Pernyataan visi di atas memuat kata-kata kunci sebagai berikut : • 1. Manajemen Pemerintahan Berkualitas
Sekretariat Daerah sebagai unsur staf dalam menjalankan tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawabnya harus mampu mengelola manajemen pemerintah secara baik, efektif, efisien, berkualitas.dan transparansi. Seluruh tenaga staf di Sekretariat Daerah harus memiliki keahlian dalam menganalisa, menafsirkan, dan merumuskan dengan jelas masalah yang timbul, mempelajari tindakan-tindakan penyelesaiannya, menyusun saran yang konkrit dan mengajukan bahan-bahan pertimbangan yang diperlukan pimpinan. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut, Sekretariat Daerah harus menjadi teladan, panutan kepada semua unit kerja yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Pelalawan, sehingga dapat memotivasi unit kerja lainnya untuk menggerakkan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan yang dilandasi dengan perencanaan yang disusun secara profesional dan didukung dengan sinergi pelaksanaan tugas.
• 2. Kemandirian Pemerintahan dan Masyarakat Kabupaten Pelalawan
Memiliki kemampuan melaksanakan pembangun daerah dikabupaten pelalawan dengan pemanfaatan potensi daerah baik
secara sumber daya manusia maupun sumber daya alam secara optimal, yang melibatkan segala stake holder yang ada pemerintah masyarakat dan pihak swasta sehingga masyarakat dan daerah menjadi mandiri secara ekonomi, politik, social, hukum, maupun mensejajarkan kehidupannya sederajat dengan masyarakat lain yang telah maju yang ditandai dengan meningkatnya harkat dan martabat kehidupan masyarakat kabupaten pelalawan.
Terwujudnya visi yang telah ditetapkan merupakan tantangan dari setiap personil Sekretariat Daerah. Visi tersebut merupakan arah yang hendak ditempuh untuk masa yang jauh ke depan. Namun visi tersebut masih bersifat abstrak. Penetapan mengenai alasan keberadaan dan tugas pokok serta fungsi organisasi dinyatakan dalam misi Sekretariat Daerah.
Sekretariat Daerah adalah merupakan unsur staf yang mempunyai tugas dan kewajiban membantu bupati dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Dengan demikian, misinya harus dapat mendukung dan mensukseskan misi Kabupaten Pelalawan. Oleh karena itu, misi Sekretariat Daerah ditetapkan sebagai berikut:
1. Mewujudkan pelayanan prima baik untuk internal organisasi maupun pelayanan kepada publik.
2. Mewujudkan Peningkatan Kwalitas Sumber Daya Aparatur
3. Mewujudkan koordinasi dengan setiap unit organisasi pemerintah dan unit organisasi lainnya dalam rangka penyusunan program, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan secara terpadu.
4. Mewujudkan pemerintahan daerah yang mandiri melalui pendekatan perencanaan komprehensif dan terpadu.
Penetapan misi tersebut diatas dilatarbelakangi oleh hal-hal berikut:
Misi Pertama : Mewujudkan pelayanan prima baik untuk internal organisasi maupun pelayanan kepada publik Kelembagaan pemerintah yang diakui eksistensinya harus dapat berfungsi sebagai pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Aparat Sekretariat Daerah merupakan sumber daya yang potensial dalam bidang perencanaan yang merupakan salah satu tugas dan fungsinya. Integritas kelembagaan Sekretariat Daerah yang mantap dan dinamis dalam mengikuti perkembangan kehidupan
masyarakat, serta lebih responsif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Setiap aparat diharapkan proaktif dalam melayani masyarakat dan bukan dilayani masyarakat.
Misi Kedua
Mewujudkan aparatur yang disiplin dan berkwalitas, sesuai dengan yang diamanatkan dalam semangat reformasi birokrasi. Reformasi Birokrasi menuntut supaya adanya perubahan dalam segala segi birokrasi. Ini muncul akibat dari kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh setiap aparatur perintah. Untuk mewujudkan disiplin Aparatur tersebut, maka perlu adanya Reword and Punishment.
Misi Ketiga
Koordinasi dilakukan melalui pendekatan yang berorientasi terhadap masalah, dengan cara mendefinisikan setiap masalah, menetapkan keputusan untuk memecahkan masalah, dan kemudian menetapkan kegiatan yang diperlukan untuk memecahkan masalah.
Apabila kegiatan ini dilaksanakan dengan baik akan bermanfaat bagi pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam mengkoordinasi perencanaan pembangunan. Selain melaksanakan koordinasi, pemerintah Kabupaten Pelalawan juga dituntut memiliki bank data sebagai sumber informasi yang memungkinkannya untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat tanpa harus menunggu pengumpulan data terlebih dahulu. Kegiatan pemutakhiran data lebih mudah dilakukan jika ruang lingkup dan koordinasi pengumpulannya telah berjalan dengan baik. Manajemen data penting dilakukan untuk memudahkan koordinasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan serta memastikan bahwa data tersebut akurat dan mutakhir. Misi Keempat
Urusan-urusan pemerintah yang telah diserahkan kepada daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi pada dasarnya menjadi wewenang dan tanggung jawab daerah. Dalam hal ini prakarsa sepenuhnya diserahkan kepada daerah baik yang menyangkut penentuan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, maupun yang menyangkut pembiayaannya, yang diharapkan pada suatu kurun waktu tertentu pemerintah daerah kabupaten dapat melaksanakan secara mandiri yang berorientasi pada
transparansi melalui pendekatan perencanaan yang komferehensif yang menjadi dasar dalam melaksanakan
pembangunan daerah. Pemerintah daerah harus
mengikutsertakan sektor swasta/dunia usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi, sosial, dan politik. Untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik, yaitu menjunjung tinggi kehendak rakyat dan nilai-nilai yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat. Setiap warga negara mempunyai suara dalam pembuatan keputusan, baik secara langsung maupun melalui intermediasi institusi yang mewakili kepentingannya.
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis.
Wilayah Kabupaten Pelalawan terletak relatif di bagian timur Provinsi Riau seperti ditunjukkan pada Gambar 1.2.1 yaitu peta orientasi wilayah Kabupaten Pelalawan. Berdasarkan Peta Rupa Bumi Bakosurtanal skala 1 : 50.000, wilayah Kabupaten Pelalawan secara geografis terletak pada 000 48’ 32” LU – 000 24’ 14” LS dan 1010 30’ 40” – 1030 23’ 22” BT. Dengan batas-batas wilayah adalah:
- sebelah utara : Kabupaten Siak dan perairan Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau;
- sebelah timur : perairan Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau;
- sebelah selatan : Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau;
- sebelah barat : Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.
Provinsi Riau Selaras dengan penetapan dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, bahwa ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya; maka ruang wilayah Kabupaten Pelawan dalam konteks RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Pelalawan akan meliputi wilayah dengan ruang daratan, laut, udara, dan dalam bumi. Luas wilayah daratan bila merujuk kepada Undang-Undang RI Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten
Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Batam (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3902) adalah 12.490,42 km² atau 1.249.042 Ha.
Sementara itu dalam naskah teknis RTRW Kabupaten Pelalawan tahun 2009 dan dalam publikasi Pelalawan Dalam Angka tahun 2009, luas wilayah Kabupaten Pelalawan adalah 13.256,70 km² atau 1.325.670 Ha. Setelah dilakukan penghitungan ulang dengan bantuan teknik digitasi diperoleh luas sebesar kurang lebih 13.155,7944 km² atau 1.315.579,44 Ha. Wilayah daratan tersebut dalam arti termasuk perairan di dalamnya (inland water) yaitu sungai dan danau/tasik. Wilayah laut Kabupaten Pelalawan adalah ruang wilayah laut kewenangan (WLK) Kabupaten Pelalawan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yaitu wilayah laut yang berbatasan dengan perairan laut Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, serta Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau, dengan luas kurang lebih 666,3064 km² atau 66.630,64 Ha.
Wilayah udara Kabupaten Pelalawan adalah ruang udara yang yang terletak di atas wilayah daratan dan wilayah laut
tersebut, sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangundangan. Wilayah dalam bumi Kabupaten Pelalawan adalah ruang dalam bumi yang terletak di bawah wilayah daratan dan wilayah laut tersebut, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan Rencana Pengembangan Sistem Perkotaan yang termuat dalam RTRW Kabupaten Pelalawan maka Kecamatan Pangkalan Lesung termasuk kedalam kelompok Pusat Pelayanan Kawasan (PPK). Dimana PPK tersebut dipusatkan di ibukota Kecamatan, Dalam hal ini Kelurahan Pangkalan Lesung.
Kriteria PPK (Pusat Pelayanan Kawasan) adalah:
a) pusat pelayanan yang yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan sosial yang melayani skala kecamatan atau beberapa desa;
b) pusat pelayanan transportasi yang melayani skala kecamatan atau beberapa desa.
Dari kriteria tersebut maka dapat diidentifikasi faktor – fakor penghambat dan faktor – faktor pendorong dari pelayanan di
Kantor Camat Pangkalan Lesung yang mempengaruhi permasalahan pelayanan ditinjau dari RTRW dan KLHS.
Faktor Penghambat antara lain sebagai berikut : a. SDM yang belum profesional.
b. Prasarana belum lengkap. c. Administrasi yang belum tertib.
d. Kondisi masyarakat yang heterogen baik suku, agama, ras dan antar golongan.
e. Perkembangan/Penataan Permukiman yang asri.
f. Belum adanya peran aktif masyarakat dalam menciptakan rasa aman.
k. Belum adanya Fasilitas kesehatan yang representative. l. Belum adanya sarana promosi yang representative.
Faktor Pendorong antara lain sebagai berikur : a. Tersedianya SDM yang cukup.
b. Tersedianya perangkat pelayanan administrasi. c. Tersedianya sarana jalan yang memadai.
3.5 Penentuan Isu-isu Strategis
Analisis terhadap lingkungan organisasi baik internal maupun exsternal merupakan langkah yang sangat penting dalam memperhitungkan kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities), dan ancaman (threats) yang ada.
Isu-isu internal dilingkungan Kantor Kecamatan Pangkalan Lesung antara lain :
a. SDM yang belum profesional. b. Prasarana belum lengkap.
c. Sistem kerja yang belum optimal. d. Administrasi yang belum tertib.
Isu-isu external antara lain :
1. Kondisi masyarakat yang heterogen baik suku, agama, ras dan antar golongan .
2. Perkembangan/Penataan Permukiman yang asri. 3. Peningkatan Potensi Perkebunan.
4. Belum adanya peran aktif masyarakat dalam menciptakan rasa aman.
5. Laju pertumbuhan penduduk yang belum terkendali. 6. Belum adanya Fasilitas kesehatan yang representative.
7. Belum adanya sarana promosi yang representative.
Analisis SWOT yang dipergunakan oleh Kecamatan Pangkalan Lesung di dasarkan kepada potensi, peluang dan kendala yang ada yakni :
1. Kekuatan ( Strengths ) a. Tersedianya jumlah SDM
a. Tercipta hubungan antara pemerintah dengan Tokoh Masyarakat.
2. Kelemahan ( Weakness )
b. Pelayanan masih belum prima c. Aparatur belum profesional d. Administrasi belum tertib 3. Peluang ( Opportunites )
a. Berkembangnya permukiman yang dihuni oleh masyarakat terdidik.
b. Terbentuknya organisasi masyarakat dan keagamaan. c. Berkembangnya sarana perdagangan.
d. Kondisi masyarakat yang Heterogen.
e. Tersedianya lahan pemukiman dan perdagangan (peluang)
f. Tersedianya lahan perkebunan. (peluang) 4. Ancaman ( Threats )
a. Keamanan dan Ketertiban. b. Banjir.
Seiring dengan misi yang dimiliki oleh Pemerintah Kecamatan Pangkalan Lesung, faktor kunci keberhasilan yang turut mendukung pencapaian misi tersebut meliputi :
1. Tersedianya mekanisme koordinasi yang sesuai dengan sistem kerja yang ada.
2. Tersedianya aparatur yang berkualitas. 3. Tersedianya sarana tramtib.
4. Adanya kesadaran terhadap pentingnya trantib. 5. Tersedianya perangkat pelayanan administrasi. 6. Tersedianya data umum yang akurat.
7. Tersedianya data tata ruang yang terinci dalam bidang perdagangan.
8. Tersedianya tenaga aparat yang menguasai informasi perdagangan.
9. Tersedinya tenaga ahli di bidang kewirausahaan. 10. Tersedia bantuan dan akses permodalan.
BAB IV