• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEN GUJI AN RESI STAN SI PAD A I N STALASI LI STRI K

Dalam dokumen MODUL I KARAKTERISTIK BEBAN LISTRIK (Halaman 47-52)

5 .1 . Pe n da h u lu a n

Bangunan gedung yang digunakan oleh m anusia haruslah m em punyai fungsi keselam at an, kenyam anan, kesehat an dan dan kem udahan. Persyar at an keselam at an sebagaim ana t er kandung di dalam Perat ur an Pem er int ah no 36 t ahun 2005 t ent ang Bangunan Gedung pasal 32 m eliput i per syar at an kem am puan bangunan gedung unt uk m endukung beban m uat an, sert a kem am puan bangunan gedung dalam m encegah dan m enanggulangi bahaya kebakaran dan bahaya pet ir .

Pem asangan inst alalasi pet ir har us dipasang pada gedung yang t er let ak secar a geografis m erupakan daerah sam bar an pet ir . Sist em penangkal pet ir yang dir ancang dan dipasang har us dapat m engur angi secar a nyat a r isiko ker usakan yang disebabkan sam bar an pet ir t erhadap bangunan gedung dan per alat an yang dipr ot eksinya, sert a m elindungi m anusia di dalam nya. Secara t eknis, t ahanan suat u elekt r oda pent anahan yang dihubungkan dengan sist em penangkal pet ir , har us m em punyai nilai r esist ansi yang sesuai dengan st andar yang dit ent ukan. Kar ena, bila t ahanan suat u gr ounding penangkal pet ir t er lalu besar , dikhawat ir kan t idak dapat dengan cepat m enyalur kan arus list r ik ke t anah, sehingga dapat m em bahayakan.

Selain inst alasi penangkal pet ir , inst alasi list r ik sangat harus diperhat ikan pada suat u bangunan gedung, hal ini t erkandung pada pasal 36 PP 36 t ahun 205. Pem asangan inst alasi list r ik harus sesuai dengan St andar Nasional I ndonesia ( SNI ) 04- 0225- 2000 at au yang lebih dikenal dengan nam a Per at ur an Um um I nst alasi List r ik ( PULI 2000) . Bahan dan per alat an yang dugunakan pada inst alasi list r ik suat u bangunan gedung, haruslah sesuai dengan st andar m inim al yang diper syarat kan, selain it u pem asangan inst alasi list r ik it u sendir i j uga harus sesuai dengan prosedur dan st andar yang ber laku.

Unt uk m enget ahui baik dan buruknya suat u sist em penget anahan inst alasi dan inst alasi list r ik suat u bangunan, per lu dilakukan pengukuran at au penguj ian t ahanan r esist ansi penget anahan dan isolasi inst alasi list r ik, yang dilakukan secar a ber kala dan berkesinam bungan.

5 .2 . PERCOBAAN 1

Pe n guk ur a n Tah a na n Pe n t a n ah a n I n st a la si

5 .2 .1 . D a sa r Te or i

Pengukuran t ahanan pent anahan dilakukan dengan m enggunakan m et ode t iga t it ik, di m ana t it ik per t am a m er upakan bat ang pent anahan yang akan diukur r esist ansinya, t it ik ke dua dan ket iga m er upakan bat ang pengent anahan bant u. Met oda t iga t it ik diperlihat kan pada gam bar ber ikut ini :

V

A

1 2 3

Gam bar 5.1. Pengukuran t ahanan pent anahan m et ode t iga t it ik

Bila t it ik 1 adalah elekt r oda bat ang penget anahan, t it ik 2 adalah bat ang elekt r oda bant u yang m erupakan elekt r oda pot ensial, sedangkan t it ik 3 adalah bat ang elekt r oda bant u yang m er upakan elekt r oda arus, m aka j ika diber ikan

t egangan arus bolak- balik dengan nilai konst an ant ar a t it ik 1 dan 3, sehingga m engalir kan arus

I

pada salur an t ersbut . Dan j ika t er j adi perbedaan beda pot ensial ant ar a t it ik 1 dan 2 sebesar

V

, m aka nilai t ahanan pent anahan pada elekt r oda 1 adalah :

I

V

R

x

=

( 5.1.)

Jarak opt im al yang paling baik unt uk m endapat kan nilai r esist ansi adalah 5 sam pai 10 m et er unt uk set iap elekt r oda, di m ana j arak ant ar a t it ik 1 dan 2 5 sam pai 10 m , begit u j uga j arak ant ara t it ik 2 dan 3 adalah 5 sam pai 10 m et er . Resist ansi pent anahan yang baik m enur ut st andart adalah kurang dar i 10 Ω, nam un pada pr akt eknya ser ing digunakan m aksim al 2 Ω.

5 .2 .2 . Tu j ua n Pe r coba a n

□ Dapat m elakukan penguj ian t ahanan pent anahan suat u inst alasi list rik □ Dapat m elakukan penguj ian t ahanan pent anahan suat u inst alasi pet ir

□ Dapat m enganalisa t ent ang perm asalahan pada t ahanan pent anahan

5 .2 .3 . Pe r a la t a n Ya n g D igun a k a n

19. Ear t h Resist ance Test er 20. Kabel penghubung 21. Pasak pent anahan

5 .2 .4 . Ga m ba r Ra ngk a ia n Pe r coba a n E P C x y merah kuning hijau

Gam bar 5.2 Diagram Rangkaian Pengukuran Pent anahan

5 .2 .5 . La ngk a h Ker j a

9. Rangkailah sem ua peralat an sesuai dengan gam bar percobaan di at as

10. Put ar lah saklar pada pengukuran t egangan pent anahan, j ika t egangan lebih dar i 10 V, pengukuran dihent ikan, kar ena t er j adi kesalahan pada inst alasi t er sebut .

11. Lanj ut kan pengukuran dengan nilai j arak x dan y yang ber var iasi, ant ar a 4 sam pai 7 m et er .

12. Cat at nilai r esist ansi pada t abel 5.1.

5 .2 .6 . H a sil Pe r coba a n

Tabel 5.1. Hasil pengukuran nilai t ahanan pent anahan

X 4 5 6 7

Y 4 5 6 7 4 5 6 7 4 5 6 7 4 5 6 7

Rx

Cat at an : x dan y dalam sat uan m et er

5 .3 . PERCOBAAN 2

Pe n gu k ur a n Tah a na n I sola si I n st a la si List r ik

5 .3 .1 . D a sa r Te or i

Resist ansi isolasi dari suat u isolasi didefinisikan sebagai r esist ansi ( dalam m egohm ) yang dit im bulkan oleh isolasi kar ena dit erapkan t egangan DC. Ar us yang dihasilkan disebut arus isolasi dan t erdir i dar i dua kom ponen yang ut am a, yait u ar us yang m engalir di dalam isolasi, yang t er dir i dar i arus kapasit ansi, arus dielekt r ik absorpsi, dan ar us konduksi t et ap. Kom ponen yang kedua adalah arus yang m engalir diat as perm ukaan isolasi, yang ser ing disebut sebagai arus bocor .

Teor i pengukur an r esist ansi isolasi dan absor psi dielekt r ik yait u ket ika suat u t egangan dc dar i suat u t egangan t inggi, inst rum en t est dc isolasi t iba-t iba diiba-t er apkan pada isolasi, arus isolasi akan m ulai pada suaiba-t u nilai yang t inggi, secar a ber angsur - angsur berkur ang, dan akhir nya m encapai level off kenilai yang st abil. Resist ansi isolasi aw al yang r endah disebabkan oleh arus kapasit ansi charging aw al yang t inggi. Arus kapasit ansi ini dengan cepat ber kur ang ke suat u nilai yang dapat diabaikan ( pada um um nya 15 det ik) . Resist ansi isolasi aw al yang r endah sebagian disebabkan oleh arus absor psi dielekt r ik awal yang t inggi. Arus ini j uga berkurang ber dasar kan wakt u, t et api lebih secara ber angsur - angsur , m em but uhkan dar i 10 m enit sam pai beber apa

j am unt uk m encapai nilai yang dapat diabaikan. Resist ansi isolasi ber var iasi sepert i halnya ket ebalan dan kebalikannya sebagai ar ea isolasi yang diuj i. Suat u kurva yang diplot ant ar a ar us isolasi dan w akt u ( at au r esist ansi isolasi dan wakt u ) dikenal sebagai kur va dielekt r ik absor si.

PUI L 2000 m ensyarat kan nilai r esist ansi isolaso m inim um adalah sebagai ber ikut :

No Tegangan Norm al Rangkaian Tegangan Uj i DC Resist ansi I solasi

1 Tegangan ekst r a r endah 250 V

≥0,25

2 Tegangan sam pai 500 V 500 V

≥0,5

3 Tegangan di at as 500 V 1000 V

≥0,1

5 .3 .2 . Tu j ua n Pe r coba a n

□ Dapat m elakukan penguj ian t ahanan isolasi suat u inst alasi list r ik

□ Dapat m enganalisa t ent ang perm asalahan pada t ahanan isolasi

5 .3 .3 . Pe r a la t a n Ya n g D igun a k a n

1. I nsulasion Test er Digit al 2. Kabel penghubung 3. Penunj uk wakt u ( j am ) 5 .3 .4 . Ga m ba r Ra ngk a ia n Pe r coba a n Sumber Listrik Sistem Instalasi Listrik

Gam bar 5.3 Diagram Rangkaian Pengukuran t ahanan isolasi

5 .3 .5 . La ngk a h Ker j a

1. Siapkan sem ua peralat an yang digunakan

2. Mat ikan sum ber list r ik ut am a, dengan m enurunkan t uas MCB

3. Lakukan pengukur an sesuai dengan gam bar per cobaan, unt uk hubungan ant ar a saluran fasa dengan net ral

4. Lanj ut kan pengukuran ant ar a saluran fasa dengan salur an fasa yang lain 5. Cat at nilai r esist ansi pada t abel 5.2.

5 .3 .6 . H a sil Pe r coba a n

Tabel 5.2. Hasil pengukuran nilai t ahanan isolasi

No Wakt u Tahanan Fasa - Net ral Tahanan Fasa – Fasa

R- N S- N T- N R- S S- T T- R

1 1 m enit 2 10 m enit 3 15 m enit

Dalam dokumen MODUL I KARAKTERISTIK BEBAN LISTRIK (Halaman 47-52)

Dokumen terkait