g. Hambatan
Hambatan dalam pelaksanaan Program Belajar Tambahan (PBT)terletak pada tidak tersedianya waktu tambahan yang lebih untuk dapat mengajar. Maka dari itu hal yang terjadi adalah dalam pelaksanaa PBT ini hanya dapat dilaksanakan seminggu sekali yang berdasarkan dengan kesepakatan dengan guru.
B. Pemutaran Film
Sifat : Interdisipliner
Bidang : Sosial Budaya
No. Sektor : 17.2.1.01
a. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia.Oleh karena itu agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan Ilmu Pngetahuan dan Teknologi (IPTEK) tersebut perlu adanya penyesuaian-penyesuaian, terutama yang berkaitan dengan faktor-faktor pengajaran di sekolah.Salah satu faktor tersebut adalah media pembelajaran, karena dengan adanya media dalam pembelajaran dapat membantu para guru dan staf pengajar dalam menyampaikan pesan pembelajaran serta lebih cepat dan lebih mudah ditangkap oleh para siswa.Media memiliki kekuatan-kekuatan yang positif dan sinergi yang mampu merubah sikap dan tingkah laku ke arah perubahan yang kreatif dan dinamis. Sehubungan dengan hal itu, peran media sangat dibutuhkan dalam pembelajaran dimana dalam
perkembangannya saat ini media bukan lagi dipandang sekendar alat bantu tetapi merupakan bagian yang integral dalam pendidikan dan pembelajaran.
b. Tujuan
Tujuan dari program pemutaran film adalah
a.Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa.
b.Setiap cerita, ada nilai buruk dan nilai baik yang ditanamkan. Banyak nilai yang bisa disampaikan. Antara lain persahabatan, nilai sosial kehidupan sehari-hari, dan masih banyak lagi.
c.Menumbuhkan minat dan motivasi belajar.
d.Bagi siswa dengan pemutaran film juga sebagai hiburan. Film yang diputar merupakan sarana hiburan bagi siswa.
c. Proses
Program pemutaran film dilalukan di SD 2 Banyupoh diawali dengan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak kepala sekolah dan para guru yang terkait. Dalam proses koordinasi tersebut kelompok KKN (Bidang Sosial Budaya) mendapat izin menyelenggarakan program pemutaran film tersebut di SD 2 Banyupoh. Selanjutnya bidang Sosial Budaya menentukan hari dan jam yang disepakati oleh pihak sekolah. Pada saat itu kelompok KKN Sosial Budaya dapat bertemu langsung dengan Kepala Sekolah SD 2 Banyupoh. Koordinasi secara langsung tersebut berjalan dengan lancar, selanjutnya Kepala Sekolah menugaskan kepada guru untuk menyiapkan siswa, ruangan dan peralatan yang akan dipakai. Setelah koordinasi tersebut dilakukan oleh kelompok bidang Sosial Budaya melakukan survey film yang berkaitan dengan program kerja yang akan dilakukan. Film yang didapatkan diputar dalam pelaksanaan program pemutaran film.
Barang Jumlah barang Harga (Rp) Jumlah (Rp) Buku tulis 5 3000 15000 Pulpen 5 2000 10000 Kertas Kado 5 2500 12500 Total 37500 e.Pelaksanaan
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Pemutaran Film
Hari/Tanggal Jenis Kegiatan
Waktu (WITA) Tempat Peserta
Senin, 22 Agustus 2016 Pemutaran Film Motivasi 09.30 - 12:00 Ruang Kelas SD 2 Banyupoh Siswa Kelas VI SD 2 Banyupoh f.Hasil
Program pemutaran film edukasi yang dilakukan di SD 2 Banyupoh berlangsung secara sukses dan berjalan lancar.Seluruh peserta pemutaran film tersebut sangat antusias menyaksikan film yang ditayangkan.Penayangan film-film yang diputarkan oleh mahasiswa KKN bidang Sosial Budaya.Film- film yang diputarkan mampu memberikan pengetahuan-pengetahuan baru dan makna positif dari film yang diputarkan dapat diterima dengan semangat dan mudah untuk dipahami. Dengan bekal dari proses program pemutaran film ini diharapakan peserta pemutaran film ini dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada anak-anak SD sehingga tujuan dari penyelenggaraan pemutaran film ini dapat tercapai secara maksimal.
g.Hambatan
Dalam pelaksanaan program edukasi ini secara garis besar tidak ada hamabatan besar yang ditemukan.Hambatan-hambatan kecil yang dirasakan adalah kurang maksimalnya fungsi speker yang ada.
C. . Penyuluhan Pariwisata Spiritual di Desa Banyupoh
Sifat : Interdisipliner
Bidang : Sosial Budaya
No. Sektor : 08.1.9.55
a. Latar Belakang
Desa Banyupoh yang terletak di kawasan strategi pariwisata memiliki potensi yang dapat di kembangkan serta menjanjikan seperti mengembangkan pariwisata spiritual. Oleh karena itu dibutuhkan pengembangan yang optimal dan kesadaran dari para stakeholder pariwisata agar pariwisata yang dimiliki Desa Banyupoh dapat maju dan bersaing dengan pariwisata yang sudah ada di daerah lain. Pengembangan objek wisata ini juga diiringin dengan pemecahan dari permasalahan atau kendala yang sering terjadi dalam mengelolah maupun mengopersikan objek wisata tersebut.Selain itu pengetahun masyarkat tentang pariwisata spiritual masih sangat kurang dan juga kurangnya kesadaran perangkat desa untuk mengembangkan potensi yang ada.Selain dangkalnya pengetahuan masyarakata mengenai penggunaan internet untuk memperkenalkan potensi yang ada.Untuk Desa Banyupoh semakin memberdayakan manfaat dari penyuluhan pariwisata spiritual.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari program penyuluhan pariwisata untuk memberikan edukasi kepada peserta program tentang potensi-potensi yang di miliki oleh desa yang bersangkutan serta memberikan pengetahuan yang baik tentang pemanfaatan
internet yang berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakat sekitar. Dan untuk menjadikan Desa Banyupoh lebih berkembang.
c. Proses
Program Penyuluhan Pariwisata Spiritual diawali dengan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.Pihak yang kami ajak berkoordinasi adalah Kepala Desa Banyupoh, Kepala Sekolah SMKN 1 Gerokgak Desa Banyupoh Bidang Hubungan Masyarakat SMKN 1 Gerokgak Banyupoh. Dalam proses koordinasi tersebut kelompok KKN (Bidang Sosial Budaya) mendapat izin menyelenggarakan program penyuluhan tersebut dilingkungan Desa Banyupoh. Selanjutnya bidang Sosial Budaya menentukan lokasi yakni di SMKN 1Gerokgak Bayupoh Proses perizinan di SMKN 1 Banyupoh diawali dengan mengirimkan surat yang ditujukan kepada Kepala Sekolah. Pada saat itu kelompok KKN Sosial Budaya dapat bertemu langsung dengan Bidang Hubungan Masyarakat SMKN 1 Gerokgak Banyupoh.Koordinasi secara langsung tersebut berjalan dengan lancar, selanjutnya bidang Humas langsung berkoordinasi dengan guru-gur di SMKN 1 Gerokgak Banyupoh dimana sasaran dari peserta penyuluhan 2 kelas yaitu kelas X dan XI dimana dengan masing-masing jurusan yaitu tataboga dan Akomodasi Perhotelan untuk proses peminjaman ruangan kegiatan serta penyediaan peserta penyuluhan tersebut. Setelah koordinasi tersebut dilakukan oleh kelompok bidang Sosial Budaya melakukan survey yang berkaitan dengan program kerja yang akan dilakukan. Hasil dari survey tersebut digunakan untuk penyusunan materi dalam kegiatan Penyuluhan Pariwisata Spiritual.
d. Biaya
No Jenis Barang Banyak Harga
1 Bingkisan Hadiah 8 x Rp.12.000 Rp.96.000
2 Air mineral 3 x Rp. 25.000 Rp. 75.000
Total Rp. 288.000
e. Pelaksanaan
Jadwal Kegiatan Program Penyuluhan Pariwisata Spiritual
Hari/Tanggal Jenis Kegiatan Waktu (WITA) Tempat Peserta
Senin 22 Agustus 2016 Penyuluhan Pariwisata Spiritual
12.00-14.00 Ruang Kelas Tata Boga
Siswa Kelas X dan XI Jurusan Tata Boga dan Akomodasi Perhotelan SMKN 1 Gerokgak Banyupoh f. Hasil
Program Penyuluhan Pariwisata Spiritual yang dilakukan di SMKN 1 Geokgak Banyupoh berlangsung secara sukses dan berjalan lancar. Seluruh peserta penyuluhan tersebut sangat antusias menyaksikan penyampaian materi-materi yang dibawakan oleh mahasiswa KKN bidang Sosial Budaya. Pengetahuan-pengetahuan baru dan tutor guiding yang diberikan oleh pemateri dapat diterima dengan semangat dan mudah untuk dipahami. Dengan bekal dari proses program penyuluhan ini diharapakan peserta edukasi ini dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan sebayanya sehingga tujuan dari penyelenggaraan penyuluhan ini dapat tercapai secara maksimal.
g. Hambatan
Dalam pelaksanaan ini hambatan yang di dapat adalah masih kurangnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya perkembangan yang ada di desa dan
kurang pengetahuan siswa-siswi SMKN 1 Gerokgak akan pemahaman pariwisata sehingga sulit untk memparkan materi lebih dalam lagi
3.4 Kegiatan Bidang Kesehatan Masyarakat