BAB II LANDASAN TEORI
2.4 Asfiksia Neonatorium
2.4.5 Pemeriksaan diagnostik
Untuk menentukan diagnosis bayi yang mengalami aspiksia anatara laian ; pemeriksaan darah kadar As.laktat.Kadar bilirubin, kadar PaO2,PH pemeriksaan fungsi paru : pemeriksaan fungsi kardiovaskuler : gambaran patologi
51 BAB III
KASUS DAN PEMBAHASAN
3.1 Kronologi Kasus 3.1.1 Identitas pasien
Ny. E usia 30 tahun, agama Islam, suku bangsa Sunda, pendidikan terakhir SD, ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, golongan darah ibu B. Alamat kampung Karees desa palumbon sari RT01/10 kec, Karawang timur, kab. Karawang.
Nama suami Tn.E usia 39 tahun, golongan darahnya belum diperiksa, pendidikan terakhir SD, pekerjaan buruh. Alamat kampung Karees desa palumbon sari RT01/10 kec, Karawang timur, kab.Karawang.
3.1.2 Riwayat kehamilan Sekarang
Berdasarkan buku KIA Ny. E melakukan ANC kebidan S sebanyak 6 kali, 1 kali pada trimester I usia kehamilan 16 minggu, 2 kali pada trimester II usia kehamilan 19 dan 24 minggu, 3 kali pada trimester III (pada usia kehamilan 31 minggu, 36 minggu, dan 37minggu)
Pada usia kehamilan 20 minggu Ny.E melakukan pemeriksaan USG dengan hasil terdapat 2 janin (gemelly). Sejak saat itu Ny.E mengetahui bahwa dirinya mengandung anak kembar.Kehamilan kembar ini didapat secara keturunan berdasarkan pengakuan Ny.E bahwa dari keluarga suami yaitu bibimempunyai riwayat kehamilan kembar. Kemudian Ny.E mengaku tidak ada
penyakit yang sedang/pernah diderita, keluarga tidak memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi, asthma, jantung dan lain-lain, tidak memiliki riwayat alergi.
3.1.3 Asuhan Kebidanan pada Kehamilan
Pada tanggal 7 maret 2017 pukul 09:00 WIB,Ny.E datang ke ruang poli kebidanan RSUD Karawang bersama suaminya dengan Tn.E, ingin memeriksakan kandungannya. Berdasarkan keluhan Ny.E mengatakan mules ), pusing ), mual (-), nyeri kepala (-(-), keluar air (-(-), keluar darah (-(-), lender (-) nyeri ulu hati (-(-), pandangan buram(-) , ashma (-), alergi (-) , hipertensi (-) , nyeri pinggang (+).
Setelah itu ibu diperiksa keadaan umumnya dalam keadaan baik, kesadaran compos mentis, status emosional stabil , tanda-tanda vital ibu Tekanan darah ibu 120/80 mmhg, Nadi 80x/menit, respirasi 22x/menit, suhu S: 36,5 oC, BB sekarang: 75 Kg, BB Sebelum hamil: 60 Kg Tinggi badan 163 cm, lila 25 cm, setelah itu pasien diperiksa melalui USG dengan dokter obgyn, sebelum dokter memeriksannya bidan memeriksa terlebih dahulu, bidan memeriksa abdomen TFU 36 cm.bahwa terdapat Palpasi: Leopold I: teraba bagian memanjang keras, leopold II : bagian kiri teraba bulat keras,bagian kanan teraba memanjang keras, leopold III : teraba bulat keras, Leopold IV : konvergen
Dilakukan USG dengan hasil terdapat 2 janin denganusia kehamilan ibu sudah 36 minggu taksiran persalinan 13-04-2017. janin ke 1 TBJ nya 2240 gram, denyut jantung janin 145x/menit, jenis kelamin belum diketahui. Janin ke 2 TBJ nya 2300
gram, denyut jantung janin 148x/menit, jenis kelamin belum diketahui. janin dalam keadaan hidup dengan letak kepala dan lintang.
Berdasarkan saran dokter dari hasil pemeriksaan bahwa ibu dianjurkan untuk perawatan inap. Karena pada kehamilan kurang bulan atau prematur, sebagian besar paru-paru bayi belum matang karena membutuhkan zat yang berperan dalam proses tersebut, belum sempurna. Kondisi ini bisa menyebabkan berisiko mengalami gangguan pernapasan.Kehamilan kembar merupakan salah satu kondisi yang berisiko lahir prematur. Karena itu, pada wanita hamil kembar acapkali dilakukan suntikan obat untuk memicu untuk pematangan paru, sehingga yang diharapkan bayi yang dilahirkan tidak memiliki masalah pernapasan. Injeksi intra vena untuk pematangan paru-paru janin dilakukan didaerah pergelangan tangan ibu.Mengenai rasa sakit saat disuntik, ada ibu yang mengatakan tidak sakit hanya kurang nyaman, namun ibu lainnya mungkin berpendapat berbeda.
Setelah dijelaskan suami menyetujui dan menandatangani lembar inform consent yang menyatakan Ny. E agar mendapatkan perawatan inap. Kemudian pasien dipindahkan keruang bersalin RSUD Karawang .
Pada tanggal 7 maret 2017 pukul 11: 35 WIB pasien dipindahkan keruang bersalin kemudin dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital. Tensi darah 120/80 mmHg, Nadi 80x/menit, Respirasinya 20x/menit, Suhu 36,7oC, hasil pemeriksaan dalam belum ada pembukaan, dan dilakukan pemasangan kateter, pemasangan infuse RL, dan dilakukan penyuntikkan skin test secara IC, dilakukan Setelah 15 menit skin test, kemudian lihat apakah ada tanda-tanda alergi yaitu kemerahan pada sekitar area
penyuntikkan jika tidak ada lakukan penyuntikan ceftriaxcone 1 gram pemberian intra vena, pengambilan darah terdapat bahwa HB ibu 11,3 gr%. Setelah dilakukan tindakan diruang bersalin Ny.E dipindakan keruangan rawat inap untuk mendapatkan perawatan.
Pada tanggal 7 maret 2017 pukul 14:30 WIB, ibu dirawat diruang rawat inap selama 2 hari, kemudian yang bidan melakukanpemeriksaan keadaan ibu baik, status emosional stabil, kesadaran compos mentis.TD 100/80 mmhg, Nadi 80x/menit, Respirasinya 19x/menit, Suhu 36,7oC, denyut jantung janin Ke 1, 135x/menit dan denyut jantung janin ke 2, 137x/menit, keadaan jumlah urine, Tidak ada mules.
Selama dirawat ibu mendapatkan terapi obat dexstrametason, ceftriaxcone, nifedipine, profenid supp.
3.1.4 Asuhan Kebidanan pada Persalinan
Pada tanggal 09-03-2017 pukul 22:25 wib ,Ny.E mengatakan mengeluh sangat mules-mules. Ny.E dipindahkan keruang bersalin, bidan melakukan pemeriksaan tekanan darah bahwa terdapat 120/80 mmhg, denyut jantung janin Ke 1, 145x/menit dan denyut jantung janin ke 2, 147x/menit.Pada pukul 22:50 wib melakukan pemeriksaan dalam bahwa terdapat pembukaan 2 cm, TFU 36 cm.berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter memutuskan Ny.E harus dilakukan tindakan Secsio sesar karena tidak memungkinkan untuk lahir pervaginam, dengan hasil pemeriksaan diindikasikan ibu kehamilan kembarr dan persalinan prematur setelah dokter melakukan inform consent pada Ny.E dan keluarga, keluarga memutuskan untuk menyetujui tindakan tersebut. Menganjurkan ibu
untuk berpuasa mulai pukul 03:00 WIB, Melakukan persiapan pre operasi, Melakukan pemberian dukungan dan motivasi untuk menghadapi operasi,Melakukan penghitungan denyut jantung janin disela sela his sebelum pasien di pindahkan ke ruang bedah sentral, Mendorong pasien ke ruang bedah sentral, Mengganti baju pasien dengan baju ruang operasi, rencana secsio sesar dimulai pada pukul 09:30 WIB.
Perawatan diruang bedahPada tanggal 10-03-2017 pukul 09:30 WIB Ny.E mempersiapkan untuk memasuki ruangan bedah Setelah dipindahkan keruang bedah. Rencana Sectio caesarea dengan waktu 1 jam dengan Pembedahan Sectio caesarea teknik panen stiell. Dengan keadaan ibu tekanan darah ibu 120/80 mmhg, respirasi 20x/menit, nadi 80x/menit dengan keadaan apatis. Nama obat yang diberikan untuk Ny.E selama diruang operasi yaitu:
bupivakain 3ml tidak dioplos pemberian lewat spina, ketorolac 30mg/ml pemberian lewat intravena, tramadol 100mg pemberian lewat intravena.
Pada jam 10:15 wib bayi lahir dan segera dibawa keruangan perinatologi pada pukul 10:20 wib. Dan selesai tindakan Sectio caesarea pada 1 jam lewat 25 menit. Yaitu selesai pembedahan pada pukul 11:10 WIB. Setelah itu pasien dibersihkan dan dibereskan lalu dipindahkan keruangan Pemulihan pada pukul 11: 15 menit WIB. Diruangan pemulihan sampai 2 jam.
Pada pukul 10:20 WIB bayi dibawa keruang perinatologi untuk melakukan bayi lahir dengan berat badan 2120 gram, dan 2060 gram, A/S 5/7, tidak menangis segera, tonus otot lemah, melakukan reflek babysnki lemah,
reflek rooting lemah, reflek sucking lemah, warna kulit kemerahan. “asfiksia sedang”
Afgar score bayi 1 dan bayi 2, 1 menit pertama frekuensi nadi 2, usaha bernafas 1, tonus otot 1, refleks 1, warna kulit kemerahan. 5 menit kedua, frekuensi nadi 2, usaha bernafas 2, tonus otot 1, refleks 1, warna kulit kemerahan 1.Pemberian vit.K lalu ditempatkan diinkubator
Bayi ke 2 lahir pada jam 10:18 wib BB 2060 gram, bayi lahir dengan berat badan 2120 gram, dan 2060 gram, A/S 5/7, tidak menangis segera, tonus otot lemah, melakukan reflek babysnki lemah, reflek rooting lemah, reflek sucking lemah, warna kulit kemerahan. “asfiksia sedang”
Afgar score bayi 1 dan bayi 2, 1 menit pertama frekuensi nadi 2, usaha bernafas 1, tonus otot 1, refleks 1, warna kulit kemerahan. 5 menit kedua, frekuensi nadi 2, usaha bernafas 2, tonus otot 1, refleks 1, warna kulit kemerahan 1.Pemberian vit K. lalu ditempatkan diinkubator.
Ny.E dipindahkan keruangan Pemulihan pada pukul 11:15 menit WIB.Diruangan pemulihan sampai 2 jam. Bidan mengobservasi keadaan umum ibu baik, kesadaran apatis, status emosional stabil, TD : 120/80 mmhg, R : 20x/menit, S : 36,7 oC, N : 80x/menit, tidak ada perdarahan, luka operasi masi basah.
3.1.5 Asuhan Kebidanan pada Nifas 3.1.5.1 Asuhan kebidanan pada nifas 6 jam
Pada tanggal 10-03-2017 pukul 18: 30 WIB diruangan perawatan.Ny.E mengatakan masi nyeri luka operasi terpasang kateterisasi.berdasarkan hasil pemeriksan. bidanmelakukan pemeriksaan keadaan ibu baik status emosional stabil.
Psikologis ibu mengatakan sangat bahagia dengan kelahiran bayi, TD 120/70 mmhg, N: 79x/menit, S: 36,2oC, R:20x/menit, tidak ada perdarahan lochea rubra,Terapi yang diberikan ketorolac,Ceftriaxcone. Pendidikan kesehatan mobilisasi dini miring kiri dan miring kanan, pendidikan kesehatan mengenai asi eksklusif, makanan yang bergizi, istirahatyang cukup.
3.1.5.2 Asuhan kebidanan pada nifas 48 jam
Pada tanggal 12-03-2017 pukul 09: 30 WIB diruangan perawatan.Ny.E sudah bisa mobilisasi dan ambulasi Ny.E sudah bisa BAK.berdasarkan hasil pemeriksan.
bidanmemeriksakan keadaan ibu baik status emosional stabil.Psikologis ibu baik, TD 120/70 mmhg, N: 79x/menit, S: 36,2oC, R:20x/menit, tidak ada perdarahan,lochea rubra, luka jahitan masi basah. Bidan melakukan ganti balutan.Terapi yang diberikan ketorolac, ceftriaxcone.pendidikan kesehatan yang diberikan tentang asi eksklusif, makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, personal hygiene, perawatan payudara.
3.1.5.3Kunjungan nifaspada Hari ke 6 (Kf 2)
Pada tanggal 16 maret 2017 pukul 16:40 WIB.dilakukan kunjungan Ibu mengatakan sudah pulang dari RSUD Karawang pada hari Senin tanggal 13 maret 2017 wib. Pada tanggal 15 maret 2017 Ny.E datang ke bidan S untuk memeriksakan
keadaannya, Ny.E mengatakan masi nyeri dengan keadaan luka jahitannya, nyeri pada payudara ibu dan sudah BAB dan BAK. Berdasarkan hasil Pemeriksaan bidan Ny.E keadaan umum baik status emosional stabil kesadaran compos mentis.
Psikologis ibu baik, TD: 120/80 mmhg, berat badan 58 kg, mengganti balutan, luka jahitan kering.Tidak ada perdarahan, lochea sanguinolenta.Pendidikan kesehatan pada ibu nifas dan ibu menyusui.Ibu dianjurkan untuk makan sayur-sayuran tidak boleh ada pantangan. Dan ibu harus memberikan asi nya kepada bayinya, melakukan perawata pada payudara dengan cara melakukan breast care.Menganjurkan ibu untuk senam nifas.
3.1.5.4 Kunjungan Nifas Hari ke 14 (Kf3)
Melakukan kunjungan nifas hari ke 14 (KF3) pada saat dirumah.akan tetapi penulis melakukan kunjungan pada tanggal 24 maret 2017 pukul 15.30 wib. Ny.E datang ke bidan S mengatakan payudara ibu sangat nyeri dan keras sehingga tidak dapat memproduksi asi.bidan melakukan pemeriksaanpsikologis ibu baik, keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, status emosional stabil tanda-tanda vital didapat TD: 120/80; S: 36,8°C; N: 80x/menit; R; 20x/menit, inspeksi luka jahitan dalam keadaan kering dan baik, lokhea alba. Bidan memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu mengenai nutrisi menganjurkan ibu agar tidak membatasi makanan yang dikonsumsi dan disarankan banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi agar produksi asi lancar.Kemudian memberikan pendidikan kesehatanmelakukan perawata pada payudara dengan cara melakukan breast care.
Menganjurkan ibu untuk senam nifas.mengenai rencana KB yang akan datang. Ibu
memilih metode kontrasepsi suntik KB 3 bulan, dengan alasan lebih praktis.Ibu berencana mendatangi bidan S untuk mendapatkan pelayanan suntik KB 3 bulan.
3.1.6 Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir 3.1.6.1 Asuhan kebidanan bayi baru lahir 6 jam
Pada tanggal 10-03-2017 pukul 19:00 WIB dilakukan pemeriksaan diruang perinatalogi keadaan umum baik, tidak ada sianosis, bayi tidak muntah, bayi tidak kembung.bayi sudah BAK dan BABbidan melakukan pemeriksaan pernafasan bayi frekuensi 45x/menit, teratur. Denyut jantung bayi ke 1 145x/menit, teratur. Pemberian minum pada bayi 10cc pengganti asi, suhu tubuh 36,6°C,pemberian imunisasi HBO.warna kulit bayi kemerahan memberikan minum bayi sesuai dengan kebutuhan bayi 10cc asi danpengganti asi. reflek babysnki positif, denyut jantung bayi ke 2 139x/menit, teratur. Suhu tubuh 36,5°C, warna kulit bayi kemerahan memberikan minum bayi sesuai dengan kebutuhan bayi 10cc asi dan pengganti asi dengan menggunakan dot. Pemberian imunisasi HBO.reflek babysnki positif bidan melakukan pencegahan hipotermi dan mencegah infeksi bayi dan menganjarkan ibu untuk melakukan metode kangguru agar salah satu cara untuk mengurangi kesakitan dan kematian BBLR, agar bayi tetap terjaga kehangatannya dan terhindar dari infeksi.
Dilakukan skin to skin dengan dada ibu.
3.1.6.2 Kunjungan Bayi hari ke 6 (KN 2)
Pada tanggal 16 maret 2017 pukul 16:40 WIB. dilakukan kunjunganIbu mengatakan sudah pulang dari RSUD Karawang pada hariSenintanggal 13 maret 2017 dengan pulang paksa.Bayi Ny.Ediberi ASI dan susu formula karena bayi sulit
untuk menyusu dengan dot. Setiap 2 jam sekali ibu memberikan minum pada bayi, jumlah minum ±20cc.
Pada tanggal 15 maret bayi ke 1 mengalami buang airbesar terus menerus dalam bentuk cair, dan merintih sejak malam, tidak mau menyusui. Pada pukul 15:
30 wib bayi ke 1 dibawa kembali ke RSUD karawang untuk medapat penanganan lebih lanjut,petugas kesehatan melakukan pemasangan infuse dan pemberian obat-obatan.Setelah dilakukan pemeriksaan dokter,bayi ny.E terdiagnosa dehidrasi berat, dan pada pukul 20: 30 WIB tanggal 15 maret 2017 wib bayi ke 1 dinyatakan meninggal.
3.1.6.3 Kunjungan bayi hari ke 14(KN3)
Bidan tidak melakukan kunjungan neonatus hari ke-14(KN3) akan tetapi penulis melakukan kunjungan yaitu dilakukan pada tanggal 24 maret 2017 pukul 17:00 wib.Penulis melakukan pemeriksaan pada bayi, bayi tampak sehat, berat badan bayi Ny.E naik menjadi 3200 gram dari 2060 gram, bayi Ny.E diberi ASI ±40cc langsung ke ibu menghisap. bayi Ny.E BAK 4-5x sehari, dan BAB 1-2x sehari. Lama bayi setiap kali tidur kira-kira 2 jam, dan terbangun ketika popok bayi basah akibat BAK atau BAB dan pada saat bayi merasa lapar. Hubungan ibu dan bayi baik, frekuensi 44x/menit,teratur.Denyut jantung bayi 140x/menit, teratur. Suhu tubuh 36,8°C, warna kulit bayi kemerahan. Memberikan pendidikan kesehatan mengenai imunisasi yaitu mengingatkan ibu untuk mengimunisasikan bayinya ketika sudah berumur 1 bulan.
3.2 Pembahasan
3.2.1 Asuhan kebidanan pada masa kehamilan
Ny.E mendapatkan informasi dari bidan S bahwa usia kehamilannya 39 minggu dengan kehamilan ganda dan belum ada tanda-tanda persalinan.Berdasarkan informasi tersebut, Ny.E datang ke poli kebidanan RSUD Karawangmemeriksakan kehamilannya, untuk mengetahui keadaan janin kemajuan persalinnannya.
Persalinan dan Pencegahan Komplikasi oleh ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pengetahuan, dukungan keluarga, situasi geografis dan budaya.Kurangnya pengetahuan baik ibu hamil atau masyarakat tentang kehamilan dan pencegahan komplikasi kehamilan memengaruhi rendahnya cakupan P4K.
Anggapan bahwa kehamilan dan persalinan adalah sesuatu yang dialami sehingga tidak memerlukan pemeriksaan dengan perawatan akan menyebabkan ibu hamil termasuk dalam kelompok resiko tinggi (Pertiwi, 2013).
Penulis berasumsi bahwa kedatanganya Ny.E ke RSUD Karawang untuk mengetahuikeadaan janin dan kemajuan persalinnannya.Dengan itu maka permasalahan Ny.E datang kerumah sakit ada kesesuaian dengan teori P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi)
1. Predisposisi kehamilan ganda
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ny.E, bahwa keluarga dari suami memiliki riwayat persalinan kembar.Ny.E mengatakan yang memiliki riwayat persalinan kembar tersebut adalah bibi dari suaminya.
Keterangan : Perempuan Laki laki
Mempunyai anak kembar Bayi ke 1 (meninggal) Menikah
Menikah
Predisposisi kehamilan ganda salah satunya yaitu faktor keturunan, Gen adalah potongan DNA (deoksiribonukleat acid) yang diwariskan dari orang tua kepada anak–anaknya yang menentukan siapa kita dan bagaimana kita berfungsi pada
tingkat kpewarisan gen–gen antar generasi terjadi tanpa ada kesalahan dan pemberian kesempatan yang terjadi variasi gen agar spesies dapat beradaptasi dan bertahan hidup. Kadang–kadang kesalahan (mutasi) menyebabkan spesies yang bersangkutan semakin maju namun adakalanya mutasi menyebabkan penyakit dan kematian (Corwin, 2000).
Penulis berasumsi bahwa kehamilan Ny.E terjadi dikarenakan adanya riwayat keturunan dari keluarga (bibi dari suami), terdapat kesesuaian antara teori dan kasus.
2. Diagnosis kehamilan kembar
Pada usia kehamilan 20 minggu Ny.E melakukan pemeriksaan USG dengan hasil terdapat 2 janin (gemelly). Pemeriksaan dilakukan diklinik perusahaan tempat Ny.E bekerja,sejak saat itu Ny.E mengetahui bahwa dirinya mengandung anak kembar. Gerakan janin terasa sering dan aktif,dan sering terasa nyeri pada pinggang.
Diagnosis kehamilan kembar terjadi pada, orang yang pernah hamil kembar atau ada riwayat keturunan kembar, gerakan janin lebih banyak dirasakan ibu hamil,gerakan-gerakan janin terasa lebih sering, terdengar 2 denyut jantung janin pada 2 tempat yang agak berjauhan dengan perbedaan kecepatan sedikitnya 10 denyut permenit atau lebih bila dihitung bersamaan terdapat selisih 10. (Mochtar :2011)
Penulis berasumsi bahwa diagnosa kehamilan kembar dapat terjadi pada ibu yang pernah hamil kembar atau mempunyai riwayat keturunan kembar, pada ibu yang hamil kembar merasakan gerakan-gerakan janin yang lebih sering banyak dua
denyut jantung dengan posisi yang berbeda, sehingga terdapat kesesuaian antara teori dan kasus.
3. Komplikasi kehamilan ganda terhadap ibu dan janin
Pada usia kehamilan menginjak trimester ke 3 Ny.E sering mengeluhkan nyeri padapinggang, pegal-pegal pada kaki dan mudah lelah. Dari hasil USG Ny.E, usia kehamilan 36 minggu, taksiran berat badan janin yang pertama 2240 gr, dan berat janin yang kedua 2300 gr. janin dalam keadaan hidup dengan letak kepala dan lintang (malpresentasi).
Menurut harry oxorn & william (2010 ) komplikasi yang mungkin terjadi padakehamilan kembar Oleh karena ukuran isi intrauterin besar,sering timbul keluhan darihanya berupa rasa tidak enak sampai nyeri perut yang sesungguhnya. Banyak keluhanoleh karenaover aktifitas janin.
komplikasi yang mungkin terjadi pada kehamilankembar yaitu terjadi persalinanprematurus, rata rata 3 minggu sebelum cukup bulanaksi yang lemah dan tidakeffisien menyebabkan kemajuan yang lambat.
Menurut (William:2010). Sedangkan komplikasi pada janin sementara berat masing – masing anak lebih kecil dari rata – rata, berat totalnya lebih besar dari bayi tunggal. Salah satu anak dapat lebih berat 50 sampai 1.000 gram dari lainnya.Separuh kasus anaknya mempunyai berat badan cukup bulan.Seper delapan kehamilan kedua bayinya dibawah 1500 gram.Tiga perdelapan sisanya antara 1.500 sampai 2.500 gram dan insidensi malpresentasi anak kedua lebih tinggi.william (2010)
Penulis berasumsi bahwa komplikasi kehamilan kembar bisa terjadi salah satu diantaranya bisa mengakibatkan terjadinya partus prematurus sehingga berat badan bayi lahir rendah, sehingga terjadi kesesuian antara teori.
3.2.2 Asuhan kebidanan pada masa persalinan
Pasca dirawat 2 hari untuk pematangan paru Ny.E masuk keruang bersalin, kemudian dilakukan pemeriksaan dokter, dari hasil pemeriksaan dokter Ny.E diputuskan untuk operasi secsio sesar, kemudian bidan memberitahukan keluarganya.
Setelah keluarga menyetujui dilakukan tindakan operasi, Ny.E dipindahkan keruang operasi. Setelah dilakukan inform consent oleh dokter anastesi Ny.E didorong kekamar operasi kemudian dilakukan tindakan anastesi dengan teknik spinal.
Menggunakan obat bupivakain, kemudian dilakukan tindakan operasi oleh dokter operator selama 1 jam, setelah itu pasien dipindahkan keruang pemulihan selama 2 jam.
Menurut Manuaba (2010), bedah sesar dilakukan atas indikasi.Indikasi Pada Ibu : Usia ibu melahirkan pertama kali > 35 tahun atau lebih, Adanya ancaman robekan jalan lahir, preekalmpsi-eklampsi, HIV, Panggul sempit, Perdarahan antepartum.Pada Janin : Bayi besar, Malpresentasi atau malposisi , Kehamilan ganda, Gawat janin, kasus plasenta previa. prolaps tali pusat.
Penulis berasumsi bahwa tindakan dokter dalam menentukan tindakan bedah caesar sudah sejalan dengan teori.
3.2.3 Asuhan kebidanan pada masa nifas 3.2.3.1 Asuhan masa nifas 6 jam
Pada asuhan masa nifas 6 jam diruangan perawatan. Ny.E mengatakan masi nyeri luka operasi terpasang kateterisasi.berdasarkan hasil pemeriksan. bidan melakukan pemeriksaan keadaan ibu baik status emosional stabil. Psikologis ibu mengatakan sangat bahagia dengan kelahiran bayi, tanda tanda vital dalam batas normal, tidak ada perdarahan, lochea rubra, terapi yang diberikan ketorolac, ceftriaxcone.Bidan memberikan pendidikan kesehatan mobilisasi dini miring kiri dan miring kanan, cara melakukan IMD, pendidikan kesehatan mengenai asi eksklusif, makanan yang bergizi, istirahat yang cukup.
Menurut vivian, dkk, (2011) Mobilisasi ibu dibatasi karena berbagai alasan, seperti tirah baring akibat perdarahan antepartum, preeklampsi, selama dan setelah anestesi epidural, umum, dan pasca operasi, hal ini menyebabkan dekubitus (ulkus pada kulit yang terjadi akibat nekrosis yang menyebabkan luka tekan).
Penulis berasumsi.Pendidikan kesehatan mengenai mobilisasi dini untuk mengurangi perdarahan dan mempercepat penyembuhan luka. Sedangkan IMD mempunyai dampak efek psikologis bagi sang ibu dan sang bayi adalah membuat keduanya merasa lebih tenang dan rileks.Yang dilakukan bidan sudah terdapat kesesuaian antara teori dan kasus.
3.2.3.2 Kunjungan nifas pada Hari ke 6 (Kf 2)
Pada kunjungan nifas hari ke 6 Ny.E datang kebidan S mengatakan masi nyeri dengan keadaan luka jahitan dan nyeri pada payudara.hasil pemeriksaan bidan Ny.E keadaan umum baik, psikologis ibu baik, tanda tanda vital dalam batas normal, mengganti balutan, luka jahitan kering. Tidak ada perdarahan, lochea sanguinolenta.
Pendidikan kesehatanyang diberikan ibu dianjurkan untuk makan, makanan yang bergizi seperti sayur-sayuran, ikan, daging, buah-buahan dan tidak boleh ada pantangan.ibu harus memberikan asi ekslusif minimal 6 bulan kepada bayinya, melakukan perawatan pada payudara, menjaga personal hygiene, melakukan senam nifas, serta istirahat yang cukup .
Menurut Dewi (2012), bidan melakukan kunjungan pada KF II melakukan konseling seperti konseling diet, kebersihan/perawatan diri sendiri, senam nifas, kebutuhan istirahat.
Penulis berasumsi berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa bidan melakukan pemeriksaan dan memberikan pendidikan kesehatan mengenai menjaga personal hygiene, makan yang bergizi, senam nifas dan istirahat yang cukup.
3.2.3.3Kunjungan Nifas Hari ke 14 (Kf3)
Ny.E datang kebidan S mengatakan payudara nyeri dan mengeras bidan melakukan pemeriksaan, keadaan umum baik, kesadaran compos mentis, status emosional stabil tanda-tanda vital dalam batas normal, inspeksi luka jahitan sembuh, lokhea alba. Bidan memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu mengenai
perawatan pada payudara, cara menyusui dengan baik, serta nutrisi yang bergizi.
Merencanakan KB yang akan datang. Ibu memilih metode kontrasepsi suntik KB 3
Merencanakan KB yang akan datang. Ibu memilih metode kontrasepsi suntik KB 3