• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencabutan Hak Perlindungan Varietas Tanaman

Dalam dokumen Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman (Halaman 83-103)

BAB IV BERAKHIRNYA HAK PERLINDUNGAN VARIETAS

C. Pencabutan Hak Perlindungan Varietas Tanaman

Pencabutan terhadap hak perlindungan terhadap varietas tanaman dilakukan oleh Kantor PVT Pencabutan terhadap hak PVT tersebut dapat dilakukan berdasarkan alasan sebagai berikut:

a. Pemegang hak perlindungan terhadap varietas tanaman tidak memenuhi kewajiban membayar biaya tahunan dalam jangka waktu enam bulan b. Syarat dan/ atau ciri-ciri dari varietas yang dilindungi sudah berubah aatau

tidak sesuai lagi dengan ketentuan dalam pasal 2 UU No. 25 tahun 2000 c. Pemegang hak perlindungan terhadap varietas tanaman tidak mampu

menyediakan dan menyiapkan contoh benih varietas yang telah mendapatkan hak PVT

d. Pemegang hak perlindungan terhadap varietas tanaman tidak menyediakan benih varietas yang telah mendapatkan hak PVT

e. Pemegang hak perlindungan terhadap varietas tanaman mengajukan permohonan pencabutan hak PVT-nya secara tertulis ke Kantor PVT.

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

Dengan adanya pencabutan terhadap hak perlindungan terhadap varietas tanaman ini, maka Hak PVT akan berakhir terhitung sejak tanggal pencabutan hak tersebut. Kanor perlindungan terhadap varietas tanaman akan mencatat putusan pencabutan hak PVT dalam Daftar Umum dan mengumumkannya dalam Berita Resmi PVT. Dalam hal hak perlindungan terhadap varietas tanaman yang telah dicabut, apabila pemegang hak perlindungan terhadap varietas tanaman telah memberikan lisensi maupun lisensi wajib kepada pihak lain dan pemegang lisensi tersebut telah membayar royalti secara penuh kepada pemegang hak PVT, maka pemegang hak PVT yang berkewajiban mengembalikan keseluruhan royalti dengan memperhitungkan sisa jangka waktu penggunaan lisensi maupun lisensi wajib.

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang ada pada bab-bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan bahwa:

1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman secara umum mengatur mengenai pelaksanaan pemberian perlindungan hukum terhadap varietas tanaman. Pemberian perlindungan bagi tanaman dianggap penting guna lebih meningkatkan minat dan peran serta perorangan maupun badan hukum untuk melakukan kegiatan pemuliaan tanaman dalam rangka menghasilkan varietas tanaman unggul yang baru yang secara langsung dapat membangun pertanian yang lebih maju, efisien dan tangguh. Perlindungan terhadap varietas tanaman merupakan perlindungan khusus yang diberikan negara melalui kantor perlindungan varietas tanaman (Kantor PVT) terhadap varietas tanaman yang dihasilkan oleh pemulia yaitu orang yang melakukan kegiatan pemuliaan tanaman melalui kegiatan pemuliaan tanaman. Kegiatan pemuliaan tanaman merupakan rangkaian kegiatan penelitian dan pengujian atau kegiatan penemuan dan pengembangan suatu varietas tanaman, sesuai dengan metode baku untuk menghasilkan varietas baru dan mempertahankan kemurnian benih varietas yang dihasilkan. Perlindungan ini menghasilkan suatu hak khusus untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum yang lain untuk menggunakannya selama jangka waktu tertentu

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

yang disebut hak perlindungan varietas tanaman (hak PVT). Untuk memperoleh hak PVT tersebut maka pihak pemulia harus mengajukan permohonan hak PVT terhadap varietas tanaman yang dihasilkannya. Pemohon wajib menyampaikan surat permohonan dengan membayar biaya yang telah ditetapkan, surat permohonan hak PVT harus memuat:

a. tanggal, bulan, dan tahun surat permohonan b. nama dan alamat lengkap pemohon

c. nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan pemulia serta nama ahli waris yang ditunjuk

d. nama varietas

e. deskripsi varietas yang mencakup asal usul atau silsilah, ciri-ciri morfologi, dan sifat-sifat penting lainnya

f. gambar dan/ atau foto yang disebut dalam deskripsi, yang diperlukan untuk memperjelas deskripsinya.

Dalam hal permohonan hak PVT diajukan oleh orang atau badan hukum selaku Konsultan PVT atau kuasa pemohon harus disertai surat kuasa khusus dengan mencantumkan nama dan alamat lengkap pemberi kuasa yang berhak dan ahli waris harus disertai dokumen bukti ahli waris

Dalam hal varietas transgenik, maka deskripsinya harus juga mencakup uraian mengenai penjelasan molekuler varietas yang bersangkutan dan stabilitas genetik dari sifat yang diusulkan, sistem reproduksi tetuanya, keberadaan kerabat liarnya, kandungan senyawa yang dapat mengganggu lingkungan, dan kesehatan manusia serta cara pemusnahannya apabila terjadi penyimpangan,

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

dengan disertai surat pernyataan aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia dari instansi yang berwenang.

Berkas permohonan pendaftaran hak PVT hanya dapat diajukan untuk satu varietas tanaman dimana diajukan oleh pemulia, orang atau badan hukum yang mempekerjakan pemulia atau yang memesan varietas dari pemulia, ahli waris dan konsultan PVT. Untuk permohonan hak PVT yang diajukan oleh pihak pemohon yang tidak bertempat tinggal atau berkedudukan tetap di wilayah Indonesia harus diwakilkan melalui konsultan PVT di Indonesia selaku kuasa. Selaoin permohonan biasa, dapat juga dilakukan permohonan hak PVT dengan menggunakan hak prioritas dimana harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a. diajukan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal penerimaan pengajuan permohonan hak PVT yang pertama kali di luar Indonesia

b. dilengkapi salinan surat permohonan hak PVT yang pertama kali dan disahkan oleh pihak yang berwenang di negara yang dimaksud dalam butir a paling lambat 3 (tiga) bulan

c. dilengkapi salinan sah dokumen permohonan hak PVT yang pertama di luar negeri

d. dilengkapi salinan sah penolakan hak PVT, apabila hak PVT tersebut pernah ditolak.

Jika para pemohon hak PVT telah memenuhi persyaratan tersebut, maka berkas permohonan pendaftaran hak perlindungan varietas tanaman dianggap diajukan pada tanggal penerimaan berkas permohonan hak PVT oleh kantor perlindungan hak varietas tanaman dimana segala pembayaran untuk

biaya-Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

biaya yang diperlukan telah selesai dilakukan. Untuk tanggal penerimaan surat permohonan hak perlindungan varietas tanaman adalah tanggal pada saat kantor perlindungan varietas tanaman menerima surat permohonan hak PVT yang telah memenuhi syarat-syarat secara lengkap dan tanggal penerimaan surat permohonan hak perlindungan varietas tanaman akan dicatat dalam daftar umum PVT oleh kantor perlindungan varietas tanaman. Pada saat penerimaan permohonan hak PVT terdapat kekurangan terhadap syarat-syarat pendaftaran, maka kantor PVT akan meminta agar pihak yang mengajukan permohonan pendaftaran hak PVT untuk melengkapi kekurangan tersebut, dimana jangka waktu yang diberikan adalah 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal pengiriman surat permohonan pemenuhan kekurangan tersebut yang dikirimkan oleh kantor PVT. Bila dalam jangka waktu yang diberikan, pihak pemohon belum selesai melengkapinya maka berdasarkan pertimbangan alasan yang diajukan pihak pemohon dan disetujui oleh kantor PVT, jangka waktu tersebut dapat diperpanjang kembali paling lama 3 (tiga) bulan berdasarkan permintaan pihak pemohon hak PVT. Berkas permohonan hak PVT yang tidak juga dilengkapi meskipun telah mendapat perpanjangan waktu tidak akan diterima. Kantor PVT akan memberitahukan secara tertulis kepada pihak pemohon hak PVT bahwa permohonan hak perlindungan varietas tanaman (hak PVT) yang mereka ajukan dianggap ditarik kembali. Pada saat pengajuan kembali berkas permohonan hak PVT yang kurang lengkap tersebut, maka tanggal penerimaannya mengalami perubahan dimana tanggal penerimaannya bukan lagi tanggal penerimaan berkas permohonan hak PVT untuk pertama kali, akan tetapi telah mengalami perubahan menjadi

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

tanggal diterimanya pemenuhan kelengkapan terakhir dari kekurangan pada berkas permohonan hak PVT tersebut oleh kantor PVT.

Setelah mendapatkan tanggal penerimaan, kantor PVT akan melakukan pemeriksaan terhadap varietas tanaman yang akan dimohonkan hak PVT. Kantor PVT akan membuat pengumuman mengenai adanya suatu permohonan untuk mendapatkan hak PVT terhadap suatu jenis varietas tanaman. Adanya pengumuman ini dinilai sangat penting bila ditinjau dari sisi juridisnya, karena pengumuman tersebut merupakan syarat bagi lahirnya hak kebendaan sebagai penerapan asas publisitas. Dalam hal ini, kantor PVT akan mengumumkan permohonan hak PVT yang sudah memenuhi persyaratan kelengkapan dan permohonan hak PVT tersebut tidak ditarik kembali oleh pihak pemohon hak PVT. Pengumuman tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah tanggal penerimaan permohonan hak PVT dan 12 (dua belas) bulan setelah tanggal penerimaan permohonan hak PVT dengan hak prioritas. Pengumuman permohonan hak PVT tersebut akan berlangsung selama 6 (enam) bulan dan dilakukan dengan cara menggunakan atau memanfaatkan fasilitas untuk pengumuman yang mudah dan jelas sehingga dapat diketahui dan dimengerti oleh masyarakat dan dengan membuat pengumuman tersebut dalam berita resmi PVT.

Pengumuman mengenai permohonan hak PVT tersebut akan dicatat oleh pegawai kantor PVT dalam daftar umum PVT. Pengumuman permohonan hak PVT tersebut harus memuat hal-hal sebagai berikut:

a. nama dan alamat lengkap pemohon hak PVT atau pemegang kuasa b. nama dan alamat lengkap pemulia

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

c. tanggal pengajuan permohonan hak PVT atau tanggal, nomor dan negara tempat permohonan hak PVT yang pertama kali diajukan dalam hal permohonan hak PVT dengan hak prioritas

d. nama varietas e.deskripsi varietas

f.deskripsi yang memuat informasi untuk varietas transgenik.

Selama jangka waktu dilakukannya pengumuman permohonan hak PVT, setiap orang atau badan hukum dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang diperlukan mengenai varietas tanaman yang dimohonkan hak PVT tersebut. Setelah melihat dan memperhatikan pengumuman permohonan PVT tersebut, maka setiap orang ataupun badan hukum yang merasa berkepentingan, secara tertulis dapat mengajukan pandangan maupun keberatannya disertai alasan yang jelas mengenai permohonan atas hak PVT tersebut. Kantor PVT akan mengirimkan salinan surat yang berisi pandangan maupun keberatan yang diajukan kepada pihak yang mengajukan permohonan hak PVT. Untuk menanggapinya, pemohon hak PVT berhak mengajukan secara tertulis sanggahan dan penjelasan terhadap pandangan maupun keberatan yang diajukan dan mengirimkannya kembali ke kantor PVT. Pandangan, keberatan, sanggahan, maupun penjelasan yang dikemukakan dalam masa pengumuman tersebut akan digunakan sebagai tambahan untuk bahan pertimbangan dalam memutuskan permohonan hak PVT.

Pemohon hak PVT harus mengajukan pemeriksaan substantif atas permohonan hak PVT, dimana permohonan substantif diajukan secara tertulis kepada kantor PVT selambat-lambatnya satu bulan setelah masa pengumuman

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

permohonan hak PVT berakhir. Hak perlindungan atas varietas tanaman merupakan hak yang diberikan negara berdasarkan adanya permohonan dari pihak yang memerlukan hak PVT sehingga pihak pemohon harus bersikap aktif termasuk dalam mengajukan permohonan pemeriksaan substantif. Hal ini mengakibatkan apabila dalam jangka waktu satu bulan setelah berakhirnya pengumuman, kantor PVT belum menerima permohonan pemeriksaan substantif dari pihak yang mengajukan hak PVT maka permohonan terhadap hak PVT dianggap ditarik kembali.

Pemeriksaan substantif yang dilakukan oleh Pemeriksa PVT merupakan pemeriksaan yang meliputi sifat kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan dari varietas tanaman yang dimohonkan hak PVT. Dalam melakukan pemeriksaan, kantor PVT dapat meminta bantuan tenaga ahli maupun fasilitas yang diperlukan termasuk memperoleh informasi dari institusi lain baik dari dalam maupun dari luar negeri. Ketika kantor PVT menggunakan bantuan tenaga ahli maupun fasilitas dari institusi lainnya, semua para pihak yang terlibat secara keseluruhan akan terikat dengan kewajiban untuk menjaga kerahasiaan varietas tanaman dan semua dokumen permohonan hak PVT termasuk juga merahasiakan penjelasan atau informasi yang diberikan untuk melengkapinya. Pemeriksaan substantif hanya dapat dilakukan oleh Pemeriksa PVT, yang merupakan pegawai kantor PVT atau dapat pula berasal dari instansi pemerintah lainnya yang secara khusus dididik menjadi tenaga ahli yang memiliki kualifikasi Pemeriksa PVT dan diangkat untuk tugas tersebut. Oleh karena sifat keahlian dan ruang lingkup

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

pekerjaannya yang bersifat khusus maka jabatan Pemeriksa PVT merupakan jabatan fungsional.

Pemeriksa PVT melaporkan mengenai ketidakjelasan atau kekurangan kelengkapan persyaratan yang dianggap penting dari varietas tanaman yang dimohonkan hak PVT, laporan tersebut akan diberitahukan secara tertulis oleh kantor PVT kepada pihak yang memohon hak PVT. Pemberitahuan tersebut harus jelas dan terperinci mencantumkan hal-hal yang dinilai tidak jelas atau kekurangan kelengkapan yang dinilai penting termasuk juga mengenai jangka waktu yang diberikan untuk melakukan perbaikan ataupun perubahan. Ketidakjelasan atau kekurangan kelengkapan yang dinilai penting yang dimaksud dapat berupa asal usul atau silsilah varietas tanaman yang tidak jelas, deskripsi yang kurang sesuai atau kurang jelas, maupun mengenai gambar yang kurang mendukung. Pihak pemohon hak PVT harus segera memberi tanggapan atas pemberitahuan tersebut, apabila pemohon hak PVT tidak memberikan penjelasan atau tidak memenuhi kekurangan kelengkapan termasuk melakukan perbaikan atau perubahan yang diminta maka kantor PVT berhak menolak permohonan hak PVT tersebut.

Keputusan pemberian atau penolakan terhadap permohonan hak PVT akan dikeluarkan kantor PVT selambat-lambatnya 24 (dua puluh empat) bulan terhitung sejak tanggal permohonan pemeriksaan substantif. Akan tetapi bila waktu pemeriksaan belum selesai dan memerlukan perpanjangan waktu, maka kantor PVT harus memberitahukan kepada pihak pemohon hak PVT disertai alasan dan penjelasan mengenai perpanjangan waktu pemeriksaan tersebut.

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

Laporan Pemeriksa PVT yang menyimpulkan bahwa varietas tanaman yang dimohonkan hak PVT sesuai dengan ketentuan undang-undang akan diberitahukan secara resmi oleh kantor PVT kepada pihak pemohon hak PVT. Pemberitahuan tersebut berisikan persetujuan pemberian hak PVT untuk varietas tanaman yang dimohonkan hak PVT, dimana hak PVT yang diberikan berbentuk sertifikat hak PVT. Hak PVT yang telah diberikan akan dicatat dalam daftar umum PVT dan diumumkan dalam berita resmi PVT. Salinan dokumen PVT tersebut dapat diberikan oleh kantor PVT kepada para pihak yang memerlukan dengan membayar biaya yang telah ditentukan.

Kantor PVT dapat menolak permohonan hak PVT, penolakan dilakukan setelah mengadakan pemeriksaan oleh Pemeriksa PVT. Laporan Pemeriksa PVT yang menyimpulkan permohonan hak PVT tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan dan tidak adanya tanggapan dari pihak pemohon hak PVT mengenai laporan Pemeriksa PVT tersebut dapat dijadikan dasar penolakan hak PVT. Kantor PVT memberitahukan secara tertulis penolakan tersebut kepada pihak pemohon hak PVT dan dengan jelas mencantumkan alasan dan pertimbangan yang mendasari penolakan tersebut. Penolakan pemberian hak PVT tersebut akan dicatat dalam daftar umum PVT.

Pihak pemohon hak PVT yang mendapat penolakan dapat mengajukan permohonan banding kepada Komisi Banding PVT. Komisi Banding PVT merupakan suatu badan yang secara khusus dibentuk untuk memeriksa permohonan banding atas penolakan permohonan hak PVT dan memberikan hasilnya kepada kantor PVT. Dalam melaksanakan tugasnya Komisi Banding PVT bekerja secara independen, yang beranggotakan beberapa ahli di bidang

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

yang diperlukan dan Pemeriksa PVT senior yang tidak melakukan pemeriksaan substantif terhadap varietas tanaman yang dimohonkan hak PVT tersebut. Dalam Komisi Banding PVT kecuali untuk ketua yang merangkap anggota, para anggota komisi ini diangkat apabila terdapat permohonan banding dan mereka bertugas hanya untuk memeriksa permohonan banding yang bersangkutan. Permohonan banding diajukan terhadap penolakan permohonan hak PVT yang berkaitan dengan alasan dan dasar pertimbangan mengenai hal-hal yang bersifat substantif. Permohonan banding tersebut diajukan secara tertulis oleh pemohon hak PVT atau kuasa hukumnya disertai uraian secara jelas mengenai keberatan terhadap penolakan permohonan hak PVT beserta alasan keberatan tersebut. Permohonan banding diajukan selambat-lambatnya 3 bulan sejak tanggal pengiriman surat penolakan permohonan hak PVT dengan melampirkan tembusan kepada kantor PVT. Permohonan banding diajukan tidak untuk memberikan penjelasan maupun untuk melengkapi permohonan hak PVT yang telah ditolak. Upaya hukum ini juga tidak dapat dimohonkan untuk penolakan yang disebabkan karena pihak pemohon hak PVT tidak melakukan perbaikan atau penyempurnaan yang disarankan kantor PVT selama masa pemeriksaan substantif. Permohonan banding ini juga tidak dapat dilakukan terhadap permohonan hak PVT yang telah ditarik kembali oleh pihak pemohon saat pengumuman hasil pemeriksaan awal sebelum permohonan hak PVT diumumkan. Sedangkan para pihak pemohon hak PVT yang tidak mengajukan banding terhadap putusan kantor PVT yang menolak pemberian hak PVT dalam jangka waktu yang telah ditentukan, akan dinggap menerima penolakan permohonan hak

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

PVT tersebut sehingga keputusan penolakan akan dicatat dalam daftar umum PVT.

Pemeriksaan yang dilakukan Komisi Banding PVT dilakukan selambat-lambatnya 3 bulan sejak tanggal penerimaan permohonan banding PVT. Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan Komisi Banding PVT ini bersifat final dimana pihak pemohon hak PVT tidak dapat meminta peninjauan lebih lanjut kepada lembaga atau pejabat lainnya, hal ini disebabkan karena penilaian atas varietas tanaman menyangkut pertimbangan yang bersifat teknis. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Komisi Banding PVT dapat mengabulkan permohonan banding yang diajukan dan mencabut putusan penolakan pemberian hak PVT yang telah dikeluarkan. Putusan pengabulan permohonan banding tersebut mewajibkan kantor PVT memberikan sertifikat hak PVT yang dimohonkan. Apabila setelah melakukan pemeriksaan, Komisi Banding PVT tetap menolak permohonan banding tersebut maka kantor PVT akan memberitahukan penolakan tersebut kepada para pihak yang mengajukan banding.

2. Bagi para pemilik atau pemegang hak PVT akan mendapatkan perlindungan hukum yang mengakibatkan apabila terjadi pelanggaran terhadap hak yang mereka miliki maka para pemilik atau pemegang hak PVT tersebut dapat menuntut melalui jalur hukum pihak yang melakukan pelanggaran. Perlindungan hukum yang diberikan dapat diperoleh melalui gugatan perdata, dimana jika suatu hak perlindungan terhadap varietas tanaman diberikan kepada orang atau badan hukum selain kepada orang atau badan hukum yang seharusnya berhak atas hak PVT tersebut, maka orang atau badan hukum yang

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

berhak tersebut dapat menuntut ke Pengadilan Negeri. Pemegang hak PVT atau pemegang lisensi atau pemegang lisensi wajib berhak menuntut ganti rugi melalui Pengadilan Negeri kepada siapapun yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan penyalahgunaan hak perlindungan terhadap varietas tanaman yang tidak dimilikinya. Tuntutan ganti rugi yang diajukan tersebut dapat diterima apabila terbukti bahwa varietas yang digunakan adalah varietas yang telah mendapatkan hak perlindungan terhadap varietas tanaman (Hak PVT). Putusan Pengadilan Negeri tentang tuntutan oleh Panitera Pengadilan Negeri yang bersangkutan segera disampaikan kepada Kantor PVT untuk selanjutnya dicatat dalam Daftar Umum PVT dan diumumkan dalam Berita Resmi PVT.

UU Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) juga memuat sanksi pidana kepada orang yang menggunakan varietas tanaman tanpa seizin pemegang hak PVT. Kegiatan tersebut meliputi penggunakan varietas dalam kegiatan memproduksi atau memperbanyak benih, menyiapkan untuk tujuan propagasi, mengiklankan, menawarkan, menjual atau memperdagangkan, mengekspor, mengimpor, dan mencadangkan untuk keperluan. Pelanggaran tersebut dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun dan denda paling banyak Rp 2.500.000.000,00.

Seorang Konsultan PVT yang menjadi kuasa dari pihak pemulia yang memohon hak PVT yang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban yaitu mendaftarkan varietas tanaman yang dikuasakan kepadanya oleh pihak pemulia ke kantor perlindungan varietas tanaman, tidak menjaga kerahasiaan varietas tanaman dan seluruh dokumen permohonan hak PVT sampai dengan

Novia Ujianty Silitonga : Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman, 2008. USU Repository © 2009

tanggal diumumkannya permohonan hak PVT yang bersangkutan dan terhitung sejak tanggal penerimaan surat permohonan hak PVT dapat dikenai sanksi pidana, demikian juga pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai di lingkungan kantor perlindungan varietas tanaman dimana seluruh pegawai berkewajiban menjaga kerahasiaan varietas dan seluruh dokumen permohonan hak PVT sampai dengan tanggal diumumkannya permohonan hak PVT yang bersangkutan, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00.

Jika terdapat pihak yang terbukti secara hukum dengan sengaja melakukan pelanggaran penggunaan varietas tanaman yang dilindungi tanpa adanya izin dari pemegang hak PVT, dimana penggunaan varietas tanaman tersebut digunakan untuk tujuan komersial yaitu untuk mendatangkan keuntungan untuk dirinya sendiri, dapat dikenakan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan dapat didenda paling banyak Rp 1.000.000.00,00. Pegawai kantor PVT yang bertugas sebagai Pemeriksa PVT dalam proses pemeriksaan substantif atau pihak manapun yang terlibat dalam proses permohonan hak PVT wajib merahasiakan varietas tanaman yang diperiksanya dan bila terjadi pelanggaran maka dapat dikenakan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan dapat didenda paling banyak Rp 1.000.000.00,00.

Penuntutan secara pidana tersebut dilakukan melalui Pengadilan Negeri. Hak untuk melakukan penuntutan diberlakukan sejak tanggal diberikannya sertifikat hak PVT yang dikeluarkan kantor PVT kepada pihak yang berwenang atas kepemilikan hak PVT tersebut. Pengadilan negeri akan mengambil putusan berdasarkan bukti-bukti yang sah dan meyakinkan,

Dalam dokumen Perlindungan Hukum Terhadap Varietas Tanaman (Halaman 83-103)

Dokumen terkait