ANALISIS DAN PERANCANGAN
3.2 Pemodelan Sistem
Pemodelan sistem adalah suatu rencana penggambaran secara keseluruhan bagian kerangka kerja yang hendak dibuat. Dalam penelitian ini, pemodelan sistem akan digambarkan menggunakan diagram use case, diagram activity serta diagram sequence.
3.2.1 Diagram Use Case
Secara garis besar diagram use case berisikan fungsi-fungsi yang disediakan oleh sistem untuk pengguna. Diagram use case pada penelitian ini menerangkan interaksi antara aktor dengan sistem sebagaimana tertera dalam gambar 3.3.
Gambar 3. 3 Diagram Use Case Penentuan Prioritas Investasi pada UKM Pada saat pengguna atau calon investor menjalankan sistem, berdasarkan gambar 3.3 di atas pertama pengguna dapat melihat hasil perhitungan AHP dengan memasukkan nilai perbandingan kriteria. Selanjutnya pengguna dapat melihat hasil perhitungan TOPSIS dengan memasukkan data UKM yang ingin dibandingkan.
Kemudian pengguna dapat melihat hasil perangkingan UKM yang tersedia berdasarkan perhitungan sebelumnya. Terakhir pengguna dapat mengakses menu bantuan guna mendapatkan petunjuk penggunaan sistem.
Berikut adalah narrative use case SPK penentuan prioritas investasi pada UKM di Kota Medan yang bisa dilihat dalam tabel 3.14 sampai 3.19.
Tabel 3. 14 Narrative Use Case Perangkingan UKM Nama Fungsi Perangkingan UKM
Aktor Calon Investor
Deskripsi Use case menjelaskan bagaimana sistem akan menampilkan hasil perangkingan berdasarkan nilai preferensi dari setiap alternatif.
Prasyarat Calon investor menjalankan aplikasi Bagian Khas
Peristiwa
Aksi Pengguna Respon Sistem
Langkah 1:
Aksi Pengguna Respon Sistem
Langkah 1:
Proses perangkingan bermasalah.
Langkah 2:
Menampilkan pesan eror.
Kesimpulan 1. Kondisi Sukses
Pengguna memperoleh data hasil perangkingan dari setiap alternatif.
2. Kondisi Gagal
Pengguna tidak memperoleh data hasil perangkingan dari setiap alternatif.
Tabel 3.14 menguraikan bagaimana interaksi yang akan terjadi antara pengguna dengan sistem dalam mendapatkan hasil perangkingan alternatif yang tersedia.
Tabel 3. 15 Narrative Use Case AHP Nama Fungsi AHP
Aktor Calon Investor
Deskripsi Use case menjelaskan bagaimana pengguna dapat memperoleh bobot prioritas serta rasio konsistensi kriteria dengan menggunakan metode AHP berdasarkan bobot perbandingan kriteria.
Prasyarat Calon investor menjalankan aplikasi Bagian Khas
Peristiwa
Aksi Pengguna Respon Sistem
Langkah 1:
Tombol proses ditekan..
Langkah 2:
Ditampilkan tahapan proses perhitungan metode AHP,
termasuk nilai prioritas serta rasio konsistensi kriteria.
Bagian Alternatif
Aksi Pengguna Respon Sistem
Langkah 1:
Proses perhitungan bermasalah atau terdapat data yang belum lengkap.
Langkah 2:
Menampilkan pesan eror.
Kesimpulan 1. Kondisi Sukses
Bobot perbandingan kriteria konsisten atau nilai rasio konsistensi di bawah 10%.
2. Kondisi Gagal
Bobot perbandingan kriteria tidak konsisten atau nilai rasio
konsistensi di atas 10%.
Tabel 3.15 menguraikan bagaimana interaksi yang akan terjadi dalam mendapatkan hasil perhitungan metode AHP antara pengguna dengan sistem.
Tabel 3. 16 Narrative Use Case Perbandingan Kriteria Nama Fungsi Perbandingan Kriteria
Aktor Calon Investor
Deskripsi Use case menjelaskan bagaimana pengguna dapat memperoleh hasil perhitungan metode AHP dengan memasukkan bobot perbandingan kriteria.
Prasyarat Calon investor menjalankan aplikasi Bagian Khas
Peristiwa
Aksi Pengguna Respon Sistem
Langkah 1:
Memasukkan bobot perbandingan kriteria.
Langkah 2:
Sistem akan menerima masukan nilai lalu memprosesnya dengan metode AHP.
Bagian Alternatif
Aksi Pengguna Respon Sistem
Langkah 1:
Bobot perbandingan kriteria yang dimasukkan oleh pengguna tidak sesuai.
Langkah 2:
Menampilkan pesan eror.
Kesimpulan 1. Kondisi Sukses
Bobot perbandingan kriteria yang dimasukkan pengguna diterima sistem untuk selanjutnya diproses.
2. Kondisi Gagal
Bobot perbandingan kriteria yang dimasukkan pengguna tidak sesuai standar sehingga tidak diproses sistem.
Tabel 3.16 menguraikan bagaimana interaksi yang akan terjadi antara pengguna dengan sistem dalam memberikan bobot perbandingan kriteria.
Tabel 3. 17 Narrative Use Case TOPSIS Nama Fungsi TOPSIS
Aktor Calon Investor
Deskripsi Use case menjelaskan bagaimana pengguna dapat memperoleh nilai preferensi dari tiap-tiap alternatif berdasarkan metode TOPSIS.
Prasyarat Calon investor menjalankan aplikasi Bagian Khas
Peristiwa
Aksi Pengguna Respon Sistem
Langkah 1:
Tombol proses ditekan.
Langkah 2:
Ditampilkan tahapan proses perhitungan metode TOPSIS termasuk nilai preferensi dari setiap alternatif.
Bagian Alternatif
Aksi Pengguna Respon Sistem
Langkah 1:
Proses perhitungan bermasalah atau terdapat data yang belum lengkap.
Langkah 2:
Menampilkan pesan eror.
Kesimpulan 1. Kondisi Sukses
Pengguna mendapatkan nilai preferensi dari setiap alternatif berdasarkan data nilai UKM yang ada.
2. Kondisi Gagal
Pengguna tidak mendapatkan nilai preferensi dari setiap alternatif berdasarkan data nilai UKM yang ada.
Tabel 3.17 menguraikan bagaimana interaksi yang akan terjadi antara pengguna dengan sistem dalam mendapatkan hasil perhitungan metode TOPSIS.
Tabel 3. 18 Narrative Use Case Input UKM Nama Fungsi Input UKM
Aktor Calon Investor
Deskripsi Use case menjelaskan bagaimana pengguna dapat memperoleh hasil perhitungan metode TOPSIS dengan memasukkan data nilai
alternatif.
Prasyarat Calon investor menjalankan aplikasi Bagian Khas
Peristiwa
Aksi Pengguna Respon Sistem
Langkah 1:
Memasukkan data nilai alternatif yang telah dikonversi
berdasarkan aturan yang ada.
Langkah 2:
Sistem akan menerima masukan nilai lalu memprosesnya dengan metode TOPSIS.
Bagian Alternatif
Aksi Pengguna Respon Sistem
Langkah 1:
Nilai alternatif yang dimasukkan oleh pengguna tidak sesuai.
Langkah 2:
Menampilkan pesan eror.
Kesimpulan 1. Kondisi Sukses Data nilai alternatif yang dimasukkan pengguna diterima sistem untuk selanjutnya diproses.
2. Kondisi Gagal Data nilai alternatif yang dimasukkan pengguna tidak sesuai standar sehingga tidak diproses sistem.
Tabel 3.18 menguraikan bagaimana interaksi yang akan terjadi antara pengguna dengan sistem dalam memasukkan data UKM.
Tabel 3. 19 Narrative Use Case Menu Bantuan
Nama Fungsi Menu Bantuan
Aktor Calon Investor
Deskripsi Use case menggambarkan bagaimana pengguna bisa mendapatkan petunjuk dalam penggunaan sistem.
Prasyarat Calon investor menjalankan aplikasi
Bagian Khas Peristiwa Aksi Pengguna Respon Sistem Langkah 1:
Bagian Alternatif Aksi Pengguna Respon Sistem Langkah 1:
Menu bantuan tidak dapat diakses.
Langkah 2:
Menampilkan pesan eror.
Kesimpulan 1. Kondisi Sukses Pengguna memperoleh
Tabel 3.19 menggambarkan bagaimana interaksi yang akan terjadi antara pengguna dan sistem untuk memperoleh petunjuk dalam penggunaan sistem.
3.2.2 Diagram Activity
Diagram activity berisi rancangan alur kerja sistem mulai dari awal menjalankan sistem, proses yang terjadi serta bagaimana pemrosesan sistem tersebut berakhir. Diagram activity untuk menentukan prioritas investasi pada UKM bisa diamati lewat gambar 3.4.
Gambar 3. 4 Diagram Activity Penentuan Prioritas Investasi pada UKM
Pada gambar 3.4 bisa diamati bahwa sistem akan mulai bekerja pada saat pengguna atau calon investor memasukkan nilai bobot perbandingan kriteria, setelah itu sistem akan menerima masukan tersebut dan memprosesnya dengan menggunakan metode AHP. Jika hasil tidak memenuhi standar nilai konsistensi yang telah ditetapkan, maka pengguna dihimbau untuk memasukkan kembali nilai bobot perbandingan kriteria sampai hasil yang didapat dinilai telah konsisten. Kemudian pengguna diarahkan untuk memasukkan data nilai alternatif UKM yang ingin dibandingkan. Setelah itu sistem
akan menerima kembali masukan dari pengguna dan memprosesnya dengan menggunakan metode TOPSIS. Hasil dari proses tersebut berupa nilai preferensi yang nantinya akan diurutkan berdasarkan nilai preferensi terbesar.
3.2.3 Diagram Sequence
Diagram ini mengilustrasikan hubungan suatu objek dengan objek yang lain pada sistem berdasarkan urutan waktu. Diagram sequence juga menggambarkan runtutan aksi yang harus dilakukan berdasarkan suatu kesempatan guna memberikan keluaran tertentu. Diagram sequence selama penentuan prioritas investasi pada UKM bisa diperhatikan dalam gambar 3.5.
Gambar 3. 5 Diagram Sequence Penentuan Prioritas Investasi pada UKM
3.3 Flowchart
Flowchart merupakan grafik yang berisikan gambar-gambar khusus dengan tujuan mendeskripsikan alur kerja secara mendalam serta interaksi antara suatu prosedur dengan prosedur yang berbeda pada sistem.
3.3.1 Flowchart Sistem
Alur kerja sistem bisa diamati dalam gambar 3.6, proses penentuan prioritas investasi pada UKM dimulai ketika pengguna atau calon investor memasukkan nilai bobot perbandingan kriteria. Setelah itu proses perhitungan dengan metode AHP dijalankan untuk menguji nilai masukan tersebut. Selanjutnya pengguna memasukkan data nilai alternatif UKM yang ingin dianalisis dengan memanfaatkan metode TOPSIS. Keluaran yang akan didapat yakni data perangkingan alternatif berdasarkan nilai preferensi terbesar.
Gambar 3. 6 Flowchart Sistem
3.3.2 Flowchart Metode AHP
Flowchart metode AHP dari sistem ini diwujudkan pada gambar 3.7, dimana metode ini dimulai dengan dimasukkannya bobot nilai perbandingan kriteria. Kemudian dilakukan normalisasi matriks yang nilainya akan dijumlahkan perkolom dan hasilnya akan dibagi dengan nilai normalisasi matriks. Nilai tersebut selanjutnya dijumlahkan perbaris guna mendapatkan nilai prioritas dari setiap kriteria. Setelah itu secara berurutan akan dicari nilai eigen maksimum, indeks konsistensi serta rasio konsistensi.
Jika hasilnya belum memenuhi standar konsistensi yang telah ditetapkan, maka pengguna harus memasukkan ulang bobot nilai perbandingan kriteria. Bila hasilnya konsisten, maka perhitungan dengan metode AHP selesai dan pengguna dapat lanjut ke proses berikutnya.
Gambar 3. 7 Flowchart Metode AHP
3.3.3 Flowchart Metode TOPSIS
Flowchart metode TOPSIS bisa diperhatikan dalam gambar 3.8, dimulai dengan masukan dari pengguna berupa data nilai alternatif UKM yang telah dikonversi.
Kemudian dihitung rating kinerja ternormalisasi dan juga rating bobot ternormalisasi untuk selanjutnya dicari nilai solusi ideal positif serta solusi ideal negatifnya. Dari nilai solusi tersebut akan diperoleh nilai jarak positif dan juga negatif. Untuk langkah terakhir yaitu mencari nilai preferensi dan menampilkannya kepada pengguna.
Gambar 3. 8 Flowchart Metode TOPSIS