• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

4.2 Hasil Penelitan Analisis Rasio Keuangan BUMP

4.2.1 Perhitungan Analisis Rasio Keuangan Bank Mandiri

4.2.1.2. Rasio Rentabilitas

1. Return On Assets (ROA)

Tabel 4.2 Tabel Analisis Rasio ROA Bank Mandiri Tahun Laba Bersih

Sebelum Pajak

Rata Rata Total Assets

ROA

2013 24.061 684.359 3.6%

2014 26.008 741.252 3.5%

2015 26.369 758.387 3.0%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016 2. Net Interest Margin ( NIM)

Tabel 4.3 Tabel Analisis Rasio NIM Bank Mandiri Tahun Pendapatan

Bunga Bersih

Rata Rata Aktiva Produktif

NIM

2013 33.809 484.225 6.9%

2014 39.132 581.705 6.7%

2015 45.363 643.152 7.0%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

3. Rasio BOPO

Tabel 4.4 Tabel Analisis Rasio BOPO Bank Mandiri Tahun

Total Beban Operasional

Total Pendapatan Operasional

BOPO

2013 43.804 64.895 67%

2014 52.598 77.325 68%

2015 66.626 89.948 74%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

4.2.2 Perhitungan Analisis Rasio Bank Rakyat Indonesia

4.2.2.1 Rasio Likuiditas (dalam Miliyar rupiah kecuali dinyatakan lain) Loan To Deposit Ratio (LDR)

Tabel 4.5 Tabel Analisis Rasio LDR BRI Tahun

Kredit

Dana Pihak Ketiga

LDR

2013 448.345 504.281 88%

2014 510.697 622.322 82%

2015 581.095 668.955 86%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

4.2.2.2 Rasio Rentabilitas (dalam Miliyar rupiah kecuali dinyatakan lain)

1. Return On Assets (ROA)

Tabel 4.6 Tabel Analisis Rasio ROA BRI Tahun Laba Bersih

Sebelum Pajak

Rata Rata Total Assets

ROA

2013 27910 588.719 4.7%

2014 30.804 714.042 4.4%

2015 32.494 840.205 3,8%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016 2. Net Interest Margin ( NIM)

Tabel 4.7 Tabel Analisis Rasio NIM BRI Tahun Pendapatan

Bunga Bersih

Rata Rata Aktiva Produktif

NIM

2013 44.106 533.794 8.2

2014 51.442 648.320 7.9

2015 58.280 755.012 7.7

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

3. Rasio BOPO

Tabel 4.8 Tabel Analisis Rasio BOPO BRI Tahun

Total Beban Operasional

Total Pendapatan Operasional

BOPO

2013 41.078 67.809 68.80

2014 56.116 84.421 66.47

2015 67.321 97.843 60.57

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

4.2.3 Perhitungan Analisis Rasio Bank Tabungan Negara

4.2.3.1 Rasio Likuiditas (dalam Miliyar rupiah kecuali dinyatakan lain) Loan to Deposit Ratio (LDR)

Tabel 4.9 Tabel Analisis Rasio LDR BTN Tahun

Kredit

Dana Pihak Ketiga

LDR

2013 104.467 96.208 104.42%

2014 115.916 106.471 108.86%

2015 138.956 127.709 108.78%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

4.2.3.2 Rasio Rentabilitas

1 Return On Assets (ROA)

Tabel 4.10 Tabel Analisis Rasio ROA BTN

Tahun Laba

Sebelum Pajak

Rata Rata Total Aktiva

ROA

2013 2136 137.875 1.8%

2014 1577 158.194 1.1%

2015 2534 118.666 1.6%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016 2 Net Interest Margin

Tabel 4.11 Tabel Analisis Rasio NIM BTN Tahun Pendapatan

Bunga Bersih

Rata Rata Aktiva Produktif

NIM

2013 5.653 102.070 5.5%

2014 5.464 122.082 4.4%

2015 6.811 140.107 4.8%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

3 Rasio BOPO

Tabel 4.12 Tabel Analisis Rasio BOPO BTN Tahun

Total Beban Operasional

Total Pendapatan Operasional

BOPO

2013 9.409 11.547 81.48%

2014 12.124 13.702 88.48%

2015 13.546 16.073 84.27%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

4.2.4 Perhitungan Analisis Rasio Bank Nasional Indonesia

4.2.4.1 Rasio Likuiditas (dalam Miliyar rupiah kecuali dinyatakan lain) Loan To Deposit Ratio *dalam triliun rupiah

Tabel 4.13 Tabel Analisis Rasio LDR BNI Tahun

Kredit

Dana Pihak Ketiga

LDR

2013 326 370 88.4%

2014 277 313 88.4%

2015 250 291 85.3%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

4.2.4.2 Rasio Rentabilitas(dalam Miliyar rupiah kecuali dikatakan lain) 1 Return on Assets (ROA)

Tabel 4.14 Tabel Analisis Rasio ROA BNI

Tahun Laba

Sebelum Pajak

Rata Rata Total Aset

ROA

2013 11.278 359.979 3.1%

2014 13.524 401.614 3.3%

2015 11.466 462.854 2.4%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016 2 Net Interest Margin

Tabel 4.15 Tabel Analisis Rasio NIM BNI Tahun Pendapatan

Bunga Bersih

Rata Rata Total Aset Produktif

NIM

2013 19.313 311.500 6.2

2014 22.761 361.285 6.3

2015 25.560 399.375 6.4

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

3 Rasio BOPO

Tabel 4.16 Tabel Analisis Rasio BOPO BNI Tahun

Total Beban Operasional

Total Pendapatan Operasional

BOPO

2013 24.673 35.892 68.7%

2014 30.374 44.080 69.7%

2015 37.666 49.078 76.7%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

4.3 Analisis pengukuran tingkat kinerja sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia

Tabel 4.17

Matriks Kinerja Penetapan Peringkat Kesehatan Bank Sumber : Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004

No Komponen Sangat Sehat

Sehat Cukup Sehat Kurang Sehat Tidak Sehat 1 L D R 50%<Rasio

Peneliti memilih matriks diatas sebagai tolak ukur peniliaian rasio dalam mengukur tingkat kesehatan kinerja keuangan bank umum milik pemerintah

Berikut merupakan analisis rasio setelah diukur dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004

Tabel 4.18

Analisis tingkat kesehatan bank (2013)

Rasio LDR BOPO NIM ROA

Bank

Mandiri 2013 2 1 1 1

BTN 2013 4 2 2 3

BNI 2013 3 2 1 1

BRI 2013 3 1 1 1

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

Tabel 4.19

Analisis tingkat kesehatan bank (2014)

Rasio LDR BOPO NIM ROA

Bank

Mandiri 2013 2 1 1 1

BTN 2013 4 2 2 4

BNI 2013 3 2 1 1

BRI 2013 2 1 1 1

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

Tabel 4.20

Analisis tingkat kesehatan bank (2015)

Rasio LDR BOPO NIM ROA

Bank

Mandiri 2013 3 2 1 1

BTN 2013 4 2 2 3

BNI 2013 3 1 1 2

BRI 2013 3 1 1 1

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

Keterangan: 1 : Sangat Sehat 3: Cukup Sehat 5 : Tidak Sehat 2 : Sehat 4 : Kurang Sehat

Dengan adanya tabel perhitungan rasio setiap bank dan tabel analisis rasio yang telah diukur dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 maka dapat dijawab pertanyaan dalam rumusan masalah yakni:

1. Apakah kinerja keuangan bank umum milik pemerintah pada periode 2013 -2015 dinyatakan sangat sehat setalah diukur sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 ?

Bank Mandiri

Bank Mandiri pada tahun 2013 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan sangat sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio BOPO,NIM,ROA dinyatakan dengan angka 1 yang berarti sangat sehat dan untuk Rasio LDR:

dinyatakan dengan angka 2 yakni sehat, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa bank Mandiri pada tahun 2013 dapat dikategorikan SANGAT SEHAT

Bank Mandiri pada tahun 2014 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio BOPO,NIM,ROA dinyatakan dengan angka 1 yang berarti dan untuk Rasio LDR: dinyatakan dengan angka 2 yakni sehat, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa bank Mandiri pada tahun 2014 dapat dikategorikan SANGAT SEHAT

Bank Mandiri pada tahun 2015 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan sangat sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio NIM,ROA dinyatakan dengan angka 1 yang berarti sangat sehat dan untuk Rasio BOPO:

dinyatakan dengan angka 2 yakni sehat dan rasio LDR dengan angka 3 yakni cukup sehat, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa bank Mandiri pada tahun 2015 dapat dikategorikan SANGAT SEHAT

Bank Rakyat Indonesia

Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2013 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan sangat sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio BOPO,NIM,ROA dinyatakan dengan angka 1 yang berarti sangat sehat dan untuk Rasio LDR: dinyatakan dengan angka 3 yakni cukup sehat, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2013 dapat dikategorikan SANGAT SEHAT

Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2014 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan sangat sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio BOPO,NIM,ROA dinyatakan dengan angka 1 yang berarti sangat sehat dan untuk Rasio LDR: dinyatakan dengan angka 2 yakni sehat, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2014 dapat dikategorikan SANGAT SEHAT

Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2015 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan sangat sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio BOPO,NIM,ROA dinyatakan dengan angka 1 yang berarti sangat sehat dan untuk Rasio LDR: dinyatakan dengan angka 3 yakni cukup sehat, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2015 dapat dikategorikan SANGAT SEHAT

Bank Tabungan Negara

Bank Tabungan Negara pada tahun 2013 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan cukup sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio BOPO,NIM dinyatakan dengan angka 2 yang berarti sehat ,untuk Rasio ROA:

dinyatakan dengan angka 3 yakni cukup sehat,dan rasio LDR dinyatakan dengan angka 4 yakni kurang sehat dengan begitu dapat disimpulkan bahwa Bank Tabungan Negara pada tahun 2013 dapat dikategorikan CUKUP SEHAT

Bank Tabungan Negara pada tahun 2014 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan cukup sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio BOPO,NIM dinyatakan dengan angka 2 yang berarti sehat ,dan untuk Rasio ROA dan LDR : dinyatakan dengan angka 4 yakni kurang sehat dengan begitu dapat disimpulkan bahwa Bank Tabungan Negara pada tahun 2014 dapat dikategorikan CUKUP SEHAT

Bank Tabungan Negara pada tahun 2015 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan cukup sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio BOPO,NIM dinyatakan dengan angka 2 yang berarti sehat ,untuk Rasio ROA:

dinyatakan dengan angka 3 yakni cukup sehat,dan rasio LDR dinyatakan dengan angka 4 yakni kurang sehat dengan begitu dapat disimpulkan bahwa Bank Tabungan Negara pada tahun 2015 dapat dikategorikan CUKUP SEHAT

Bank Nasional Indonesia

Bank Nasional Indonesia pada tahun 2013 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan sangat sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio NIM,ROA dinyatakan dengan angka 1 yang berarti sangat sehat dan untuk rasio BOPO dinyatakan dengan angka 2 yakni sehat dan untuk Rasio LDR: dinyatakan dengan angka 3 yakni cukup sehat, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa Bank Nasional Indonesia pada tahun 2013 dapat dikategorikan SEHAT

Bank Nasional Indonesia pada tahun 2014 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan sangat sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio NIM,ROA dinyatakan dengan angka 1 yang berarti sangat sehat dan untuk rasio BOPO dinyatakan dengan angka 2 yakni sehat dan untuk Rasio LDR: dinyatakan dengan angka 3 yakni cukup sehat, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa Bank Nasional Indonesia pada tahun 2014 dapat dikategorikan SEHAT

Bank Nasional Indonesia pada tahun 2015 setelah diukur dengan Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Kesehatan Bank dapat dinyatakan sangat sehat dilihat dari data yang diperoleh dari tabel diatas yang menunjukan rasio NIM,BOPO dinyatakan dengan angka 1 yang berarti sangat sehat dan untuk rasio ROA dinyatakan dengan angka 2 yakni sehat dan untuk Rasio LDR: dinyatakan dengan angka 3 yakni cukup sehat, dengan begitu dapat disimpulkan bahwa Bank Nasional Indonesia pada tahun 2015 dapat dikategorikan SEHAT

2. Apakah kinerja keuangan Bank Mandiri pada periode 2013 - 2015 lebih sehat daripada Bank Tabungan Negara,Bank Nasional Indoensia,dan Bank Rakyat Indonesia?

Berikut merupakan tabel penjelasan perbandingan tingkat rasio setiap bank Tabel 4.21

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

Tabel 4.22

Sumber : Data Diolah Penulis 2016

Tabel 4.23

Analisis Perbandingan Rasio (2015)

2015 Bank Bank Bank Rakyat Bank

Mandiri Tabungan Negara

Indonesia Nasional Indonesia

ROA 3.0% 1.6% 3.8% 2.4%

NIM 7.0% 4.8% 7.7% 6.4%

BOPO 74% 84.27% 60.57% 76.3%

LDR 88% 108.78% 84% 85.3%

Sumber : Data Diolah Penulis 2016 Keterangan :

: Terbaik (1) : Baik (2) : Buruk (3) : Terburuk(4)

Pembahasan tabel berdasarkan tahun:

Dari hasil analisis tabel diatas tampak bahwa Bank BRI unggul dibandingkan dengan bank lainnya setiap tahunnya diikuti dengan Bank Mandiri,Bank BNI dan Bank BTN. Dengan rincian sebagai berikut:

Pada tahun 2013 Bank Rakyat Indonesia unggul pada 3 rasio yakni rasio ROA, rasio NIM dan rasio BOPO dan peringkat ke-2 pada Rasio LDR dan Bank BRI merupakan bank yang paling sehat dibandingkan dengan bank umum milik pemerintah lainnya diikuti Bank Mandiri,Bank Nasional Indonesia dan Bank Tabungan Negara

Pada Tahun 2014 : Bank Rakyat Indonesia kembali mendominasi dan pada tahun ini pada setiap rasio dan menyebabkan bank BRI menjadi bank yang paling sehat pada 2014 dan diikuti dengan bank Mandiri, Bank Nasional Indonesia dan Bank Tabungan Negara

Pada Tahun 2015: Bank Rakyat Indonesia juga yang kembali mengungguli setiap rasio yang ada diikuti dengan bank Mandiri , Bank Nasional Indonesia dan Bank Tabungan Negara. Namun pada tahun ini Bank Mandiri tidak mengungguli bank BNI pada rasio LDR

Pembahasan tabel berdasarkan rasio setiap tahunnya

Rasio ROA : Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva yang dikuasainya untuk menghasilkan berbagai pendapatan. Semakin tinggi ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset. Pada analisis ini dilhat bahwa rasio roa pada bank BRI mengalami penurunan setiap tahun-nya namun tetap merupakan bank yang paling baik pada rasio ini. Kemudian bank Mandiri juga mengalami nasib yang sama dengan bank BRI, mengalami penurunan setiap tahunnya, tapi tidak dengan bank BNI yang meningkat dari tahun 2013 ke 2014 namun merosot jatuh pada tahun 2015 dan bank BTN yang mengalami penurunan pada 2013 ke 2014 namun membaik di tahun 2015

Rasio LDR : yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan dana pihak ketiga. Rasio yang tinggi menunjukkan bahwa suatu bank meminjamkan seluruh dananya (loan-up) atau realtif tidak likuid (illiquid). Sebaliknya rasio yang rendah menunjukkan bank yang likuid dengan kelebihan kapasitas dana yang siap untuk dipinjamkan.

Pada analisis ini dilihat bahwa hanya bank BTN yang dinyatakan tidak likuid selebihnya seperti bank Mandiri, BNI, dan BRI dapat dikatakan likuid.

Rasio NIM: Net Interest Margin (NIM) adalah ukuran perbedaan antara pendapatan bunga yang dihasilkan oleh bank atau lembaga keuangan lain dan nilai bunga yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman Hal ini mirip dengan margin kotor perusahaan non-finansial. Rasio ini berbanding lurus dengan pendapatan bunga yang diterima oleh bank. Semakin besar pendapatan bunga yang diterima bank maka semakin besar rasio atau NIM bank tersebut, pada hasil analisis yang dilakukan dilihat bahwa setiap bank umum milik pemerintah memiliki rasio NIM yang relatif sangat baik dan stabil setiap tahunnya

Rasio BOPO : rasio biaya operasional digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasinya. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sering disebut rasio efisiensi digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank yang bersangkutan. Pada penelitian Bank BRI, Mandiri, dan BNI memilik rasio BOPO yang relatif sangat baik setiap tahunnya , namun bank BTN sepertinya perlu meningkatkan tingkat efesiensinya mengingat rasio BOPO bank BTN mengarah ke kurang baik.

Untuk menambah penjelasan yang lebih mendalam, peneliti membuat grafik pertumbuhan rasio pada setiap bank pada setiap tahunnya dengan grafik sebagai berikut:

GAMBAR 4.1

GRAFIK PERTUMBUHAN ROA BANK UMUM MILIK PEMERINTAH

GAMBAR 4.3

GRAFIK PERTUMBUHAN NIM BANK UMUM MILIK PEMERINTAH

0

GAMBAR 4.4

GRAFIK PERTUMBUHAN LDR BANK UMUM MILIK PEMERINTAH

GAMBAR 4.5

GRAFIK PERTUMBUHAN BOPO BANK UMUM MILIK PEMERINTAH

0 20 40 60 80 100 120

2013 2014 2015

MANDIRI BTN BRI bni

0 20 40 60 80 100

2013 2014 2015

MANDIRI BTN BRI BNI

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Hasil dari analisis rasio dalam mengukur kinerja keuangan bank umum milik pemerintah tahun 2013 – 2015 menunjukan bahwa Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri dapat dikategorikan bank yang SANGAT SEHAT, Bank nasional Indonesia dikategorikan SEHAT, dan Bank Tabungan Negara

dikategorikan CUKUP SEHAT setelah diukur dengan Surat Edaran Bank Indonesia .

2. Hasil dari analisis rasio dalam mengukur kinerja keuangan bank umum milik pemerintah menunjukan bahwa pada tahun 2013-2015 Bank Mandiri tidak lebih baik dari Bank BRI setiap tahun-nya dalam kinerja keuangan yang diukur dalam penelitan ini namun menggunguli setiap bank umum milik pemerintah lainnya yakni : Bank Nasional Indonesia, dan Bank Tabungan Negara.

5.2.Saran

Melalui hasil penelitian ini, peneliti ingin menyampaikan beberapa saran berikut bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap hasil penelitian ini, yaitu:

1. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian yang akan datang sebaiknya menambah jumlah rasio keuangan yang akan diteliti sehingga hasil yang diperoleh akan lebih detail dan maksimal. Selain itu peneliti selanjutnya juga bisa membandingkan bank umum milik pemerintah dengan bank swasta sehingga diperoleh informasi yang lebih baik nantinya.

2. Bagi Perusahaan

a. Bank BRI dan Bank Mandiri harus tetap menjaga kinerja keuangan yang sudah sangat baik agar kedepannya dapat terus dipercaya oleh nasabah/konsumennya

b. Bank BNI perlu sedikit meningkatkan kinerja keuangannya agar mampu menjadi bank yang lebih baik lagi agar kepercayaan nasabah dapat tumbuh lebih baik

c. Bank BTN sangat perlu meningkatkan kinerja keuangan lebih baik lagi agar dapat mampu bersaing dengan bank umum milik pemerintah yang lainnya

3. Bagi Ilmu Administrasi Bisnis

Penelitan diharapkan mampu menambah kepustakaan Ilmu Administrasi Bisnis agar kemudian dapat digunakan sebaik baiknya.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku

Ambarwati, Sri Dwi Ari. (2010) Manajemen Keuangan Lanjutan. Graha Ilmu Harahap, Sofyan Syafri.( 2011). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Irfan Fahmi, S. (2015). Pengantar Manajemen Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Kasmir, D. (2015). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Pt Rajagrafindo Persada.

Kuncoro, M dan Suhardjono. 2002. Manajemen Perbankan. Edisi pertama. BPFE.

Yogyakarta.

Ormiston, L. M. (2008). Memahami Laporan Keuangan. Jakarta.

Prof.Dr.A.Muri Yusuf, M. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan Penelitian

Gabungan. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.

Rahmat. (2013) Statistika Penelitian. Bandung: Pustaka Setia

S, M. (2002). Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP-AMP YPKN.

Sucipto. 2003. “Penilaian Kinerja Keuangan.” Jurnal Akuntansi. Universitas Sumatra Utara. Medan.

Sugiyono. (2008) Metode Penelitian Bisnis. Edisi Kesebelas. Bandung: Alfabeta.

Sumarto. (2014) Statistika Deskriptif. Yogyakarta. CAPS

Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2003 Undang-undang N0. 10 tahun 1998 tentang perbankan.

Sumber Internet www.bi.go.id www.bri.co.id www.btn.co.id www.bni.co.id

www.bankmandiri.co.id

Skripsi

Yuli Christian (2009) “analisis perbedaan kinerja keuangan bank umum

pemerintah dan bank umum swasta nasional dengan menggunakan rasio keuangan periode 2003-2007analisis perbedaan kinerja keuangan bank umum pemerintah dan bank umum swasta nasional dengan menggunakan rasio keuangan periode 2003-2007”

Marwanto Marsuki (2012) melakukan penelitian berjudul : “perbandingan kinerja keuangan bank pemerintah dan bank swasta nasional”

Dokumen terkait