IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN
3.2 Pencapaian Pendapatan Daerah
Pada tahun 2021, Pendapatan Daerah terealisasi sebesar Rp1.419.886.218.959,26 atau 98,85% dari target yang ditetapkan sebesar Rp1.436.428.742.820,00. Bila dibandingkan dengan nilai Pendapatan pada tahun sebelumnya terlihat bahwa kinerja Pemerintah Kota Mataram dari sisi Pendapatan mengalami kenaikan sebesar 1,71%.
Pada tahun 2021, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp392.556.124.241,49, mengalami kenaikan sebesar 8,09% dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp363.165.361.010,56. Pendapatan Transfer terealisasi sebesar Rp970.243.717.002,00 mengalami penurunan sebesar 0,09% dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai Rp971.125.111.760,00. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah terealisasi sebesar Rp57.086.377.715,77 mengalami penurunan sebesar 7,51%
dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai Rp61.719.142.604,00. Gambaran lengkap dirinci pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.2. Capaian Kinerja Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2021
Uraian Tahun 2021 Tahun 2020 %
PENDAPATAN 1.419.886.218.959,26 1.396.009.615.374,56 1,71
PENDAPATAN ASLI DAERAH 392.556.124.241,49 363.165.361.010,56 8,09 Pendapatan Pajak Daerah 142.527.068.800,50 117.920.102.070,00 20,87 Pendapatan Retribusi Daerah 18.424.085.622,59 17.897.463.467,00 2,94 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah yang Dipisahkan 10.517.847.058,79 9.936.912.771,62 5,85
Lain-lain PAD yang Sah 221.087.122.759,61 217.410.882.701,94 1,69 PENDAPATAN TRANSFER 970.243.717.002,00 971.125.111.760,00 (0,09)
Pendapatan Transfer Pemerintah
Pusat 881.765.083.645,00 886.677.408.374,00 (0,55)
Dana Perimbangan 851.520.949.645,00 822.946.728.374,00 3,47
Dana Bagi Hasil (DBH) 110.600.553.924,00 95.796.358.432,00 15,45
Dana Alokasi Umum (DAU) 569.742.255.000,00 579.228.725.000,00 (1,64) Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 86.651.605.041,00 147.921.644.942,00 (41,42)
Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik 84.526.535.680,00 0,00 0,00
Dana Insentif Daerah (DID)
30.244.134.000,00
63.730.680.000,00 (52,54) Pendapatan Transfer Antar Daerah 88.478.633.357,00 84.447.703.386,00 4,77 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH
YANG SAH 57.086.377.715,77 61.719.142.604,00 (7,51)
Pendapatan Hibah Dana BOS 52.361.009.000,00 51.701.810.000,00 1,28
Pendapatan atas Pengembalian Hibah pada Badan, Lembaga, dan Organisasi Kemasyarakatan yang Berbadan hukum Indonesia
4.725.368.715,77 0,00 0,00
Pendapatan Hibah dari Pemerintah 0,00 9.935.432.604,00 (100,00)
Pendapatan Lainnya 0,00 81.900.000,00 (100,00)
Sumber: BKD Kota Mataram, data diolah
Pendapatan daerah ini dirinci untuk menunjukkan komponen pendapatan yang paling besar konstribusinya pada pendapatan agregat Kota Mataram. Dengan menggunakan data keuangan tahun 2021 dan tahun 2020, dapat terlihat kontribusi masing-masing komponen pendapatan Kota Mataram, dimana Pendapatan Dana Transfer merupakan penyumbang terbesar disusul oleh pendapatan Asli Daerah kemudian Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah dapat dilihat pada grafik di bawah ini:
Grafik 3.1. Komposisi Pendapatan Kota Mataram Tahun 2021 dan 2020
Sumber: BKD Kota Mataram, data diolah
Permasalahan yang muncul dari sisi Pendapatan Retribusi daerah dapat dijabarkan sebagai berikut :
Tabel 3.3. Permasalahan yang Muncul dari Sisi Pendapatan Retribusi Tahun 2021
SKPD JENIS RETRIBUSI Permasalahan
DISHUB
Retrubusi Pelayanan Parkir tepi jalan umum
Belum seluruhnya lokasi parkir menerapkan sistem bruto.
Sebagian besar masih menerapkan sistem tunai dimana
pendapatan yang didapatkan dibagi dengan juru parkir
dengan sistem bagi hasil 70 % untuk juru parkir dan 30 %
- Kurangnya alat uji yang memenuhi standar minimal,
layanan uji kendaraan harus dipindahkan ke daerah
tetangga dikarenakan kerusakan alat uji dan harus ditutup.
- Pandemi COVID- 19 menyebabkan turunnya jumlah
kendaraan barang yang beroperasi.
-Kurangnya operasi hukum laik uji kendaraan sehingga banyak
kendaraan yang tidak melaksanakan kewajibannya dalam
SKPD JENIS RETRIBUSI Permasalahan LH Retribusi Kebersihan
1.Dampak dari Pandemi Covid 19 yang berakibat pada penurunan
penerimaan Retribusi Kebersihan kaarena banyak usaha/
kegiatan, seperti hotel-hotel yang tidak beroperasi.
2. Adendum PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan PDAM, pungutan
pelanggan untuk Hotel telah dihentikan, sehingga harus di punggut
sendiri oleh Dinas Lingkungan Hidup (Potensi Non PDAM).
3. Adanya perbedaan penggolongan tarif antara PDAM dengan Amanat
PERDA No. 14/2011 J.o No. 12/2016 tentang Retribusi Jasa Umum
(saat ini sedang dilakukan penyesuaian tarif termasuk penggolongan)
4. Realisasi Retibusi Kebersihan ini sangat tergantung pada pebayaran
Rekening kebersihan Air PDAM karena tidak semua pelanggan PDAM
1. Dampak dari Pandemi Covid 19 yng berakibat pada penurunan animo
masyarakat untuk melakukan pengurusan Izin Mendirikan Bangunan
2. Adanya Perubahan regulasi Retribusi Izin Mendirikan Bangunan menjadi
Retribusi pelayanan kesehatan puskesmas berasal dari pelayanan kesehatan
puskesmas dan klaim pelayanan rawat jalan dan rawat inap puskesmas ke
BPJS. Penerimaan belum mencapai target karena pandemi covid 19, hal ini
berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas
sehingga penerimaan dan klain BPJS menjadi berkurang
Retribusi Pemakaian Laboraturium
Laboratorium kesehatan kota mataram sedang mempersiapkan diri untuk
akreditasi dimana proses persiapannya sampai dengan selesai membutuhkan
SKPD JENIS RETRIBUSI Permasalahan
dengan mengerahkan semua SDM yang ada pada UPTD labkes sehingga
berpengaruh terhadap pelaksanaan pelayanan yang tidak maksimal.
Pendapatan Dana Kapitasi JKN dan FKTP
Penerimaan dari dana kapitasi JKN ke puskesmas menurun dari tahun
sebelumnya sebagai akibat adanya penonaktifan sekitar 9,000 kepesertaan
JKN pusat.Penonaktifan kepesertaan tersebut berpengaruh pada
menurunnya besaran dana kapitasi JKN yang diterima puskesmas
Dalam menindaklanjuti permasalahan dan solusi pendapatan, Pemerintah Kota Mataram berupaya untuk mengidentifikasi setiap permasalahan dan solusi untuk mengatasinya baik secara intensifikasi maupun ekstenfikasi, dengan memperhatikan kemampuan fiskal daerah sehingga tidak memberatkan masyarakat. Berikut beberapa masalah dan solusi yang dapat diidentifikasi dan dipetakan antara lain:
Tabel 3.4. Permasalahan dan Solusi Pendapatan
PERMASALAHAN SOLUSI
Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Kondisi perekonomian nasional dan regional yang belum
NTB, yang mana pada awalnya ditetapkan dengan Peraturan Daerah
Provinsi NTB Nomor 10 Tahun 2019
Semakin tingginya tuntutan masyarakat terhadap kualitas dan sarana pelayanan yang lebih
Meningkatkan kualitas layanan pajak
daerah dan retribusi daerah
PERMASALAHAN SOLUSI efektif dan efesien yang
disebabkan kesibukan masing masing Wajib Pajak dan Wajib Retribusi
dengan
perbaikan sistem maupun sentra layanan
Kurang optimalnya pemanfaatan aset daerah, dalam rangka
aula/kelas yang lebih diutamakan untuk mendukung kegiatan kedinasan, terdapat
aset yang dipinjam pakai dan dihibahkan sehingga tidak dapat
Belum optimalnya Perangkat Daerah sebagai unit pengelola pakai dan volume yang kurang memadai akibat bertambahnya
PERMASALAHAN SOLUSI
dengan Pihak-pihak terkait lainnya;
Prioritas pengeluaran rumah tangga Wajib Pajak akibat
masa Covid-19 ini tidak terlepas dari
PKB yang diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 17 Tahun 2020 dan
Terdapat Objek retribusi baru yang belum masuk dalam Perda retribusi maupun tarif yang
PERMASALAHAN SOLUSI Dana Perimbangan
Masih belum maksimalnya penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak
Melakukan koordinasi dan sosialisasi
terkait pembangunan kawasan Industri
Hasil Tembakau (KIHT) sebagai