SOP No.Dokumen : 800/540/UKP/UPT Py Tahun 2016 No. Revisi : Tanggal Terbit : 18-11-2016 Halaman : 1/5 UPT. KESMAS PAYANGAN
dr. I.G.N Gede Putra NIP.198010312009031003
1.Pengertian
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit
Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel
darah merah manusia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
2.Tujuan Sebagai acuan tatalaksana penderita Malaria sesuai standarterapi
3.Kebijakan Penerapan standar terapi di Puskesmas
4.Referensi
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5.Penyebab
Ada 4 jenis plasmodium yang menyebabkan penyakit pada manusia, yaitu:
Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale dan
Plasmodium malariae.
6.Gambaran Klinis Keluhan :
1. Keluhan utama pada malaria tanpa komplikasi: demam, menggigil,berkeringat dapat disertai sakit kepala, mual, muntah diare dan nyeriotot atau pegal-pegal.
2. Gejala pada malaria dengan komplikasi (malaria berat): gangguankesadaran, keadaan umum yang lemah, kejang–kejang, panas sangattinggi, perdarahan, warna air seni seperti teh tua dan gejala lainnya.
3. Malaria falciparum yang sering menyebabkan terjadinya malariadengan komplikasi (malaria berat)
Pemeriksaan Fisik Tanda Patognomonis a. Pada periode demam:
1. Kulit terlihat memerah, teraba panas, suhu tubuh meningkat dapatsampai di atas 40OC dan kulit kering.
2. Pasien dapat juga terlihat pucat. 3. Nadi teraba cepat
4. Pernapasan cepat (takipnue) b. Pada periode dingin dan berkeringat:
1. Kulit teraba dingin dan berkeringat. 2. Nadi teraba cepat dan lemah.
3. Pada kondisi tertentu bisa ditemukan penurunan kesadaran.
Kepala : Konjungtiva anemis, sklera ikterik, bibir sianosis, dan pada malaria serebral dapat ditemukan kaku kuduk.
Abdomen : Teraba pembesaran hepar dan limpa, dapat juga ditemukan asites.
Ginjal : bisa ditemukan urin berwarna coklat kehitaman, oligouri atau anuria.
Ekstermitas : akral teraba dingin merupakan tanda-tanda menuju syok.
7.Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan dengan mikroskop
Merupakan Gold standard untuk diagnosis pasti malaria. Dilakukandengan menemukan parasit dalam pulasan darah yang diwarnai Giemsa dan diperiksa dengan mikroskop. Pemeriksaan mikroskop dilakukan dengan membuat sediaan darah tebal dan tipis.
2. Rapid Diagnostik Test (RDT) dengan mekanisme kerja
berdasarkan deteksi antigen parasit malaria, yang bermanfaat digunakan pada unit gawat darurat, saat kejadian luar biasa dan daerah terpencil yang tidak terdapat fasilitas laboratorium. Pemeriksaan ini hanya digunakan pada fasilitas kesehatan yang tidak ada pemeriksaan mikroskopis dan dalam keadaan pasien dicurigai dengan malaria berat.
8.Diagnosa
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis (Trias Malaria: panas – menggigil – berkeringat), pemeriksaan fisik, dan ditemukannya parasit plasmodium pada pemeriksaan mikroskopis hapusan darah tebal/tipis. Klasifikasi
a. Malaria falsiparum, ditemukan Plasmodium falsiparum. b. Malaria vivaks ditemukan Plasmodium vivax.
c. Malaria ovale, ditemukan Plasmodium ovale.
d. Malaria malariae, ditemukan Plasmodium malariae. e. Malaria knowlesi, ditemukan Plasmodium knowlesi. Diagnosis Banding
a. Demam Dengue b. Demam Tifoid c. Leptospirosis
d. Infeksi virus akut lainnya
9.Penatalaksanaan Penatalaksanaan
a. Pengobatan malaria falsiparum
1. Lini pertama: dengan Fixed Dose Combination = FDC yang terdiri dari Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP) tiap tablet mengandung 40 mg Dihydroartemisinin dan 320 mg Piperakuin.
Untuk dewasa dengan Berat Badan (BB) sampai dengan 59 kg diberikan DHP peroral 3 tablet satu kali per hari selama 3 hari dan Primakuin 2 tablet sekali sehari satu kali pemberian, sedang untuk BB >.60 kg diberikan 4 tablet DHP satu kali sehari selama 3 hari dan Primaquin 3 tablet sekali sehari satu kali pemberian.
- Dosis DHA = 2-4 mg/kgBB (dosis tunggal), - Piperakuin = 16-32mg/kgBB (dosis tunggal), - Primakuin = 0,75 mg/kgBB (dosis tunggal). 2. Lini kedua: Pengobatan malaria falsiparum yang
Kina + Doksisiklin/ Tetrasiklin + Primakuin.
- Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/ hari selama 7 hari),
- Doksisiklin = 3,5 mg/kgBB per hari (dewasa, 2x/hr selama7 hari) , 2,2 mg/ kgBB/hari ( 8-14 tahun, 2x/hr selama7 hari),
- Tetrasiklin = 4-5 mg/kgBB/kali (4x/hr selama 7 hari).
b. Pengobatan malaria vivax dan ovale
1. Lini pertama: Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP), diberikan peroral satu kali per hari selama 3 hari, primakuin= 0,25mg/kgBB/hari (selama 14 hari). 2. Lini kedua: Pengobatan malaria vivax yang tidak
respon terhadap pengobatan DHP.
Kina + Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/hrselama 7 hari), Primakuin = 0,25 mg/kgBB (selama 14 hari).
3. Pengobatan malaria vivax yang relaps (kambuh):
- Diberikan lagi regimen DHP yang sama tetapi dosis primakuinditingkatkan menjadi 0,5 mg/kgBB/hari.
- Dugaan relaps pada malaria vivax adalah apabila pemberian Primakiundosis 0,25 mg/kgBB/hr sudah diminum selama 14 hari dan penderitasakit kembali dengan parasit positif dalam kurun waktu 3 minggusampai 3 bulan setelah pengobatan.
c. Pengobatan malaria malariae
Cukup diberikan DHP 1 kali perhari selama 3 hari dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan tidak diberikan Primakuin.
d. Pengobatan infeksi campuran antara malaria falsiparum dengan malariavivax/malaria ovale dengan DHP.Pada penderita dengan infeksi campuran diberikan DHP 1 kali per hariselama 3 hari, serta DHP 1 kali per hari selama 3 hari serta Primakuindosis 0,25 mg/kgBB selama 14 hari.
e. Pengobatan malaria pada ibu hamil
1. Trimester pertama diberikan Kina tablet 3x 10mg/ kg BB + Klindamycin10mg/kgBB selama 7 hari. 2. Trimester kedua dan ketiga diberikan DHP tablet
selama 3 hari.
f. Pencegahan/profilaksis digunakan Doksisiklin 1 kapsul 100 mg/haridiminum 2 hari sebelum pergi hingga 4 minggu setelah keluar/pulangdari daerah endemis. Kriteria Rujukan
a. Malaria dengan komplikasi
b. Malaria berat, namun pasien harus terlebih dahulu diberi dosis awalArtemisinin atau Artesunat per Intra Muskular atau Intra Vena dengan dosis awal 3,2mg /kg BB
10.Diagram Alir
11.Unit Terkait 1. Poli Umum
2. UGD
3. Puskesmas Pembantu 4. Puskesmas Keliling
12.Dokumen Terkait 1. Rekam Medis
2. Catatan tindakan. 13.Rekaman Historis
Perubahan No. Yang diubah Isi perubahan Tanggalmulaidiberlakukan
Anamnesa dan pemeriksaan fisik Pemeriksa an penunjang Ya Tidak Bisa dikerjakan puskesmas Ya Tidak Ruju k Diagnosa Kerjadan Diagnosa Banding Bisa ditangani di puskesma s Ya Tidak Rawat jalan Rawat inap Memenuhi kriteria rujukan Ya Tidak Kk Ruju k
PENANGANAN DEMAM DENGUE