• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemeliharaan Prasarana Gedung Sekolah

KAJIAN PUSTAKA

B. Manajemen Prasarana Gedung Sekolah

3. Pemeliharaan Prasarana Gedung Sekolah

Gedung sekolah mempunyai pengaruh yang besar terhadap proses belajar mengajar. Oleh karena itu , perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.

a. Keutuhan dan kebersihan mengenai lantai, dinding, langit-langit, atap, jendela, pintu, kaca, dan ventilasi harus bersih dari segala kotoran.

b. Keutuhan dan kebersihan wastafel dan kran yang ada di dalamnya serta keutuhan dan kebersihan alat pembuangan atau saluran air harus senantiasa dijaga.

23

Menurut Daryanto (2008: 55-61), perencanaan dan pemeliharaan gedung sekolah dan perlengkapannya meliputi: (a) perluasan gedung yang sudah ada, (b) rehabilitasi ruang, (c) meningkatkan mutu keindahan ruang belajar, (d) memilih perabot dan perlengkapan, (e) tanggung jawab keberesan sekolah, (f) memperhatikan kondisi sanitasi, (g) pemeriksaan, (h) penyimpanan alat-alat yang tepat, (i) mengatur dan memelihara ruang belajar, (j) pemeliharaan halaman dan tempat bermain.

Adapun penjelasan dari rincian pemeliharaan gedung sekolah dan perlengkapannya adalah sebagai berikut.

a. Perluasan gedung yang sudah ada

Pada gedung sekolah yang sudah ada seringkali diperlukan tambahan-tambahan bangunan dan perlengkapan. Hal ini disebabkan oleh tuntutan-tuntutan yang berasal dari perkembangan pendidikan yang semakin mendesak terutama mengenai kualitas dan kuantitas, sehingga perlu adanya penambahan-penambahan dan perombakan pada gedung sekolah yang sudah ada.

b. Rehabilitasi Ruang

Sebelum dilakukan rehabilitasi ruang, perlu diadakan survey terhadap gedung dan perlengkapan yang sudah ada serta mencatat secara terperinci perbaikan-perbaikan yang akan diperlukan, sehingga menciptakan keefektifan program sekolah. Perbaikan-perbaikan pada gedung sekolah ini diantaranya mencakup mengecat dan melabur, mengganti bahan-bahan atau bagian-bagian yang sudah using atau lapuk, menyempurnakan akustik

24

ruangan belajar, menambah tempat/ruang buang air, memperbaiki fasilitas mencuci tangan dan kaki, serta pekerjaan-pekerjaan perbaikan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan inovasi sekolah. Rencana rehabilitasi hendaknya dibuat seefisien mungkin.

c. Meningkatkan Mutu Keindahan Ruang Belajar

Terdapat beberapa prinsip yang telah diakui dan dianjurkan oleh para ahli seni dan dekorasi mengenai pemilihan warna dinding ruangan yang berhubungan dengan aspek dan reaksi-reaksi psikologis penggunanya. Hal tersebut juga perlu diperhatikan dalam proses pegecatan ruang belajar. Dalam pemilihan warna, harus diperhatikan dan tidak boleh sembarangan, sebab warna dinding dapat mengarahkan reaksi psikologis penggunanya yaitu siswa maupun guru. Dinding atau ruangan belajar harus dicat putih karena 80% faktor pantulan diperlukan utuk memberikan cahaya yang memadai kepada murid. Demikian pula dinding-dinding samping ruangan harus dicat warna cerah dan pusat. Warna perabot harus coklat muda dan tidak mengkilap.

d. Memilih Perabot dan Perlengkapan

Salah satu faktor penting yang dijadikan bahan pertibangan dalam memilih perabot dan perlengkapan ruangan kelas yang harus disediakan adalah dasar pengajaran. Fleksibilitas dalam fungsi serta faktor- faktor psikologis juga perlu diperhatikan dalam pembuatan perabot ruang belajar. Jangan sampai perabot justru dapat menghambat proses belajar pada peserta didik.

25 e. Tanggung jawab keberesan sekolah

Keadaan ruang kelas yang berantakan dan tidak teratur, kotor, cahaya dan ventilasi yang kurang memadai, akan memberikan pengaruh jelek kepada murid-murid ditinjau dari segi pendidikan dan perkembangannya. Di samping itu, keadaan seperti di atas ditinjau dari segi pendidikan kesehatan akan menimbulkan pengaruh yang merugikan, kesehatan jasmani dan rohani. Di samping itu proses belajar dan mengajar akan terhambat, yang berarti menghambat pula kelancaran pelaksanaaan program pengajaran di sekolah. Oleh karena itu, warga sekolah harus menyadari tanggung jawab untuk senantiasa mengawasi ruang belajar dan bagian-bagian sekolah lainnya agar selalu beres, bersih dan teratur.

f. Memperhatikan kondisi sanitasi

Ditinjau dari kebutuhan akan kesehatan pada murid-murid dan seluruh anggota staf di sekolah, masalah sanitasi harus mendapat perhatian pertama. Salah satu kegiatan utama program kesehatan sekolah ialah menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Ruang belajar, ruang olahraga, laboratorium, ruang kesenian, ruang ketrampilan dan sebagainya. Kesemuanya harus diatur sedemikian rupa sehingga kondisinya memberikan pengaruh yang optimal dalam proses belajar dan terhadap perkembangan kesehatan murid-murid baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Kesehatan menjadi salah satu tujuan sekolah, diantaranya menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mempraktikan kebiasaan hidup sehat, salah satu fasilitas penting adalah penyediaan air untuk mencuci tangan dan aki dan

26

anggota badan lainnya. Hendaknya disediakan pula sabun dan lap atau handuk kecil.

g. Pemeriksaan

Pemeriksaan dan koreksi terhadap kondisi-kondisi ruangan sekolah dan perlengkapannya termasuk halaman dan tempat- tempat bermain murid, harus dilaksanakan secara terus menerus dan teratur. Pemeriksaan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga hal-hal yang sekecil-kecilnya pun tidak lepas dari tanggung jawab.

h. Penyimpanan alat-alat yang tepat

Dari segi pendidikan soal penyimpanan alat-alat kurang mendapat perhatian, baik dalam literatur tentang konstruksi bangunan sekolah maupun dalam rencana struktur bangunannya. Alat-alat yang langsung dipergunakan dalam pelajaran memerlukan fasilitas penyimpanan yang memadai dan praktis sehingga sewaktu-waktu diperlukan dapat segera disediakan serta keamanannya cukup terpelihara. Alangkah baiknya jika tempat penyimpanan alat-alat ini direncanakan sebelum bangunan didirikan sehingga faktor estetikanya pun mendapat perhatian.

i. Mengatur dan memelihara ruang belajar

Sebagian besar waktu kehidupan peserta didik dan guru selama bersekolah dilaksanakan di ruang belajar. Oleh karena itulah, timbul tuntutan agar sekolah memberikan perhatian yang cukup terhadap ruang belajar. Perhatian tersebut berupa pengaturan, pemeliharaan ruang belajar kebersihan ruang belajar agar senantiasa siap untuk digunakan dan dapat memperlancar

27

proses belajar mengajar. Hal lain yang sangat penting antara lain ruang belajar harus cukup cahaya. Pemeliharaan terhadap ruang belajar ini dilakukan dengan mengadakan perbaikan jika terdapat kekurangan maupun kerusakan, diperbarui catnya setiap 3-5 tahun sekali.

j. Pemeliharaan halaman dan tempat bermain

Kegiatan rekreasi di sekolah mempunyai peranan penting dalam program pengajaran. Sekolah harus menyediakan tempat dan fasilitas untuk keperluan tersebut. Tempat bermain harus dipelihara, diratakan, serta disesuaikan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik. Tempat bermain harus selalu dijaga dan dipelihara sehingga terbebas dari kondisi dan hal-hal atau benda yang mungkin menimbulkan bahaya kecelakaan, atau memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan kesehatan peserta didik maupun penghuni sekolah lainnya. Untuk menjaga dan memelihara agar tempat bermain menarik, aman dan bebas dari hal yang dapat menimbulkan kecelakaan, maka seluruh warga sekolah harus senantiasa menjaga fasilitas tersebut.

Halaman sekolah sebaiknya ditanami pohon-pohon yang rindang sehingga dapat digunakan sebagai tempat beristirahat bagi warga sekolah. Pemeliharaan halaman sekolah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. 1) Halaman sekolah hendaknya selalu dalam keadaan bersih dan rapi. 2) Halaman sekolah perlu ditanami pohon-pohon yang rindang agar

28

3) Tanah di halaman sekolah hendaknya diusahakan cepat kering dan tidak mudah becek.

4) Halaman sekolah perlu diberi tempat duduk untuk beristirahat warga sekolah.

Secara umum, keutuhan dan kebersihan ruang sekolah harus dijaga sebagaimana menjaga keutuhan dan kebersihan gedung sekolah. Selain itu, situasi ruang sekolah harus kondusif dan nyaman bagi penggunanya. Untuk membuat pengguna gedung sekolah, baik itu siswa dan guru merasa nyaman dan mengikuti proses belajar mengajar dengan semangat, maka perlu adanya pemeliharaan ruang dengan baik. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

a. Dinding ruangan hendaknya berwarna terang dan bersih. b. Lantai ruangan hendaknya selalu dalam keadaan bersih.

c. Perlengkapan-perlengkapan yang ada dalam ruangan harus diatur sedemikian rupa sehingga enak dipandang mata.

d. Ruang kelas hendaknya jangan sampai berdekatan dengan ruangan kantor/tata usaha/kantin (kegiatan-kegiatan yang menimbulkan suara berisik).

e. Ruang tata usaha yang melayani kebutuhan siswa/ umum serta ruang kepala sekolah hendaknya di tempatkan pada ruangan yang strategis dan mudah ditemukan.

29

4. Assesment (Penaksiran) Kondisi Gedung Sekolah

Assesment kondisi gedung sekolah merupakan kajian yang dilakukan berkaitan dengan pekerjaan sipil, arsitektur, dan landscape. Kriteria penilaian terhadap kondisi gedung inipun harus mengacu pada kriteria teknis (sipil, arsitektur, dan landscape) sebuah bangunan gedung yang berlaku di Indonesia (Wakhinuddin, 2012). Tingkat kerusakan bangunan dibagi atas kriteria sebagai berikut.

a. Rusak ringan adalah kerusakan dengan perbaikan gedung sekolah pada bagian- bagian tertentu dalam rangka perawatan untuk memperpanjang usia pemakaian, menjaga keandalan gedung beserta sarana dan prasarananya agar selalu laik fungsi. Tingkat kerusakan kurang dari 30%.

b. Rusak sedang adalah kerusakan dengan perbaikan gedung sekolah pada bagian tertentu dalam rangka menjaga keandalan gedung beserta sarana dan prasarananya agar selalu laik fungsi. Tingkat kerusakan berkisar 30-50%. c. Rusak berat adalah kerusakan dengan perbaikan gedung sekolah secara

menyeluruh dalam rangka memperpanjang usia pemakaian. Dalam kegiatan ini memperbaiki dan atau mengganti bagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, serta sarana dan prasarananya agar bangunan gedung tetap laik fungsi. Tingkat kerusakan berkisar > 50-65%.

d. Rusak total adalah kerusakan yang terjadi dan perbaikannya dengan membongkar gedung sekolah yang lama dan membangun kembali gedung standar di dalam lahan/ tanah yang ada. Tingkat kerusakan jika melampaui 65%.

30

Sedangkan kriteria gedung sekolah yang harus direhab total menurut Tim Ahli Dinas Pendidikan Dasar Jakarta dan PT Kogas (2009) adalah sebagai berikut. a. Selalu tergenang banjir, baik air pasang maupun waktu hujan.

b. Tingkat kerusakan gedung tersebut sangat parah dan rawan ambruk. c. Gedung sekolah tersebut merupakan bangunan tua dan belum terstandar.

d. Untuk standardisasi gedung dan bangunan bertingkat untuk pemerataan. e. Daya tampung murid sudah jauh di bawah kapasitas yang diijinkan.