• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.4. Pendapatan dan Piutang Keuangan

Pendapatan dan piutang merupakan komponen utama yang terdapat pada kegiatan operasional PT. Suman Tour. Bab 2.4 akan membahas pendapatan dan piutang keuangan baik secara umum maupun secara spesifik pada PT Suman Tour.

2.4.1. Pendapatan

Akuntansi merupakan suatu proses komunikasi informasi keuangan yang berkaitan dengan entitas bisnis untuk diinformasikan kepada user bisnis tersebut,

seperti pemegang saham dan manajer.[6] Informasi ini disajikan dalam bentuk laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba-rugi, laporan laba ditahan, laporan perubahan posisi keuangan serta catatan atas laporan keuangan.

Neraca menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, dimana informasi yang tersedia berupa informasi harta, kewajiban serta modal. Perhitungan laba rugi menunjukkan pendapatan yang diperoleh, biaya yang dikeluarkan serta hasil usaha yang diperoleh dalam suatu periode yang terakhir pada tanggal yang tertera di neraca. Laporan perubahan posisi keuangan menyajikan kegiatan pembiayaan dan investasi perusahaan.

Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, perhatian pada perhitungan laba- rugi semakin dirasakan manfaatnya. Dengan adanya informasi mengenai pendapatan, maka seorang pengusaha dapat membandingkan antara modal yang tertanam dengan

penghasilan sebagai alat untuk mengukur kinerja efisiensi perusahaan dan dapat memprediksi distribusi dividen di neraca yang akan datang.

Adapun pendapatan sendiri sebagai salah satu elemen penentuan laba-rugi suatu perusahaan belum mempunyai pengertian yang seragam. Hal ini disebabkan pendapatan biasanya dibahas dalam hubungannya dengan pengukuran dan waktu pengakuan pendapatan itu sendiri. Pendapatan diakibatkan oleh kegiatan-kegiatan perusahaan dalam memanfaatkan faktor-faktor produksi untuk mempertahankan diri dan pertumbuhan yang umumnya berasal dari penjualan barang dan jasa kepada kustomer. Selain dari kegiatan jual-beli, beberapa perusahaan memperoleh pendapatan dari bunga, deviden, atau royalti yang dibayarkan perusahaan lainnya kepada mereka.[7] Seluruh kegiatan perusahaan yang menimbulkan pendapatan secara keseluruhan/pendapatan bersih disebut earning process.[8] Secara garis besar earning process menimbulkan dua akibat yaitu pengaruh positif berupa pendapatan dan

keuntungan serta pengaruh negatif berupa kerugian perusahaan. Dimana selisih dari keduanya menjadi salah satu dari dua kemungkinan yaitu laba atau rugi.

Pendapatan umumnya digolongkan atas pendapatan yang berasal dari kegiatan normal perusahaan dan pendapatan yang bukan berasal dari kegiatan normal perusahaan. Pendapatan dari kegiatan normal perusahaan biasanya diperoleh dari hasil penjualan barang ataupun jasa yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan. Pendapatan yang bukan berasal dari kegiatan normal perusahaan adalah hasil di luar kegiatan utama perusahaan yang sering disebut hasil non operasi.

Pendapatan non operasi biasanya dimasukkan ke dalam pendapatan lain-lain, misalnya pendapatan bunga dan deviden. Ada beberapa karakteristik tertentu dari pendapatan yang menentukan atau membatasi bahwa sejumlah rupiah yang masuk ke perusahaan merupakan pendapatan yang berasal dari operasi perusahaan. Karakteristik

ini dapat dilihat berdasarkan sumber pendapatan, produk dan kegiatan utama perusahaan dan jumlah rupiah pendapatan serta proses penandingan.

Pendapatan bagi PT. Suman Tour sendiri diperoleh dari hasil penjualan tiket baik domestik maupun Internasional. Sebelum menjual tiket, PT. Suman Tour terlebih dahulu harus melakukan TOP UP kepada maskapai terkait yang bertujuan mengisi debet penjualan tiket. Contoh : PT. Suman Tour melakukan request pada Maskapai A,

setelah di-approve PT. Suman Tour dapat melakukan TOP UP sesuai dengan jumlah

yang di- request-kan. Misalnya TOP UP sejumlah Rp. 100.000.000. Dengan TOP UP

tersebut PT. Suman Tour dapat menjual tiket ke sub-agen atau pelanggan sebesar jumlah TOP UP. Dimana dalam penjualan tersebut, PT. Suman Tour memperoleh keuntungan dengan menaikkan harga tiket berdasarkan nilai penjualan yang sudah ditetapkan oleh maskapai.

2.4.2. Piutang

Piutang merupakan uang/harta yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam bentuk uang yang dipinjamkan kepada klien perusahaan yang bersangkutan. Dalam laporan keuangan sendiri piutang masuk dalam golongan aset, dan bukan likuiditas.[9] Piutang secara luas diartikan sebagai tagihan atas segala sesuatu hak perusahaan baik berupa uang, barang maupun jasa atas pihak ketiga setelah perusahaan melaksanakan kewajibannya, sedangkan secara sempit piutang diartikan sebagai tagihan yang hanya dapat diselesaikan dengan diterimanya uang di masa yang akan datang.

Pada umumnya piutang timbul ketika sebuah perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit dan berhak atas penerimaan kas di masa mendatang, yang prosesnya dimulai dari pengambilan keputusan untuk memberikan kredit kepada langganan, melakukan pengiriman barang, penagihan dan akhirnya menerima pembayaran,

dengan kata lain piutang dapat juga timbul ketika perusahaan memberikan pinjaman uang kepada perusahaan lain dan menerima promes atau wesel, melakukan suatu jasa atau transaksi lain yang menciptakan suatu hubungan dimana satu pihak berutang kepada yang lain seperti pinjaman kepada pimpinan atau karyawan. Piutang merupakan salah satu elemen yang paling penting dalam modal kerja suatu perusahaan.

Sebagian piutang dapat dimasukkan dalam modal kerja yaitu bagian piutang yang terdiri dari dana yang diinvestasikan dalam produk yang terjual dan sebagian lain yang termasuk modal kerja potensial yaitu bagian yang merupakan keuntungan. Piutang merupakan elemen modal kerja yang selalu dalam keadaan berputar secara terus menerus dalam rantai perputaran modal kerja yaitu :

Kas --- Persediaan --- Piutang --- Kas

Dalam keadaan normal dan dimana penjualan pada umumnya dilakukan dengan kredit, piutang mempunyai tingkat likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan persediaan, karena perputaran dari piutang ke kas membutuhkan satu langkah, maka kebijaksanaan kredit yang efektif dan prosedur-prosedur penagihan yang tepat sangan dibutuhkan guna menjamin penagihan piutang yang tepat pada waktunya dan mengurangi kerugian akibat piutang tak tertagih.

Piutang dalam kegiatan bisnis operasional PT. Suman Tour merupakan suatu kemudahan yang diberikan terutama kepada sub-sub agen yang melakukan reservasi tiket pada PT. Suman Tour agar agen dapat melakukan reservasi tiket tanpa harus membayar terlebih dahulu. Untuk melakukan pembayaran tiket, PT. Suman Tour menerapkan sistem jatuh tempo (piutang), dimana setiap sub agen mendapatkan jatuh tempo yang berbeda-beda yang ditetapkan oleh manajemen PT. Suman Tour

berdasarkan histori intensitas sub agen tersebut melakukan reservasi tiket pada PT. Suman Tour.

Dokumen terkait