• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENATALAKSANAAN CEDERA KEPALA DI IGD

Dalam dokumen SPO TRIAGE (Halaman 34-39)

No. Dokumen : No Revisi : 0/0 Halaman 34/2 PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit : Ditetapkan :

Direktur RSU Wiradadi Husada

dr. Laeli Isticharijah NIP. 01.10.001 PENGERTIAN

Pedoman yang di susun oleh RSU Wiradadi Husada berkaitan dengan tata laksana cedera kepala di Instalasi Gawat Darurat (IGD)

TUJUAN

1. Mempertahankan fungsi otak dan mencegah kerusakan otak sekunder.

2. Mencegah infeksi sekunder jika ada luka terbuka, merawat luka.

KEBIJAKAN 1. Seluruh Pasien pasien cidera kepala sedang/berat wajib di lakukan pemeriksaan CT Scan

2. Seluruh Pasien pasien cidera kepala sedang/berat wajib di observasi di IGD minimal 6 jam

3. Apabila selama observasi terjadi penurunan kesadaran (GCS) ≥2 poin dilakukan CT Scan ulang

4. Penatalaksanaan Cidera Kepala di IGD dilakukan oleh perawat /dokter bersertifikat minimal BTCLS.

PROSEDUR 1. Persiapan Alat :

a. Alat Pelindung Diri (Kaca mata safety, masker, handscoen, Scort)

b. Neck Collar c. Suction lengkap d. Oksigen lengkap e. Intubasi set f. Long spine board g. Infus set

h. Cairan Ranger Lactate hangat i. Pulse Oksimetri

j. Monitor EKG k. Gastric tube

l. Folley catheter + urin bag 2. Pelaksanaan

a. Petugas menggunakan alat pelindung Diri Kaca mata safety, masker, handscoen, Scort

b. Bersihkan jalan napas dari kotoran (darah, secret, muntah) dengan suction.

c. Mobilisasi C spine dengan neck collar jika ada indikasi trauma cervical

d. Jika tiba-tiba muntah miringkan dengan teknik :Log Roll

e. Letakkan pasien diatas long spine board (LSB) f. Bila pasien mengorok, pasang oropharingeal

airway dengan ukuran yang sesuai, oropharingeal jangan difiksasi

g. Membantu dokter pasang intubasi jika ada indikasi

h. Pertahankan Breathing dan ventilation dengan memakai masker oksigen dan berikan oksigen 100℅ diberikan dengan kecepatan 10 – 121/menit

i. Monitor Circulasi dan stop perdarahan, berikan infuse RL 1-2 liter bila ada tanda-tanda syok dan gangguan perfasi, hentikan perdarahan luar dengan cara balut tekan.

j. Periksa tanda lateralisasi dan nilai Glasgow Coma Scale awal pasien

tak ada kontraindikasi.

l. Selimuti tubuh penderita setelah diperiksa seluruh tubuhnya, jaga jangan sampai mengalami hipotermi.

m. Lakukan persiapan pemeriksaan diagnostik foto kepala (CT Scan) dan Pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi

n. Observasi TTV dan GCS post pemeriksaan diagnostik setiap 30 menit atau 1 jam sesuai dengan keadaan klinis UNIT TERKAIT IGD RUMAH SAKIT UMUM WIRADADI HUSADA Jl. Menteri Supeno 25 Sokaraja – BMS

PROSEDUR PEMERIKSAAN SPESIMEN

No. Dokumen : No. Revisi :

- Halaman :1 / 2

PROSEDUR TETAP

Tanggal Terbit Ditetapkan :

Direktur RSU Wiradadi Husada

dr. Laeli Isticharijah

Pengertian Mekanisme dari rumah sakit mengenai prosedurpemeriksaan spesimen darah di IGD. Tujuan

1. Untuk memastikan pelayanan pemeriksaan spesimen darah di IGD berlangsung efektif

2. Mempercepat penegakan diagnosa medis

Kebijakan 1. Seluruh Pasien yang diputuskan untuk Rawat Inap

IGD

2. Pengambilan spesimen darah di IGD dilakukan oleh Tenaga Medis atau Perawat IGD yang bersertifikat minimal BTCLS/PPGD

3. Pengambilan spesimen darah di IGD diupayakan

dilakukan bersamaan dengan pemasangan jalur IV line, jika tidak memungkinkan pengambilan spesimen darah dapat dilakukan di area insersi yang lain.

4. Pengambilan spesimen darah di IGD wajib dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di RSU Wiradadi Husada

Prosedur 1. Dokter jaga menentukan diagnosa medis awal pasien. 2. Dokter jaga mengisi lembar permintaan pemeriksaan

darah.

3. Perawat IGD melakukan validasi permintaan pemeriksaan darah

4. Perawat IGD melakukan pengambilan sampel darah pada saat pemasangan infus.

a. Lakukan Prosedur pemasangan IV line (infus)

b. Sambungkan spuit 3 cc/5 cc dengan plastik IV kateter yang telah masuk ke dalam vena.

c. Ambil spesimen darah sejumlah ± 3 cc ke dalam Spuit. d. Setelah spesimen darah sudah cukup, lepaskan spuit

dari IV kateter, dan sambungkan IV kateter dengan ujung selang infuse, kemudian alirkan cairan infus sesuai terapi.

e. Alirkan spesimen darah ke dalam tabung EDTA yang sudah disiapkan melalui dinding tabung dan cegah terjadinya lisis pada darah.

f. Berikan identitas pada tabung EDTA sesuai dengan identitas yang tertera di status pasien, atau pada gelang identitas pasien.

5. Perawat IGD melakukan pengambilan spasimen darah konvensional (bukan pada saat pemasangan infus)

a. Pembuluh darah pada lipat siku, pilih yang paling jelas dan besar

b. Letakkan lengan pasien lurus pada alas dan telapak tangan menghadap ke atas.

c. Lengan atas diikat dengan pembendung d. Pasien disuruh mengepal

e. Bagian vena yang akan ditusuk dibersihkan dengan kapas alcohol 70%

f. Jarum spuit ditusukan pada lokasi sepanjang pembuluh (vena) dengan lubang jarum menghadap ke atas. g. Tarik spuit pelan-pelan sampai sesuai dengan darah

dengan perlahan-lahan.

h. Letakkan kapas alcohol pada tempat tusukan dan jarum ditarik kembali.

i. Tekan bekas tusukan dengan kapas selama beberapa menit tangan mash dalam keadaan lurus.

j. Lepaskan jarum dari spuit, alirkan (jangan disemprot) darah kedalam wadah melalui dindingnya.

6. Berikan label identitas pada tabung EDTA sesuai dengan identitas yang tertera di status pasien, atau pada gelang identitas pasien.

7. Pengambilan sopesimen darah di IGD pada pukul 07.00-21.00 WIB dilakukan untuk pemeriksaan elektif dan Cyto (segera).

8. Pengambilan spesimen darah di IGD lebih dari pukul 21.00 s/d 07.00 WIB hanya dilakukan untuk pemeriksaan Cyto sedangkan pemeriksaan darah elektif dapat dilakukan di Ruang IRNA.

9. Pada pemeriksaan elektif, Spesimen darah yang telah diambil di IGD diantar bersamaan dengan pasien ke Ruang Rawat Inap, dan diletakkan di wadah penampungan spesimen yang telah disediakan di Rawat Inap.

10.Petugas Rawat Inap yang bersangkutan menghubungi petugas Laboratorium untuk mengambil spesimen darah. 11.Pada pemeriksaan Cyto, petugas IGD menghubungi

petugas Laboratorium untuk menjemput/mengambil spesimen darah yang sudah siap di IGD.

12.Jika tidak memungkinkan, petugas IGD mengantar langsung spesimen darah ke Laboratorium.

Catatan :

Pada waktu pengambilan sampel posisi pasien boleh duduk / terbaring

Jika pengambilan spesimen darah tidak berhasil dalam 2 kali tindakan, maka petugas IGD wajib menghubungi petugas Laboratorium untuk melakukan tindakan pengambilan spesimen darah.

Pasien APS

Dalam dokumen SPO TRIAGE (Halaman 34-39)

Dokumen terkait