HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1 Hasil Dugaan Model
6.2 Penawaran Ekspor Lada Putih
6.2.3 Penawaran ekspor Lada Putih Negara Pesaing
6.2.3.1 Penawaran Ekspor Lada Putih Malaysia ke Amerika Serikat
Pada model ekspor lada putih Malaysia ke Amerika Serikat diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0.24314 yang berarti sebesar 24.31 persen keragaman volume ekspor lada putih Malaysia ke Amerika Serikat dapat dijelaskan oleh keragaman peubah produksi lada putih Malaysia, harga riil ekspor lada putih Malaysia, nilai tukar ringgit terhadap dollar Amerika Serikat dan volume ekspor lada putih Malaysia ke Amerika Serikat tahun sebelumnya. Dan sisanya dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model.
Hasil uji statistik F menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel-variabel dalam model tersebut tidak dapat menjelaskan keragaman dari volume ekspor lada putih Malaysia ke Amerika hingga taraf 10 persen.
Berdasarkan hasil uji statistik t, peubah-peubah yang diduga berpengaruh nyata terhadap jumlah ekspor lada putih Malaysia ke Amerika Serikat yaitu hanya
volume ekspor lada putih Malaysia ke Amerika Serikat tahun sebelumnya, sedangkan peubah lainnya tidak berpengaruh nyata hingga batas taraf nyata 10 persen.
Tabel 14. Hasil Pendugaan Parameter dan Elastisitas Penawaran Ekspor Lada Putih Malaysia ke Amerika Serikat.
Elastisitas Variabel Parameter Estimasi Probabilitas SR LR Intercept 252.2460 QM 0.036608 0.1807 1.12 1.52 PXMR -2.48906 0.6723 -0.22 -0.29 ERMA -90.2645 0.1929 -2.38 -3.23 LXMA 0.736820 0.0707 (c) R2 = 0.24314 DW-Stat.= 1.393033 F- Stat.= 1.61
Keterangan : c = parameter dugaan nyata pada taraf nyata (α) = 0.10
Peubah lag ekspor lada putih Malaysia ke Amerika Serikat menunjukkan hubungan yang positif, sehingga kenaikan jumlah ekspor pada tahun sebelumnya akan diikuti oleh peningkatan ekspor tahun berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa informasi pasar mengenai volume ekspor sangat penting dalam menetapkan volume ekspor lada putih tahun selanjutnya.
6.2.3.2 Penawaran Ekspor Lada Putih Malaysia ke Belanda
Pada pendugaan model ekspor lada putih Malaysia ke Belanda memiliki koefisien determinasi (R2) sebesar 0.25631, artinya sebesar 25.63 persen keragaman ekspor lada putih Malaysia ke Belanda dapat dijelaskan oleh keragaman peubah produksi lada putih Malaysia, harga riil ekspor lada putih Malaysia, nilai tukar ringgit terhadap dollar Amerika Serikat dan peubah bedakala volume ekspor lada putih Malalaysia ke Belanda. Dan sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak terdapat dalam model.
Hasil pendugaan uji statistik F menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel-variabel penjelas dalam model tidak berpengaruh nyata terhadap
penawaran ekspor lada putih Malaysia ke Belanda hingga batas taraf nyata 10 persen. Berdasarkan uji statistik t, keseluruhan variabel-variabel tersebut tidak ada yang berpengaruh nyata terhadap volume ekspor lada putih Malaysia ke Belanda hingga batas taraf nyata 10 persen.
Tabel 15. Hasil Pendugaan Parameter dan Elastisitas Penawaran Ekspor Lada Putih Malaysia ke Belanda.
Elastisitas Variabel Parameter Estimasi Probabilitas SR LR Intercept 301.2831 QM 0.020190 0.4401 0.48 1.62 PXMR 4.167047 0.4945 0.28 0.95 ERMA -89.0660 0.2366 -1.84 -6.16 LXMN 0.299124 0.2028 R2 = 0.25631 DW-Stat.= 2.192068 F-Stat.=1.72
Peubah produksi, harga ekspor, dan nilai tukar tidak berpengaruh nyata terhadap volume ekspor lada putih Malaysia ke kedua negara tujuan Amerika Serikat dan Belanda. Kondisi penawaran Malaysia ini disebabkan karena standar mutu lada putih Malaysia yang rendah sehingga sebagian besar ekspor lada putih Malaysia ditujukan ke Singapura.
6.2.3.3 Penawaran Ekspor Lada Putih Brazil ke Amerika Serikat
Koefisien determinasi (R2) yang diperoleh dari pendugaan model ekspor lada putih Brazil ke Amerika Serikat yaitu sebesar 0.48971, artinya sebesar 48.97 persen keragaman volume ekspor lada putih Brazil dapat dijelaskan oleh keragaman peubah produksi lada putih Brazil, harga riil ekspor Brazil, nilai tukar reais terhadap dollar Amerika Serikat dan peubah ekspor lada putih Brazil ke Amerika Serikat tahun sebelumnya. Dan sisanya dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model.
Berdasarkan uji statistik F, variabel-variabel penjelas secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap volume ekspor lada putih Brazil ke Amerika Serikat pada taraf nyata 1 persen. dari uji t statistik, peubah yang berpengaruh secara nyata yaitu peubah produksi lada putih Brazil dan peubah bedakala volume ekspor Brazil ke Amerika Serikat masing-masing pada taraf nyata 5 persen.
Tabel 16. Hasil Pendugaan Parameter dan Elastisitas Penawaran Ekspor Lada Putih Brazil ke Amerika Serikat.
Elastisitas Variabel Parameter Estimasi Probabilitas
SR LR Intercept 8.796316 QB 0.063374 0.0364 (b) 0.55 1.21 PXBR 0.000563 0.9845 0.00 0.01 ERBA -0.00188 0.8015 -0.05 -0.10 LXBA 0.457018 0.0157 (b) R2 = 0.48971 DW-Stat.= 2.354138 F-Stat.= 4.80 Keterangan : b = parameter dugaan nyata pada taraf nyata (α) = 0.05
Produksi lada putih Brazil merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap volume ekspor lada putih Brazil ke Amerika Serikat. Produksi lada putih yang meningkat akan menyebabkan kelebihan pasokan yang kemudian akan mendorong peningkatan volume ekspor. Nilai koefisien dalam jangka pendek bersifat inelastis, sedangkan dalam jangka panjang bersifat elastis. Kondisi ini menunjukkan adanya keterlambatan dalam merespon produksi lada putih. Terlebih lagi Brazil selama ini lebih terkonsentrasi dalam memproduksi lada hitam dibanding memproduksi lada putih, sehingga harus merubah kebiasaan petani untuk mempoduksi lada putih. Dengan kata lain penyesuaian-penyesuaian yang terjadi dalam proses produksi baru dapat dilakukan pada kurun waktu yang cukup lama.
Harga riil ekspor lada putih Brazil tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan volume ekspor lada putih Brazil ke Amerika Serikat. Oleh karena itu
meskipun terjadi kenaikan pada harga ekspornya tidak akan mempengaruhi penawaran ekspor Brazil ke Amerika Serikat.
Depresiasi nilai tukar reais terhadap dollar Amerika Serikat juga tidak berpengaruh nyata, tanda negatif tersebut tidak akan berpengaruh terhadap perubahan volume ekspor lada putih Brazil ke Amerika Serikat, sehingga setiap terjadi depresiasi reais terhadap dollar Amerika Serikat tidak akan menaikkan volume ekspor lada putih Brazil ke Amerika Serikat.
Peubah lag berpengaruh nyata dengan tanda yang positif. Dengan demikian apabila terjadi peningkatan volume ekspor pada tahun sebelumnya akan menyebabkan terjadinya peningkatan volume ekspor pada tahun berikutnya.
6.2.3.4 Penawaran Ekspor Lada Putih Brazil ke Belanda
Koefisien determinasi (R2) yang diperoleh dari pendugaan model ekspor lada putih Brazil ke Belanda yaitu sebesar 0.48195, artinya sebesar 48.2 persen keragaman volume ekspor lada putih Brazil dapat dijelaskan oleh keragaman peubah produksi lada putih Brazil, harga riil ekspor Brazil, nilai tukar reais terhadap dollar Amerika Serikat dan peubah ekspor lada putih Brazil ke Belanda tahun sebelumnya. Sedangkan sisanya dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model.
Tabel 17. Hasil Pendugaan Parameter dan Elastisitas Penawaran Ekspor Lada Putih Brazil ke Belanda.
Elastisitas Variabel Parameter Estimasi Probabilitas
SR LR Intercept 153.7090 QB -0.00632 0.7851 -0.11 -1.59 PXBR 0.002087 0.9281 0.02 0.36 ERBA -0.00203 0.7337 -0.10 -1.41 LXBN 0.067715 0.0678 (c) R2 = 0.48195 DW-Stat.= 2.06169 F-Stat.= 4.65 Keterangan : c = parameter dugaan nyata pada taraf nyata (α) = 0.10
Berdasarkan uji statistik F, variabel-variabel penjelas secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap volume ekspor lada putih Brazil ke Belanda pada taraf nyata 1 persen. dari hasil uji statistik t, peubah yang berpengaruh secara nyata yaitu hanya peubah bedakala volume ekspor Brazil ke Belanda masing-masing pada taraf nyata 10 persen.
Produksi lada putih Brazil merupakan faktor yang berhubungan negatif dan tidak berpengaruh nyata terhadap volume ekspor lada putih Brazil ke Belanda. Dengan demikian terjadinya penurunan atau peningkatan produksi lada putih Brazil tidak akan mengakibatkan perubahan terhadap volume ekspor ke Belanda.
Harga riil ekspor lada putih Brazil tidak berpengaruh nyata terhadap perubahan volume ekspor lada putih Brazil ke Belanda. Oleh karena itu walaupun terjadi kenaikan pada harga ekspornya tidak akan mempengaruhi penawaran ekspor Brazil ke Belanda.
Depresiasi nilai tukar reais terhadap dollar Amerika Serikat juga tidak berpengaruh nyata, tanda negatif tersebut tidak akan berpengaruh terhadap perubahan volume ekspor lada putih Brazil ke Belanda, sehingga setiap terjadi depresiasi reais terhadap dollar Amerika Serikat tidak akan menurunkan volume ekspor lada putih Brazil ke Belanda.
Peubah lag berpengaruh nyata dengan tanda yang positif. Dengan demikian apabila terjadi peningkatan volume ekspor pada tahun sebelumnya akan menyebabkan terjadinya peningkatan volume ekspor pada tahun berikutnya.
Jika dilihat dari nilai elastisitasnya, secara keseluruhan variabel-variabel diatas bersifat inelastis. Hal ini menggambarkan kecilnya pengaruh dari variabel-variabel tersebut terhadap perubahan jumlah ekspor lada putih Brazil ke Belanda.