• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERIKSAAN JUMLAH TROMBOSIT METODE BILIK HITUNG

15 3. Pipet Pasteur

PEMERIKSAAN JUMLAH TROMBOSIT METODE BILIK HITUNG

A. Tujuan

Mahasiswa mengetahui teknis pemeriksaan hitung jumlah sel trombosit dalam darah dan mampu menginterprestasikan hasil pemeriksaan

B. Metode

Bilik Hitung (Manual) Rees Ecker C. Prinsip

Darah diencerkan dengan menggunakan larutan rees ecker, sehingga sel-sel lain selain sel trombosit akan lisis dan darah menjadi lebih encer dan sel mudah dihitung. Larutan rees ecker mengandung BCB sehingga sel trombosit akan berwarna biru muda.

D. Dasar teori

Trombosit adalah sel yang berasal dari fragmentasi sitoplasma megakariosit, suatu sel muda besar yang berada dalam sumsum tulang. Megakariosit matang Fungsi trombosit adalah sebagai sumbat sementara dalam proses hemostasis, mempertahankan intergritas pembuluh darah, dan sebagai fagositosis. Ciri-ciri trombosit adalah sel tepiannya tidak rata, warna unggu kemerahan, ukuran lebih kecil dari eritrosit. Trombosit juga memilimi sifat, antara lain adhesi, agregasi dan aglutinasi.

Trombosit memiliki fungsi utama yaitu melindungi pembuluh darah terhadap kerusakan endotel akibat trauma-trauma kecil yang terjadi sehari-hari dan mengawali penyembuhan luka pada dinding pembuluh darah. Jumlah trombosit berkurang disebut trombositopenia, sedangkanmeningkat disebut trombositosis.

Trombositopenia terjadi karena kegagalan sumsum tulang untuk memproduksi sel trombosit, adanyapeningkatan destruksi perifer atau sekuetrasi trombosit. Sedangkan trombositopenia dapat dijumpai pada kasus Indiopatic Trhrombocytopenic, leukimia, mieloma, kanker, anemia, karsinoma, sindrom mielofibrosis, sel lupus, penyakit ginjal, demam reumatik akut, obat-obatan misal antibiotik, dll

Perhitungan jumlah sel trombosit dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode manual dan otomatis. Metode manual dibangi menjadi 2, yaitu langsung dan tidak langsung. Langsung dapat dilakukan dengan dua cara, cara dengan pipet thoma dan dengan tabung reaksi. Perhitungan sel trombosit dengan menggunakan pipet thoma eritrosit dengan skala 0.5, 1, 101, terdapar butiran merah didalam pipet. Perhitungan dengan tabung, yaitu reagen ditambahkan dengan sampel darah dimana pengenceran sama dengan pengenceran ketika menggunakan pipet thoma sebanyak 200x.

Cara tidak langsung dengan menggunakan aapusan darah.

18

E. Alat

1. Mikroskop

2. Kamar hitung improved neubeur 3. Deg glass

4. Mikropipet

5. Blue tip, yellow tip dan white tip 6. Tabung reaksi

7. Pipet thoma eritrosit 8. Spuit

9. Tourniquet

F. Bahan

1. Sampel: Darah vena + EDTA

2. Reagen: Larutan Rees Ecker atau ammonium oksalat 1% & Alkohol 70%

G. Cara Kerja

Menggunakan Pipet thoma 1. Siapkan alat dan bahan.

2. Hisaplah darah sampai tanda 0,5. bersihkan bagian luar pipet.

3. Dengan pipet yang sama hisaplah larutan Rees ecker sampai tanda 101. hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara.

4. Lepaskan karet penghisap lalu tutup kedua ujung pipet dengan kedua ujung jari 5. Kocoklah selama 2-3 menit

6. Siapkan kamar hitung Improved Neubauer dan deck glas dalam keadaan bersih.

7. Campuran darah dan reagen dalam pipet thoma sebelum dimasukkan dalam kamar hitung dibuang 3-4 tetes pertama lalu tetes berikutnya dimasukkan dalam kamar hitung

8. Masukkan dalam kamar hitung dengan cara menyentuhkan ujung pipet dengan sudut 300 pada pemukaan kamar hitung maka dengan sendirinya kamar hitung akan terisi cairan.

9. Biarkan kamar hitung selama 1-2 menit dalam cawan petri yang dialasi dengan kapas basah 10. Hitung jumlah eritrosit dengan menggunakan lensa obyektif 10X terlebih dahulu, kecilkan

difragma, fokuskan pada bidang garis-garis ditengah 40 x

11. Hitung semua eritrosit dalam 25 bidang yang tersusun dari 16 bidang kecil ditenggah.

Menggunakan Tabung 1. Siapkan alat dan bahan

2. Tabung yang sudah kering dan bersih ditambahkan 2000 µl reagen Rees ecker atau ammonium oksalat

3. Reagen pada tabung reaksi tersebut dikurangi sebanyak 10 µl dengan menggunakan mikro pipet

4. Homogenkan darah yang akan diambil untuk pemeriksaan, dan ambil sampel darah sebanyak 10 µl dengan menggunakan mikro pipet. Hapus kelebihan darah pada ujung mikropipet dan

19

bilas sampel darah yang masih ada didalam pipet dengan reagen yang ada dalam tabung tersebut

5. Tabung dihomogenkan dan diinkubasi selama 3-5 menit.

6. Siapkan kamar hitung Improved Neubauer dan deck glas dalam keadaan bersih.

7. Letakkan cover glas pada garis-garis kamar hitung yang akan dipakai dalam perhitungan sel 8. Homogenkan sampel, dan masukkan dalam kamar hitung dengan bantuan pipet Pasteur

menyentuh tepi cover glass

9. Masukkan daam kamar hitung dengan cara menyentuhkan ujung pipet dengan sudut 30º pada pemukaan kamar hitung maka dengan sendirinya kamar hitung akan terisi cairan.

10. Biarkan kamar hitung selama 1-2 menit dalam cawan petri yang dialasi dengan kapas basah 11. Hitung jumlah trombosit dengan menggunakan lensa obyektif 10X terlebih dahulu, kecilkan

difragma, fokuskan pada bidang garis-garis ditengah 40 x

12. Hitung semua eritrosit dalam 25 bidang yang tersusun dari 16 bidang kecil ditenggah

H. Perhitungan

N = X.1/t. P A Keterangan :

X = Jumlah sel yang dihitung t = Tinggi kamar hitung P = Pengenceran

A = Luas kamar yang dihitung

I. Nilai Normal

200.000-500.000 sel/µl darah

J. Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan 1. Alat yang digunakan tidak bersih dan basah

2. Spesimen darah tidak homogen saat akan dilakukan pemeriksaan 3. Pengambilan darah pada aliran darah vena yang tidak tepat 4. Teknis pemasangan tourniquet yang terlalu lama

5. Perbandingan antikoagulan dengan sampel yang tidak sesuai 6. Pemipetan atau pengenceran kurang tepat

7. Larutan pengencer sudah terkontaminasi dengan bahan lain 8. Adanya gelembung udara pada pipet thoma

9. Kesalahan dalam menentukan bilik hitung sel

10. kesalahan dalam menentukan jenis sel yang dihitung 11. Ketidak telitian dalam menghitung sel

12. Kesalahan dalam menggunakan lensa obyektif

20

INDEKS ERITROSIT RATA-RATA

A. Tujuan

Mahasisma mampu mengetahui pemeriksaan indeks eritrosit rata-rata dalam darah dan mampu melakukan perhitungan indeks eritrosit rata-rata dalam darah

B. Metode

Hitung Rumus Manual

C. Prinsip

Indeks eritrosit dalam darah ditentukan menggunakan suatu rumus tertentu berdasarkan jumlah eritrosit, Hb, dan Hematokrit dikalikan dengan angka konstan.

D. Dasar Teori

Indeks eritrosit atau nilai eritrosit rata-rata (Mean Corpuscular Values) merupakan nilai batasan untuk ukuran dan isi hemoglobin sel darah merah. Istilah lain untuk indeks eritrosit adalah indeks kospouskuler. Indeks eritrosit dipergunakan secara luas dalam mengklasifikasi anemia atau sebagai penunjang dalam membedakan berbagai macam anemia. Indeks eritrosit dapat ditentukan dengan dua (2) metode yaitu : secara manual dan elektronik (automatik) menggunakan hematology analyzer. Perhitungan indeks eritrosit secara manual diperlukan data kadar hemoglobin, hematokrit/PCV dan hitung eritrosit.

Nilai tersebut memberi keterangan mengenai ukuran rata-rata eritrosit dan mengenai banyaknya Hb per eritrosit. Nilai indeks eritrosit meliputi :

1. Mean Corpuscular Volume (MCV) = Volume Eritrosit rata-rata (VER) yaitu volume rata-rata sebuah eritrosit disebut dengan femtoliter.

Interprestasi hasil : Mikrositik, Normositik dan Makrositik

2. Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) = Hemoglobin Eritrosit rata (HER), yaitu banyaknya hemoglobin per eritrosit disebut dengan pikogram.

Interprestasi hasil : Normokromik, Hiperkromik, Hipokromik

3. Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) = Konsentrasi Eritrosit Hemoglobin Rata-rata (KHER), yaitu kadar hemoglobin, yang didapat per eritrosit, dinyatakan dengan persen (%). Meskipun nilai KHER biasanya disebut dengan % satuan yang lebih tepat adalah

“gram hemoglobin per dL eritrosit.

Interprestasi hasil : Normokromik, Hiperkromik, Hipokromik

Indek eritrosit menjadi salah satu parameter pemeriksaan darah lengkap dan hasil dari pemeriksaan ini dapat digunakan secara luas untuk mengklarifikasi anemia atau penujang dalam membedakan berbagai macam anemia. Pemeriksaan ini akan menjadi lebih jelas dan mendukung jika dilakukan dengan pemeriksaan lain yaitu pemeriksaan sediaan apus dimana dari hasil pemeriksaan tersebut akan terlihat gambaran morfologi dari eritrosit.

E. Prosedur Hitung

Indeks eritrosit diperhitungkan dari hasil penetapan:

1. Jumlah eritrosit (E) = Jumlah eritrosit disebut dengan juta per mikroliter.

2. Kadar Hb = Nilai hemoglobin disebut dengan gram per dL (gr/dL) 3. Nilai hematokrit Ht = nilai hematokrit disebut dengan %

Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. VER = 10x Ht : E femtoliter (fl)

21

2. HER = 10xHb : E pikrogram (pg)

3. KHER = 100xHb : Ht persent (%)

Catatan :

Penetapan harus dilaksanankan dengan sangat teliti dan tepat agar indeks tersebut dapat menjadi rujukan dalam klinik. Perhitungan kadar Hb sebaiknya dilakuan secara fotoelektrik (metode sahli tidak dapat direkomendasikan) dan menghitung eritrosit harus dilaksanakan in duplo dengan hasil yang saling sesuai dan batas kesalahan sekitar 5%. Bila dipergunakan bersama dengan pemeriksaan eritrosit dalam sediaan apus maka gambaran morfologi eritrosit menjadi lebih jelas.

Dalam pemeriksaan indeks eritrosit rata-rata hasil harus di konfirmasi melalui sediaan apusan darah sebagai kontrol terhadap nilai indeks eritrosit tersebut. Apabila morfologi eritrosit pada sediaan apusan tidak sesuai dengan nilai-nilai eritorsit rata-rata, maka perlu pengulangan penetapan VER, HER, dan KHER dengan melakukan pemeriksaan Hb, Ht, dan Eritrosit kembali.

F. Nilai normal

Nilai normal untuk VER 82-92 femtoliter Nilai normal untuk HER 27-30 piktogram Nilai normal untuk KHER 32-37%.

:

22

PEMERIKSAAN JUMLAH EOSINOFIL

Dokumen terkait