BAB II DESKRIPSI LOKAS
C. Pemilukada Sukoharjo 2010
2. Pencalonan
Mekanisme pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik secara berpasangan dengan catatan harus memenuhi persyaratan perolehan sekurang- kurangnya limabelas persen dari jumlah kursi DPRD Kabupaten atau lima persen dari akumulasi suara sah dalam pemilihan anggota DPRD di daerah yang bersangkutan. Pencalonan dapat pula ditempuh melalui jalur perseorangan atau independen yang jumlah pendukungnya bisa ditunjukkan melalui KTP.
Selain harus dapat memenuhi semua persyaratan administratif yang ditentukan, seorang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :
a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945, cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Pemerintah.
c. Pendidikan sekurang-kurangnya Sekolah Lanjutan Tingkat Atas atau sederajat.
d. Berusia sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun pada saat pendaftaran. e. Sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh dari
tim dokter.
f. Tidak dijatuhi pidana penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang
telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidanayang diancam pidana penjara paling lama lima tahun atau lebih.
commit to user
g. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
h. Mengenal daerah dan dikenal masyarakat di daerahnya.
i. Menyerahkan daftar kekayaan pribadi dan bersedia diumumkan.
j. Tidak memiliki tanggungan hutang secara perseorangan dan atau secara
badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara.
k. Tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
l. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela.
m. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau bagi yang belum mempunyai NPWP wajib mempunyai bukti pembayaran pajak.
n. Menyerahkan daftar riwayat hidup lengkap yang memuat antara lain riwayat pendidikan dan pekerjaan serta keluarga kandung, suami atau istri. o. Belum pernah menjabat sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama. p. Tidak dalam status Pejabat Kepala Daerah.
Dalam Pemilukada Sukoharjo 2010, terdapat tiga pasang bakal calon bupati dan wakil bupati yang mampu memenuhi segala persyaratan yang ada sehingga KPUD Sukoharjo menetapkan pasangan tersebut sebagai calon bupati dan wakil bupati. Berikut adalah pasangan calon cabup-cawabup Sukoharjo 2010-1015 ;
commit to user
Tabel 2.3
Daftar Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pemilukada Sukoharjo 2010
No. Pasangan Calon Partai Politik
Pengusung
1. Drs. Muhammad Toha, S.Sos, M.Si –
Drs. H. Wahyudi, M. Pd
PKB, Partai Demokrat, PAN
2. Titik Suprapti S.Sos, M.Si – H. Sutarto, STP Partai Golkar,
PBB
3. Wardoyo Wijaya, SH, MH – Drs. Haryanto PDIP, PKS, PPP,
Hanura Sumber : Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sukoharjo
a. Drs. Muhammad Toha, S.Sos, M.Si – Drs. H. Wahyudi, M. Pd
Dalam penetapan dan pengundian nomor urut pasangan calon yang dilakukan KPUD Sukoharjo, Rabu, 12 Mei 2010, pasangan Toha-Wahyudi mendapatkan nomor urut pertama. Muhammad Toha, pria kelahiran Sukoharjo, 25 Mei 1964, adalah mantan wakil bupati Sukoharjo yang sebelum mencalonkan diri telah menjabat sebagai anggota DPR RI, sedangkan Wahyudi yang lahir di Sukoharjo, 9 Oktober 1957 merupakan seorang PNS.
commit to user
Gambar 2.2
Pasangan Calon Muhammad Toha - Wahyudi
Sumber : http://www.solopos.com/2010/tabulasi-pilkada/quick-count-jsi-23965
Dalam pencalonannya, pasangan yang diusung oleh koalisi PKB, Partai Demokrat, dan PAN ini memiliki tiga visi yakni terwujudnya Sukoharjo sebagai daerah yang unggul dalam pertanian dan industri; membangun
Kabupaten Sukoharjo dengan penyelenggaraan pemerintahan yang
demokratis, partisipatif, berkeadilan, dan keberagaman; serta terwujudnya masyarakat Sukoharjo makmur, sejahtera, mandiri, berbudaya, dinamis, dan berkeadilan dengan tata kepemerintahan yang baik serta tata kelola pembangunan yang partisipatif, transparan, akuntabel dan merata.
Untuk mencapai visi tersebut, misi yang sedianya akan dijalankan apabila pasangan ini terpilih sebagai bupati dan wakil bupati adalah
mengembangkan sektor-sektor pertanian dan industri; mewujudkan
masyarakat yang bertaqwa, sejahtera, aman, tenteram, berbudaya dan berdaulat; serta menciptakan pemerintah daerah yang profesional, produktif, bersih, berwibawa, demokratis, partisipatif, dan berkeadilan.
commit to user
b. Titik Suprapti, S.Sos, M.Si – H. Sutarto, STP
Pasangan nomor urut dua dalam Pemilukada Sukoharjo 2010 adalah Titik - Tarto. Satu-satunya kandidat wanita dalam bursa cabup-cawabup, Titik Suprapti, dikenal sebagai istri bupati incumbent yang menjabat selama dua periode, Bambang Riyanto, karenanya ia sering pula disebut Titik Bambang Riyanto (TBR). Sebelum mencalonkan diri sebagai bupati, wanita kelahiran Banda Aceh, 1 Desember 1967 ini aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo. Ia berpasangan dengan Sutarto, seorang staf sekretariat KPUD Sukoharjo kelahiran Sukoharjo, 18 Mei 1966. Berbeda dengan Bambang Riyanto yang menggunakan kendaraan partai PDIP untuk menuju kursi kekuasaannya, Titik-Tarto diusung oleh koalisi Partai Golkar dan PBB.
Gambar 2.3
Pasangan Calon Titik Suprapti - Sutarto
Sumber : http://www.solopos.com/2010/tabulasi-pilkada/quick-count-jsi-23965
Terwujudnya masyarakat Sukoharjo yang maju, adil, dan makmur adalah visi yang diusung pasangan ini. Untuk mencapainya, misi yang dijalankan yaitu :
commit to user
1. Mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang produktif, cerdas, sehat, berbudaya, dan religius.
2. Mewujudkan perekonomian masyarakat yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan.
3. Mewujudkan pemerataan pembangunan dalam segala aspek kehidupan. 4. Mewujudkan kondisi daerah yang aman, damai, tertib, dan tentram.
c. Wardoyo Wijaya, SH, MH – Drs. Haryanto
Wardoyo - Haryanto merupakan pasangan cabup-cawabup nomor urut tiga. Sama seperti Titik, Wardoyo yang lahir di Wonogiri, 8 Juni 1960 adalah seorang anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo. Pada periode sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua DPRD. Wardoyo berpasangan dengan Haryanto yang seorang pensiunan PNS kelahiran Klaten, 28 Desember 1950. Mereka diusung oleh koalisi PDIP, PPP, PKS, dan Partai Hanura.
Gambar 2.4
Pasangan Calon Wardoyo Wijaya - Haryanto
commit to user
Wardoyo - Haryanto mengusung visi terwujudnya masyarakat
Kabupaten Sukoharjo sejahtera, mandiri dan bermartabat dengan
pemerintahan yang profesional. Sementara misinya adalah sebagai berikut : 1. Membangun manajemen pemerintah yang konseptual, profesional dan
demokratis berbasis pada pelayanan masyarakat.
2. Meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, kesejahteraan masyarakat dan pembangunan infrastruktur yang terukur.
3. Mendorong kemandirian dan partisipasi masyarakat sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi.
4. Memanfaatkan dan mengelola potensi daerah berbasis sektor pertanian dan industri dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
5. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan bermasyarakat. 6. Menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tentram, dan dinamis.