• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENCAPAIAN INDIKATOR TPB/SDGS YANG MASIH MEMERLUKAN PERHATIAN KHUSUS

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Samarinda, Desember 2020 (Halaman 62-73)

TUJUAN 6. AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK Kode

Indikator Nama Indikator Sumber

Data Satuan Baseline Target (2019)

Capaian

(2019) Status Target 6.1 Pada tahun 2030, mencapai akses universal dan merata terhadap air minum yang aman dan terjangkau bagi semua.

6.1.1.(a)

Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sumber air minum layak. yang memiliki akses layanan sumber air minum aman dan berkelanjutan.

PENCAPAIAN TUJUAN 6 AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK 4

Gambar 01. Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses terhadap Layanan Sumber Air Minum Layak Tahun 2015-2018 (Sumber : BPS Kaltim)

Masih minimnya cakupan layanan air bersih perpipaan disebabkan oleh infrastruktur penyediaan air minum yang kurang memadai dan terbatasnya akses layanan air bersih yang menjangkau beberapa kawasan di Kalimantan Timur. Data tahun 2018 mengalami penurunan dikarenakan layanan sumber daya air minum layak menggunakan sumber PDAM, dan oleh karena pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas penyelenggaraan SPAM. Pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional dibangun untuk meningkatkan penyediaan air bersih pada PDAM lintas batas administrasi kabupaten/kota yang kemudian dikelola dan disalurkan.

C. TANTANGAN YANG MASIH DIHADAPI

Tantangan yang dihadapi terkait Tujuan 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak antara lain:

1. Tumpang tindih dan belum optimalnya pembagian wewenang penyelenggaraan SPAM/SPALD/Persampahan di Daerah.

2. Diperlukan SDM yang berkualitas di seluruh pihak (baik di level instansi, pelaksana/pengelola, dan pemberdataan masyarakat) dalam rangka membantu pencapaian akses air minum dan sanitasi.

3. Belum optimalnya pemenuhan akses air minum dan sanitasi di daerah, dengan menyesuaikan kondisi eksisting wilayah (topografi, geografi, dan administrasi).

III. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Berdasarkan Dokumen RPJMD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019-2023, strategi terkait air bersih dan sanitasi layak adalah Peningkatan sarana dan prasarana dan distribusi air bersih dengan arah kebijakan meliputi : (1) Peningkatan infrastruktur pengolahan dan distribusi air baku dan (2)

66,44 66,7 71,71

82,75 81,26

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

2014 2015 2016 2017 2018

PENCAPAIAN TUJUAN 6 AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK 5 Peningkatan infrastruktur layanan air minum. Adapun terkait sanitasi dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan dalam penerapan sanitasi sehat. Selain itu, dalam peningkatan akses layanan air limbah paling efektif ialah memperbanyak pembangunan IPAL Skala layanan Komunal.

Program dan kegiatan mendukung Tujuan 6 antara lain adalah:

1. Program Pembangunan Infrastruktur Keciptakaryaan 2. Program Upaya Kesehatan Masyarakat

3. Program Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup 4. Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (DBH DR)

IV. UPAYA PERCEPATAN PENCAPAIAN TPB/SDGS

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target indikator Tujuan 15 diantaranya:

1. Penyusunan Peraturan Daerah mengenai Air Minum, Air Limbah dan Persampahan.

2. Penyesuaian wewenang penyelenggaraan Air Minum, Air Limbah dan Persampahan di Daerah.

3. Pembangunan infrastruktur SPAM/SPALD/Persampahan melalui analisa efektif, agar efisien dalam pencapaian target.

4. Memaksimalkan peran PDAM dalam peningkatan kapasitas layanan air minum, penurunan kebocoran (NRW), dan perluasan jaringan layanan air minum.

5. Sosialisasi mengenai kinerja pengelolaan air limbah di IPLT kepada instansi pemerintah, dan sektor komersil.

6. Sosialisasi aktif dan intensif mengenai Program L2T2/L2T3 di seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur.

V. TINJAUAN STATUS PENCAPAIAN TPB/SDGS

TUJUAN 6. AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK Kode

Indikator Nama Indikator Sumber

Data Satuan Baseline Target (2019)

Capaian

(2019) Status Target 6.1 Pada tahun 2030, mencapai akses universal dan merata terhadap air minum yang aman dan terjangkau bagi semua.

6.1.1.(a)

Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sumber air minum layak. air baku untuk melayani rumah tangga, perkotaan dan industri, serta penyediaan air baku untuk pulau-pulau.

PUPR m3/dt 7,922 NA

PENCAPAIAN TUJUAN 6 AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK 6 TUJUAN 6. AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK

Kode

Indikator Nama Indikator Sumber

Data Satuan Baseline Target (2019)

Capaian

(2019) Status

6.1.1.(c)

Proporsi populasi yang memiliki akses layanan sumber air minum aman dan berkelanjutan.

Target 6.2 Pada tahun 2030, mencapai akses terhadap sanitasi dan kebersihan yang memadai dan merata bagi semua, dan menghentikan praktik buang air besar di tempat terbuka, memberikan perhatian khusus pada kebutuhan kaum perempuan, serta kelompok masyarakat rentan.

6.2.1.(a)

Proporsi populasi yang memiliki fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air. tangga yang memiliki akses terhadap Buang Air Besar Sembarangan (SBS). sistem terpusat skala kota, kawasan dan komunal.

Target 6.3 Pada tahun 2030, meningkatkan kualitas air dengan mengurangi polusi, menghilangkan pembuangan, dan meminimalkan pelepasan material dan bahan kimia berbahaya, mengurangi setengah proporsi air limbah yang tidak diolah, dan secara signifikan meningkatkan daur ulang, serta penggunaan kembali barang daur ulang yang aman secara global. tinja perkotaan dan dilakukan

PENCAPAIAN TUJUAN 6 AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK 7 TUJUAN 6. AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK

Kode

Indikator Nama Indikator Sumber

Data Satuan Baseline Target (2019)

Capaian

(2019) Status Lumpur Tinja (IPLT).

6.3.1.(b)

6.3.2.(a) Kualitas air danau. Dinas PUPR

Danau

prioritas 3 3

6.3.2.(b)

Kualitas air sungai sebagai sumber air baku.

Dinas

PUPR Sungai 1 2

Target 6.4 Pada tahun 2030, secara signifikan meningkatkan efisiensi penggunaan air di semua sektor, dan menjamin penggunaan dan pasokan air tawar yang berkelanjutan untuk mengatasi kelangkaan air, dan secara signifikan mengurangi jumlah orang yang menderita akibat kelangkaan air.

Target 6.5 Pada tahun 2030, menerapkan pengelolaan sumber daya air terpadu di semua tingkatan, termasuk melalui kerjasama lintas batas yang tepat.

6.5.1.(a) ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). sungai yang memiliki partisipasi

Jumlah DAS Prioritas yang meningkat jumlah mata airnya melalui konservasi sumber daya air di daerah hulu DAS serta sumur resapan.

Dinas

PUPR DAS 0 2

6.5.1.(i)

Jumlah DAS Prioritas yang dipulihkan

PENCAPAIAN TUJUAN 6 AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK 8 TUJUAN 6. AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK

Kode

Indikator Nama Indikator Sumber

Data Satuan Baseline Target (2019)

Capaian

(2019) Status embung, dam

pengendali, dam penahan skala kecil dan menengah.

Target 6.6 Pada tahun 2020, melindungi dan merestorasi ekosistem terkait sumber daya air, termasuk pegunungan, hutan, lahan basah, sungai, air tanah, dan danau

6.6.1.(a)

Jumlah danau yang ditingkatkan kualitas airnya.

Dinas

PUPR Danau 3 3

6.6.1.(b)

Jumlah danau yang pendangkalannya kurang dari 1%.

Dinas

PUPR Danau 3 3

6.6.1.(c)

Jumlah danau yang menurun tingkat erosinya.

Dinas

PUPR Danau 3 3

6.6.1.(d)

Luas lahan kritis dalam KPH yang direhabilitasi.

Dishut Ha 3.070 2.226

6.6.1.(e)

Jumlah DAS prioritas yang dilindungi mata airnya dan dipulihkan kesehatannya.

Dinas PUPR

DAS

Prioritas 2 2

1

PENCAPAIAN TUJUAN 7 ENERGI BERSIH DAN TERJANGKAU

I. PENDAHULUAN

Sektor energi dan sumber daya mineral merupakan sektor yang strategis dan masih tetap menjadi andalan dalam mendukung pembangunan dan perekonomian daerah. Selain itu sektor energi dan sumber daya mineral juga memiliki peranan penting, yaitu sebagai penjamin sumber pasokan energi yang bersih dan juga terjangkau, pendorong aktifi tas ekonomi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam energi dan mineral

.

Pencapaian TPB/SDGs Tujuan 7 adalah menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan dan modern untuk semua. Untuk memastikan terwujudnya energi bersih dan terjangkau, perlu dipastikan pencapaian 3 target dan 6 indikator yang telah ditetapkan. 3 target yang dimaksud adalah: (1) Menjamin akses universal layanan energi yang terjangkau, andal dan modern;

(2) Meningkat secara substansial pangsa energi terbarukan dalam bauran energi global; dan (3) Perbaikan efisiensi energi di tingkat global sebanyak dua kali lipat.

II. STATUS CAPAIAN

● Rasio elektrifikasi di Kaltim terus mengalami peningkatan dari 75,90 persen di tahun 2014 menjadi 88,93 persen pada tahun 2019. Peningkatan rasio elektrifikasi didorong oleh infrastruktur ketenagalistrikan yang terus mengalami perbaikan. Hal ini ditandai dengan pembangunan pembangkit-pembangkit baru serta penambahan kapasitas produksi listrik yang sudah ada sehingga tercatat secara produksi listrik PT. PLN (Persero) Wilayah Kaltimtara mengalami surplus pada tahun

2018 sebesar 200 MW.

2

PENCAPAIAN TUJUAN 7 ENERGI BERSIH DAN TERJANGKAU

● Berdasarkan permodelan LEAP, bauran energi primer di Provinsi Kaltim tahun 2015 yang paling besar adalah minyak bumi yaitu 67,71 persen dari seluruh sumber energi yang digunakan. Sementara itu bauran energi baru terbarukan masih relatif sangat kecil dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil di Provinsi Kaltim yaitu hanya 3,13 persen. Pada tahun 2019, bauran energi terbarukan meningkat menjadi 4,48 persen.

A. PENCAPAIAN INDIKATOR TPB/SDGS YANG MENGALAMI KEMAJUAN

TUJUAN 7. ENERGI BERSIH DAN TERJANGKAU Kode

Indikato r

Nama Indikator Sumber

Data Satuan Baselin e

Target (2019)

Capaian

(2019) Status 7.1 Pada tahun 2030, menjamin akses universal layanan energi yang terjangkau, andal dan modern.

7.1.1* Rasio elektrifikasi. Dinas

ESDM % 85,75 85,5 88,93

7.2 Pada tahun 2030, meningkat secara substansial pangsa energi terbarukan dalam bauran energi global.

7.2.1* Bauran Energi Terbarukan

Dinas

ESDM % 1,86 3,38 4,48

Gambar 01. Rasio Elektrifikasi Kaltim Tahun 2014 – 2019 70,31

78,76 79,52

84,07 85,75 88,93

60 65 70 75 80 85 90 95

2014 2015 2016 2017 2018 2019

3

PENCAPAIAN TUJUAN 7 ENERGI BERSIH DAN TERJANGKAU

Dari segi kelistrikan, infrastruktur listrik di Provinsi Kalimantan Timur memang perlu pembenahan, utamanya dalam pendistribusian listrik ke seluruh masyarakat. Oleh karena itu, PLN berusaha meningkatkan produksi tenaga listrik mencapai 4.273.525 MWh pada tahun 2019. Jumlah Desa Provinsi

Kalimantan Timur Tahun 2019 sebanyak 1.038 Desa, sebanyak 1.029 Desa telah memiliki listrik (Desa Berlistrik) yang bersumber dari PLN maupun Non-PLN (Genset, PLTS dan lain-lain). Sehingga rasio desa berlistrik mengalami peningkatkan dari tahun 2018 sebesar 98,94% menjadi 99,13% di tahun 2019.

Sejalan dengan peningkatan rasio desa berlistrik, rasio elektrifikasi Kalimantan Timur juga mengalami peningkatan yakni sebesar 85,75% pada tahun 2018 menjadi 88,93% pada tahun 2019.

Gambar 02. Bauran Energi Terbarukan Tahun 2014 – 2019

Bauran energi daerah dari sumber energi terbarukan yang berbasis pada bahan bakar nabati yang berupa biodiesel dan bioethanol serta biogas merupakan konsep dan strategi yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk mencapai kemandirian energi dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Bauran energi terbarukan Provinsi Kalimantan Timur sempat mengalami penurunan di tahun 2017 dan Kembali meningkat sampai tahun 2019 yakni sebesar 4,48%.

B. TANTANGAN YANG MASIH DIHADAPI

Tantangan dalam kualitas pelayanan energi dan ketenagalistrikan antara lain:

(1) Akses dan penyebaran penduduk yang tidak merata dan faktor luas wilayah; (2) Terkendalanya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan terutama untuk penyaluran tenaga listrik dari sistem borneo ke daerah isolated; dan (3) Belum optimalnya kerjasama Pemerintah, PLN dan swasta dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan pada daerah/wilayah yang belum terjangkau oleh PLN.

0,65 1,01

1,95

1,38

3,81

4,48

0 1 2 3 4 5

2014 2015 2016 2017 2018 2019

4

PENCAPAIAN TUJUAN 7 ENERGI BERSIH DAN TERJANGKAU

III. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Berdasarkan Dokumen RPJMD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019-2023, strategi terkait energi bersih dan terjangkau adalah peningkatan akses ketenagalistrikan dan penggunaan energi berbasis potensi lokal dengan arah kebijakan Peningkatan ketersediaan daya dan jaringan energi listrik serta Energi Baru Terbarukan (EBT).

Program dan kegiatan mendukung Tujuan 7 antara lain adalah:

1. Program Pengembangan Ketenagalistrikan 2. Program Diversifikasi Energi

3. Program Pembinaan dan Evaluasi Bidang pertambangan

IV. UPAYA PERCEPATAN PENCAPAIAN TPB/SDGS

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target indikator Tujuan 7 diantaranya:

1. Mendorong PT. PLN (Persero) untuk melakukan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan khususnya Listrik Perdesaan dengan cara diantaranya peningkatan penganggaran dari Pemerintah Pusat selaku Pembina Usaha ketenagalistrikan PT. PLN (Persero).

2. Memberi bantuan pemasangan listrik yang bersumber dari PLN melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat perusahaan pertambangan.

V. TINJAUAN STATUS PENCAPAIAN TPB/SDGS

TUJUAN 7. ENERGI BERSIH DAN TERJANGKAU Kode

Indikato r

Nama Indikator Sumber

Data Satuan Baselin e

Target (2019)

Capaian

(2019) Status 7.1 Pada tahun 2030, menjamin akses universal layanan energi yang terjangkau, andal dan modern.

7.1.1* Rasio elektrifikasi. Dinas

ESDM % 85,75 85,5 88,93

7.1.1.(a) Konsumsi listrik per kapita.

Dinas

ESDM kWh - - 1.011,92

7.1.2(a)

Jumlah sambungan jaringan gas untuk rumah tangga*

Dinas

ESDM SR 49,062 54,062 39.670

7.1.2.(b) Rasio penggunaan gas rumah tangga

Dinas

ESDM % 4,3951 4,6799 NA

7.2 Pada tahun 2030, meningkat secara substansial pangsa energi terbarukan dalam bauran energi global.

7.2.1* Bauran Energi Terbarukan

Dinas

ESDM % 1,86 3,38 4,48

7.3 Pada tahun 2030, melakukan perbaikan efisiensi energi di tingkat global sebanyak dua kali lipat.

PENCAPAIAN TUJUAN 8 PEKERJAAN LAYAK DAN PERTUMBUHAN EKONOMI 1

I. PENDAHULUAN

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas merupakan sarana untuk mendorong Kalimantan Timur lebih mandiri dan sejahtera. Kondisi ini perlu disertai dengan tersedianya kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak sehingga tercapai pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Berbagai langkah strategis telah diupayakan untuk memastikan peningkatan nilai tambah berbagai sektor, akselerasi penyerapan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja, kondisi kerja layak, perlindungan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengembangan sektor pariwisata, serta akses terhadap layanan keuangan.

TARGET DESKRIPSI

Target 8.1 1. Laju pertumbuhan PDB perkapita 2. PDB Perkapita

Target 8.3 3. Proporsi lapangan kerja informal di sektor non pertanian, berdasarkan jenis kelamin;

4. Persentase tenaga kerja formal;

5. Persentase tenaga kerja informal di sektor pertanian.

Target 8.5 6. Tingkat pengangguran terbuka Berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur;

7. Persentase setengah pengangguran

Target 8.9 8. Proporsi kontribusi Pariwisata terhadap PDB;

9. Jumlah wisatawan mancanegara;

10. Jumlah kunjungan wisatawan nusantara

PENCAPAIAN TUJUAN 8 PEKERJAAN LAYAK DAN PERTUMBUHAN EKONOMI 2 II. STATUS CAPAIAN

PDRB Kalimantan Timur sebagai salah satu indikator untuk melihat kinerja pembangunan perekonomian memang masih belum stabil. Laju pertumbuhan ekonomi Kaltim secara nasional memang masih rendah (nasional 5,02%).

Namun jika melihat tren laju pertumbuhan ekonomi yang meningkat setiap tahun (4,77% di tahun 2019), hal ini menandakan ekonomi Kaltim bergerak secara dinamis ke arah peningkatan.

Gambar 01. Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2015-2019

Sektor pariwisata sebagai salah satu sektor pendorong perekonomian yang inklusif dan bekelanjutan yang memiliki multiplier effect besar bagi masyarakat mengalami kemajuan yang baik. Hal ini juga didukung dengan meningkatnya minat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Kaltim pada tahun 2019 meningkat sebesar 21,75 persen dibandingkan pada tahun 2018.

A. PENCAPAIAN INDIKATOR TPB/SDGS YANG MENGALAMI KEMAJUAN

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Samarinda, Desember 2020 (Halaman 62-73)