PENCEMARAN LINGKUNGAN
3. Penanggulangan secara edukatif
Kegiatan yang dilakukan diantaranya ialah mengadakan penyuluhan kepada masyarakat untuk ditanamkan sifat positif dan meningkatkan kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program Pembersihan Kali dan Sungai (Prokasih) merupakan upaya pemberdayaan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungannya (Gambar 11.8 dan 11.9).
Gambar 11.9. Pembersihan sungai tercemar
dari limbah rumah tangga.
Program edukatif diantaranya adalah himbauan agar tidak mencemari lingkungan, tidak membuang sampah di sembarang tempat, jangan menggunakan kertas secara berlebihan, dan jangan membuang plastik serta kaleng ke tempat sampah, melainkan sebaiknya ditanam.
Penggunaan pestisida secukupnya sesuai takaran dan aturan yang ditentukan. Sebaiknya jangan mencuci peralatan penyemprot lahan pertanian di sungai, sumur, atau parit. Menghindari erosi dengan membuat sengkedan pada lahan pertanian miring dan reboisasi pada lahan kritis dengan menanam tanaman tahunan dari jenis lokal. Taman jenis lokal selain cocok dengan kondisi tanah setempat, juga membantu program pemeliharaan biodiversitas dan konservasi organisme lokal. Contohnya penanaman Albibizia sp. (pohon sengon).
Disamping itu mengembalikan kesuburan tanah dengan cara pemupukan (pemberian zat hara yang dibutuhkan tanaman), rotasi tanaman (menanam lahan pertanian dengan jenis tanaman berbeda secara bergantian), tumpang sari, dan penghijauan agar tidak mudah terjadi longsor, banjir, dan erosi (Gambar 11.10 dan 11.11)
Gambar 11.10. Gambar 11.11. Banjir di Tapanuli Sistem tumpang sari Utara akibat illegal loging (Mei
2007)
Rangkuman
Ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai hasil perkembangan budaya digunakan untuk mengembangkan berbagai industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, seperti industri primer, sekunder, dan tersier.
Berbagi industri selain menghasilkan produk yang dihasilkan manusia juga menghasilkan buangan atau limbah. Makhluk hidup, zat, energi, atau komponen penyebab pencemaran disebut polutan. Polutan makhluk hidup atau polutan biologi, contohnya bakteri pada sampah dan kotoran. Polutan zat kimia seperti merkuri (Hg), gas CO2, gas CFC, debu asbes, dan pestisida, sedangkan polutan fisik adalah panas dan radiasi.
Pencemaran berdasarkan bentuknya terbagi empat, yaitu pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara. Pencemaran udara dapat berasal dari karbon monoksida, karbondioksida, nitrogen oksida, sulfur dioksida, hujan asam, efek rumah kaca, penipisan lapisan ozon, dan radiasi. Pencemaran air meliputi pencemaran di perairan, seperti danau, sungai, serta laut. Sumber pencemaran air berasal dari aktivitas limbah rumah tangga, industri, pertanian, pertambangan minyak lepas pantai, serta kebocoran kapal tanker pengangkut minyak. Pencemaran tanah berasal dari limbah rumah tangga, kegiatan pertanian, dan pertambangan. Ancaman serius lain bagi kualitas lingkungan manusia adalah pencemaran suara. Bunyi atau suara yang dapat mengganggu dan merusak pendengaran manusia disebut kebisingan bila intensitas bunyi melebihi 50 desibel.
Dampak polusi terhadap kesehatan manusia adalah berikut ini: dapat menyebabkan seseorang sakit kepala dan pusing,
menimbulkan keracunan, jika orang tersebut terlambat ditolong dapat mengakibatkan kematian, kanker kulit, katarak, infeksi saluran pernafasan, penyakit kulit, kolera, disentri, hati, ginjal, dan tulang, cacat pada saraf mata, kerusakan hati, ginjal, dan tulang, buta, dan hipertensi.
Parameter kimiawi penentuan kualitas air yang perlu diketahui antara lain adalah BOD, COD, DO, dan pH. Pengukuran fisik dapat dilakukan dengan memperhatikan warna, bau, dan rasa air sungai, kecepatan laju air dengan bola pimpong, penetrasi cahaya, dalam dan lebar sungai dan lainnya. Manakala pengukuran biologi dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman dan kelimpahan mikroorganisme air seperti plankton, benthos, serangga air, moluska, ikan dan lainnya sehingga diperoleh data yang valid. Limbah anorganik sangat sulit diuraikan oleh alam, maka dilakukan pengelolahannya dengan cara: sanitary landfill, pembakaran sampah (insenerasi) dan penghancuran (pulveration). Manfaat dari daur ulang adalah: menghindari pencemaran atau kerusakan lingkungan, melestarikan kehidupan makhluk hidup di suatu lingkungan, menjaga keseimbangan ekosisitem, mengolah sampah anorganik, mendapatkan produk hasil yang berguna, dan memperoleh tambahan penghasilan.
Ada tiga pinsip dasar yang perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian, mencegah dan menanggulangi pencemaran, yaitu penanggulangan secara administratif, teknologis, dan edukatif.
Soal Latihan
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e untuk jawaban yang tepat!
1. Keseimbangan lingkungan dapat menjadi rusak akibat .... a. perubahan tidak melebihi daya dukung dan adanya lenting b. perubahan melebihi daya dukung
c. perubahan melebihi daya lenting d. perubahan yang statis
e. b dan c benar
2. Berikut ini gas yang dapat menyebabkan hujan asam adalah .... a. SO3
b. SO2 c. H2SO4 d. NH4 e. CO2
3. Polusi udara berhubungan dengan polusi atmosfer bumi. Berikut ini polusi udara yang terjadi akibat kegiatan manusia, kecuali …. a. kegiatan pabrik yang menimbulkan gas beracun dan
berbahaya
b. penggunaan knederaan bermotor
c. kegiatan pembukaan lahan dengan cara pembakaran hutan d. kegiatan rumah tangga menimbulkan limbah
e. konsumsi masyarakat terhadap produk industri yang menghasilkan gas CFC
4. Berikut ini merupakan efek pemanasan global adalah .... a. kabut
b. hujan asam
c. penipisan lapisan ozon d. mencairnya es dikutub e. a, b, dan c benar
5. Pencemaran air tanah di kawasan permukiman biasanya akan segera dirasakan oleh penduduk setempat. Tanda yang akan segera diamati dalam bentuk ....
a. tanah berubah warna
b. air tanah menjadi berbau tidak sedap c. banyak tanaman yang mati
d. keluar uap air dari dalam tanah e. kualitas air tanah menurun
6. Tidak semua bahan pencemar adalah zat asing tetapi dapat zat yang secara alami ada di lingkungan. Contoh zat pencemar udara yang secara aklami sebenarnya terdapat di udara adalah .... a. O2 b. CO c.CO2 d.SO2 e.NO2
7. Sampah yang tidak dapat diuraikan secara biologis adalah .... a. material tanaman
b. makanan c. plastik d. kertas koran e. bangkai hewan
8. Apabila pemerintah telah memutuskan suatu tempat digunakan sebagai lahan atau tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, teknologi yang seharusnya disiapkan adalah ....
a. sanitary landfill b. insenerasi c. pulverisation d. recycling e. composting
9. Pertambangan emas sangat berpotensi mencemari lingkungan dalam skala luas dan memberikan dampak dalam jangka panjang. Dalam proses penambanagan emas, bahan berbahaya yang digunakan adalah ....
a. HCl b. merkuri c. timbal d. DDT e. CFC
10. Adanya mikroorganisme pada pembuatan kompos berfungsi untuk ....
a. menyuplai ketersediaan oksigen b. mengurangi aerasi pada sampah c. meningkatkan keasaman sampah d. membantu penguraian sampah e. menurunkan kebasaan sampah
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!