• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sebagai salah satu urusan wajib, urusan

Kegiatan Percepatan Penganekaragaman

III. KEBERHASILAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN

1. Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sebagai salah satu urusan wajib, urusan

Ketahanan Pangan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal dan diperkuat dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 65 / Permentan / OT.140 / 12 / 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten / Kota.

77 78

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dari empat indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Ketahanan Pangan di Provinsi Sumatera Barat sampai dengan tahun 2014 (tahun pelaksanaan keempat), yang sudah dicapai adalah indikator ketersediaan dan cadangan pangan sebesar 111,4 % (sebesar 185,67 % dari target tahun 2015), indikator penganekaragaman dan keamanan pangan sebesar 81,81 % (102,26 % dari target tahun 2015. Sedangkan indikator distribusi dan akses pangan dan indikator penanganan kerawanan pangan belum mencapai target sasaran tahun 2015. Ditargetkan pada tahun 2015 keseluruhan indikator dapat tercapai sesuai target. 2. Adhikarya Pangan Nusantara

Salah satu bentuk apresiasi dan pendorong semangat, kreativitas serta partisipasi masyarakat untuk berperan dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian dan ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Barat, tahun 2014 ini Badan Ketahanan

Pangan Provinsi Sumatera Barat memberikan

penghargaan berupa Adhikarya Pangan Nusantara untuk 5 (lima) kategori ketahanan pangan untuk tingkat provinsi, yaitu Kategori Pembina Ketahanan Pangan, Kategori Pelopor Ketahanan Pangan, Kategori Pemangku Ketahanan Pangan, Kategori Pelayanan Ketahanan Pangan (Penyuluh Pendamping) dan Kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan.

Kategori Pembina

Ketahanan Pangan,

aparat pemerintah

Pembina Ketahanan Pangan terbaik diraih oleh Bupati Agam Ir.H.Indracatri.M,SP.

Sedangkan untuk

aparat Pembina

pemerintah nagari /

kelurahan terbaik

diperoleh Wali Nagari

Aia Manggih Kec. Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. Selengkapnya Penerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Kategori Pembina Ketahanan Pangan dapat dilihat pada tabel berikut:

No JABATAN ALAMAT PERINGKAT BENTUK

PENGHARGAAN

1 Ir.H. INDRA CATRI M,SP. Bupati Agam Kabupaten Agam I Piagam/Trophy 2 BENNY UTAMA, SH, MM Bupati Pasaman Kabupaten Pasaman II Piagam/Trophy 3 H.IRZAL ILYAS DT.LAWIK BASA, MM Walikota Solok Kota Solok III Piagam/Trophy

1 YOHARMAN Wali Nagari Aia Manggih Kec.Lubuk Sikaping Kab. Pasaman.

I Tabanas Rp. 6 juta + piagam/tropy 2 A.NASIR HASIBUAN Lurah Simpang Rumbio Kec.Lubuk Sikarah Kota Solok II Tabanas Rp. 5 juta +

piagam/tropy 3 Ir. AGUSSALIM DT. RKY .BASA Wali Nagari Koto Baru Kec. Padang Sago Kabupaten

Padang Pariaman

III Tabanas Rp. 3 juta + piagam/tropy APARAT PEMBINA PEMERINTAH

KABUPATEN / KOTA

APARAT PEMBINA PEMERINTAH NAGARI/KELURAHAN

TABEL 22 :

PENERIMA PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TINGKAT PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2014

PENERIMA PENGHARGAAN

KATEGORI PEMBINA KETAHANAN PANGAN

2 1

79 80

Untuk kategori pelopor ketahanan

pangan terbaik

diperoleh oleh Sdr. Pariz Ade Putra, ST,

pemuda yang

mempelopori

pembuatan kopi

kawa daun dalam

bentuk kemasan

celup. Selengkapnya Penerima Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 Kategori Pelopor Ketahanan Pangan dapat dilihat pada tabel 23berikut :

No ALAMAT PERINGKAT BENTUK

PENGHARGAAN

1 1 PARIZ ADE PUTRA, ST Kab.Tanah Datar I Tabanas Rp. 6 juta +

piagam/tropy

2 ABDURRAHMAN HAMID,SPT Kab. Sijunjung II Tabanas Rp. 5 juta +

piagam/tropy

3 JAFRIANDI Kab.Pesisir Selatan III Tabanas Rp. 3 juta +

piagam/tropy

PENERIMA PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TINGKAT PROVINSI KATEGORI PELOPOR KETAHANAN PANGAN

PENERIMA PENGHARGAAN

TABEL 23 :

Kategori Pemangku

Ketahanan Pangan

diperoleh oleh H.

Nursali dari Kota

Solok.Peringkat terbaik untuk kategori

ini mendapatkan

hadiah berupa

Piagam, Tropy dan Tabanas senilai Rp. 5

juta. Selengkapnya

yang memperoleh

penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Kategori Pemangku Ketahanan Pangan dapat dilihat pada tabel 24 di bawah ini :

No ALAMAT PERINGKAT BENTUK

PENGHARGAAN

1 1 H. NURSALI Kota Solok I Tabanas Rp. 6 juta +

piagam/tropy

2 SUKIJO Kab. Sijunjung II Tabanas Rp. 5 juta +

piagam/tropy

3 HELMITRA ANWAR Kab. Tanah Datar III Tabanas Rp. 3 juta +

piagam/tropy

TABEL 24 :

PENERIMA PENGHARGAAN

KATEGORI PEMANGKU KETAHANAN PANGAN

81 82

Kategori Pelayanan Ketahanan Pangan (Penyuluh Pendamping) peringkat terbaik diperoleh oleh Irya Mustika, SP, penyuluh pendamping Wilayah WKP Jambak Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman.Selanjutnya, peringkat kedua diperoleh oleh Mardis dari Pesisir Selatan dan Peringkat ketiga diperoleh oleh Edison, SPt dari Kabupaten Solok.

Selengkapnya yang memperoleh penghargaan

Adhikarya Pangan Nusantara Kategori Pelayanan Ketahanan Pangan (Penyuluh Pendamping) dapat dilihat pada tabel 25 di bawah ini :

No JABATAN ALAMAT PERINGKAT BENTUK PENGHARGAAN

1 1 IRYA MUSTIKA, SP Penyuluh Pendamping Wilayah WKP Jambak

Kec. Lubuk Sikaping Kab. Pasaman

I Tabanas Rp. 6 juta + piagam/tropy

2 MARDIS Penyuluh Pendamping

Wilayah Binaan Lubuk Sikaping

Kec. Lengayang Kab. Pesisir Selatan

II Tabanas Rp. 5 juta + piagam/tropy

3 EDISON, S.Pt Penyuluh Pendamping

Wilayah Binaan Koto Laweh

Kec. Lembang Jaya Kab. Solok

III Tabanas Rp. 3 juta + piagam/tropy

PENERIMA PENGHARGAAN

TABEL 25 :

PENERIMA PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TINGKAT PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2014 KATEGORI PELAYANAN KETAHANAN PANGAN (PENYULUH PENDAMPING)

Kategori terakhir yaitu Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan yang terdiri dari Kelompok Pemberdayaan dan Kelompok Pengembangan Industri Pangan Olahan.Untuk kelompok Pemberdayaan peringkat terbaik diperoleh KWT Melinjo Indah Kabupaten Pesisir Selatan. Sedangkan untuk kelompok Pengembangan Industri Pangan Olahan peringkat terbaik diperoleh oleh KWT Semanggi Kota Payakumbuh.

No ALAMAT PERINGKAT BENTUK

PENGHARGAAN

1

1 KWT. MELINJO INDAH Nagari Kambang Barat Kec. Lengay ang Kab. Pesisir Selatan

I Tabanas Rp. 6 juta + piagam/tropy

2 INBIS SEJAHTERA Kel. Gunung Sarik Kec. Kuranji Kota Padang

II Tabanas Rp. 5 juta + piagam/tropy

3 KWT. ELOK BAGANTANG Desa Kubang Utara Sikabu Kec. Lembah Segar Kota Saw ahlunto

III Tabanas Rp. 3 juta + piagam/tropy

KELOMPOK

PENGEMBANGAN INDUSTRI PANGAN OLAHAN

1 KWT. SEMANGGI Kel. Pay olansek Kec. Pay akumbuh Barat Kota Pay akumbuh

I Tabanas Rp. 6 juta + piagam/tropy

2 KWT. SEJAHTERA Nagari Koto Baru Kec. Luhak Nan Duo Kab. Pasaman Barat

II Tabanas Rp. 5 juta + piagam/tropy

3 TUNAS MADANI Nagari Kampung Batu Dalam Kec. Danau Kembar Kab. Solok

III Tabanas Rp. 3 juta + piagam/tropy KELOMPOK PEMBERDAYAAN

PENERIMA PENGHARGAAN

TABEL 26 :

PENERIMA PENGHARGAAN ADHIKARYA PANGAN NUSANTARA TINGKAT PROVINSI KATEGORI PELAKU PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN (PENYULUH PENDAMPING)

83 84

Penghargaan

Adhikarya Pangan

Nusantara Tingkat

Provinsi Sumatera

Barat ini diserahkan pada puncak acara

Peringatan Hari Pangan Nasional (HPS) ke 34 Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan pada tanggal 18 September 2014.

Peringatan HPS ini merupakan ajang untuk

meningkatkan pemahaman dan pengetahuan

masyarakat dan para stakeholders terhadap

pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi serta meningkatkan kerjasama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan nasional. Peringatan HPS tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2014 ini diisi dengan pameran produk olahan berbasis sumber daya lokal dari kabupaten / kota se Sumatera Barat dimana masing-masing kabupaten / kota mendirikan stand dan memamerkan keunggulan pangan lokal olahan masing-masing daerah.

Peringatan HPS juga diisi dengan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman tingkat provinsi yang pesertanya adalah utusan-utusan dari TP-PKKyang merupakan pemenang Lomba Cipta Menu tingkat kabupaten / kota. Pemenang terbaik lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman tahun 2014 ini berasal dari TP-PKK Kota Payakumbuh.

D i h

85 86

arapkan dengan adanya peringatan HPS ini dapat merubah mindset masyarakat akan pentingnya penurunan konsumsi beras dan beralih mengkonsumsi produk olahan pangan lokal yang berasal dari olahan

tepung-tepungan dan memanfaatkan lahan

pekarangan rumah tempat tinggal, sesempit apapun pekarangan, karena jika didayagunakan dengan baik, maka bisa memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

3. Pencapaian Pembangunan Ketahanan Pangan

Sumatera Barat Periode 2010 s/d 2014 (Perolehan Penghargaan Tingkat Nasional) a. Tahun2010.

 Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia kepada Gubernur Sumatera Barat dalam rangka capaian hasil Peningkatan Produksi Padi diatas 5 %.

b.

Tahun 2011

 Penghargaan Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia (MPPP) Award kepada Gubernur Sumatera Barat atas prestasi dan partisipasi aktif dalam membangun Perbenihan dan Pembibitan Indonesia

 Penghargaan Swiss contact sebagai Lembaga Internasional dari Negara Belanda untuk Gubernur Sumatera Barat yang dinilai berkomitmen dan berkontribusi dalam

pengembangan komoditi kakao secara

berkelanjutan.

 Swasembada Sapi dari Menteri Pertanian Tahun

2011

c.

Tahun 2012

 Penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional dari Wakil Presiden RI kepada Gubernur Sumatera Barat.

87 88

 Pengembangan Pertanian Organik bagi

Pemerintah Sumatera Barat dari Menteri Pertanian RI.

 Penghargaan Kategori Pemerintah Provinsi dalam upaya peningkatan Konsumsi Ikan Masyarakat kepada Gubernur Sumatera Barat  Penghargaan Kategori FORIKAN Provinsi

dalam Peningkatan Konsumsi Ikan Masyarakat kepada Ibu Nevi Irwan Prayitno sebagai Ketua Forikan Provinsi

d.

Tahun 2013

 Komitmen Pengembangan Sentra Kakao dalam Pemberdayaan petani dari Swiss Contact dan ADM Cocoa Singapura.

 Sebagai Provinsi Terbaik Pengelolaan PesisIr dan Pulau Kecil Komitmen Program Sub Sektor Perkebunan dengan Bantuan Innova Tahun 2013

 Penghargaan “Adhikarya Pangan Nusantara”

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menerima Penghargaan Ketahanan Pangan Nasional 2010 dari Presiden RI dalam rangka Meningkatkan Produksi Beras >

5% Program P2BN

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menerima Penghargaan Ketahanan Pangan dalam rangka Surplus

89 90

Penyerahan Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Nasional Tahun 2013 oleh Wakil Presiden RI

IV. RENCANA PROGRAM PEMBANGUNAN

Dokumen terkait