Berikut ini penulis memperlihatkan contoh ilustrasi proses pembiayaan gadai emas syariah dan pencatatan jurnalnya:
Pada tanggal 21 April 2016, Ibu Dita mendatangi Bank BPD DIY Syariah cabang Cik Ditiro untuk mengajukan pembiayaan rahn emas dengan menggadaikan perhiasan emasnya, tujuan pinjaman digunakan untuk membayar biaya kuliah anaknya. Emas beserta kuitansi pembelian yang dibawa Ibu Dita mempunyai kadar 18 karat dengan berat 15 gram. Harga standar emas saat itu sebesar Rp. 495.000 dan jangka waktu yang diminta ibu Dita yaitu 4 bulan. Perhitungan untuk pinjaman maksimum yang dapat diperoleh dan biaya sewa (ujrah) yang harus dibayarkan yaitu:
Nilai Taksiran: 15 gram × Rp. 495.000 × 8 �����
74
Selain itu terdapat Biaya Administrasi Rp. 10.000 dan Biaya Materai Rp. 6.000 yang harus dibayarkan secara tunai oleh nasabah ke Teller. Untuk contoh kasus ibu Dita di atas, Bank BPD DIY Syariah akan membuat jurnal untuk pembiayaan gadai emas syariah sebagai berikut:
1. 21/04/2016 Pada saat Bank menerima barang gadai (emas) tidak
perlu dijurnal hanya membuat tanda terima/menandatangani Surat Akad Gadai.
2. 21/04/2016 Jurnal saat pinjaman qardh-rahn emas diberikan
Pinjaman qardh -rahn emas Rp. 4.455.000
Rekening Ibu Dita Rp. 4.455.000
3. 21/04/2016 Jurnal saat penerimaan biaya administrasi dan biaya
materai dari nasabah (rahin)
Kas Rp. 10.000
Pendapatan utama lain Rp. 10.000
Kas Rp. 6.000
Pendapatan utama lain Rp. 6.000
4. 21/04/2016 Jurnal saat menerima pelunasan pembayaran biaya
Ujrah (sewa) - (dibayar dimuka)
Kas/Rekening Ibu Dita Rp. 240.000
Pendapatan ijarah diterima
dimuka-rahn emas Rp. 240.000
21/05/2016 Jurnal saat mengakui pendapatan sewa (ujrah) -
(Bulan I)
Pendapatan ijarah diterima dimuka-
rahn emas Rp. 60.000
Pendapatan ijarah -rahn emas Rp. 60.000
Pembiayaan Maksimum yang ditetapkan oleh Bank BPD DIY Syariah:
Rp. 5.568.750 × 80% = Rp. 4.455.000
Biaya Ujrah (Sewa): 15 gram × 4 bulan × Rp. 4.000 = Rp. 240.000 Biaya Ujrah (Sewa)/bulan: Rp. 240.000 : 4 bulan = Rp. 60.000
21/06/2016 Jurnal saat mengakui pendapatan sewa (ujrah) - (Bulan II)
Pendapatan ijarah diterima dimuka-
rahn emas Rp. 60.000
Pendapatan ijarah -rahn emas Rp. 60.000
21/07/2016 Jurnal saat mengakui pendapatan sewa (ujrah) -
(Bulan III)
Pendapatan ijarah diterima dimuka- rahn
emas Rp. 60.000
Pendapatan ijarah rahn emas Rp. 60.000
5. 21/08/2016 Jurnal saat pelunasan pokok pinjaman dan mengakui
pendapatan sewa (ujrah) - (Bulan IV)
Kas/Rekening Ibu Dita Rp. 4.455.000
Pinjaman qardh-rahn emas Rp. 4.455.000 Pendapatan ijarah diterima dimuka-
rahn emas Rp. 60.000
Pendapatan ijarah -rahn emas Rp. 60.000
Bank BPD DIY Syariah mengakui pembiayaan gadai emas syariah dan menyerahkan kas dengan menambahkan dana ke rekening rahin pada tanggal terjadinya akad setelah menandatangani Surat Akad Gadai.
Penerimaan pembayaran sewa diakui sebagai pendapatan sewa diterima dimuka karena dianggap sebagai hutang pendapatan sewa dan dilakukan penyesuaian setiap bulannya selama jangka waktu pinjaman. Adapun pelunasan pokok pinjaman qardh dilakukan sekaligus sesuai ketentuan Bank BPD DIY Syariah yang tidak menggunakan sistem angsuran serta sesuai masa jatuh tempo yang telah disepakati dalam akad.
76 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Gadai Emas Syariah merupakan penyerahan hak kuasa secara fisik atas barang jaminan emas (marhun) dari pihak nasabah (rahin) kepada pihak bank (murtahin) untuk memperoleh pinjaman/hutang (marhun bih) dan pihak nasabah (rahin) mempunyai kewajiban untuk mengembalikan/membayar pinjamannya sesuai jangka waktu yang telah disepakati kepada bank untuk mengambil kembali barang jaminannya.
Transaksi akad gadai emas syariah merupakan produk pembiayaan/penyaluran dana yang diberikan oleh Bank BPD DIY Syariah dengan menggabungkan beberapa akad dalam satu rangkaian meliputi akad qardh, akad rahn, dan akad ijarah.
Skema transaksi gadai emas syariah, Bank BPD DIY Syariah mempunyai prosedur dan syarat/ketentuan yang harus dilakukan dan dipenuhi oleh calon nasabah (rahin) yang ingin melakukan transaksi tersebut. Beberapa tahapan dalam pelaksanaan gadai emas syariah meliputi prosedur untuk memperoleh pembiayaan, tahapan pembayaran/pelunasan, dan tahapan perpanjangan jangka waktu pinjaman. Tahapan pelunasan dapat dilakukan pula dengan melakukan penjualan/lelang barang jaminan nasabah, apabila sampai batas waktu jatuh tempo nasabah tidak mampu melunasi hutangnya.
Prosedur pembiayaan gadai emas syariah pada Bank BPD DIY Syariah telah sesuai dan dijalankan berdasarkan prinsip syariah fatwa DSN/MUI/No. 25, 26/III/2002 tentang rahn dan rahn emas, DSN/MUI/No.09/IV/2000 tentang pembiayaan ijarah dan sesuai prinsip pelayanan kerja gadai emas syariah Bank BPD DIY Syariah yaitu pelayanan cepat, mudah, murah, dan berkah.
Penyelesaian sengketa dalam penanganan risiko gadai telah dijalankan berdasarkan upaya musyawarah mufakat ataupun melalui pengadilan agama atau BASYARNAS yang sesuai aturan hukum UU RI No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Beberapa risiko yang dapat terjadi telah dicantumkan penyelesaiannya dalam isi perjanjian akad gadai, namun perlakuan penanganan risiko bagi nasabah yang meninggal selama masa akad masih belum tertulis jelas dalam isi akad mengenai pembayaran kewajibannya.
Terkait ilustrasi pencatatan jurnal akuntansi gadai emas syariah pada Bank BPD DIY Syariah, telah berdasarkan PAPSI 2013 dan PSAK No. 107 serta disesuaikan dengan ketentuan pembayaran yang dilakukan Bank BPD DIY Syariah yang tidak menggunakan sistem cicilan dalam pembayaran pinjaman pokok dan biaya sewa (ujrah) yang dibayarkan dimuka.
78
B. Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis menyarankan:
1. Menambahkan spesifikasi syarat jenis barang jaminan emas dengan memperbolehkan nasabah melakukan gadai menggunakan jenis emas putih.
2. Memberikan kebijakan kepada rahin harus menyerahkan atau menunjukan sertifikat/kuitansi kepemilikan emas untuk menghindari adanya praktik barang curian pada barang gadai dan agar tetap sesuai dengan syarat sahnya sebagai barang jaminan/marhun gadai.
3. Mengembangkan pelayanan gadai emas syariah dengan membuka pelayanan gadai emas di seluruh jaringan kantor Bank BPD DIY Syariah, sehingga dapat menjangkau masyarakat lebih dekat. 4. Memperluas sosialisasi dengan meningkatkan promosi dan edukasi
gadai emas syariah kepada masyarakat untuk membantu kebutuhan financial masyarakat dengan mudah dan cepat serta guna meningkatkan pencapaian bank.
79
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Zainuddin. 2008. Hukum Gadai Syariah. Jakarta: Sinar Grafika.
Anshori, Abdul Ghofur. 2010. Hukum Perjanjian Islam di Indonesia Konsep, Regulasi, dan Implementasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Anshori, Abdul Ghofur. 2010. Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah;
(Analisis Konsep dan UU No. 21 Tahun 2008).Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Antonio, M. A. 2001. Bank Syariah; Dari TeoriKe Praktik. Jakarta: Gema Insani. Badriyanto, Eko. 2015. Pelatihan Gadai Emas Syariah-BPD DIY Nov 2015. [Online]. Tersedia: http://www.muamalat-institute.com/kegiatan- berita/berita-training/item/688-pelatihan-gadai-emas-syariah-bpd-diy-nov- 2015/688-pelatihan-gadai-emas-syariah-bpd-diy-nov-2015.html. [2 Mei 2016]
Bank BPD DIY. 2014. Laporan Tahunan 2014 Annual Report. Yogyakarta: Bank BPD DIY.
. 2015. Laporan Tahunan 2015 Annual Report. Yogyakarta: Bank BPD DIY.
Bank Indonesia. 2013. Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 15/26/DPbs perihal Pelaksanaan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia.
Firdaus, dkk. 2005. Briefcase Book Edukasi Profesional Syariah Mengatasi Masalah dengan Pegadaian Syariah. Jakarta: Renaisan.
Muhammad, dan Suwiknyo, D. 2009. Akuntansi Perbankan Syariah Yogyakarta: TrustMedia.
Pradita, Aginta Ayu, 2012, Analisis Perlakuan Akuntansi Gadai Emas Pada Bank BPD Syariah di Kantor Cabang Yogyakarta, Skripsi diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta. [Online]. Tersedia: http://repository.uii.ac.id/100/SK/I/0/00/000/000943/uii skripsi. [28 Maret 2016]
Prodi Akuntansi Terapan Program Vokasi. 2016. Buku Panduan Tugas Akhir 2015/2016. Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Purnamasari, I. D & Suswinarno. 2011. Panduan Lengkap Hukum Praktis Populer Kiat-kiat Cerdas, Mudah, dan Bijak Memahami Masalah Akad Syariah. Bandung: Mizan Media Utama.
80
Rahmanti, V., N. 2012. “Sebuah Kajian Mengapa Akuntansi Syariah Masih Sulit Tumbuh Subur di Indonesia”. Jurnal Akuntansi & Investasi UMY. 13(2), 161-179.
Rahman, L. A & Suprayogi, N. 2015. “Analisis Kesesuaian Akuntansi Transaksi Gadai Emas Syariah dengan PSAK dan Fatwa DSN MUI (Studi Kasus Praktik Gadai Emas di Pegadaian Syariah Surabaya)”. Jurnal Ekonomi Syariah FEB UNAIR. 2(11), 943-953.
Yaya, dkk. 2009. AkuntansiPerbankan Syariah. Jakarta: PT. Salemba Empat. . 2014. Akuntansi Perbankan Syariah; Teori dan Praktik Kontemporer Edisi 2. Jakarta: PT. Salemba Empat
Sari, Agustina Wulan. 2012. Prosedur Pembiayaan Gadai Emas Syariah Pada PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Ungaran. DIII Perbankan Syariah STAIN Salatiga: Tugas Akhir Tidak Diterbitkan.
Solopos, Aksara. (2012, 10 Januari). Layanan BPD DIY Syariah Semakin Diminati Masyarakat. [Online]. Tersedia: www.harianjogja.com/baca. [2 Mei 2016]
Tanuwidjaja, W. 2009. Cerdas Investasi Emas. Yogyakarta: Media Pressindo. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Wiyono, Slamet. 2006. Cara Mudah Memahami Akuntansi Perbankan Syariah. Jakarta: PT. Grasindo. www.bi.go.id www.bpddiy.co.id www. E-journal.unair.ac.id www.journal.umy.ac.id www.library.umy.ac.id www.scholar.google.co.id
81
82