Persentase Luas Lahan Kritis Perkecamatan Kab. Pessel Tahun 2010
PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR
No Jenis Kendaraan Jumlah Keterangan
1 Mobil Rescue 1 Bantuan BNPB
2 Kendaraan Roda Dua 2 Bantuan BNPB
3 Perahu karet 1 Bantuan BNPB
4 Chaen saw mini 1 Bantuan BNPB
5 Komputer 2 Bantuan BNPB
6 Alat-alat rescue 1 Bantuan BNPB
TOTAL 8 Bantuan BNPB
Perbandingan dengan baku mutu
1. PP RI No. 4 Tahun 2001 tentang Pengendalian Kerusakan dan atau Pencemaran Lingkungan Hidup yang berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan atau lahan. 2. Kepmen LH Nomor 11 Tahun 2006 tentang Jenis Rencana Usaha atau Kegiatan
yang wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
3. Kepmen LH Nomor 12 Tahun 2007 tentang Dokumen Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Bagi Usaha dan/atau kegiatan yang tidak memiliki Dokumen Pengelolaan Lingkungan.
Perbandingan nilai antar lokasi dan antar waktu
Bencana alam yang terjadi disebabkan oleh faktor alam topografi daerah Kabupaten Pesisir Selatan yang terdiri dari perbukitan, lembah dan panjang sungai dan pantai, di tambah lagi dengan akses jalan hanya satu memanjang dari Kecamatan Koto XI Tarusan sampai dengan Kecamatan Lunang Silaut.
Koto XI Tarusan Bayang IV Nagari Bayang Utara IV Jurai Batang Kapas Sutera Ranah Pesisir Pancung Soal Luas Mengungsi GAMBAR 2.48
BENCANA ALAM BANJIR KAB. PESSEL
Sumber : Kantor Kesbang Linmas Kab. Pessel
Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa bencana banjir yang terjadi di daerah Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2010 paling luas terkena banjir terdapat di daerah Kecamatan Koto XI Tarusan dengan luas 350 ha dan Kecamatan Bayang seluas 200 ha, yang paling sedikit luasan banjir terdapat di Kecamatan IV Jurai seluas 2 ha.
Koto XI Tarusan Bayang Utara Sutera
Kerugian
GAMBAR 2.49
BENCANA ALAM LONGSOR KAB. PESSEL
Sumber : Kantor Kesbang Linmas Kab. Pessel
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa korban bencana alam longsor belum ada namun kerugian materi yang dicapai cukup tinggi. Bencana Longsor ini terjadi disebabkan oleh penebangan liar dan lahan kritis terjadi dari kebakaran hutan dan lahan.
Koto XI Tarusan IV Jurai Batang Kapas Sutera
Luas Kerugian
GAMBAR 2.50
BENCANA ALAM KEBAKARAN KAB. PESSEL
Sumber : Kantor Kesbang Linmas Kab. Pessel
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa Kecamatan Batang Kapas paling luas terjadi kebakaran, kemudian diikuti oleh Kecamatan Koto XI Tarusan dan paling sedikit Kecamatan IV Jurai.
Pada tahun 2004 telah terjadi bencana alam Badai angin puting beliung di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Sutera, IV Jurai dan Koto XI Tarusan. Bencana alam disebabkan oleh banjir telah terjadi 11 kali, diantaranya kecamatan Ranah Pesisir 1 kali, Kecamatan Lengayang 2 kali, kecamatan Sutera 1 kali, Kecamatan Batang Kapas 5 kali, Kecamatan IV Jurai 2 kali. Bencana alam Kebakaran telah terjadi sebanyak 11 kali, diantaranya kecamatan Pancung Soal 3 kali, kecamatan Sutera 2
kali dan Kecamatan Koto XI Tarusan 1 kali. Bencana Alam longsor terjadi 1 kali dikecamatan Koto XI Tarusan.
3 11 11 1 Badai Banjir Kebakaran Longsor Tabel 2.51
Bencana Alam Kab. Pesisir Selatan Tahun 2004
Sumber : Dinas Sosial, KB dan PP Kab. Pessel
Pada tahun 2005 telah terjadi bencana alam banjir sebanyak 9 kali di empat kecamatan, diantaranya Kecamatan Linggo Sari Baganti sebanyak 2 kali, kecamatan Ranah Pesisir Sebanyak 2 kali, kecamatan Sutera 3 kali dan Kecamatan Batang Kapas sebanyak 2 kali. Bencana alam Kebakaran lahan dan hutan sebanyak 10 kali di 6 kecamatan, diantaranya kecamatan Pancung Soal 1 kali, Kecamatan Linggo Sari Baganti sebanyak 3 kali, Kecamatan Ranah Pesisir 2 kali, Kecamatan Lengayang 1 kali, kecamatan Sutera 2 kali dan Kecamatan Batang Kapas 1 kali.
0 9 10 1 Badai Banjir Kebakaran Longsor Tabel 2.52
Bencana Alam Kab. Pesisir Selatan Tahun 2005
Sumber : Dinas Sosial, KB dan PP Kab. Pessel
Pada tahun 2007 tanggal 12 September jam 18.00 wib telah terjadi gempa besar dengan kekuatan 7,9 SR berpusat di Provinsi Bengkulu. Telah menelan korban sebanyak 4 jiwa, luka ringan 1 orang, fasilitas umum rusak berat 18 buah, Rusak sedang 10 buah, dan rusak ringan 13, Rumah ibadah yang rusak berat 41 buah, rusak sedang 92 buah dan rusak ringan sebanyak 53 buah. Perkantoran rusak berat 10 buah, rusak sedang 3 buah dan rusak ringan 5 buah., Sekolah rusak berat 25 buah, rusak sedang 33 buah dan rusak riingan 33 buah.
Rumah rusak berat sebanyak 3.590 buah, rusak sedang 4.891 buah dan rusak ringan sebanyak 5.594 buah.
Pada tahun 2009 telah terjadi bencana alam gempa bumi dengan kekuatan 7,9 SR pada tanggal 30 September 2009 pada pukul 17.00 wib, dengan kerugian adalah sebagai berikut : meninggal dunia sebanyak 9 orang, luka berat 7 orang dan luka ringan 20 orang. Kerusakan rumah, rusak berat sebanyak 2.173 buah, rusak sedang 5.410 buah, rusak ringan 11.388 buah. Kerusakan sarana ibadah rusak berat adalah 14, rusak sedang 67 buah dan rusak ringan adalah 48 buah. Sekolah yang rusak berat adalah 12, rusak sedang 39 buah dan rusak ringan adalah 19 buah. Sarana Kesehatan yang rusak berat adalah 7 buah, rusak sedang 6 buah dan rusak ringan sebanyak 14 buah. Sarana Kantor pemerintahan yang rusak berat adalah sebanyak 4, rusak sedang 11 dan rusak ringan 2 buah. Jalan yang rusak berat ada 4 buah, rusak sedang 1 buah dan rusak ringan 2 buah. Jembatan rusak berat tidak ada, rusak sednag 1 buah dan rusak ringan 1 buah. Fasilitas umum lain yang rusak berat adalah 27 buah, rusak sedang 15 buah dan rusak ringan 26 buah.
III-A KEPENDUDUKAN
Penduduk Pesisir Selatan saat ini bervariasi, yang tersebar pada 12 kecamatan dan 76 nagari 359 kampung. Jumlah penduduk Kabupaten Pesisir Selatan sebesar 452.344 jiwa dengan laju pertumbuhan tahunan 3.7 %. Laju pertumbuhan ini juga relatif berbeda antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya. Kecamatan dengan laju pertumbuhan terendah adalah Kecamatan Lunang Silaut sebesar 0.11 %, sedangkan laju pertumbuhan tertinggi terdapat pada Kecamatan Lengayang yaitu sebesar 1,29 %.
Tingkat kesejahetaraan penduduk berdasarkan indikator yang ada terjadi peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Angka harapan hidup, angka kematian ibu melahirkan dan jumlah keluarga miskin menunjukan kecenderungan yang menggembirakan.
Tabel 3.1
Data Tingkat Kesejahteraan Penduduk
Indikator 2006 2007 2008 2009
KK Miskin 41.414 38.480 30.649 29.117
Angka Kematian Bayi 21 22 13 13
Angka Kematian Ibu Melahirkan 73 193 226 151
Angka Harapan Hidup 66.7 67.7 67.8 68.1
Sumber : Bappeda Kabupaten Pesisir Selatan
Dilihat dari tabel diatas memperlihatkan bahwa adanya peningkatan kesejahteraan penduduk dari tahun 2006 sampai tahun 2009, perbaikan indikator sosial tersebut antara lain dipengaruhi oleh kegiatan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat sehingga mampu mendorong terjadinya transformasi sosial dan peningkatan ekonomi keluarga. Persentase KK miskin dari tahun 2006 sampai tahun 2009 telah terjadi penurunan sebanyak 12.29 %.
Peningkatan kesejahteraan penduduk tidak terlepas dari peningkatan perekonomian yang ada beberapa sektor. Potensi unggulan daerah dalam kurun waktu beberapa
tahun terakhir sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar bagi pembentukan PDRB daerah, yakni diatas angka 30 persen lebih. Beberapa Potensi pertanian padi sawah, pada tahun 2009 Pemerintah telah melakukan upaya meningkatkan produksi padi, mulai dari peningkatan penggunaan bibit bermutu, perbaikan jaringan irigasi desa, optimalisasi penggunaan lahan (OPL), pembukaan/percetakan lahan sawah baru sampai dengan penerapan paket teknologi serba guna.
Kependudukan merupakan faktor penting yang mempengaruhi perkembangan suatu wilayah. Penduduk menjadi penggerak aktifitas dan kelangsungan pembangunan dan sekaligus merupakan subjek pembangunan yang sangat menetukan kemajuan wilayah. Jumlah penduduk Kabupaten Pesisir Selatan cenderung meningkat dari tahun ke tahun walaupun kenaikan tidak terlalu signifikan, pertumbuhan penduduk cenderung naik. Laju pertumbuhan penduduk relatif berbeda antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya.
Tabel 3.2
Kepadatan dan Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Pesisir Selatan
No. Kecamatan Luas (km2) Penduduk Jumlah Pertumbuhan Penduduk Kepadatan Penduduk/Km2 1 Koto XI Tarusan 425.63 54,481 0.23 128.00 2 Bayang 250.74 45,329 0.40 180.78 3
IV Nagari Bayang Utara
77.50 8,469 1.29 109.28 4 IV Jurai 373.80 44,892 0.27 120.10 5 Batang Kapas 359.07 32,919 0.28 91.68 6 Sutera 445.65 45,531 0.22 102.17 7 Lengayang 590.60 55,652 0.17 94.23 8 Ranah Pesisir 564.39 33,175 0.18 58.78 9 Linggo Sari Baganti
315.41 42,971 0.32 136.24 10 Pancung Soal
740.10 35,069 0.14 47.38 11 Basa IV Balai Tapan
677.50 25,208 0.15 37.21 12 Lunang Silaut
929.50 28,648 0.11 30.82 Total
5,749.89 452,344 3.748 78.67 Sumber : BPS dan Dinas Pencatatan Sipil Kab. Pessel
Tabel 3.2 menjelaskan bahwa persentase jumlah penduduk yang terbesar adalah berada di Kecamatan Lengayang dengan 12.30 %, sedangkan jumlah penduduk terkecil ada di Kecamatan Bayang Utara dengan persentase 1.87 %. Kepadatan penduduk tercatat sekitar 78.67 kilo meter persegi. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi kenaikan. Kecamatan yang mempunyai kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Bayang deengan kepadatan 180,78 jiwa perkilometer persegi dan kepadatan penduduk terkecil adalah Kecamatan Lunang Silaut dengan kepadatan penduduk 30,82 jiwa perkilo meter persegi. Pertumbuhan penduduk pertahun mencapai 3,7%. Persentase pertumbuhan penduduk ada di Kecamatan Bayang Utara sebesar 1,29% dan persentase terkecil ada di Kecamatan Lunang Silaut sebesar 0,11%.
Gambar 3.1
Jumlah Penduduk Tahun 2010
Sumber : BPS dan Dinas Pencatatan Sipil Kab. Pesisir Selatan
Gambar diatas menunjukan bahwa jumlah penduduk tertinggi ada di Kecamatan Lengayang dengan jumlah 55.652 jiwa, jumlah penduduk terkecil di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara sebesar 8.469 jiwa.
Tabel 3.3
Jumlah Nagari dan Kampung per Kecamatan Tahun 2010
NO KECAMATAN NAGARI KAMPUNG
1 Koto XI Tarusan 12 34
2 Bayang 4 32
3 IV Nagari Bayang Utara*) 4 15
4 IV Jurai 6 27
5 Batang Kapas 5 23
6 Sutera 4 27
7 Lengayang 9 45
8 Ranah Pesisir 4 26
9 Linggo Sari Baganti 7 40
10 Pacung Soal 7 32
11 Basa IV Balai Tapan 8 22
12 Lunang Silaut 5 36
Jumlah 76 359
Sumber :Bappeda Kabupaten Pesisir Selatan
Pada tahun 2010 terjadi pemekaran nagari berdasarkan Peraturan Daerah Tahun 2009, maka nagari yang ada didaerah Kabupaten Pesisir Selatan dari 37 Nagari menjadi 76 nagari. Nagari terbanyak ada di Kecamatan Koto XI Tarusan dengan 12 nagari, kemudian Kecamatan Lengayang 9 nagari dan terkecil Kecamatan Bayang, IV Nagari Bayang Utara, Sutera dan Ranah Pesisir masing-masing 4 nagari.
Tabel 3.4
Jumlah Penduduk Laki-laki Menurut Golongan Umur
N0 Umur Tarusan Bayang Bayu IV Jurai Btng Kapas Sutera Lengay ang Ranah Pesisir Linggo Sari Baganti Pancu ng Soal Basa IV Balai Tapan Lunang Silaut 1 0-14 7,272 6,050 1,130 5,993 4,394 6,078 7,430 4,441 5,737 4,682 3,365 3,824 2 15-19 2,132 1,773 331 1,756 1,288 1,781 2,177 1,286 1,681 1,372 986 1,121 3 20-39 6,628 5,615 1,049 5,560 4,190 5,639 6,893 6,109 5,333 4,343 3,123 3,549 4 40-54 3,075 2,558 478 2,254 1,858 2,570 3,141 1,872 2,425 1,980 1,422 1,517 5 55-64 719 598 112 592 434 601 734 438 567 463 332 378 6 65 + 1,360 1,132 212 1,121 822 1,173 1,389 828 1,073 875 629 715 Sumber : BPS dan Dinas Pencatatan Sipil Kab. Pessel
Keterangan : Olahan Tabel DE-2
Tabel 3,4 menunjukan bahwa jumlah penduduk laki-laki dibandingkan dengan jumlah perempuan lebih sedikit. Jumlah penduduk laki-laki produktif lebih banyak pada usia
Ranah Pesisir 6.109 jiwa. Yang paling sedikit produktif ada di Kecamatan Bayang Utara 1.049 jiwa.
Tabel 3.5
Jumlah Penduduk Perempuan Menurut Golongan Umur
N0 Umur Tarusan Bayan g Bayu IV Jurai Btng Kapas Sutera Lengay ang Ranah Pesisir Linggo Sari Baganti Pancung Soal Basa IV Balai Tapan Lunan g Silaut 1 0-14 10,909 9,073 1,696 8,989 6,592 91,117 11,143 6,661 8,604 7,022 5,048 5,736 2 15-19 3,197 2,660 497 2,634 1,932 2,672 3,266 1,929 2,522 2,059 1,480 1,681 3 20-39 9,942 8,422 1,573 8,341 6,284 8,459 10,340 9,163 7,999 6,515 4,684 5,323 4 40-54 4613 3,838 717 3,380 2788 3855 4712 2809 3638 2969 2134 2426 5 55-64 1,078 897 168 889 652 901 1,102 657 851 694 499 567 6 65 + 2,040 1,689 317 181 1,232 1,705 2,083 1,242 1,610 1,313 944 1,072 Sumber : BPS dan Dinas Pencatatan Sipil Kab. Pessel
Keterangan : Olahan Tabel DE-3
Tabel 3.5 menunjukan bahwa jumlah penduduk perempuan Produktif pada usia 20-39 tahun paling banyak terdapat di Kecamatan Lengayang dengan jumlah 10.340 jiwa, kemudian disusul Kecamatan Koto XI Tarusan 9.942 jiwa dan Ranah Pesisir dengan 9.163 jiwa. Olahan Tabel DE-4 menjelaskan bahwa Jumlah penduduk migrasi cenderung didominasi oleh penduduk perempuan dibandingkan dengan penduduk laki-laki, hal ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki.
Tabel 3.6
Jumlah Penduduk di Laut dan Pesisir
N0
Jumlah Nagari Kecamatan Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga
1 10 Koto XI Tarusan 54,481 11,335 2 2 Bayang 45,329 9,993 3 5 IV Jurai 44,892 10,416 4 4 Batang Kapas 32,919 7,328 5 4 Sutera 45,531 11,053 6 9 Lengayang 55,652 13,351 7 4 Ranah Pesisir 33,175 7,794 8
5 Linggo Sari Baganti 42,971 10,247 9
5 Lunang Silaut 28,648 7,741 Sumber : BPS dan Dinas Pencatatan Sipil Kab. Pessel
Keterangan : Olahan Tabel DE-5
Dari tabel diatas diketahui bahwa jumlah masyarakat yang tinggal didaerah pesisir ada 9 kecamatan dari 12 kecamatan, hanya 3 kecamatan yang tidak tinggal di pinggir
pantai seperti Kecamata Bayang Utara, Kecamatan Pancung Soal dan Kecamatan Basa IV Balai Tapan.
Tabel 3.7
Jumlah Penduduk Laki-laki menurut Pendidikan
N0 Pendidikan 5-6 7-12 13-15 16-18 19-24 1 Tidak Sekolah 453 521 211 765 163.654 2 SD 0 25,562 0 0 0 3 SLTP 0 0 10,264 0 0 4 SLTA 0 0 0 7,509 0 5 Diploma 0 0 0 0 1,115 6 Universitas 0 0 0 0 2,500
Sumber : Dinas Pendidikan dan BPS Kab. Pessel
Keterangan : Olahan Tabel DS-1
Menghadapi abad milenium ini, faktor pendidikan memegang peranan yang penting untuk menghasilkan kualitas manusia yang prima. Untuk itu penduduk perlu dibekali dengan modal pendidikan yang memadai, sehingga menghasilkan kualitas SDM yang cukup dapat diandalkan dan diharapkan nantinya dapat mempercepat proses laju pembangunan, khususnya daerah Kabupaten Pesisir Selatan.
Tabel 3.8
Jumlah Penduduk Perempuan menurut Pendidikan
N0 Pendidikan 5-6 7-12 13-15 16-18 19-24 1 Tidak Sekolah 551 688 489 980 166.168 2 SD 0 38,342 0 0 0 3 SLTP 0 0 15,395 0 0 4 SLTA 0 0 0 13.601 0 5 Diploma 0 0 0 0 1.120 6 Universitas 0 0 0 0 2.263
Sumber : Dinas Pendidikan dan BPS Kab. Pessel
Keterangan : Olahan Tabel DS-2
Jumlah penduduk perempuan yang bersekolah dan tidak sekolah seperti tabel di atas lebih banyak dibandingkan dengan penduduk laki-laki yang bersekolah. Peningkatan jumlah penduduk ini dapat dipadang sebagai potensi sumber daya manusia, namun
Tabel 3.9
Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan Menurut Pendidikan Tertinggi
N0 Pendidikan
Laki-laki Perempuan
1 Tidak Pernah sekolah 322 788
2 Tidak Sekolah 4.376 5.093 3 SD 3.800 3.198 4 SLTP 2.946 2.509 5 SLTA 134 349 6 Diploma 544 208 7 S1 828 203 8 S2 36 37 9 S3 19 19
Sumber : Dinas Pendidikan dan BPS Kab. Pessel
Keterangan : Olahan Tabel DS-3, Tabel DS-4
Persentase pendidikan tertinggi daerah Pesisir Selatan masih rendah dibandingkan dengan daerah lain, untuk perguruan tinggi S1 sudah mencapai 828 orang, S2 36 orang dan S3 19 orang. Jumlah peduduk laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan, namun untuk bidang pendidikan, laki-laki berbanding terbalik dengan perempuan.
Tabel 3.10
Jumlah Sekolah menurut Kecamatan
N0 Sekolah Trsn Byg Byg Utr IV Jurai Btg Kps Suter a Legyg Kbg Ranh Pssr LSB Tapa n Lusi 1 SD 45 42 10 37 34 36 51 31 39 27 21 27 2 SLTP 10 5 3 7 4 7 6 5 7 8 3 7 3 SLTA 5 3 3 7 2 2 6 5 3 3 2 3 Jumlah 60 50 16 51 40 45 63 41 49 38 27 37
Sumber : Dinas Pendidikan dan BPS Kab. Pessel
Keterangan : Olahan Tabel DS-5
Bila dilihat dari sarana pendidikan yang ada, dari tahun ke tahun tidak banyak mengalami perubahan, sampai dengan tahun 2010 ini di Kabupaten Pesisir Selatan terdapat Taman Kanak-kanak sebanyak 118 unit, Sekolah Dasar 408 unit yang terdiri dari 17 unit Madrasah Ibtidiyah dan SD negeri 391 unit, Sekolah Menengah Pertama 89 unit terdiri dari SMP sebanyak 61 unit dan MTsN sebanyak 28 unit, Sekolah Menengah Atas 46 unit, terdiri dari SMU 21 unit, kejuruan 14 unit dan madrasah aliayah 11 unit.
Perbandingan nilai antar lokasi dan antar waktu Tabel 3.11
Jumlah Penduduk berdasarkan tahun
Sumber : Bappeda dan BPS Kab. Pessel
Tabel 3.11 menunjukan bahwa dari tahun 2007 ke tahun 2008 terjadi kenaikan pertambahan penduduk sebanyak 1.17%, tahun 2008 ke tahun 2009 2.09%, tahun 2009 ke tahun 2010 sebanyak 2.28%.
Tabel 3.12
Data Keluarga Miskin Per Kecamatan Kab. Pesisir Selatan Tahun 2007 s/d 2009
J
Sumber : Bappeda Kabupaten Pesisir Selatan
KECAMATAN 2007 2008 2009 2010
Koto XI Tarusan 51.573 52.179 53.226 54,481
Bayang 8.034 8.128 8.280 45,329
IV Nagari Bayang Utara 43.104 43.611 44.318 8,469
IV Jurai 42.322 42.820 43.391 44,892
Batang Kapas 31.159 31.525 32.185 32,919
Sutera 42.887 43.391 44.516 45,531
Lengayang 52.739 53.359 54.411 55,652
Ranah Pesisir 31.394 31.763 32.453 33,175 Linggo Sari Baganti 40.736 41.215 42.013 42,971
Pancung Soal 33.285 33.676 34.287 35,069
Basa IV Balai Tapan 23.904 24.185 24.646 25,208 Lunang Silaut 27.011 27.329 28.009 28,648 Total 428.148 433.181 442.257 452,344
KECAMATAN 2007 2008 2009
Koto XI Tarusan 3.205 3.206 3.046
Bayang 3.707 3.415 3.244
IV Nagari Bayang Utara 992 985 936
IV Jurai 2.643 3.027 2.876
Batang Kapas 2.219 2.115 2.009
Sutera 5.353 2.930 2.784
Lengayang 4.271 3.781 3.592
Ranah Pesisir 2.301 2.227 2.116
Linggo Sari Baganti 4.942 2.499 2.374
Pancung Soal 4.005 2.636 2.504
Basa IV Balai Tapan 2.160 2.003 1.903
Lunang Silaut 2.680 1.825 1.734
Tabel diatas menunjukan bahwa telah terjadi penurunan jumlah Keluarga Miskin tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 sebanyak kurang lebih dari 30%, hal ini telah merupakan prestasi daerah memperbaiki tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Analisis statistik sederhana
Tabel 3.13
Analisis Jumlah Penduduk berdasarkan tahun
Sumber : Dinas catatan Sipil Kab. Pessel
Analisis statistik Kependudukan pada tahun 2007 adalah :
Jumlah Penduduk Maksimum adalah kecamatan Lengayang sebesar 52.215 jiwa Jumlah Penduduk minimum adalah Kecamatan Bayang sebesar 7.978 jiwa Rata – rata jumlah penduduk pada tahun 2007 adalah 35.300 jiwa. Analisis statistik Kependudukan pada tahun 2008 adalah :
Jumlah Penduduk Maksimum adalah kecamatan Lengayang penduduk 52.739 jiwa Jumlah Penduduk minimum adalah Kecamatan Bayang penduduk 8.034 jiwa Rata – rata jumlah penduduk pada tahun 2008 adalah 35.679 jiwa
Analisis statistik Kependudukan pada tahun 2009 adalah :
Jumlah Penduduk Maksimum adalah kecamatan Lengayang sebesar 53.359 jiwa
KECAMATAN 2007 2008 2009 2010 Koto XI Tarusan 51.067 51.573 52.179 54,481 Bayang 7.978 8.034 43.611 45,329 IV Nagari Bayang Utara 42.804 43.104 8.128 8,469 IV Jurai 41.738 42.322 42.820 44,892 Batang Kapas 30.850 31.159 31.525 32,919 Sutera 42.254 42.887 43.391 45,531 Lengayang 52.215 52.739 53.359 55,652 Ranah Pesisir 31.084 31.394 31.763 33,175 Linggo Sari Baganti 40.332 40.736
41.215 42,971 Pancung Soal 32.988 33.285
33.676 35,069 Basa IV Balai Tapan 23.667 23.904
24.185 25,208 Lunang Silaut 26.635 27.011
27.329 28,648 Total 423.609 428.148 433.181 452,344
Jumlah Penduduk minimum adalah pada Kecamatan Bayang sebesar 8.128 jiwa Rata – rata jumlah penduduk pada tahun 2009 adalah 36.098 jiwa
Analisis statistik Kependudukan pada tahun 2010 adalah :
Jumlah Penduduk Maksimum adalah kecamatan Lengayang sebesar 55.652 jiwa Jumlah Penduduk minimum adalah Kecamatan Bayang sebesar 8.469 jiwa Rata – rata jumlah penduduk pada tahun 2010 adalah 64.121 jiwa
III-B PERMUKIMAN
Pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang memberikan keseimbangan antara sosial budaya, ekonomi dan fisik. Pembangunan sosial dan budaya biasanya terkait dengan pendidikan, kesehatan, perilaku dan nilai-nilai budaya.
Terjadinya ketidak seimbangan pembangunan yang dilaksanakan ditengah-tengah masyarakat menyebabkan terjadinya keseimbangan ekonomi yang berakibat kemiskinan masyarakat. Penanggulangan kemiskinan untuk jangka pendek adalah dengan program-program pembangunan yang menyerap banyak tenaga kerja seperti program langsung untuk meringankan beban masyarakat miskin dengan melaksanakan program Jamkesmas dan Jamkesda, dan program bantuan bagi siswa miskin dalam bentuk beasiswa dan pembebasan sumbangan pembangunan pendidikan (SPP).
Tabel 3.14