• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENANGGULANGAN HILANG LUMPUR

Dalam dokumen Mud Loss (Hilang Lumpur) (Halaman 33-54)

GB. 8 HASIL PLOT TEKANAN DAN VOLUME LUMPUR

IV. PENANGGULANGAN HILANG LUMPUR

Penanggulangan hilang lumpur tergantung kepada jenis hilang lumpur tersebut.

Untuk menanggulangi seepage loss dan partial loss pada pada prinsipnya terdapat empat cara, yaitu:

- tunggu untuk waktu tertentu - turunkan berat jenis lumpur - turunkan tekanan pompa - ubah sifat-sifat lumpur

- campurkan loss circulating material 4.1. Penanggulangan Seepage Losses

Seepage losses kadang-kadang berhenti sendiri. Cutting akan menyumbat lubang pori-pori tempat terjadi hilang lumpur tersebut. Metoda yang terbaik adalah menunggu sampai sumur dapat menanggulangi sendiri masalah loss tersebut. Padatan dari lumpur dan gelling system akan menyumbat zone loss melalui mud filtrat.

Prosedur penanggulangan mud loss adalah sebagai berikut:

- Bila terjadi mud loss cabut rangkaian bor sampai bit berada sepatu casing sebelumnya. (Bila kondisi memungkinkan)

- Tunggu 6 sampai 8 jam

- Putar rangkaian pemboran pipa pelan-pelan, kemudian sirkulasikan lumpur juga pelan-pelan

- Bila sirkulasi lumpur dapat dipertahankan naikkan rate aliran sampai rate minimum yang diperlukan untuk mengangkutan cutting

- Bila sirkulasi lumpur dapat dipertahankan turunkan bit satu sampai tiga stand kedasar lubang. Sebelumnya harus dilakukan terlebih dahulu break circulation.

28

- Bila sudah diputuskan untuk melanjutkan pemboran, rate pemboran harus selalu dikontrol untuk melihat apakah zone loss sudah betul-betul tersumbat.

Untuk zone loss yang dangkal, dimana zone loss terjadi pada formasi pasir yang kasar atau formasi gravel, penanggulangannnya yang mudah dan murah adalah dengan membuat kondisi lumpur dalam keadaan flokulasi, sehingga

aliran lumpur kedalam formasi diperlambat. Membuat kondisi lumpur dalam keadaan flokulasi lumpur dicampur dengan:

- lime - semen - gypsum - garam

Metoda yang lebih mahal adalah menaikkan viskositas dan gel strength dari lumpur. Untuk tujuan ini lumpur ditambah dengan clay.

Penanggulangan mud loss dapat juga dilakukan dengan menurunkan harga berat jenis lumpur. Hal ini bertujuan untuk menurunkan tekanan hidrostatik yang diderita oleh zone loss.

Menurunkan harga tekanan hidrostatis dalam menanggulangi mud loss tidak selalu dapat dilakukan. Penurunan harga tekanan hidrostatis lumpur dapat mengakibatkan fluida formasi masuk kedalam lubang (kick).

Bila kondisi sumur tidak membahayakan dengan menurunkan berat jenis lumpur, hal ini sangat muran dan mudah. Karena menurunkan berat jenis dapat dilakukan dengan menambahkan air kedalam lumpur. Lumpur yang ada didalam lubang disirkulasikan keluar dan digantikan dengan lumpur yang lebih ringan.

29

Apabila cara-cara diatas tidak dapat menanggulangi mud loss, maka usaha selanjutnya untuk menanggulangi mud loss adalah dengan jalan penyumbatan dengan menggunakan lost circulation material (LCM), dengan atau tanpa reinforcing plug.

Lumpur dicampur dengan LCM ukuran halus, dan disirkulasikan kedalam sumur. Diharapkan LCM dapat menyumbat pori-pori zone loss tersebut.

4.2. Penanggulangan Partial Losses

Bila terjadi partial losses lakukan langkah-langkah sebagai berikut: - Pompakan lumpur dan campur dengan lost circulating material - Lakukan beberapa sirkulasi

- Matikan pompa dan amati permukaan lumpur.

Kalau permukaan lumpur tidak turun lagi berarti partial loss sudah teratasi.

- Kalau belum teratasi campurkan beberapa macam jenis lost circulating materila dan lakukan beberapa sirkulasi lagi.

- Hentikan sirkulasi dan angkat-angkat rangkaian sampai bit berada pada casing shoe

Cara lain adalah tidak seluruh lumpur yang dicampur dengan lost circulating material, tapi hanya sebagian saja. Sehingga penggunaan LCM tidak begitu banyak. Cara ini disebut dengan Bath Method.

Lumpur yang dicampur dengan LCM berkisar antara 200 s/d 250 bbl, dimana LCM yang dicampurkan adalah 25 s/d 35 lb per barrel. Sebaiknya LCm yang dicampurkan terdiri dari berbagai ukuran.

Sebelum memompakan campuran, suction screen dilepaskan dahulu dari suction line pump.

30

Setelah rangkaian diturunkan sampai 50 ft diatas daerah loss, campuran dipompakan kedalam drill pipe dengan rate 4 bbl per menti.

Kalau campuran sudah mencapai bit, maka pemboran dilanjutkan.

Bila hilang lumpur tidak berhenti ulangi cara yang sama dengan campur yang LCM nya lebih kasar.

4.3. Penanggulangan Complete Losses

Sebagaimana telah dijelaskan dalam halaman-halaman terdahulu bahwa complete loss ada dua macam, yaitu:

- Permukaan di annulus lumpur tidak turun - Permukaan di annulus lumpur turun

4.3.1. Penanggulangan Complete Losses dan Permukaan Lumpur di Annulus tidak Turun

Bila ada tanda-tanda terjadi complete loss, dimana permukaan lumpur di annulus tidak turun, maka diambil langkah-langkah sebagai berikut :

a. Hentikan pemboran, atau matikan rotary table Isi lubang dengan lumpur encer sampai penuh b. Angkat rangkaian kepermukaan, buka nozzle bit

c. Persiapkan campuran penyuimbat, sambil menurunkan kembali rangkaian sampai puncak daerah loss.

d. Pompakan spacer beberapa bbl, dan diikuti dengan pemompaan bahan campuran penyumbat sampai ujung rangkaian, dan tutup annular BOP. e. Lakukan penekanan dengan rate yang rendah dan dorong dengan lumpur. Bahan Campuran Penanggulangan Complete Loss

Bahan campuran untuk menanggulangan hilang lumpur adalah sebagai berikut :

- Filter Loss Slurry - Diesel Oil Bentonite

31

- Bengum Squeeze

- Diesel Oil Bentonite Cement - Bentonite Cement

- Gilsonite Cement

- Calseal Class A Cement Filter Loss Slurry

Filter loss slurry adalah campuran dari : - air tawar atau air asin, 100 bbl - lime, 0,25 s/d 1 lb per bbl

- Halliburton Diacel D, 50 lb per bbl - Salt gel, 15 s/d 30 lb per bbl

Filter loss slurry dipompakan dengan rate 2 s/d 4 bbl permenit sampai ujung rangkaian, kemudian tutup annular BOP. Lakukan pendesakan, dimana tekanan tidak boleh lebih dari 500 psi. Than 30 menit dan buka annular BOP. Setelah dibiarkan selama 4 jam, bersihkan lubang.

Diesel Oil Bentonite

Komposisi dari campuran diesel oil bentonite adalah sebagai berikut: - bentonite, 300 sack

- diesel oil 50 bbl

Sistim pemompaan slurrynya adalah sebagai berikut: - Turunkan rangkaian sampai 50 ft diatas daerah loss - Pompakan diesel oil sebanyak 5 bbl sebagai spacer

- Pompakan slurry yang telah dibuat dibelakang minyak diesel, dan dorong 5 bbl minyak diesel dan diikuti dengan lumpur dibelakangnya. - Saat diesel oil mencapai ujung rangkaian, tutup annular BOP.

32

- Lakukan pendesakan dari dalam string dan annulus secara serentak dengan rate 2 s/d 4 bbl per menit.

Bengum Squeeze

Bengum squeeze merupakan slurry yang dibuat dari campuran bentonite, bengum dan minyak diesel. Bengum merupakan karet alam.

Setelah rangkaian pipa yang terbuka ujungnya diturunkan sampai diatas puncak daerah loss, pompakan 10 bbl minyak diesel, dan diikuti dengan slurry. Dibelakang slurry diikuti oleh minyak diesel sekitar lima bbl dan didorong dengan lumpur.

Bila minyak diesel yang sebagai spacer awal sudah mencapai ujung pipa tutup annula BOP.

Kemudian lakukan pendesakan dari dalam drill pipe dan di annulus secara serentak.

Perbandingan pendesakan dari drill pipe dan annulus untuk ini adalah antara 8:1 s/d 1:1.

Diesel Oil Bentonite Cement

Komposisi slurry adalah sebagai berikut: - bentonite, 100 sack

- tepung semen, 100 sack - diesel oil, 50 bbl

Pendesakan slurry ini hampir sama dengan pendesakan slurry diesel oil bentonite. Perbedaannya hanya pada perbandingan pendesakan dari drill

pipe dan annulus untuk ini adalah 2:1. Sumur didiamkan dahulu selama 8 jam kemudian baru dibersihkan, dan dapat di bor kembali.

33

Bentonite Cement

Komposisi dari bentonite cement slurry adalah sebagai berikut: - bentonite, 10 lb per bbl air

- air di treat dengan 0.25 lb per bbl sodium carbonate, dan 0.26 lb per bbl caustic. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan pengaruh calcium dan magnesium.

Slurry ini sama dipompakan ke daerah loss. Gilsonite Cement

Komposisi dari Gilsonite cement slurry adalah sebagai berikut: - sement

- bentonite 4%

- gilsonite, 25 s/d 100 lb per sack sement Slurry ini sama dipompakan ke daerah loss. Calseal Class A Cement

Komposisi dari calseal class A cement, slurry adalah sebagai berikut : - sement portland class A, 2500 lb

- Halliburton’s Calseal 2500 lb - Halliburton’s Diacel D 2500 lb - Halliburton’s Diacel A 250 lb - Halliburton’s Diacel LWL 25 lb

Slurry ini sama dipompakan ke daerah loss. 4.3.2. Penanggulangan Complete Yang Disertai

Penurunan permukaan lumpur akan berlangsung terus sampai tekanan hidrostatik lumpur sebanding dengan tekanan dari formasi yang loss.

Hal ini sangat berbahaya karena bisa terjadi kick pada formasi diatas daerah loss tersebut.

34

Langkah-langkah yang perlu segera diambil adalah sebagai berikut :

a. Hentikan pemboran, dan angkat kelly sampai tool joint berada diatas rotary table, sambil mengisi annulus.

b. Untuk menyelamatkan sumur dari kemungkinan kick biasanya dilakukan pengisian air sampai annulus penuh. Usaha ini tdak selalu berhasil kalau tekanan formasi yang lebih tinggi dari tekanan fluida di annulus.

Kalau lubang dapat penuh dan tidak terjadi kick, maka dapat dihitung tinggi air yang dimasukkan ke annulus, dimana :

Volume air yang dimasukkan

hw = --- ……… (3)

kapasitas annulus

Dimana hw adalah tinggi air di dalam sumur, ft. Volume air dalam satuan cuft, dan kapasitas annulus adalah dalam satuan cuft/ft.

Sehingga tekanan hidrostatik yang dapat ditahan oleh formasi supaya tidak loss adalah:

Ph = (0.052 x BJw x hw) + 0.052 x (D-hw) x Bjm ………. (4) Dimana:

Ph : Tekanan hidrostatik didasar lubang, psi Bjw : Berat air yang dimasukkan, ppg

D : Kedalaman lubang (TVD), ft

Dengan diketahui tekanan hidrostatik yang dapat ditahan oleh formasi, maka dapat ditentukan berat jenis lumpur maksimal yang digunakan agar tidak terjadi hilang lumpur.

35

Persamaannya adalah sebagai berikut: Ph

BJ = --- ……… (5) 0.052 x D

Dimana BJ adalah berat jenis lumpur maksimum yang digunakan agar tidak terjadi hilang lumpur, atau disebut juga dengan Equivalent Mud Weight dalam satuan ppg.

Setelah harga BJ didapat, selanjutnya turunkan harga berat jenis lumpur sampai beberapa ppg dibawah Bj, dan tambahkan material penyumbat atau lost circulating material. Kalau berat jenis lumpur tidak mungkin dikurangi maka penanggulangan hilang lumpur adalah dengan metoda plugging, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Contoh Kasus Hilang Lumpur Data sumur :

- Terjadi lost circulating pada kedalaman sumur 11400 ft - Diameter lubang 8 ½”

- Casing 9 5/8” OD, 47 lb/ft dipasang sampai kedalaman 9800 ft - Berat lumpur dalam lubang 75 lb/cuft

- Berat jenis air laut 64.3 lb/cuft

- Bit yang digunakan adalah tanpa nozzle, karena dari pengalaman pada kedalaman sebelumnya yaitu diwaktu menembus lapisan limestone terjadi partial loss.

- Drill pipe yang digunakan adalah grade E 5” OD, 19.5 lbs/ft - Drill collar 6 3/8” OD x 2 13/16” ID, 650 ft

36

Penanganan Kasus :

Langkah-langkah yang diambil adalah hentikan pemboran, angkat kelly dan isi annulus dengan air laut.

Lubang sumur penuh kembali setelah diisi dengan air laut 780 cuft. Tekanan hidrostatik sebelum terjadi loss adalah:

0.069 x 11400 x 75 = 5900 psi Volume annulus terdiri dari :

- Volume annulus antara drill pipe dengan casing 9 5/8” OD sampai kedalaman 9800 ft.

- Volume annulus antara drill pipe dengan lubang terbuka sepanjang (11400 - 9800 - 650) = 950 ft.

- Volume annulus antara drill collar dengan lubang terbuka, sepanjang 650 ft.

Volume annulus antara drill pipe dengan casing 9 -5/8” OD sampai kedalaman 9800 ft.

---Casing 9 5/8” OD, 47.00 lb/ft mempunyai ketebalan 0.472”

Sehingga ID nya = 9 5/8 - 2 0.472) = 8.681 inch

Volume annulus antara drill pipe dengan casing 9 5/8” OD sampai kedalaman 9800 ft.

ft² = --- (8.681² - 5²) in² x 9800 ft x 4 144 in² = 2692 cuft

37

Karena lubang sumur penuh kembali setelah diisi dengan air laut 780 cuft, berarti batas air dan lumpur berada di annulus antara drill pipe dengan casing 9 5/8” OD.

Tinggi kolom air laut yang dimasukkan adalah: = --- x 9800 ft

2692 cuft = 2836 ft

Tekanan hidrostatik yang dapat ditahan oleh zone loss adalah = (0.0069 x 2836 x 64.3) + (0.0069 x (11400 - 2836) x 75) = 5690 psi

Equivalent mud weight pada zone loss 5690

= ---0.0069 x 11400 = 72.3 lb/cuft

Dalam satuan lain mud weight pada zone loss 5690

= ---0.052 x 11400 = 9.6 ppg

38

Pilihlah salah satu jawaban yang benar :

1. Cara penanggulangan hilang lumpur tergantung kepada : a. kekerasan batuan

b. jenis hilang lumpur tersebut

c. rangkaian pemboran yang digunakan

2. Diwaktu menanggulangi seepage loss bit sebaiknya : a. berada di dasar lubang

b. bit dicabut sehingga berada dalam sepatu casing sebelumnya c. bit dicabut kepermukaan

3. Diwaktu menanggulangi seepage loss lumpur didiamkan selama: a. 1 s/d 2 jam

b. 3 s/d 5 jam c. 6 s/d 8 jam

4. Diwaktu menanggulangi seepage loss penyumbatan diharapkan oleh: a. cutting

b. padatan lumpur

c. jawaban a dan b benar

5. Penanggulangan seepage loss yang mudah dan murah adalah: a. membuat lumpur dalam keadaan flokulasi

b. membuat lumpur dalam keadaan suspensi c. membuat lumpur dalam keadaan abrasi

39

6. Untuk tujuan pada soal 5 lumpur dapat dicampur dengan: a. lime atau garam

c. jawaban a dan b benar

7. Untuk tujuan paa soal 5 lumpur dapat dicampur dengan : a. clay

b. barite c. spersene

8. Apabila cara-cara diatas tidak dapat menanggulangi mud loss, maka usaha selanjutnya untuk menanggulangi mud loss adalah dengan jalan: a. penyumbatan dengan menggunakan lost circulation material (LCM) b. menaikkan berat jenis lumpur

c. menaikkan rate pemompaan

9. Bath Method dalam penanggulangan hilang lumpur maksudnya a. LCM ditambahkan kedalam seluruh lumpur

b. LCM ditambahkan kedalam sebagian lumpur c. Semen ditambahkan kedalam seluruh lumpur

10.Pada Bath method lumpur yang dicampur dengan LCM berkisar a. antara 200 s/d 250 bbl

b. antara 100 s/d 150 bbl c. antara 50 s/d 100 bbl

11.Pada bath method LCM yang dicampur dengan lumpur berkisar a. antara 5 s/d 15 lb per bbl

b. antara 15 s/d 25 lb per bbl c. antara 25 s/d 35 lb per bbl

40

12.Sebaiknya LCM yang dicampurkan terdiri dari : a. berbagai ukuran

b. satu macam ukuran c. jawaban a dan b benar

13.Sebelum memompakan campuran dilepaskan terlebih dahulu a. suction screen

b. suction line pump

c. screen dari shale shaker

14. Setelah rangkaian diturunkan sampai 50 ft diatas daerah loss, campuran dipompakan kedalam drill pipe denga rate :

a. 4 bbl per menit b. 14 bbl per menit c. 24 bbl per menit

15. Kalau campuran sudah mencapai bit a. rangkaian dicabut

b. diamkan selama 4 jam c. maka pemboran dilanjutkan

16. Bila aa tanda-tanda terjadi complete loss, dimana permukaan lumpur di annulus tidak turun, langkah pertama adalah sebagai berikut :

a. Hentikan pemboran, atau matikan rotary table. Isi lubang dengan lumpur encer sampai penuh b. Angkat rangkaian kepermukaan, buka nozzle bit

c. Persiapkan campuran penyuimbat, sambil menurunkan kembali rangkaian sampai puncak daerah loss.

41

17. Setelah rangkaian diangkat ke permukaan a. pompakan campuran penyumbat b. buka nozzle

c. turunkan rangkaian ke puncak daerah loss

18. Pekerjaan yang dilakukan sambil menurunkan rangkaian ke puncak loss adalah:

a. Pompkan spacer beberapa bbl b. buat campuran penyumbat c. tutup BOP

19. Setelah rangkaian berada di puncak daerah loss dan campuran penyumbat sudah selesai.

a. pompaan bahan campuran penyumbat sampai ujung rangkaian b. tutup annular BOP

c. lakukan penekanan dengan rate yang rendah dan dorong dengan lumpur.

20. Setelah BOP ditutup

a. lakukan penekanan dengan rate yang rendah dan dorong dengan lumpur

b. lakukan penekanan dengan rate yang tinggi dan dorong dengan lumpur

c. lakukan penekanan dengan rate yang rendah dan dorong dengan air.

21. Filter loss slurry adalah campuran penyumbat yang terdiri dari: a. air tawar atau air asin, lime, Diacel D, dan Salt gel

b. air tawar atau air asin, lime, Diacel D, Salt gel, dan barite c. air tawar atau air asin, lime, Diacel D, Salt gel, dan caustic

soda

42

22. Pemompaan Filter loss slurry dipompakan sampai ujung rangkaian dengan rate

a. 4 s/d 6 bbl per menit b. 2 s/d 4 bbl/menit c. 10 s/d 15 bbl/menit

23. Setelah filter loss slurry dipompakan sampai ujung rangkaian a. buka BOP

c. tutup blind ram BOP

24. Tekanan pendesakan Filter loss slurry maksimal adalah: a. 100 psi

b. 250 psi c. 500 psi

25. Setelah pendesakan a. tahan 30 menit b. buka annular BOP c. biarkan selama 4 jam

26. Komposisi dari campuran diesel oil bentonite adalah sebagai berikut : a. bentonite, 300 sack, dan diesel oil 50 bbl

b. bentonite, 300 sack, dan diesel oil 150 bbl c. bentonite, 300 sack, dan diesel oil 250 bbl

27. Harus diperhatikan sekali bahwa campuran ini tidak boleh mengandung: a. minyak

b. garam c. air

43

28. Setelah rangkaian diturunkan sampai 50 ft diatas daerah loss : a. Pompakan diesel oil sebanyak 5 bbl sebagai spacer

b. Pompakan slurry yang telah dibuat dibelakang minyak diesel c. Pompakan lumpur pendorong

29. Saat diesel oil mencapai ujung rangkaian a. buka annular BOP

b. tutup annular BOP c. tutup blind ram BOP

a. Lakukan pendesakan dari dalam string b. Lakukan pendesakan dari annulus c. Jawaban a dan b benar

31. Pendesakan dilakukan secara serentak dengan rate: a. 1 s/d 2 bbl per menit

b. 2 s/d 4 bbl per menit c. 4 s/d 6 bbl per menit

32. Campuran penyumbat Bengum Squeeze merupakan slurry yang dibuat dari campuran :

a. bentonite, bengum, minyak diesel, air asin atau air tawar b. bentonite, bengum, minyak diesel, diacel D

c. bentonite, bengum, minyak diesel, air asin atau air tawar 33. Sebagai spacer didepan dan dibelakang campuran bengum adalah:

a. air asin b. air tawar c. minyak diesel

44

34. Perbandingan pendesakan dari drill pipe dan annulus untuk ini adalah: a. antara 8:1 s/d 1:1

b. antara 9:1 s/d 4:1 c. antara 8:1 s/d 4:1

35. Komposisi Diesel Oil Bentonite Cement adalah:

a. 100 sack bentonite, 100 sack tepung semen, 50 bbl air tawar b. 200 sack bentonite, 200 sack tepung semen, 50 bbl air tawar c. 100 sack bentonite, 100 sack tepung sement, 50 bbl minyak

diesel

36. Perbandingan pendesakan dari drill pipe dan annulus untuk campuran penyumbat Diesel Oil Bentonite Cement adalah:

a. 2 : 1 b. 4 : 1 c. 8 : 1

37. Komposisi dari Gilsonite cement slurry adalah: a. semen, bentonite, gilsonite, dan air

b. semen, bentonite, gilsonite, dan minyak diesel c. semen, bentonite, gilsonite, minyak diesel, dan air

38. Bentonite yang dicampurkan untuk Gilsonite cement slurry adalah:

a. 6%

b. 5%

c. 4%

39. Gilsonite yang dicampurkan untuk Gilsonite cement slurry adalah: a. 15 s/d 100 lb per sack semen

b. 25 s/d 100 lb per sack semen c. 35 s/d 100 lb per sack semen

45

40. Bila hilang lumpur dimana terjadi penurunan permukaan lumpur akan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a. Hentikan pemboran

b. Angkat kelly sampai tool joint berada diatas rotary table c. Isi annulus

41. Sambil angkat kelly sampai tool joint berada diatas rotary table. a. Hentikan pemboran

b. buat campuran penyumbat c. isi annulus

Data Sumur :

- Terjadi lost circulation pada kedalaman sumur 10000 ft - Diameter lubang 8 ½”

- Casing 9 5/8” OD, 8.681” ID, 47 lb/ft dipasang sampai kedalaman 9000 ft

- Berat lumpur dalam lubang 10 ppg

- Bit yang digunakan adalah tanpa nozzle, karena dari pengalaman pada kedalaman sebelumnya yaitu diwaktu menembus lapisan limestone terjadi partial loss.

- Drill pipe yang digunakan adalah grade E 5”OD, 19.5 lbs/ft - Drill collar 6 3/8” OD x 2 13/16” ID, 650 ft

- Lubang sumur penuh kembali setelah diisi dengan air 800 cuft 42.Tekanan hidrostatik sebelum terjadi loss adalah:

a. 5900 psi b. 5200 psi c. 5290 psi

46

43. Volume annulus drill pipe dengan casing 9/58” OD adalah a. 4295 cuft

b. 3373 cuft c. 2472 cuft

44. Karena lubang sumur penuh kembali setelah diisi dengan air 780 cuft, berarti batas air dan lumpur berada di annulus:

a. antara drill pipe dengan casing 9 5/8” OD b. antara drill collar dengan casing 9 5/8” OD c. antara drill pipe dengan casing 9 5/8” OD 45. Tinggi kolom air laut yang dimasukkan adalah:

a. 2913 ft b. 2692 ft c. 2836 ft

46. Tekanan hidrostatik yang dapat ditahan oleh zone loss adalah : a. 5494 psi

b. 5690 psi c. 4947 psi

47. Equivalent mud weight pada zone loss a. 9.8 ppg

b. 9.5 ppg c. 9.3 ppg

47

4.5. Kunci Latihan Soal Bab IV

1. b 6. c 11. c 16. a 21. a 26. a 31. b 36. a 41.c 46. c 2. b 7. a 12. a 17. b 22. b 27. c 32, b 37. a 42. b 47. b 3. c 8. a 13. a 18. b 23. b 28. ab 33. c 38. c 43. c

4. c 9. b 14. a 19. a 24. c 29. b 34. a 39. b44. a 5. a 10. a 15. b 20. a 25. a 30. c 35. c 40. a 45. c

48 PENUTUP

Syukur alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan buku Hilang Lumpur Jilid I ini, tanpa halangan yang berarti.

Buku ini belumlah lengkap, dan banyak masalah hilang lumpur yang belum dikupas.

Penulis akan paparkan nanti dalam buku Hilang Lumpur Jilid II.

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesempatan dan memberikan bimbingan kepada penulis untuk membuat buku lanjutannya.

Sekian, dan terima kasih atas perhatian pembaca yang budiman.

Cepu, November 1998 Hormat Penulis

Dalam dokumen Mud Loss (Hilang Lumpur) (Halaman 33-54)

Dokumen terkait