taman Cut Meutia, diberikan pupuk majemuk NPK 15-15-15. Hal ini lebih baik, karena sebagian besar tanaman memerlukan ketiga unsur hara N, P dan K. Kegiatan pemupukan sangat diperlukan untuk keberlangsungan pertumbuhan berbagai jenis tanaman. Suatu pupuk adalah bahan yang memberikan zat hara pada tanaman. Pupuk biasanya diberikan pada tanah, tetapi dapat pula diberikan lewat daun atau batang sebagai larutan (Harjadi,1978). Dalam kegiatan pemupukan bidang Pertamanan Kota Bekasi ini, pemupukan diberikan pada tanah yang telah digemburkan.

Menurut Lingga (1986), setiap tanaman memerlukan paling tidak 16 unsur hara untuk pertumbuhannya yang normal. Dari 16 unsur ini, 3 unsur (karbon, hidrogen, oksigen) diperoleh dari udara, 13 unsur lagi disediakan oleh tanah. Dari 13 unsur hara, hanya 6 unsur yang diambil tanaman dalam porsi cukup banyak. Karena dibutuhkan dalam jumlah banyak, maka disebut unsur makro (yaitu N,P,K,S,Ca,Mg). Unsur N, P, K yang dibutuhkan dalam jumlah banyak dan mutlak ada maka pupuk yang sering ada diutamakan mengandung ke tiga unsur tersebut. Dan muncullah pupuk yang mengandung N (seperti urea), P (seperti TSP), dan K (seperti KCl).

Di bidang Pertamanan Kota Bekasi pupuk yang diberikan pupuk majemuk NPK mutiara 15-15-15 seperti yang dilakukan pada Taman Cut Meutia. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, kegiatan pemupukan diberikan pada saat tanam untuk pohon, tanaman semak, dan rumput. Pada masa pemeliharaan, pemberian pupuk dilakukan dengan cara menabur di atas permukaan tanah. Pemakaian pupuk organik sebaiknya diterapkan dengan memperoleh humus/kompos yang berasal dari sisa-sisa tanaman. Untuk memperoleh humus/kompos ini salah satunya dapat dibuat dengan sanitary landfill pada salah satu sudut taman sehingga dapat membantu aktivitas pembersihan area taman. Penyulaman tanaman

Kegiatan penyulaman tanaman yang dilakukan pada salah satu taman ini sudah cukup baik meskipun tenaga kerja yang melakukan pekerjaan ini terbatas. Kegiatan ini dilakukan tanpa memperhatikan musim, karena kerusakan tanaman hias dapat terjadi kapan saja sehingga kegiatan ini tetap dilakukan. Penyulaman dilakukan dengan tetap memperhatikan desain yang telah dibuat. Cara ini memungkinkan kita mengganti tanaman dengan jenis yang lain dari yang ditanam sebelumnya (Sulistyantara, 1992).

Pembersihan paving

Kendala yang terjadi adalah belum adanya tindakan efektif dan efisien baik untuk pengendalian maupun pemberantasan rumput pada paving yang mengganggu fungsi dan keindahan penglihatan serta tujuan semula dari perancang dan perencana taman. Pemeliharaan paving ini sebaiknya lebih ditekankan pada

pemeliharaan rutin. Cara mengatasi gulma pada paving selain menggunakan kored yaitu dengan penyemprotan herbisida.

Dokumen terkait