• Tidak ada hasil yang ditemukan

JUMLAH PEROLEHAN SUARA PARTAI + CALON 104

8. DAERAH PEMILIHAN TAPANULI TENGAH 1 Dapil Tapanuli Tengah 1 (DPRD Kabupaten)

8.2 Pemohon Daerah Pemilihan Tapanuli Tengah 3

1. Pemohon berkeberatan terhadap Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPUD) tentang Penetapan Hasil Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dalam Pemilu 2009 untuk Pemilu DPRD dari Daerah Pemilihan Tapanuli Tengah 3 yang didasarkan pada Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tapanuli Tengah tentang Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2009 untuk daerah pemilihan Tapanuli Tengah 3;

2. Yang menjadi keberatan dari Pemohon adalah Keputusan KPU Kabupaten Tapanuli Tengah tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Tahun 2009 untuk daerah pemilihan Tapanuli Tengah 3, sebagaimana tertuang dalam Rincian Perolehan Suara Partai Politik dan Calon Anggota DPRD Kabupaten/Kota dan suara tidak sah di KPU Kabupaten Tapanuli Tengah Model DB-1(Bukti P-1);

3. Dari hasil penghitungan tersebut, tedapat kesalahan berupa penggelembungan suara dan juga pengurangan suara di daerah

No. Nama Nama Rekap Hasil Suara

Selisih Suara Kecamatan Partai PPK KPU PPK-KPU

1 Sitahuis PDIP 122 185 63 2 Tapian Nauli PKPB 136 213 77 PNI Marhaenisme 614 688 74 Partai Golkar 1328 1387 59 Partai PIB 395 415 20 3 Kolang PKPB 486 501 15 Partai Golkar 903 916 13

4 Sorkam Barat PNI

Marhaenisme 57 77 20

Partai Gerindra 671 651 20

5 Pasaribu Tobing PNI

Marhaenisme 59 74 15

Partai Gerindra 370 355 15

1. Jumlah suara sah bukanlah sesuatu hasil yang valid, hal tersebut disebabkan oleh kesalahan penghitungan karena terjadi penggelembungan 63 suara di Kecamatan Sitahuis pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjadi 185 suara dari 122 suara;

2. Pada Kecamatan Tapian Nauli terjadi penggelembungan 74 suara pada Partai Nasional Indonesia Marhaenisme menjadi 688 suara dari 614 suara, Partai Karya Peduli Bangsa terdapat penggelembungan 77 suara dari 136 suara menjadi 213 suara, dan penggelembungan 59 suara dari 1328 suara menjadi 1387 suara pada Partai Golkar, serta penggelembungan 20 suara pada Partai Perjuangan Indonesia Baru dari 395 suara menjadi 415 suara; 3. Pada Kecamatan Kolang terdapat penggelembungan 15 suara untuk Partai

Karya Peduli Bangsa menjadi 501 suara dari 486 suara, dan Partai Golkar terdapat penggelembungan 13 suara dari 903 suara menjadi 916 suara; 4. Kecamatan Sorkam Barat terdapat penggelembungan 20 suara untuk

Partai Nasional Indonesia Marhaenisme menjadi 77 suara dari 57 suara, dan pengurangan 15 suara pada Partai Gerindra menjadi 651 suara dari 671 suara;

5. Kecamatan Pasaribu Tobing terdapat penggelembungan 15 suara dari 59 suara menjadi 74 suara untuk Partai Nasional Indonesia Marhaenisme dan pengurangan 15 suara untuk Partai Gerindra dari 370 suara menjadi 355 suara;

6. Penggelembungan suara tersebut menyebabkan naiknya perolehan suara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasional

Indonesia Marhaenisme, Partai Karya Peduli Bangsa, dan Partai Perjuangan Indonesia Baru;

7. Pengurangan suara juga menyebabkan berkurangnya suara dari Partai Gerindra;

4. Berdasarkan jumlah perolehan suara sah jika dibandingkan dengan jumlah kursi maka Bilangan Pemilih Pembagi adalah 33179 : 8 = 4147;

5. Berdasarkan data di atas dimana terdapat penggelembungan dan pengurangan suara, maka perolehan kursi di DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah 3 adalah sebagai berikut:

PARTAI SUARA PUTARAN

KURSI I II III

Partai Demokrat 11581 2 1 0 3

Partai Golongan Karya 3715 0 1 0 1 Partai Demokrasi Indonesia

Perjuangan 2412 0 1 0 1

Partai Perjuangan Indonesia

Baru 1818 0 0 1 1

Partai Nasional Indonesia

Marhaenisme 1406 0 0 1 1

Partai Karya Peduli Bangsa 1397 0 0 1 1 Partai Gerakan Indonesia Raya 1297 0 0 0 0

JUMLAH KURSI 2 3 3 8

6. Berdasarkan jumlah perolehan suara sah berdasarkan data dari Pemohon apabila tidak terdapat penggelembungan dan pengurangan suara, maka akan didapatkan jumlah kursi dengan Bilangan Pemilih Pembagi adalah 32858 :8 = 4107;

7. Dengan demikian maka perolehan kursi di DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah adalah sebagai berikut:

PARTAI SUARA PUTARAN KURSI

I II III

Partai Demokrat 11581 2 1 0 3

Partai Golongan Karya 3643 0 1 0 1

Partai Demokrasi Indonesia

Perjuangan 2349 0 1 0 1

Partai Perjuangan Indonesia Baru 1798 0 0 1 1

Partai Gerakan Indonesia Raya 1332 0 0 1 1

Partai Karya Peduli Bangsa 1305 0 0 1 1

JUMLAH KURSI 2 3 3 8

8. Terdapat 1 (satu) kursi yang tersisa dari penghitungan putaran pertama dan putaran kedua. dari jumlah suara tiap partai pada putaran ketiga tersebut, 9. Dari jumlah suara tiap partai pada putaran ketiga tersebut, Partai Gerindra

memperoleh suara terbanyak;

10. Berdasarkan hasil penghitungan suara di atas maka Partai Gerindra berhak untuk mendapatkan 1 (satu) kursi yang tersisa di penghitungan ketiga.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Pemohon mohon kepada Mahkamah Konstitusi untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut:

1. Mengabulkan permohonan Pemohon;

2. Menyatakan membatalkan Penetapan Komisi Pemilihan Umum Daerah tentang Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2009 secara nasional untuk daerah pemilihan Tapanuli Tengah 3;

3. Menyatakan dibatalkannya Penetapan Penghitungan suara Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2009 secara nasional untuk daerah pemilihan Tapanuli Tengah 3 pada Putaran III yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah dan menetapkan hasil penghitungan suara yang diajukan oleh Pemohon;

4. Menetapkan hasil penghitungan suara yang benar sebagai berikut:

PARTAI SUARA PUTARAN KURSI

I II III

Partai Demokrat 11581 2 1 0 3

Partai Golongan Karya 3643 0 1 0 1

Partai Demokrasi Indonesia

Perjuangan 2349 0 1 0 1

Partai Perjuangan Indonesia Baru 1798 0 0 1 1

Partai Gerakan Indonesia Raya 1332 0 0 1 1

Partai Karya Peduli Bangsa 1305 0 0 1 1

JUMLAH KURSI 2 3 3 8

5. Memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPUD) untuk melaksanakan putusan ini.

Atau apabila Mahkamah berpendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya (at aequo at bono).

9. Dapil Bogor 5 (DPRD Kabupaten/Kota) meliputi Kecamatan Tenjo, Parung Panjang, Cigudeg, Jasinga, Sukajaya, Leuwiliang, Nanggung, Leuwisadeng) Pemohon berkeberatan terhadap Penetapan KPU tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah

dan Dewan Perwakilan Raykat Daerah Tahun 2009 secara nasional untuk perolehan kursi anggota DPRD Kabupaten/Kota Bogor yaitu sebagai berikut:

No

Jumlah Suara Jumlah Kursi Nama Partai Menurut

KPU Menurut Pemohon Menurut KPU Menurut Pemohon 1 Partai Hati Nurani Rakyat 13179 13179 1 1 2 Partai Karya Peduli

Bangsa

7434 7434 0 0

3 Partai Pengusaha Dan Pekerja Indonesia

0 0 0 0

4 Partai Peduli Rakyat Nasional

1987 1987 0

5 Partai Gerakan Indonesia Raya

12732 12732 0 1

6 Partai Barisan Nasional 4418 4418 0 0 7 Partai Keadilan Dan

Persatuan Indonesia

2585 2585 0 0

8 Partai Keadilan Sejahtera 17726 17726 1 1 9 Partai Amanat Nasional 21543 21543 1 1 10 Partai Indonesia Baru 1450 1450 0 0

11 Partai Kedaulatan 316 316 0 0

12 Partai Persatuan Daerah 344 344 0 0 13 Partai Kebangkitan

Bangsa

4697 4697 0 0

14 Partai Pemuda Indonesia 388 388 0 0 15 Partai Nasional Indonesia

Marhaenisme

297 297 0 0

16 Partai Demokrsai Pembaruan

3938 3938 0 0

17 Partai Karya Perjuangan 406 406 0 0 18 Partai Matahari Bangsa 3861 3861 0 0 19 Partai Penegak Demokrasi Indonesia 660 660 0 0 20 Partai Demokrasi Kebangsaan 1192 1192 0 0 21 Partai Republik Nusantara 419 419 0 0 22 Partai Pelopor 0 0 0 0 23 Partai Golkar 44624 44624 1 1 24 Partai Persatuan Pembangunan 44057 44057 1 1

25 Partai Damai Sejahtera 478 478 0 0 26 Partai Nasional Benteng

Kerakyatan Indonesia

247 247 0 0

27 Partai Bulan Bintang 3553 3553 0 0 28 Partai Demokrasi

Indonesia Perjuangan

45116 44994 2 1

29 Partai Bintang Reformasi 1434 1434 0 0

30 Partai Patriot 215 215 0 0

31 Partai Demokrat 50863 50863 2 2

32 Partai Kasih Demokrasi Indonesia

0 0 0 0

33 Partai Indonesia Sejahtera

34 Partai Kebangkitan Nasional Ulama 342 342 0 0 41 Partai Merdeka 0 0 0 0 42 Partai Persatuan Nahdatul Utama 0 0 0 0

43 Partai Sarikat Indonesia 0 0 0 0

44 Partai Buruh 0 0 0 0

TOTAL 290699 290577 9 9

Pendapat Pemohon tersebut didasarkan pada fakta, peristiwa dan kejadian yang sebenarnya sebagai berikut:

1. Penandatanganan berita acara hasil penghitungan untuk Daerah Pemilihan Bogor 5 telah dilaksanakan pada tanggal 23 April 2009 di KPU Kabupaten Bogor;

2. Penghitungan suara untuk Daerah Pemilihan Bogor 5 berasal dari 5 (lima) Kecamatan, yaitu:

i) Kecamatan Leuwi Liang; ii) Kecamatan Leuwi Sadeng; iii) Kecamatan Nanggung; iv) Kecamatan Cigudeg; v) Kecamatan Sukajaya; vi) Kecamatan Jasinga; vii) Kecamatan Tenjo;

viii)Kecamatan Parung Panjang.

3. Sidang pleno mengenai rekapitulasi penghitungan suara untuk Kabupaten Bogor 5 telah dilaksanakan di KPU Provinsi Jawa Barat pada tanggal 24 April 2009;

4. Pada tanggal 28 April 2009 terjadi perubahan yang dilakukan oleh PPK Kecamatan Tenjo mengenai hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara di Desa Babakan, Desa Cilaku dan Desa Batok (Bukti P-1 sampai dengan P-12) tanpa ada rapat pleno dan tidak ada undangan yang diberikan kepada saksi-saksi Partai Peserta Pemilu untuk menghadiri rapat pleno mengenai perubahan tersebut dan penandatanganan mengenai perubahan tersebut dilakukan dengan cara mendatangi saksi peserta Pemilu ke rumah masing-masing saksi;

5. Pada tanggal 1 Mei 2009 KPU Provinsi Jawa Barat melakukan penghitungan ulang mengenai hasil rekapitulasi jumlah penghitungan suara untuk Kabupaten Bogor khususnya untuk Kecamatan Tenjo;

6. Hasil dari rekapitulasi yang dilakukan oleh PPK menunjukkan adanya penggelembungan suara dari Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan khususnya pada Desa Babakan, Desa Cilaku dan Desa Batok, Kecamatan Tenjo, yang semula berjumlah 2.222 menjadi 2.340 (Bukti P-10 sampai dengan P-12), yang berarti terjadi penggelembungan suara sebanyak 118 suara, seperti pada tabel berikut:

Tabel 1.1. Hasil rekapitulasi perolehan suara PDIP di tingkat PPK di KPU Kabupaten Bogor tanggal 23 April 2009 untuk Kecamatan Tenjo.

No. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN

DESA

CILAKU DESA BATOK

DESA BABAKAN SUARA PARTAI 144 345 334 Halim Yohanes 160 178 146 Jhon Piter 17 67 39 Ida Royani 28 76 28 Cecep Saepuloh 7 89 15 Farida Ariyane 4 33 25 Maman Suparman 146 140 155 Yanthi N A 3 12 4 Soi Sanjaya 0 23 4 TOTAL 509 963 750

TOTAL KESELURUHAN PEROLEH SUARA : 2.222

Tabel 1.2. Hasil rekapitulasi perolehan suara PDIP di tingkat PPK di KPU Kabupaten Bogor, hasil rekap C-1 untuk Kecamatan Tenjo.

No. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN DESA CILAKU DESA BATOK DESA BABAKAN SUARA PARTAI 214 495 479 Halim Yohanes 160 178 146 Jhon Piter 17 67 41 Ida Royani 28 76 26 Cecep Saepuloh 7 89 15 Farida Ariyane 4 33 23 Maman Suparman 79 108 11 Yanthi N A 3 12 4 Soi Sanjaya 0 23 4 TOTAL 512 1079 749

TOTAL KESELURUHAN PEROLEH SUARA : 2.340

7. Dari tabel di atas yang merupakan hasil rekapitulasi Form C-1 yang diambil oleh PPK Tenjo setelah ada revisi dari KPU Jawa Barat, suara dari Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDIP) menggelembung sebanyak 118 suara yang mengakibatkan suara bagi Pemohon hilang 1 (satu) kursi di Dapil Bogor 5 dan hasil rekapitulasi di tingkat KPU Provinsi, dan Pemohon merasa

keberatan dengan hasil tersebut karena perolehan suara tersebut tidak dilakukan dengan pleno;

8. Pemohon berpendapat hasil pleno PPK yang menyatakan bahwa PDIP meraih suara sebanyak 2.340 suara adalah hasil yang tidak sah, dan Pemohon masih beranggapan bahwa seharusnya perolehan suara PDIP yang sah adalah sebanyak 2.222 suara.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Pemohon mohon kepada Mahkamah Konstitusi untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut:

1. Mengabulkan permohonan Pemohon;

2. Membatalkan Penetapan Komisi Pemilihan Umum tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor dalam Pemilihan Umum Tahun 2009;

3. Menyatakan perolehan hasil suara PDIP sebanyak 2430 suara dibatalkan. 4. Menetapkan hasil perolehan suara yang benar untuk PDIP adalah sebanyak

2222 suara;

5. Menetapkan sah hasil penghitungan suara yang benar adalah versi Pemohon; 6. Memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum untuk melaksanakan putusan

ini.

Atau apabila Mahkamah berpendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya (at aequo at bono).

Dokumen terkait