KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
III. Dana Alokasi Umum (DAU)
3. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Pada Perhitungan APBD Tahun Anggaran 2006 realisasi pendapatan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2005 mencapai Rp109.058.000.000,00 atau 100,00 persen, dari proyeksi yang ditetapkan Rp109.058.000.000,00. Pendapatan ini merupakan Dana Bantuan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan bulan ketiga belas, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2005 tentang Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan bulan ketiga belas dalam Tahun Anggaran 2005 kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun/Tunjangan dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 626/PMK.02/2004 tentang Penetapan Rincian Dana Penyesuian Tahun Anggaran 2005 kepada Daerah Provinsi, Daerah Kabupaten dan Kota.
1.3 Permasalahan dan Solusi 1.3.1 Permasalahan
Dalam pengelolaan Pendapatan Daerah khususnya yang berkaitan dengan upaya tidak tercapainya target penerimaan pajak daerah, terdapat beberapa permasalahan untuk pajak Kendaraan Bermotor BBN-KB, kondisi pertumbuhan jumlah kendaraan negatif, menurunnya daya beli masyarakat terhadap sektor otomotif, disamping konsumsi otomotif tidak menjadi obyek pilihan utama bagi masyarakat dan menurunnya produksi dalam negeri pada sektor otomotif.
Sedangkan tidak tercapainya target penerimaan pajak hotel disebabkan;
menurunnya jumlah hunian kamar hotel bintang lima dan hotel bintang lima berlian sebagai dampak berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara sebagi pengguna jasa hotel dan tidak menjadi objek pilihan utama bagi sebagian masyarakat.
Selain itu, tidak tercapainya target penerimaan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah disebabkan permasalahan sebagai berikut :
- Pajak ini bersifat regulasi sehingga pemungutan pajaknya lebih diarahkan kepada pengaturan dan pengendalian pemanfaatan air bawah tanah;
- Adanya pemanfaatan air bawah tanah secara ilegal, seperti menjamurnya bisnis pencucian kendaraan yang tidak diikuti dengan pengaturan kebijakan tentang pemungutan pajaknya.
Pada bagian ini, permasalahan yang dialami terhadap target realisasi pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan tidak tercapai antara lain disebabkan pelayanan kesehatan dari poliklinik spesialis tidak dapat dibuka setiap hari di Puskesmas Swadana, sehingga berdampak kepada penurunan realisasi pendapatan.
1.3.2 Solusi
Solusi yang dilakukan Pemerintah Provinsi untuk dapat mengatasi permasalahan meliputi hal-hal sebagai berikut untuk mencapai target realisasi penerimaan PKB BBN-KB berbagai langkah dan upaya dilakukan secara optimal, antara lain :
- Penyampaian Surat pemberitahuan (Super) PKB secara intensif.
- Peningkatan koordinasi dengan instansi terkait maupun pihak swasta seperti Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM), pengusaha/pemilik showroom dan Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor dan Gaikindo.
- Peningkatan pendataan dan pemeriksaan kendaraan bermotor di kawasan tertentu.
- Peningkatan pelayanan kepada masyarakat/wajib pajak, seperti pelayanan samsat keliling.
- Penelitian dan pendataan terhadap kendaraan bermotor yang belum melakukan daftar ulang.
- Koordinasi pengawasan pembayaran PKB dilakukan lebih intensif melalui operasi/razia bekerja sama dengan pihak kepolisian.
- Peningkatan pemeriksaan lapangan dalam rangka penetapan nilai jual kendaraan bermotor;
- Peningkatan survey dilapangan dan pengumpulan data lainnya untuk menentukan Harga Pasaran Umum (HPU) kendaraan bermotor di wilayah DKI Jakarta;
- Peningkatan pengawasan pembayaran BBN-I (kendaraan baru) yang tidak dibayar melalui modus ganti nama, ganti nomor chasis dan lainnya.
Untuk meningkatkan realisasi Pajak Hotel, sesuai yang dilakukan Pemerintah Provinsi meliputi :
- Peningkatan pengawasan pembayaran setoran masa pajak hotel;
- Penagihan secara intensif atas tunggakan Pajak Hotel termasuk penagihan dengan surat paksa;
- Pembinaan kepada wajib pajak atas perlakuan pemajakan dengan sistem Self Assesment sehingga tingkat kesadaran wajib pajak semakin meningkat;
- Peningkatan pelayanan administrasi perpajakan kepada masyarakat wajib pajak;
- Peningkatan pendataan di lapangan,untuk menjaring wajib pajak yang belum terdaftar;
- Peningkatan pengawasan melalui law enforcement berupa pemeriksaan terhadap wajib pajak yang tidak mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku ;
Dalam upaya solusi pencapaian target realisasi penerimaan Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah berbagai langkah dan upaya dilakukan meliputi :
- Peningkatan pelayanan administrasi kepada masyarakat wajib pajak;
- Peningkatan pendataan terhadap titik-titik sumur air bawah tanah bekerjasama dengan Dinas Pertambangan, untuk menjaring wajib pajak yang belum terdaftar(belum mempunyai NPWPD);
- Peningkatan pengawasan melalui law enforcement terhadap wajib pajak yang tidak mematuhi ketentuan perundang-undangan;
- Peningkatan kegiatan survey/observasi di lapangan, guna diperoleh data atau informasi wajib pajak.
Selanjutnya dalam upaya mengatasi permasalahan untuk meningkatkan penerimaan Retribusi Parkir Retribusi Pengisian Kendaraan Bermotor, Retribusi terus dilakukan seperti :
- Perbaikan sistem dan manajemen pengelolaan perparkiran.
- Peningkatan koordinasi dengan Instansi terkait.
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
- Survey potensi parkir yang intensif sebagai tolok ukur pengawasan.
Untuk mengatasi permasalahan target realisasi penerimaan Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor yang tidak tercapai, berbagai upaya terus dilakukan seperti : Peningkatan pelayanan kepada masyarakat; Peningkatan koordinasi dengan unit satuan kerja terkait; dan Peningkatan pengawasan dan penertiban terhadap kendaraan umum bekerja sama dengan instansi terkait.
Sementara itu, solusi permasalahan tidak tercapai target penerimaan Retribusi Terminal, berbagai upaya dilakukan secara intensif seperti : Peningkatan
pembinaan kepada Wajib Retribusi; Peningkatan pemantauan di terminal-terminal; dan Peningkatan penertiban dan pengawasan di terminal.
Mengenai upaya-upaya yang dilakukan dalam pencapaian terget realisasi retribusi kebersihan antara lain dilakukan : Peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui intensifikasi jangka waktu pelayanan serta Penempatan pos pelayanan ditempat-tempat tertentu dengan klasifikasi sebagai berikut :
- Pelayanan untuk konsumen rumah tinggal dilayani dengan kendaraan tangki kecil berkapasitas 3 m3 oleh masing-masing Suku Dinas Kebersihan Kotamadya,
- Pelayanan untuk konsumen industri dilayani dengan kendaraan besar berkapasitas 6 m3 oleh Dinas Kebersihan.
Retribusi RCH yang tidak mencapai target ditempuh dengan upaya-upaya antara lain Peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam kaitannya dengan pemeriksaan kesehatan ternak potong di rumah potong hewan, Peningkatan pengawasan di lapangan, serta Peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Selanjutnya dalam upaya mengatasi permasalahan pada Retribusi Jasa Usaha Tempat Rekreasi dan Olahraga yang tidak mencapai target, dilakukan solusi : Peningkatan pelayanan kepada masyarakat wajib retribusi; Peningkatan pelayanan keolahragaan kepada masyarakat; serta Peningkatan pemantauan dan penyuluhan tempat rekreasi dan olah raga secara periodik kepada masyarakat.
Langkah dan upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan penerimaan dari retribusi ini, secara intensif antara lain; dengan melakukan Peningkatan Pengelolaan Manajemen Puskesmas.