• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemukiman yang ada di daerah pegunungan biasanya memiliki pola

Dalam dokumen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Halaman 6-75)

2. Pertanian yang dilakukan dengan mengandalkan pasokan air hujan merupakan ciri pertanian... 3. Perdagangan yang melibatkan

produsen dan konsumen antar negara disebut perdagangan ...

4. Luas lahan sempit dan tidak jauh dari tempat tinggal, peralatan yang digunakan juga masih sederhana, merupakan ciri perkebunan ... 5. Perumahan, perkantoran, dan

sarana-sarana pemerintahan biasanya dibangun dengan memanfaatkan lahan di kawasan ...

6. Lahan yang digunakan untuk kegiatan pertanian, pemukiman dan sebagai tempat rekreasi merupakan ciri-ciri lahan di... 7. Penggunaan lahan di daerah

dataran rendah biasanya lebih bervariasi, misalnya saja digunakan untuk ...

8. Pola pemukiman memanjang atau linier dapat kita jumpai di kawasan ...

9. Salah satu faktor penyebab pemukiman memiliki pola tertentu adalah...

10. Pemukiman yang ada di daerah pegunungan biasanya memiliki pola ...

G. Form Penilaian No Nama Proses Jumlah Skor Melakukan presentasi Mengajukan pertanyaan Menjawab pertanyaan Memberikan tanggapan

H. Sumber dan Media Pembelajaran

1. Media :

a. Buku Paket b. Hand Out Materi c. Peta Indonesia

2. Sumber Buku Pegangan Guru :

Iwan Setiawan, dkk. 2008. Wawasan Sosial 1: Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Didang Setiawan. 2008. Pengetahuan Sosial I SMP/ MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Nurhadi, dkk. 2009. Jelajah Cakrawala Sosial 1: Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Mengetahui, Guru Mata Pelajaran IPS

Kian Sri Hastuti, S. Pd NIP. 19610401 198803 2 003

Yogyakarta, 8 Maret 2014 Mahasiswa Praktikan,

Fitria Maryanah NIM. 10416241036

Materi Siklus I

BENTUK MUKA BUMI DAN KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT A. POLA KEGIATAN EKONOMI

1. Mata Pencaharian di Bidang Pertanian

Aktivitas pertanian dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pertanian lahan basah, pertanian lahan kering dan perkebunan. Gambaran tentang aktivitas tersebut adalah: a. Pertanian Lahan Basah

Aktivitas pertanian lahan basah dilakukan di daerah yang sumber airnya cukup tersedia untuk mengairi lahan pertanian. Biasanya aktvitas pertanian lahan basah dilakukan di daerah dataran rendah yang pasokan airnya cukup memadai. Biasanya lahan basah dimanfaatkan untuk tanaman padi yang dikenal dengan pertanian sawah, baik dari air hujan maupun air irigasi.

b. Pertanian Lahan Kering

Pertanian lahan kering merupakan pertanian yang dilakukan di wilayah yang pasokan airnya terbatas atau hanya mengandalkan air hujan. Biasanya pertanian lahan kering dilakukan di daerah-daerah perbukitan. Istilah pertanian lahan kering sama dengan ladang atau huma yang dilakukan secara menetap maupun berpindah-pindah seperti di Kalimantan. Tanaman yang ditanam umumnya adalah umbi-umbian.

c. Perkebunan

Perkebunan merupakan aktivitas pertanian yang tanamannya didominasi tanaman pokoknya, misalnya kelapa, karet, tebu, dan lain-lain. Berdasarkan skalanya, perkebunan dapat dibagi menjadi perkebunan rakyat dan perkebunan besar.

1) Perkebunan Rakyat

Sesuai dengan namanya, perkebunan ini dikelola oleh rakyat dengan luas lahan yang tentunya relatif sempit. Ciri-ciri perkebunan rakyat adalah:

a) Luas lahan sempit dan tidak jauh dari tempat tinggalnya.

b) Peralatan yang digunakan untuk mengolah lahan, memelihara tanaman, dan memanen hasilnya relatif sederhana.

c) Karena lahannya sempit, maka modal, tenaga kerja dan hasilnya juga sedikit. 2) Perkebunan Besar

Perkebunan besar merupakan aktivitas pertanian yang dilakukan dalam skala besar dan dikelola oleh suatu perusahaan. Ciri-ciri perkebunan besar adalah: a) luas lahannya yang dikelola sangat besar

b) modal yang diinvestasikan sangat besar jumlah tenaga kerja cukup banyak dan menunjukkan adanya spesifikasi tenaga kerja.

c) peralatan pertanian yang dipakai menggunakan teknologi maju d) hasil yang dipanen sangat besar dan biasanya ditujukan untuk ekspor. 2. Mata Pencaharian di Bidang Nonpertanian

Semakin maju suatu negara, biasanya aktivitas penduduk lebih banyak yang bekerja di sektor non pertanian. Contoh aktivitas pertanian adalah perindustrian, perdagangan, pertambangan, komunikasi-transportasi, dan pertambangan.

a. Industri

1) Secara luas, kegiatan industri diartikan sebagai kegiatan manusia yang bersifat produktif dan komersial.

2) Secara sempit, kegiatan industri diartikan sebagai semua usaha pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi.

Seringkali kata industri disamakan dengan pabrik-pabrik pengolaan atau pemroses bahan-bahan tertentu menjadi ada barang jadi atau setengah jadi. Padahal industri lebih luas dari sekedar pabrik yang lebih tepat disebut industri manufaktur. Aktivitas industri dapat pula berupa industri jasa seperti industri pariwisata, perbankan dan lain-lain yang wujudnya tidak berupa pabrik.

b. Perdagangan:

Perdagangan merupakan aktivitas jual beli antara penjual dan pembeli dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Perdagangan dapat dikelompokkan menjadi:

1) Perdagangan Lokal

Perdagangan lokal adalah aktivitas perdagangan yang dilakukan dalam jangkauan yang relatif dekat, melayani penduduk setempat, jenis barang yang diperjualbelikan sedikit, dan buka hanya pada saat-saat tertentu. Para pedagang lokal biasanya juga berperan sebagai produsen, misalnya peternak yang menjual ternaknya di pasar lokal.

2) Perdagangan Interregional

Perdagangan interregional melibatkan produse dan konsumen antarwilayah yang lebih luas tetapi masih dalam satu negara. Karena luasnya wilayah, biasanya produsen tidak langsung menjual hasil produksinya ke konsumen. Produsen menjualnya terlebih dahulu ke perantara untuk kemudian di jual ke pasar dan seterusnya ke konsumen. Sebagai contoh petani di pedesaan biasanya tidak langsung menjual hasil panennya ke pedagang di pasar tetapi ke bandar atau tengkulak yang ada di daerahnya, baru kemudian di jual ke kota besar.

3) Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional melibatkan produsen dan konsumen antarnegera. Setiap negara memiliki komoditas tertentu yang produksinya melampaui utuhan dalam negeri atau disebut surplus. Karena itu, sebagian komoditasnya di jual atau diekspor ke negara lain yang kekurangan komoditas yang bersangkutan. Negara yang kekurangan komoditas akan membeli atau mengimport dari negara yang surplus. Terjadilah transaksi jual beli antar negara. Perdagangan tersebut biasanya tidak satu arah karena masingmasing memiliki surplus pada komoditas tertentu yang berbeda. Sebagai contoh, Indonesia surplus dalam komoditas perkebunan tetapi masih kekurangan produk kendaraan sehingga harus mengimport dari jepang. Sebaliknya, Jepang juga minus dalam komoditas perkebunan tertentu, sehingga harus mengimport dari Indonesia.

B. BENTUK MUKA BUMI DAN PENGGUNAAN LAHAN

1. Bentuk muka bumi dan penggunaan lahan di daerah: a. Dataran Rendah

Pada daerah dataran rendah memungkinkan manusia untuk bergerak dengan mudah antara satu tempat dengan tempat lainnya sehingga tidak banyak mengeluarkan energi yang besar dan waktu yang lama.

b. Dataran

Di daerah dataran dimungkinkan untuk membangun berbagai fasilitas dan pusat-pusat pemerintahan. Penggunaan lahan seperti permukiman dan industri dalam suatu areal yang luas secara terpusat. Hal tersebut sulit dilakukan apabila di daerah yag bergelombang atau berbukit.

2. Di daerah yang bentuk muka buminya bergelombang atau berbukit

Pada umumnya penggunaan lahan yang utama adalah pertanian, perkebunan, dan permukiman. Penggunaan lahan berupa jalan sangat terbatas karena sulitnya menembus daerah perbukitan.

3. Di daerah pegunungan

Penggunaan lahan di daerah pegunungan yang dominan adalah hutan. Disamping itu, terdapat pertanian dan permukiman dalam luasan terbatas. Lahan yang kemiringan besar sulit untuk diolah dan dijangkau serta dapat menimbulkan longsor.

C. PENGGUNAAN LAHAN

1. Penggunaan Lahan di Pedesaan

Penggunaan lahan di daerah pedesaan relatif berbeda dengan di daerah perkotaan. Di daerah pedesaan, penggunaan lahan yang dominan adalah pertanian.

Struktur ruang di pedesaan secara umum dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu ruang yang berfungsi sosial dan ruang yang berfungsi ekonomi.

a. Ruang yang berfungsi sosial berada pada wilayah permukiman. Pada wilayah tersebut, terjadi interaksi antara anggota keluarga dan masyarakat.

b. Ruang yang berfungsi ekonomi berada pada wilayah pertanian. Pada wilayah ini, penduduk mengolah lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri maupun dijual ke daerah lainnya.

2. Penggunaan Lahan di Perkotaan

Penggunaan lahan di daerah perkotaan biasanya digunakan untuk aktivitas non pertanian seperti permukiman, industri, pertokoan dan lain-lain. Secara fisik, suatu daerah dapat dikatakan sebagai daerah perkotaan apabila terlihat ciri-ciri kota sebagai berikut:

a. Tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan

Setiap kota memiliki pusat perdagangan dalam bentuk pasar dan pertokoan. Lokasi pasar dan pertokoan biasanya berada di wilayah pusat kota agar mudah dijangkau dari berbagai daerah sekitarnya. Berdekatan dengan pasar dan pertokoan merupakan pusat perkantoran, bank, bioskop, dan pusat layanan jasa lainnya.

b. Tempat-tempat untuk parkir

Kendaran di kota memerlukan tempat berhenti sementara atau tempat parkir. Jumlah kendaraan yang semakin banyak, menuntut lahan parkir yang semakin luas. Seringkali karena terbatasnya lahan, gedung-gedung tertentu menyediakan lahan parkir pada lantai dasar atau bahkan pada beberapa lantai di atasnya.

c. Tempat rekreasi dan olah raga

Penduduk kota memerlukan ruang untuk rekreasi dan olah raga di sela-sela kesibukan sehari-hari. Karena itu, tidak heran jika banyak tempat rekreasi dan olah raga yang dibangun di kota. Tempattempat tersebut juga dimanfaatkan oleh penduduk desa di sekitar kota dan dari daerah lainnya.

D. POLA PEMUKIMAN

1. Faktor yang mempengaruhi pola pemukiman memiliki pola tertentu adalah sebagai berikut:

a. Kondisi bentuk muka bumi (datar, bergelombang atau pegunungan); b. Kesuburan tanah;

c. Ketersediaan dan kualitas air;

d. Kemudahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup; e. Ketersediaan tumbuhan tertentu;

2. Pola Pemukiman Penduduk: a. Pola Memanjang (linier)

Permukiman yang memiliki pola linier terbentuk pada daerah sepanjang jalan, sungai, dan pantai. Kebutuhan akan akses yang mudah untuk menjangkau sarana tranportasi dan sumber penghidupan membuat penduduk cenderung membangun permukiman di sepanjang jalan atau sungai. Sejumlah daerah menjadikan sungai sebagai sarana transportasi utama seperti di Kalimantan. Akibatnya, permukiman penduduk berorientasi ke sungai.

b. Pola Memusat

Pola permukiman memusat biasanya terbentuk di daerah pegunungan yang unsur kekerabatan dan kegotongroyongannya masih kentara. Di daerah pegunungan, permukiman tidak bisa dibangun di sembarang tempat karena tidak semuanya berupa dataran. Daerah datarannya hanya terbatas di lokasi tertentu dan disitulah penduduk membangun permukimannya. Jika jumlah penduduknya bertambah maka permukiman baru berkembang ke segala arah. Selain faktor fisik, kedekatan antar penduduk secara sosial menyebabkan mereka mereka membangun permukiman dengan saling berdekatan antara satu dengan lainnya.

c. Pola Mengelilingi Fasilitas Tertentu

Pola ini terbentuk karena adanya kebutuhan untuk mengakses fasilitas tertentu secara mudah. Fasilitas tersebut dapat berupa pusat-pusat pelayanan sosial, industri, waduk, terminal, dan lain-lain.

d. Pola Tersebar/Terbuka

Pada pola tersebar, rumah-rumah penduduk dibangun di kawasan luas dan bertanah kering yang menyebar dan agak renggang satu sama lain. Pola tersebar umumnya ditemukan pada kawasan luas yang bertanah kering. Pola ini dapat terbentuk karena penduduk mencoba untuk bermukim di dekat suatu sumber air, terutama air tanah, sehingga rumah dibangun pada titik-titik yang memiliki sumber air bagus. Sebagaimana kamu ketahui, bahwa dalam persebarannya biasanya penduduk membangun rumah di kawasan-kawasan yang dapat menunjang kegiatan kesehariannya, terutama kegiatan yang menunjang ekonomi mereka. Oleh karena beragamnya pencaharian masyarakat, maka permukiman-permukiman penduduk di Indonesia pun tersebar pada kawasan-kawasan tertentu. Salah satu penyebab tidak meratanya persebaran permukiman penduduk adalah perekonomian masyarakat.

E. BENTANG LAHAN DAN PERSEBARAN PEMUKIMAN PENDUDUK

Hal-hal yang melatarbelakangi pola pemukiman penduduk tidak merata adalah sebagai berikut:

1. Tidak semua lahan bisa dibangun di daerah berlereng atau perbukitan karena kemiringan yang terlalu besar.

2. Daerah yang datar lebih mudah untuk melakukan pergerakan atau mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya, sehingga cenderung penduduk memilih membangun permukiman di daerah tersebut.

3. Permukiman lebih mudah dan lebih murah dibangun atau dikembangkan di daerah pedataran dibanding dengan daerah yang bergelombang atau pegunungan.

4. Daerah pedataran lebih memungkinkan pemusatan aktivitas penduduk dalam wilayah yang luas.

5. Potensi air lebih di daerah perbukitan atau pegunungan tidak merata, sehingga penduduk cenderung tersebar mengikuti sumber air.

6. Daerah dataran biasanya merupakan daerah sedimentasi material-material subur yang ada di daerah yang lebih tinggi, sehingga tanahnya sangat subur dan sesuai untuk berbagai jenis aktivitas pertanian maupun permukiman.

SOAL POST TEST SIKLUS I MATERI

BENTUK MUKA BUMI DAN KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT Isilah titik-titiik di bawah ini dengan tepat!

1. Pola kegiatan ekonomi dibedakan menjadi dua yaitu ... dan ...

2. Pertanian yang dilakukan dengan mengandalkan pasokan air hujan merupakan ciri pertanian...

3. Perdagangan yang melibatkan produsen dan konsumen antar negara disebut perdagangan ...

4. Luas lahan sempit dan tidak jauh dari tempat tinggal, peralatan yang digunakan juga masih sederhana, merupakan ciri perkebunan ...

5. Perumahan, perkantoran, dan sarana-sarana pemerintahan biasanya dibangun dengan memanfaatkan lahan di kawasan ...

6. Lahan yang digunakan untuk kegiatan pertanian, pemukiman dan sebagai tempat rekreasi merupakan ciri-ciri lahan di...

7. Penggunaan lahan di daerah dataran rendah biasanya lebih bervariasi, misalnya saja digunakan untuk ...

8. Pola pemukiman memanjang atau linier dapat kita jumpai di kawasan ...

9. Salah satu faktor penyebab pemukiman memiliki pola tertentu adalah...

10. Pemukiman yang ada di daerah pegunungan biasanya memiliki pola ...

KUNCI JAWABAN SOAL POST TEST SIKLUS I MATERI

BENTUK MUKA BUMI DAN KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT

1. Pertanian dan non pertanian 2. Tadah hujan

3. Internasional 4. Rakyat

5. Perkotaan Dataran 6. Pedesaan

7. Pemukiman, pertanian, perkebunan

8. Aliran sungai jalan, rel kereta api, pantai yang landai 9. Bentuk muka bumi, kesuburan tanah

Lampiran 2: RPP Siklus II

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMP N 1 Manisrenggo Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : VII/ 2

Standar Kompetensi : 6. Memahami kegiatan ekonomi masyarakat

Kompetensi Dasar : 6.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa.

Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (3xpertemuan)

A. Indikator

1. Mendiskripsikan kegiatan ekonomi masyarakat.

2. Menjelaskan dan mencontohkan kegiatan konsumsi barang/jasa. 3. Menjelaskan dan mencontohkan kegiatan produksi barang/jasa. 4. Menjelaskan dan mencontohkan kegiatan distribusi barang/jasa.

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah selesai melakukan kegiatan pembelajaran, diharapkan siswa dapat: 1. Mendiskripsikan kegiatan ekonomi masyarakat.

2. Menjelaskan dan mencontohkan kegiatan konsumsi barang/jasa. 3. Menjelaskan dan mencontohkan kegiatan produksi barang/jasa. 4. Menjelaskan dan mencontohkan kegiatan distribusi barang/jasa.

C. Metode Pembelajaran.

Metode diskusi Buzz Group

D. Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (40 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Nilai Karakter Waktu

1. Pendahuluan. a. Salam

b. Memeriksa kehadiran siswa c. Apersepsi

Guru bertanya kepada siswa siapa yang orang tuanya bekerja sebagai pedagang? Jika ada, meminta siswa untuk menceritakan kegiatan orang tuanya sehari-hari pada saat berdagang.

d. Motivasi

Guru mengajak siswa untuk membayangkan dan mengenali kegiatan apa saja yang ada di pasar.

beriman kepada Tuhan, disiplin perhatian. 7 menit 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Guru memberikan pengantar materi dengan menjelaskan secara singkat mengenai pengertian dan mengidentifikasi kegiatan mana saja yang termasuk kegiatan konsumsi, produksi dan distribusi sesuai dengan contoh yang telah disebutkan oleh siswa.

perhatian, disiplin

disiplin, berani mengeluarkan

b. Elaborasi

1) Setelah memberikan penjelasan, guru mengajak siswa untuk membentuk kelompok diskusi dengan menggunakan metode Buzz Group, materi yang didiskusikan adalah sebagai berikut:

a) Kagiatan konsumsi b) Kegiatan produksi c) Kegiatan distribusi

2) Guru menjelaskan langkah-langkah menggunakan metode Buzz Group, antara lain:

a) Kelas dibagi menjadi delapan kelompok kecil, yaitu kelompok A, B, C, D, E, F, G, dan H.

b) Setiap anggota kelompok kecil berjumlah 3-4 orang.

c) Tempat duduk diatur sedemikian rupa agar para siswa dapat bertukar pikiran dan bertatap muka dengan mudah.

d) Perwakilan kelompok mengambil undian yang berisi pembagian materi diskusi.

e) Sebelum diskusi dimulai setiap kelompok melakukan pembagian tugas, ada yang bertugas sebagai ketua kelompok, notulis, yang membacakan atau mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

f) Masing-masing kelompok melakukan diskusi sesuai dengan tema yang diperoleh.

g) Setelah diskusi selesai, perwakilan kelompk melakukan presentasi untuk membacakan hasil diskusi di depan kelas.

h) Pada saat persentasi siswa lain menyimak, apabila belum jelas boleh mengajukan pertanyaan kepada kelompok yang melakukan persentasi.

i) Apabila kelompok yang melakukan persentasi tidak bisa menjawab, kelompok lain boleh membantu dan didiskusikan pada kelompok besar (kelas).

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi:

1) Guru meminta perwakilan kelompok untuk mengumpulkan hasil diskusinya.

2) Setiap siswa diminta untuk mempelajari materi sesuai tema diskusi masing-masing, untuk persipan presentasi pada pertemuan selanjutnya.

kerjasama, saling menghargai, berfikir cepat percaya diri, perhatian, berani. 30 menit 3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi atau penugasan yang belum jelas. b. Salam penutup

disiplin, tekun, perhatian.

Pertemuan II (40 menit)

No Kegiatan Pembelajaran Nilai Karakter Waktu

1. Pendahuluan. a. Salam

b. Memeriksa kehadiran siswa c. Apersepsi

Guru meminta siswa untuk menyebutkan kegiatan ekonomi apa saja yang dilakukan oleh keluarga mereka sehari-hari.

d. Motivasi

Guru mengajak siswa untuk mencari contoh kegiatan pokok ekonomi yang termasuk kegiatan konsumsi, produksi, distribusi dan meminta siswa untuk menuliskan jawabannya di selembar kertas.

beriman kepada Tuhan, disiplin, peduli. perhatian. 7 menit 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi

1) Guru menanyakan persiapan masing-masing kelompok untuk melakukan presentasi di depan kelas mengenai materi yang telah didiskusikan secara kelompok pada pertemuan sebelumnya.

2) Apabila ada kelompok yang belum siap atau diskusi pada pertemuan sebelumnya belum selesai, diberikan kesempatan untuk menyelesaikannya.

3) Setelah semua kelompok sudah siap dengan hasil diskusinya masing-masing, perwakilan kelompok diminta untuk maju ke depan membacakan hasil diskusi.

4) Presentasi dilakukan secara bergantian sesuai dengan urutan materi yang telah ditentukan oleh guru.

5) Setiap kelompok diberikan waktu 5 menit untuk melakukan presentasi.

6) Kelompok yang mendapatkan kesempatan untuk presentasi hari ini adalah kelompok A dan B.

7) Kelompok C, D, E, F, G, dan H mendapatkan kesempatan untuk melakukan presentasi pada pertemuan berikutnya.

b. Elaborasi

1) Setiap perwakilan kelompok diberikan kesempatan mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas secara bergantian.

2) Saat perwakilan kelompok melakukan presentasi di depan kelas, kelompok lain memperhatikan dan menyiapkan satu pertanyaan untuk ditanyakan kepada kelompok yang sedang presentasi di depan kelas.

3) Setelah selesai melakukan presentasi, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab.

4) Setiap kelompok secara bergantian mengajukan pertanyaan kepada kelompok yang presentasi.

disiplin, berani mengeluarkan pendapat, kerjasama, saling menghargai, berfikir cepat percaya diri, perhatian, berani. 30 menit

Pertemuan III (80 menit)

5) Apabila kelompok yang melakukan presentasi tidak dapat menjawab, kelompok lain boleh membantu. 6) Apabila masih menemukan kesulitan menjawab,

guru berperan memberikan arahan jawaban sehingga dapat membantu siswa untuk menemukan jawabannya.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi:

1) Guru meminta siswa untuk menyimpulkan hasil presentasi dan tanya jawab yang telah dilakukan. 2) Bagi siswa yang belum melakukan presentasi

diminta mempersiapkan diri untuk melakukan presentasi pada pertemuan berikutnya.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi yang belum jelas.

b. Salam penutup.

teliti, tekun, perhatian.

3 menit

No Kegiatan Pembelajaran Nilai Karakter Waktu

1. Pendahuluan. a. Salam b. Berdoa

c. Memeriksa kehadiran siswa d. Apersepsi

Guru mengulas materi yang telah dipresentasikan pada pertemuan sebelumnya mengenai kegiatan pokok ekonomi yaitu pengertian dan contoh kegiatan konsumsi.

e. Motivasi

Guru mengajak siswa untuk menyebutkan contoh kegiatan konsumsi apa saja yang telah dilakukan dari bangun sampai kembali tidur.

beriman kepada Tuhan, disiplin

perhatian.

2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi

1) Guru menanyakan persiapan kelompok C, D, E, F, G dan H untuk melakukan presentasi di depan kelas. 2) Apabila sudah siap, presentasi dilanjutkan seperti

pada pertemuan sebelumnya sesuai dengan urutan materi yang telah ditentukan.

b. Elaborasi

1) Setiap perwakilan kelompok diberikan kesempatan mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas secara bergantian.

2) Saat perwakilan kelompok melakukan presentasi di depan kelas, kelompok lain memperhatikan dan menyiapkan satu pertanyaan untuk ditanyakan kepada kelompok yang sedang presentasi di depan kelas.

3) Setelah selesai melakukan presentasi, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab.

4) Setiap kelompok secara bergantian mengajukan pertanyaan kepada kelompok yang presentasi.

5) Apabila kelompok yang melakukan presentasi tidak dapat menjawab, kelompok lain boleh membantu. 6) Apabila masih menemukan kesulitan menjawab,

guru berperan memberikan arahan jawaban sehingga dapat membantu siswa untuk menemukan jawabannya.

7) Setelah semua kelompok melakukan presentasi, siswa diminta untuk mengerjakan post test berupa soal isian singkat sebanyak 10 butir.

c. Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi:

1) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi yang belum jelas maupun soal evaluasi yang sulit.

2) Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari mengenai kegiatan pokok ekonomi. perhatian, disiplin disiplin, berani mengeluarkan pendapat, kerjasama, saling menghargai, berfikir cepat percaya diri, tekun, dan teliti.

50 menit

20 menit

3. Kegiatan Penutup

a. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

b. Salam penutup

disiplin, tekun, perhatian.

F. Penilaian Hasil Belajar

Indikator Pencapaian kompetensi

Penilaian Teknik Bentuk

Instrumen Contoh Instrumen 1. Menjelaskan dan mencontohkan kegiatan konsumsi barang/jasa. 2. Menjelaskan dan mencontohkan kegiatan produksi barang/jasa. 3. Menjelaskan dan mencontohkan kegiatan distribusi barang/jasa. tes tulis tes tulis tes tulis soal isian singkat soal isian singkat soal isian singkat

1. Kegiatan manusia memakai, memanfaatkan barang atau mengurangi nilai guna barang untuk memenuhi kebutuhan disebut kegiatan ...

2. Salah satu faktor yang mempengaruhi pola konsumsi seseorang adalah ...

3. Kegiatan manusia untuk menghasilkan barang/jasa atau menambah nilai guna barang atau jasa disebut kegiatan...

4. Hal-hal yang harus diperhatikan seorang produsen dalam melakukan kegiatan produksi

Dalam dokumen RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Halaman 6-75)

Dokumen terkait