• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah uang atau penghasilan yang diterima seseorang atau badan usaha dalam bentuk upah, sewa, bunga, laba, tunjangan, deviden, hadiah, dan lain-lain. Menurut analisis ilmu ekonomi:

1. Ekonomi mikro

Pendapatan adalah aliran penghasilan dari penyediaan factor-faktor produksi 2. Ekonomi makro

Pendapatan adalah penghasilan nasional suatu Negara

2.2.1 Perhitungan Pendapatan Nasional dan Produk Nasional

Perhitungan pendapatan nasional menunjukkan kepada seperangkat aturan dan teknik untuk mengukur aliran seluruh output barang dan jasa yang dihasilkan dan aliran seluruh input (factor-faktor produksi) yang digunakan oleh suatu perekonomian untuk menghasilkan output barang dan jasa itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa perhitungan pendapatan nasional merupakan suatu kerangka perhitungan yang digunakan untuk mengukur aktifitas ekonomi yang terjadi dan

berlangsung dalam suatu perekonomian. Perhitungan pendapatan dan produk nasional mulai dikembangkan sekitar tahun 1930, tepatnya tahun 1932 saat departemen perdagangan Amerika Serikatmencoba mengumpulkan data, dan diterbitkan tahun 1934 berupa hasil perhitungannya.

Simon Kuznets dari Universitas Harvard yang pada waktu itu menjabat sebagai direktur biro penelitian ekonomi nasional USA merupakan perintis dan orang yang berjasa dalam upaya perhitungan pendapatan nasional Amerika Serikat. Kuznets pun dianugerahi penghargaan nobel pada tahun 1971 untuk dibidang ekonomi.

Perhitungan pendapatan dan produk nasional yang dikembangkan sekitar tahun 1930 ini dimaksudkan sebagai alat bantu dalam melakukan kuantifikasi terhadap berbagai peristiwa ekonomi riil yang terjadi dalam masyarakat. Dalam perkembangannya lebih lanjut, perhitungan pendapatan nasional ini bahkan telah menjadi bagian yang amat penting didalam makroekonomi, khususnya dalam upaya untuk mengemban suatu analisis tentang perekonomian.Data hasil perhitungan pendapatan nasional sangat penting bagi banyak pihak, baik bagi para ekonom, pemerintah, maupun bagi dunia usaha atau sector bisnis.

Pengukuran atau perhitungan output nasional sangat diperlukan dalam teori maupun kebijakan makroekonomi. Pengukuran ini mempersiapakan kita menhadapi berbagai masalah sentral yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, siklus bisnis, hubungan antara kegiatan ekonomi dan pengangguran, serta ukuran dan factor-faktor penentu tingkat inflasi.Sebelum konsep GNP ditemukan, kondisi suatu perekonomian sulit dipastikan.

Arus perputaran output atau pengeluaran atau bisa disebut dengan arus perputaran kegiatan ekonomi adalah suatu diagram yang menggambarkan keterkaitan antara berbagai pelaku ekonomi seperti sektor rumah tangga yaitu salah satu unit pengambil keputusan yang menyediakan dalam arti menjual atau menyewa factor-faktor produksi kepada perusahaan, sector perusahaan yaitu organisasi yang terjadi dari produsen yang dihasilkan atau menawarkan barang dan jasa melalui pasar produk, sector pemerintah yaitu organisasi yang memiliki 2 fungsi utama yaitu menyediakan barang dan jasa kepada rumah tangga dan perusahaan dan melakukan redistribusi pendapatan dan kekayaan, sector yang terakhir adalah luar negeri yang di representasikan oleh kegiatan ekspor dan impor.

Selain itu ada berbagai pasar yang ada didalam perekonomian seperti factor produksi yaitu pasar yang dimana factor produksi diperdagangkan, pasar barang atau produk yaitu pasar dimana barang dan jasa diperdagangkan, dan pasar keuangan atau kredit yaitu pasar dimana penawaran kredit atau dana oleh rumah tangga dan permintaan kredit atau dana oleh perusahaan terjadi atau berlangsung. 2.2.2 Pendapatan Produksi

Pendekatan produksi adalah metode penghitungan menggunakan nilai tambah produk atau nilai produk jadi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penghitungan ganda karena adanya produksi bertingkat, karena :

1) Suatu produk hasil produksi digunakan sebagai bahan baku produksi produk lain.

2) Nilai produk dapat terhitung dua kali sehingga nilainya sangat besar. Pendapatan produksi terbagi menjadi sembilan sektor utama :

1) Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan 2) Sektor pertambangan

3) Sektor industry

4) Sektor listrik, gas dan air bersih 5) Sektor bangunan

6) Sektor perdagangan, hotel dan restoran 7) Sektor pengangkutan dan komunikasi

8) Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. 9) Sektor jasa lain

Rumus pendapatan nasional untuk pendekatan produksi : Y = ∑ Pn.Qn

Dimana :

Y = pendapatan nasional Pn = harga jual produk jadi Qn = jumlah produk produksi

2.2.3 Pendekatan pengeluaran (Expenditure Approach)

Dari sisi pengeluaran, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan pengeluaran atau expenditure dari masing-masing sector perekonomian, yaitu : 1. Pengeluaran konsumsi (C), meliputi semua pengeluaran rumah tangga

keluarga dan perseorangan serta lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan.

2. Pengeluaran investasi (I), meliputi semua pengeluaran domestic atau (dalam negeri) yang dilakukan oleh swasta untuk mendirikan bangunan, mesin-mesin, perlengkapan dan jumlah persediaan perusahaan.

3. Pengeluaran pembelian pemerintah (G). meliputi pembayaran pension, beasiswa, subsidi dalam berbagai bentuk dan transfer pemerintah.

4. Ekspor netto (X-M), meliputi keseluruhan jumlah barang dan jasa yang di ekspor dan di impor. Jika ekpor lebih besar dari impor maka ekspor netto bertanda positif (+), juga sebaliknya.

2.2.4 Pendekatan Pendapatan ( Income Approach )

Dalam pendekatan ini, pendapatan nasional diperoleh dari penjumlahan pendapatan yang diterima oleh factor produksi yang disumbangkan kepada rumah tangga produsen selama 1 tahun, yang terdiri dari :

Sewa tanah/alami (rent income) = r Upah (wage and salary income) = w Bunga (interest income) = i

Laba usaha (profit income) = p

2.2.5 Komponen Pendapatan Nasional Komponen pendapatan nasional :

1) Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi dalam suatu Negara (domestic) selama satu tahun. Dalam

Y= C+I+G +(X-M)

perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau orang asing yang beroperasi di wilayah Negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya., karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto atau kotor. 2) Gross National Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto (PNB) adalah

nilai seluruh produk yang diproduksi seluruh masyarakat nasional di dalam dan luar negeri pada periode tertentu.

3) Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Netto (PNN) adalah nilai GNP yang berubah karena penyusutan harga barang-barang modal. 4) National Income (NI) atau Pendapatan Nasional (PN) adalah pendapatan

agregat yang diperoleh oleh faktor-faktor produksi. Pendapatan nasional mengukur pendapatan agregat yang diterima oleh faktor-faktor produksi sebelum pajak (direct taxes) dan pembayaran transfer (transfer payments). Pendapatan nasional dapat diperoleh, produk domestic netto dikurangi pajak tidak langsung dan kewajiban bukan pajak, pembayaran transfer oleh perusahaan,ditambah subsidi pemerintah dan dikurangi lagi dengan surplus yang diperoleh perusahaan (BUMN).

5) Personal Income (PI) atau Pendapatan Perseorangan (PP) adalah nilai NI yang dikurangi jaminan social, pajak perusahaan, laba yang ditahan, dan ditambah pembayaran pindahan (transfer payment). Pembayaran pindahan adalah tunjangan yang diberikan Negara kepada individu untuk mensejahterakan masyarakat, dan menambah pendapatan seseorang.

6) Disposable Income (DI) atau Pendapatan Bebas (PB) adalah jumlah pendapatan yang secara actual tersedia bagi rumah tangga yang siap untuk dibelanjakan atau digunakan. Pendapatan disposible diperoleh dengan cara pendapatan nasional dikurangi pajak perorangan (personal taxes) dan kewajiban-kewajiban bukan pajak (nontaxes liabilities). Termasuk pajak perorangan adalah pajak pendapatan, estate dan gift, dan pajak-pajak kekayaan perorangan. Sedangkan kewajiban bukan pajak antara lain, paaport, fess, fines and pinalties, dan donations.

2.2.6 Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional

Manfaat dan penghitungan pendapatan nasional antara lain : 1) Mengukur tungkat kesejahteraan Negara.

2) Membandingkan tingkat kemakmuran antara suatu Negara dengan Negara lain.

3) Membandingkan kemajuan perekonomian Negara dari waktu ke waktu.

4) Mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. 5) Pedoman pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi. 2.2.7 Pendapatan Perkapita

Pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata masing-masing penduduk suatu Negara selama satu periode tertentu. Rumus pendapatan perkapita :

Pendapatan perkapita digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu Negara.Apabila pendapatan perkapita meningkat dan laju inflasi tetap atau kecil, maka kesejahteraan suatu Negara meningkat.

Dokumen terkait